Fani nggak menyangka sebagai anak petani merantau ke Jakarta bisa merubah hidupnya dan juga hidup keluarganya walaupun harus merasakan sakit hati terlebih dulu.
Menjalani hidup dilandasi tanpa rasa cinta siapa sangka dia kini bisa menerima seseorang yang dulu sangat membencinya.
Ikuti kisah mereka hanya ada di noveltoon
jangan lupa, vote, coment, like dan tambah favorit kalian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Osiye, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 32
"Kevin!" Teriak seseorang yang baru datang.
Dia melihat Kevin yang hampir mencium bibir Fani, kevin dan Fani terkejut melihat perempuan cantik dengan pakaian sedikit terbuka, Kevin memutar bola matanya sedangkan Fani mundur menghindari Kevin ingin rasanya dia menampar laki-laki yang ada di depannya karena sudah berbuat kurang ajar pada dirinya.
"Kau juga penampilannya saja yang alim kelakuan kamu nggak jau beda kaya perempuan murahan." Ujarnya menatap sinis.
Mendengar ucapan perempuan yang ada di depannya, Fani langsung melihat perempuan yang merendahkan dirinya.
"Apa kamu bilang, aku kaya perempuan murahan, kamu lagi ngomongin diri sendiri yah?" Tanya Fani melihat penampilan perempuan yang ada di depannya.
"Kurang ajah yah kamu, berani kamu melawan aku." Ujarnya.
"Kenapa, nggak terima sama ucapan aku? Sama aku juga nggak terima kamu menuduh aku nggak sesui apa yang kamu tuduhkan sama aku, bahkan orang-orang juga bisa menilai antara aku dan kamu, mana yang perempuan murahan dan mana yang perempuan baik-naik." Perkataan Fani membuat perempuan yang ada di depannya murka.
"Kau!" Teriaknya menunjuk wajar Fani.
"Viola cukup!" Teriak Kevin.
Kevin mendekati mereka berdua dia melihat Fani yang sedang menatap dirinya tajam, Kevin kembali melihat Viola yang sedang melihat Fani geram.
"Kau berani meneriaki aku, pacar kamu sendiri?" Tanyanya.
"Kamu nggak usah ngaco, sejak kapan kita pacaran kamu hanya teman kencan aku, aku sama sekali nggak mencintaimu, aku sekarang mencintai perempuan yang ada di sebelah aku ini dan aku kau menikahinya.
Plak!
Kevin terkejut saat Fani berani menaparnya, dia nggak menyangka kalau Fani berani melakukannya, Fani melihat Kevin dia menggelengkan kepalanya, kenapa kebanyakan laki-laki segampang itu mengatakan soal pernikahan.
"Dasarnya pasangan setres, kalian memang pasangan yang serasi," Ucap Fani meninggalkan mereka berdua.
Viola meradang yang mendengar Fani mengatakan kalau dia mengatakan dirinya stres, sedangkan Kevin hanya diem saja saat Fani meninggalkannya.
"Dasar perempuan kampung!" Teriaknya.
"Sekarang kamu pergi dari sini." Kevin mengusir Viola.
"Kamu mengusir aku, bukankah kamu selalu kangen sama aku, bukan kamu selalu bahagia saat aku mendatangi dirimu dan kita selalu menghabiskan waktu di ranjang bersama." Viola menatap Kevin.
Viola nggak menyangka Kevin berani mengusir dirinya padahal selama ini Kevin selalu bahagia dengan kedatangannya, sejak kapan kevin berubah kaya sekarang Viola berfikir ini pasti gara-gara perempuan tadi.
"Apa ini gara-gara perempuan tadi?" Tanyanya menghadap ke arah Kevin.
"Ini nggak ada hubungannya dengan dia, aku nggak mau di ganggu saja aku lagi banyak kerjaan." Sahutnya berbohong.
"Kerjaan kamu bilang, kamu bohong kan sama aku? Kalau benar kamu banyak kerjaan kenapa kamu tadi berduaan sama dia dan kamu hampir menciumnya!" Teriak Viola mengguncang tangan Kevin.
"Sudah aku bilang aku banyak kerjaan, sekarang kamu pergi dan tinggalkan aku sendiri." Lagi-lagi Kevin mengusir Viola.
" Nanti malam aku tunggu kamu di tempat biasa, kalau kamu nggak datang kamu lihat saja apa yang aku lakukan sama perempuan kampung tadi." Viola meninggalkan Kevin.
"Viola, Viola!" Teriak Kevin memanggil teman kencannya.
Viola nggak menghiraukan teriakkan Kevin dia tersenyum sinis, nanti malam Kevin pasti datang untuk menemui dirinya, Viola tau kalau Kevin nggak akan pernah bisa membantah ucapannya.
Fani lagi di dalam taksi dia mau kembali pulang di rumah bu Hanum, sedari tadi nyonya barunya itu menelpon dirinya berkali-kali, sebuah mobil menghalangi taksi yang dia tumpangi. Supir taksi mengerem mendadak sampai kepalanya membentur jok depan.
Bersambung..
Yang mau ikut grup chat author follow akun author, Terimakasih.
maaf terlalu lebay ini