Memang semua orang pada awal kenal awal masuk sekolah pasti akan merasakan canggung dan terdapat cerita fiksi juga di dalamnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aranna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Aksan
Aksan sebagai ketua kelas sudah mengatur semua rencananya untuk mengerjai Tayo, dan itu juga ada masukkan dari Niken prikitam aranna kemello
Aksan sangat setuju begitu juga dengan semua teman-teman di SMA negeri 1 Tarakan punya rencana untuk itu
Dan sekarang mereka hanya menunggu Tayo untuk ke sekolah dan Tayo sedang dalam perjalanan menuju ke sekolah mungkin Tayo akan sedikit terlambat karena perjalanan dari Manado menuju ke Tarakan lumayan jauh apalagi tiket padat karena banyak orang pulang kampung menjelang natal dan tahun baru tanggal 7 Tayo dan papa nya menyiapkan koper karena mereka akan segera pulang ke Kalimantan, Tayo sedikit buru-buru karena harus ke sekolah di tambah lagi, Tayo udah mau 2 Minggu gak turun sekolah karena banyak acara keluarga nya di Manado, dan Tayo mengemudikan mobilnya secepat kilat agar Tayo tidak terlambat ke sekolah dan hampir, sedikit lagi mobilnya Tayo masuk jurang karena Tayo mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi dan Tayo hampir mati celaka, dan ketika Tayo mau nyampai ke sekolah, Tayo sedikit terlambat dan ya Tayo kena hukuman dari pak Naim kepsek SMAN 1 Tarakan
"Puji Tuhan akhirnya bisa sampai sekolah dengan walaupun terlambat tapi puji Tuhan bisa sampai dengan selamat" kata Tayo memegang tangannya ya karena sedikit lagi Tayo mati di mobil.
"Aksan kamu harus tolong aku kamu kan satu kelas sama Tayo, cuman kamu aja Aksan satu-satunya harapan aku" kata Niken membujuk Aksan
"Siap bestie" kata Aksan
Dan ketika Tayo berlari menuju kelasnya Aksan menghentikan langkahnya
"Tunggu dulu pak Tayo!" kata Aksan memberhentikan langkah Tayo
"Kenapa lagi aku buru-buru sebelum jam pertama mulai" kata Tayo gak sabaran
"Hey, bestie ini ada surat cinta dari guru BK silahkan di baca ya" kata Aksan menyerahkan surat dari Pak Syam
"Gonggong" kata Tayo sangat emosi
"Hey bestie mau kemana lagi?" tanya Aksan
"Aku mau masuk kelas Aksan jam pertama kan sudah mau mulai" kata Tayo
"Nanti dulu" kata Aksan
"Kenapa lagi?" tanya Tayo
"Enak aja mau langsung masuk kelas tanya dulu sama bu wanda boleh kah saya masuk kelas" kata Aksan
"Kenapa gak boleh?" kata Tayo mulai emosi
"Ya iyalah jangan mau main curang orang lain kena hukuman karena kesalahan mereka seharusnya kamu juga seperti itu" kata Aksan mulai tegas dengan Tayo
"Aksan aku gak ingin bercanda saat ini" kata Tayo yang merasa tingkat kesabaran nya di permainkan
"Siapa juga yang bilang bercanda sekarang kamu temui Bu Wanda di ruang BK, kalau tidak namamu akan di blacklist di IPS 5 sekaligus di Smansa " kata Aksan dengan tegas
"Tapi aku mau simpan tas ku dulu baru temui bu Wanda " kata Tayo yang sudah geram melihat gerakan tubuhnya Aksan
"Gak ada tapi-tapian, temui bu Wanda sekarang juga" kata Aksan terus menjaga Tayo agar tidak masuk kelas
Akhirnya Tayo menyerah dan tidak mau berdebat dengan Aksan lagi Tayo berbalik badan menemui bu Wanda sebagai wali kelas nya
"Tapi kamu suruh? perintah nya langsung ya kamu sebagai ketua kelas jangan main-main ya" kata Tayo yang masih terus sabar
"Aku sebagai ketua kelas harus bertanggung jawab atas anggota ku, tidak akan aku biarkan satupun anggota ku yang mengalami kehancuran" kata Aksan langsung mengantarkan Tayo ke ruangan BK
Dua remaja bujang ini bersama menuju ruang BK
"Terimakasih Aksan telah mengantarkan sovtan di sini, dan kamu Aksan silahkan masuk ke kelas kalian kan jam Geografi pak Vanto kan, dia sudah ada di kelas" kata bu Wanda
"Baik bu terimakasih" kata Aksan langsung pergi menuju kelasnya
"SOVTAN Ardiansyah Samuel Ammarang kamu gak capek ya kena hukum terus, kamu lagi, kamu lagi, kamu lagi malas bu lihat kamu" kata bu Wanda langsung memarahi Tayo
"Tapi saya rajin bu" kata Tayo mengurangi rasa gugupnya
"Kamu ke lapangan sekarang" kata bu Wanda
"Saya ngapain bu?" tanya Tayo menunjukkan dirinya
"Pokoknya berjemur sampai mata pelajaran selesai" kata bu Wanda
Dan Tayo langsung pergi ke lapangan di tempat yang paling panas dan menghadap ke arah matahari
"aduh silau banget mana lupa pakai kacamata lagi" kata Tayo kesal
Dan beberapa jam di hukum lalu pak Vanto berteriak dengan sovtan
"SOVTAN" kata pak Vanto berteriak memanggil sovtan
"Ada apa pak?" tanya Tayo
"Kamu masuk kelas" kata pak Vanto
"Lah pak saya kan di hukum sama bu Wanda di suruh berjemur di lapangan gak papa pak matahari pagi kan Bagus buat kesehatan" kata Tayo
"Ini sudah jam 10.45 sovtan jam bapak sudah selesai kamu masuk ke kelas" kata pak Vanto ketika Tayo masuk ke kelas dan menaruh tas di kursinya di sampingnya Aksan, Aksan sama sekali tidak melihat wajahnya Tayo bahkan bertanya sama sekali dengan Tayo pun tidak, dan karena itu lah Tayo merasakan aneh, Aksan tidak seperti biasanya kalau Tayo datang terlambat Aksan selalu menanyakannya tapi sekarang Aksan sudah menjadi orang yang berbeda
begitu juga dengan teman-teman yang lainnya
bahkan Tayo di cuekin dengan teman-teman sekelasnya.
"Oh ya siapa ya yang piket hari ini?" tanya Aksan
"Aku san" kata Barry
"Bagus bantu aku bar" kata Aksan
"Biar aku saja yang bantu" kata Tayo menyodori diri tapi ketika Tayo datang Aksan dan Barry langsung pergi ke tempat duduknya masing-masing
"Loh kenapa?" tanya Tayo tapi tidak ada satupun yang menggubris perkataan Tayo
semangat
bintang 5 ku meluncurrrr
Like dan Komentar di beberapa part agar kaka lebih semangat lagi yah... 😉
Salam dari Karya Star :
Dari Palgiat Jadi Plarajin