NovelToon NovelToon
Aku Perawan Tua Berkualitas

Aku Perawan Tua Berkualitas

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:295.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: ney-nNa

Dilahirkan dengan fisik yang cantik mempesona membuat Asyifa menghadapi berbagai masalah dalam perjalanan hidupnya. Syifa merasa kecantikannya adalah malapetaka baginya. Atas peristiwa yang dialaminya membuat Asyifa merasa insecure terhadap setiap laki-laki yang datang padanya.

Semua itu berawal dari kisah kelam masa lalu ibunya, dan juga peristiwa yang tidak menyenangkan yang berulang kali dialaminya. Asyifa tumbuh menjadi wanita tertutup dan susah didekati oleh lawan jenis.

Hingga suatu saat dia mengatakan 'ya, aku menerimamu' kepada seorang laki-laki yang datang mengkhitbahnya.

Siapakah laki-laki itu dan bagaimana kehidupan rumah tangga Asyifa?
Ikuti kisah selanjutnya ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ney-nNa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Orang Tua

Malam sudah mulai larut. Nafisa sudah pulang ke rumahnya. Sedangkan Syifa baru saja menyelesaikan mengajinya. Diliriknya Antika yang masih menekuni laptopnya. Ia tengah mengerjakan tugas dari dosennya.

Syifa mendekati Antika dan sejenak memperhatikan Antika yang tengah sibuk mengetik.

"Tik, apakah kuliah itu menyenangkan?" tanya Syifa memecah keheningan.

"Apanya yang menyenangkan? tentu saja tidak ada bedanya dengan sekolah! Yang menyenangkan itu makan, tidur, bersantai di tempat liburan sembari meminum air kelapa muda dan diterpa oleh angin sepoi-sepoi!" jawab Antika sekenanya.

"Kalau yang itu tidak perlu bertanya padamu aku pun tahu!" ujar Syifa kesal.

"Tik, ayahmu tidak akan bingung mencari mu, kan?" tanya Syifa.

"Tenang saja aku sudah mengirimkan pesan kepada ayah. Beliau sudah tahu jika aku di sini," tutur Antika tanpa mengalihkan pandangannya pada laptop di depannya.

"Syukurlah kalau begitu. Mengenai ceritamu tadi sore aku rasa kamu harus membicarakan hal itu dengan ayahmu terlebih dahulu, Tik. Ayahmu berhak tahu. Meskipun beliau akan memarahi mu atau melarang mu bertemu dengan ibumu tapi aku rasa beliau punya alasan yang kuat mengapa tidak mengijinkan ibumu membawamu saat itu," tutur Syifa menasehati.

Antika terdiam mendengar perkataan Syifa.

"Bagaimana jika ibuku yang salah dan ayah tetap tidak mengijinkan aku bertemu dengan ibuku?"

"Apa pun yang terjadi di masa lalu dia tetap ibumu yang mengandung dan melahirkan mu. Kamu sebagai anak tetap harus menghormatinya. Teruslah berusaha untuk meyakinkan ayahmu bahwa kamu ingin menjalin hubungan baik dengan keduanya, tanpa mengesampingkan ayahmu."

"Baiklah, akan kucoba untuk berbicara dengan ayahku. Aku hanya ingin merasakan kasih sayang seorang ibu, Fa. Jujur saja aku kadang merasa iri kepadamu dan juga Nafisa yang bisa merasakan kasih sayang seorang ibu. Bukan salah sedikit ditempeleng, dipukul, dibentak-bentak. Aku juga ingin merasakan di peluk dengan penuh kasih sayang dan dimanjakan," tutur Antika mengungkapkan unek-uneknya.

"Antika, memang terkadang seseorang mempunyai caranya tersendiri untuk mengungkapkan kasih sayangnya. Meskipun ayahmu selama ini terlihat cuek dan keras aku yakin ia mempedulikanmu. Hanya saja caranya mungkin kurang tepat. Tapi bagaimanapun beliau tetaplah orang tuamu yang harus kamu hormati. Dan, jadikan pelajaran bagi dirimu agar tidak melakukan hal yang sama di kemudian hari. Jadilah orang tua yang bijak dan penuh kasih sayang kepada anak-anaknya."

"Dan kamu sepertinya lupa, jika kamu tak pernah tahu rasanya punya ibu, aku pun juga tidak pernah merasakan bagaimana rasanya punya ayah. Lantas apa kita harus marah pada Allah? padahal banyak yang bahkan tidak punya keduanya. Tapi Allah masih memberimu ayah dan aku punya mama."

"Bersyukurlah dengan apa yang kita punya sekarang, Tik. Meskipun begitu ayahmu adalah ayah yang bertanggung jawab. Coba pikir, ayahmu menyekolahkanmu bahkan di sekolah terbaik yang cukup baik mutunya dan juga cukup mahal biayanya."

"Padahal bisa saja dulu ayahmu menyekolahkan mu di SMA yang bermutu sedang dan biayanya lebih murah, jika ayahmu asal-asalan."

"Namun, menurutku ayahmu itu sebenarnya cukup mempedulikanmu, beliau mempunyai cita-cita yang tinggi yaitu dapat menyekolahkanmu hingga ke jenjang yang lebih tinggi di sekolah yang terbaik. Mungkin beliau berharap kelak agar kamu menjadi orang yang sukses di kemudian hari."

"Menurutku ayahmu itu sebenarnya menyayangimu dengan caranya sendiri. Beliau marah-marah mungkin ingin membuat mu terbiasa dengan kerasnya hidup agar kamu tidak mudah rapuh dan tumbuh menjadi perempuan yang tangguh dengan kedisplinan yang sejak kecil beluau tanamkan."

"Tentunya ayahmu sangat memikirkan pendidikan yang baik untukmu. Jangan sampai kamu terlambat menyadari betapa berharganya peran beliau setelah beliau pergi untuk selama-lamanya," tutur Syifa panjang lebar.

"Huaaa ... Syifa lo jahat banget sih naruh bawang di sini!" ujar Antika dengan berlinang air mata.

Syifa segera merengkuh sahabatnya itu ke dalam pelukannya.

"Semua orang pernah rapuh. Menangislah seperlunya!" tutur Syifa seraya mengusap lembut punggung Antika.

Usai berkeluh kesah Syifa dan Antika beranjak untuk pergi tidur. Sebab keesokan harinya, mereka akan banyak kesibukan yang sudah menanti mereka.

......................

Pagi-pagi sekali selepas subuh Antika berpamitan pulang. Ia teringat untuk memasakkan sarapan buat ayahnya terlebih dulu sebelum berangkat kuliah. Syifa bersyukur Antika sudah kembali bersemangat untuk melalui harinya kembali.

Begitupun dengan Syifa turut bersemangat untuk memulai harinya. Sebelum berangkat mengajar Syifa sarapan pagi dahulu dengan mamanya.

"Syifa, Mama tahu kamu sangat ingin kuliah bukan? ambillah kuliah diakhir pekan. Mama akan berusaha untuk membiayainya!" tutur Rosa membuka percakapan.

"Ma, Syifa sudah cukup bersyukur dengan kehidupan Syifa saat ini. Syifa tidak ingin membuat Mama bekerja terlalu keras. Jika Mama bisa menyisihkan sedikit uang maka lebih baik uangnya ditabung untuk mendaftar haji atau umroh," tutur Syifa.

"Syifa, tapi kamu itu pintar, jika kamu kuliah mungkin saja masa depanmu akan jauh lebih baik ke depannya. Mama tidak ingin kamu seperti Mama yang miskin ilmu, sehingga sulit untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik."

"InsyaAllah, Ma. Semoga suatu saat Syifa bisa kuliah. Doakan yang terbaik untuk Syifa, Ma!"

"Tentu, Sayang!"

"Ya sudah Syifa berangkat ya, Ma! Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikumussalam."

Syifa segera membenarkan niqobnya dan mengenakan tasnya. Ia berjalan menuju jalan raya untuk menuju ke halte bus.

Tiba-tiba ada pengendara motor berhenti tepat di depannya. Perlahan-lahan kaca helmnya diturunkan dan nampak lah laki-laki yang tidak asing baginya.

"Syifa, kamu mau berangkat kerja ya? mari saya antar!" ucap laki-laki itu dengan ramah.

"Terima kasih, Mas. Tapi saya naik bus saja!" tolak Syifa dengan sopan.

"Baiklah, kalau begitu aku permisi. Assalamu'alaikum," pamitnya.

"Wa'alaikumussalam," jawab Syifa.

Pria itu pun segera menyalakan mesin motornya dan menutup kembali kaca helmnya. Ia mulai tancap gas meninggalkan tempat itu.

Syifa merasa bersyukur saat tahu Panji tetangga Antika yang dulu pernah mencoba ingin memperkosanya sekarang sudah banyak berubah.

Diketahuinya dari Antika bahwa semenjak saat itu Panji tidak lagi berkumpul dengan teman-temannya yang membawa pengaruh buruk. Panji berlatih dengan keras demi mewujudkan cita-citanya. Antika bilang pemuda itu sekarang bekerja di sebuah kepolisian.

Rupanya pemuda itu belajar dari pengalaman dengan baik. Meskipun Syifa tidak membencinya lagi tapi Syifa selalu merasa was-was jika kembali berhadapan dengan laki-laki itu. Seolah bayang-bayang peristiwa di masa itu kembali terputar di otaknya.

Tak berapa lama bus pun datang. Syifa segera menaiki bus.

Sesampainya di sekolah iya segera menyiapkan bahan-bahan untuk mengajar. Tak berapa lama anak-anak mulai berdatangan. Syifa berjalan ke samping pagar untuk menyambut kedatangan mereka.

"Selamat pagi! ucapkan apa, Sayang?" tanya Syifa saat mengajak salah seorang muridnya berjabat tangan.

Anak perempuan itu pun mengucap salam seperti apa yang diajarkan oleh Syifa. "Assalamu'alaikum, Ustadzah Syifa!"

"Wa'alaikumussalam, Khanza."

Syifa pun juga menjabat tangan sang ibu yang mengantarkan putrinya itu dan menyapanya dengan ramah.

"Kamu Syifa 'kan?" tanya mama si anak.

Syifa mengerutkan keningnya mengingat-ingat siapa wanita di hadapannya itu

"Maaf apa Anda mengenal saya?" tanya Syifa.

..._______Ney-nna_______...

1
ν⃟α͢иͮуᷠαᷨ
MasyaAllah cerita yang sangat indah 💜
ν⃟α͢иͮуᷠαᷨ
emang boleh sebercanda itu 🤭
Jastiah Tia
aq yakin iqbal yg menolong syifa
Nur Lela
luar biasa
bintang kelas
suasananya kaya di pasar Kliwon Solo
Irtahani Irtahani
lagi serunya, lanjut lagi
Wury Ayra
eh udah tamat aja.... Alhamdulillah akhirnya Syifa hidup bahagia bersama suaminya Iqbal... samawa till Jannah yaa..
ditunggu kelanjutannya Naima ya nay ...
Irma Kirana
Udah tamat ini kak 😘😘🥰🥰
Neyna 🎭🖌️: iya irma akhirnya selesai jg lega sekali rasanya 😊
total 1 replies
Maulida
lohh kak Ney kok dah tamat ajha,,Aku pengen lihat Syifa pnya ank🤭
Neyna 🎭🖌️: 😉 iya kkak nnti ditunggu yg baru aja ya, terima kasih dukungannya 🙏💕💕
total 1 replies
Uyhull01
Bab Akhirnya ehhh bran juga brakhir critanya,
Mksih kak udah hikin crita yng manarik, apakah ada ektra part nya ??
Neyna 🎭🖌️: insyaallah ya kak terima kasih dukungannya 🙏💕💕
total 1 replies
🍊🍾⃝ᴄʜͩᴀᷞɪͧʀᷠᴀͣ ғᴀᴊɪʀᴀ🅠🅛
alhamdulillah happy ending...,.buat extra part nya kak ney
🍊🍾⃝ᴄʜͩᴀᷞɪͧʀᷠᴀͣ ғᴀᴊɪʀᴀ🅠🅛: iya kak neyy, sehat sllu ya
total 2 replies
Rahma💋🅚🅙🅢👻
Tidak terasa udah selesai ae, 🤣🤣🤣 Terima Kasih banyak kak Neyna kamu udah ngasih kami cerita yang bagus banyak hikmah yang aku ambil dari sini,, semoga bisa berkarya lagi cerita islami ya kak Neyna 👍👍💪🤗😘🥰
Rahma💋🅚🅙🅢👻: sama sama kak, semoga sukses lagi kak
total 2 replies
Rahma💋🅚🅙🅢👻
semoga kalian bahagia terus ya seperti diriku yang selalu semyam senyum baca cerita kamu yang menggemaskan ini😁😁🤗🤗
Rahma💋🅚🅙🅢👻
ya gitu dong panggil yang sopan😁😁
Rahma💋🅚🅙🅢👻
akhirnya udah jadi istri yang istimewa Syifa
Bulan Bintang
romantis 🥰, pngen ny sih jngn tamat dlu lanjt smpe punya Beby 😊
Neyna 🎭🖌️: 😉👍 siap kkak
total 4 replies
Nur Kurniasih
alhamdulillah ya udh tamat aja mbak San & ter bayar sudah ya nunggu MP nya Syifa & Iqbal samapai d bab akhir panjang lebar ya, semangat buat bikin kaya baru ya yg lebi seru & bagus 👌
Nur Kurniasih: iy sama" kak Neyna
total 2 replies
Rina Zahra
makasih ka neyna udah dibikin sampe tamat ceritanya...meskipun masih pengen lanjut....ditunggu kelanjutan naima nya..
Neyna 🎭🖌️: baik kak Rina, Alhamdulillah sehat semua
total 3 replies
manda_
kok udah tamat aja sih thor ayo thor kasih bonchapnya yg banyak
Neyna 🎭🖌️: insyaallah ya kak terima kasih udah dukung karya ini sampe tamat 🙏💕💕
total 1 replies
Erlin
cepat amat tamat ny kak
padahal aku ter Syifa Syifa 😃
Neyna 🎭🖌️: 😂 neyna lope lope sama kak Erlin, terima kasih atas dukungannya selalu 😍🙏💕💕
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!