Di jaman kerajaan, Putri Lexi adalah istri kesayangan kaisar Qin, karena kasih sayang kaisar Qin terhadap putri Lexi mumbuat para selir iri. Puncak kemarahan para selir adalah ketika putri Lexi akan di angkat menjadi permasuri. Dengan dendam yang membara para selir menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh putri Lexi. Pembunuhan pun terjadi namun jiwa putri Lexi time travel ke era modern dimana jiwanya masuk ke tubuh bernama Lexiani yang selalu di bully karena tubuhnya yang subur. Akan kah putri Lexi bisa bertahan di era modern ??
Kalo penasaran yuuuk simak novel ini ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cucu Nuraeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sepeda Baru
Sesuai dengan janji, ayah Lexi pulang dari kerjanya membawa sepeda.
Sepedanya sangat cantik, didepan ada rak untuk menyimpan tas dan di belakangnya ada boncengan.
Fernando sengaja membeli sepeda warna putih hitam karena bila membelinya warna pink, dia takut putrinya di bully.
Saat Fernando sampai di rumah, dan memanggil Lexi untuk melihat sepeda yang di belinya, Fernando terkejut dan senang melihat tingkah putrinya.
Lexi seperti anak kecil loncat loncat karena senang, tanpa ragu dia memeluk ayahnya karena saking senang dan ungkapan rasa terimakasihnya.
Fernando : baiklah sekarang ayah ingin lihat kamu naik sepeda, ucapnya sambil memandang putrinya penuh kasih sayang.
Lexi : emmm ayah sebenarnya ... emmm ... Lexi belum bisa naik sepeda. Dengan malu malu bicara pada ayahnya.
Fernando tersenyum, dia lalu menarik tangan Lexi dan menyuruh mencobanya.
Fernando : baiklah, ayoo kamu naik sepedanya. Kamu jangan takut, ayah akan mengajarkanmu, sampai bisa. Ayah akan memegangmu di belakang.
Lexi : eeemm ... baiklah ayah harus janji jangan melepaskannya, ucap Lexi dengan penuh harap.
Fernando : tentu saja ayah pasti tidak akan melepaskanmu sampe bisa.
Lalu Lexi langsung belajar bersepeda di halaman rumahnya, setiap sore jadwal bermain sepeda dan di ajari ayahnya.
Ayahnya dengan sabar mengajari Lexi, tidak sia sia dalam seminggu Lexi ada perubahan bisa mengendarai sepeda.
Dan hari ini ternyata Lexi langsung di lepas tanpa dinpegang oleh ayahnya, dia langsung berjalan sendiri menggoes sepedanya.
Fernando bertepuk tangan karena sangat senang putrinya sudah bisa bersepeda.
Fernando : waah bagus sayang, kamu sangat pintar, ayah bangga padamu.
Lexi : aaaah ayaaah aku bisa naik sepeeda .. terima kasih ayah.. sambil mengencangkan goesannya.
Fernando : sayang kamu jangan ngebut ngebut, bahaya....
Lexi : iyaaa Lexi akan pelan pelan ucapnya padahal goesannya semakin kencang.
Fernando terharu, dia merasa bahagia bisa mengajarkan putrinya bersepeda.
Dari belakang istrinya memeluk tubuhnya, Fernando sedikit tetkejut, ada yang memeluk dari belakang. Lalu dengan cepat Fernando menghapus sedikit air matanya.
Fernando : sayang aku bahagia, gadis kita sudah bisa bersepeda.
Sinta : tentu saja, karena kamu ayah yang luar biasa. Makasih Fernando, kamu telah memberikan kebahagiaan buat kami.
Fernando juga sangat bahagia, ternyata menjadi ayah itu sangat menyenangkan. Dia lalu mencadai istrinya.
Fernando : sayang, apakah bisa memangilku suami, sayang, ato bebeb ?
Sinta terkekeh " kita bukan ABG lagi, nanti Lexi mentertawakan kita loh.
Fernando cemberut, dia ingin istrinya memanggil panggilan sayang padanya, agar terdengar akrab satu sama lain.
Sinta : baiklah aku akan memanggilmu Nando panggilan sayangnya bagaimana?
Fernando : hmmm baiklah, itu juga bagus.
Sinta : lalu panggilan saya apa? Kalo kamu memanggilku sayang nanti tidak tahu siapa yang kau panggil aku atau Lexi? candanya.
Fernando: aku akan memanggil nama sayangmu Tata bagaimana? Atau cinta ?
Sinta semakin terkekeh lagi dia tak kuat mendengar ucapan suaminya. " kau cukup panggil aku Tata saja. Ucapnya sambil tersenyum cantik.
Fernando : mengapa kamu terkekeh terus, apa yang membuatmu lucu ? Sambil memggendong istrinya untuk kembali kedalam rumahnya.
Para pelayan yang melihat suami istri itu hanya bisa tersenyum, mereka bahagia melihat tuannya bisa tersenyum bahagia.
Mereka sangat menikmati kemesraan suami istri itu, walau yang para jomlo iri melihat meteka.
Tapi mereka selalu berdo'a agar kedua suami istri itu selalu bahagia.
Cerita ini hanyalah fiktif belaka bila ada nama, tempat yang sama author mohon maaf yaa
Jangan lupa like dan comentnya...