NovelToon NovelToon
Queen Of The Earth

Queen Of The Earth

Status: tamat
Genre:Fantasi / Supernatural / Petualangan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:699.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: ptrmyllln

Awalnya Hera Athena Demeter hanya seorang manusia biasa yang mendapat beasiswa di Universitas Johannes Gutenberg Mainz, Jerman. Namun semua itu berubah ketika ia mendapati fakta bahwa ternyata ia merupakan manusia serigala. Objek yang selama ini ia teliti untuk memenuhi tugas akhirnya.

Ia juga mendapati kejadian yang berada diluar nalar manusia awam. Tidak hanya itu, ia juga mendapati kejutan-kejutan lain yang mengantarkannya pada seorang Alpha yang tertidur,
Zeus Ares Asklepios.

Salah satu dari kejutan itu adalah Hera merupakan Queen of the Earth yang berikutnya. Namun sebelum itu ia harus menemukan Queen of the Earth sebelumnya dahulu untuk melakukan perjanjian darah.

Lantas bagaimana perjalanan Hera dalam menemukan Queen of the Earth sebelumnya itu? Lalu, kejutan-kejutan apa lagi yang akan didapatkan Hera?

Ikuti kisahnya hanya di 'Queen of the Earth'. Cerita ini akan membawa kalian merasakan kehidupan di dunia fantasi yang berada diluar nalar manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ptrmyllln, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

QotE 31 ∆Serangan Traitors∆

Berry tidak tau kemana kakinya melangkah, yang terpenting adalah mereka harus pergi dari perkampungan manusia itu.

Hingga akhirnya kaki Berry berhenti di sebuah bibir pantai. Berry berpandangan dengan serigala milik Manuwella, sedangkan Joselyn masih belum sadarkan diri.

Serigala yang beberapa waktu lalu tumbang itu adalah serigala milik Jose.

Berry berubah menjadi Hera, begitupun dengan Manuwella.

"Joselyn kehilangan banyak darah," kata Manuwella. "Saya akan mencari tanaman herbal, Luna."

"Tidak perlu," langkah Manuwella berhenti. Ia menoleh ke asal suara.

"Aku yang akan mengobati Jose,"

Lalu Hera mengedarkan pandangannya untuk mencari beberapa tanaman Herbal yang berada di sini, setelah menemukan beberapa tanaman herbal liar yang ada, ia memfokuskan fikirannya pada kesembuhan Joselyn.

Hera memejamkan matanya. "Therapéfste to," lalu perlahan sinar hijau menutupi luka di tubuh Joselyn. Hera tidak mengeluarkan banyak tenaga karena lukanya tidak terlalu parah.

Manuwella hanya bisa bergumam 'wow' ketika melihat kekuatan langka yang dimiliki Luna nya ini.

"Kenapa kalian mengelilingiku?" tanya Jose heran. Ia bangun dari rebahan nya, matanya menelisik tempat dimana mereka berada ini. "Pantai?" kening Jose berkerut. "Mengapa kita di sini?"

"Daripada di perkampungan laki-laki cabul itu, argh sial!" umpat seseorang.

Joselyn terkejut begitupun dengan Manuwella. Mereka memandangi Hera yang mengeluarkan umpatan itu, benarkah seorang Hera mengumpat?

"Suaramu, ke-kenapa berbeda? Kau terkena serangan? Atau kepalamu terbentur hingga membuatmu seperti ini?" tanya Joselyn sambil menatap Hera.

Hera memutar bola matanya. Tanpa mereka sadari warna mata Hera tidak lagi hijau. "Kau ingin mengataiku gila? Dasar penyihir,"

Lagi lagi mereka terkejut mendengar ucapan Hera. "He-hera?"

"Aku bukan Hera!"

Joselyn memandang Wella yang masih memandangi Hera dengan kening berkerut. "Wella, apa yang terjadi?"

Manuwella menggeleng. "Siapa kau? Apa yang kau lakukan di tubuh Luna? Di mana Luna?" tanya Manuwella beruntun. Ia merasakan Luna-nya masih berada di sini.

'Berry, sudah.'

'Aku belum puas,'

Hera yang terperangkap di dalam sana hanya bisa berdecak kesal. 'Lain kali aku tidak akan mengijinkan mu lagi memakai tubuhku!'

Dengan dongkol Berry pun mengikuti ucapan Hera.

"Dia Berry, serigala ku," kata Hera menjelaskan setelah dirinya kembali memegang kendali tubuh itu.

"Huh wajar saja, mana mungkin seorang Hera bisa mengumpat seperti itu." Ungkap Jose.

"Aku juga bisa mengumpat, apa kau mau dengar?"

Jose menyilangkan tangannya. "Tidak usah," lalu ia memurus lengannya kedinginan, tentu saja karena bulan masih bertugas menyinari sebagian dari bumi.

Jose mengambil kayu yang hanyut terbawa ombak lalu ia mengandalkan sihir apinya untuk menghidupkan kayu yang basah itu.

"Kaméni," laku kayu itupun terbakar dan menciptakan api unggun.

Hera langsung mendekat ke arah api tersebut guna menghangatkan tubuhnya. Diikuti Manuwella yang duduk disampingnya. "Wajar saja kau bisa menghidupkan api dengan sekali gesekan batu, ternyata di bantu dengan yang lain juga." Gumam Hera mengingat tempo Hari ia takjub akan Jose yang bisa menghidupkan api hanya dengan sekali gesekan batu.

Jose terkekeh, ia mengingat kembali kejadian beberapa saat lalu yang mereka lalui. "Mengapa klan manusia itu menyerang kita? Padahal kita sudah membayar sewa yang tidak bisa dikatakan sedikit," gumam Jose.

"Dan anehnya di sana hanya ada terdapat laki-laki, apakah tidak ada perempuan?" sambung Hera.

"Ada, tetapi saya juga tidak tau mengapa hanya ada para laki-laki. Aku setuju dengan Berry, mereka benar-benar cabul!" kata Manuwella.

"Hera, sebelum aku pingsan aku melihat sebuah cahaya berwarna orange memerangkapi kita, dan aku juga melihat kau berlari sangat cepat. Apa itu ada kaitannya dengan setitik cahaya orange di peta itu?" tanya Joselyn penasaran. Manuwella pun menganggukkan kepala nya ia juga penasaran bagaimana ketika Berry membawa serigalanya dan serigala Jose, Berry bisa berlari seperti kecepatan cahaya? Bukankah untuk seekor serigala betina itu mustahil mengingat ia juga membawa beban yang lumayan berat.

"Timmy Controller," Hera memandang Jose dan Wella, "kekuatanku yang ke tiga." Lalu ia melihat liontinnya yang sudah terisi tiga permata; Emerald (Hijau), Amethyst (Ungu), dan Garnet Orange. "Lihatlah, liontin ku sudah terisi tiga," Hera menunjukkan liontinnya.

"Wow, kau benar. Sangat indah," kata Joselyn. "Setelah ini kita ke arah mana lagi?"

Hera membuka peta tersebut. Sekarang di peta itu tertulis jika mereka tengah berada di tepi pantai samudra Atlantik Utara. Dan peta tersebut mengarahkan mereka harus menyebrangi samudra Atlantik Utara tersebut, setelah itu mereka akan melewati samudra Atlantik Selatan, kemudian samudra Hindia.

Jose menggeleng seraya berucap, "Yang benar saja, kita akan menyebrangi dua samudra?"

"Aku tidak tau, peta ini menunjukkan seperti itu."

"Mengapa harus laut? Mengapa tidak melewati daratan saja?" kata Manuwella bingung. "Bagaimana kita menyebrangi dua samudra yang sangat luas ini?"

Lagi-lagi Hera menggeleng. "Aku harap kita diberikan petunjuk lagi,"

"Hera, Wella, lihat!" Seru Jose. Ia menunjuk  sebelah timur pantai. "Sunrise!"

Lalu mereka memandang matahari yang perlahan naik ke permukaan air pantai. Hera berdecak kagum karena menyaksikan secara langsung bagaimana sang mentari menampakkan dirinya. Benar benar kekuasaan yang indah tiada tara.

∆∆∆

Nampak seorang pria sedang berlari untuk mencari seseorang. "Sayang!"

Orang yang di panggilnya sayang itu menoleh lalu tersenyum, namun rautnya berubah ketika suaminya terlihat sangat khawatir. "Ada apa?"

"Sayang, kau harus membawa para wanita dan anak-anak ke tempat aman, sekarang keadaan sedang tidak terkendali, Ares pun belum kembali dari perjalanannya."

"Apa yang terjadi, Zeus?"

"Aku tidak tau, tetapi aku mendapatkan kabar bahwa bagian barat pack sudah diserang oleh Traitors!" jelas Alpha Zeus.

Luna Meghan menutup mulutnya. "Cepat amankan para wanita dan anak anak,"

Luna Meghan mengangguk. "Kembalilah dengan selamat, sayang."

Alpha Zeus menatap istrinya lembut, lantas ia mengangguk meskipun ia tak yakin bahwa ia akan pulang dengan selamat.

∆∆∆

Keadaan di sebelah barat sangat kacau, mayat serigala sudah di mana mana, namun tak menghentikan semangat Gamma beserta warrior yang masih tersisa guna mempertahankan pack nya.

Prang

Prang

Sring

Srak

Suara dentingan pedang masih saling bersahutan, suara kulit terkoyak, bahkan suara auman pun juga saling bersahutan.

"Grrrr, langkahi mayatku sebelum kau menyentuh pack kami!" geram serigala Gamma Eric.

"Gamma, aku salut padamu. Kau sangat memuja Alpha lemah itu, lebih baik kau ikut denganku dan merampas pack ini," tawar Rydoch.

"Tch! Sampai mati pun aku tidak sudi! Grrrrr!" Gamma Eric lalu menghajar kembali Rydoch hingga serigala berwarna hitam dengan sedikit corak coklat membantunya.

"Alpha Zeus,"

"Wow sekarang ayah dari Alpha lemah itu juga turun? Lalu dimana Alpha itu? Bersembunyi?"

"Diam Rydoch! Sekali pengkhianat tetap pengkhianat!" geram serigala Alpha Zeus. Dulu Rydoch merupakan Gamma dari Alpha Zeus oleh karena Rydoch berkhianat Alpha Zeus mengusir Rydoch keluar dari pack.

"Banyak bicara!" Rydoch lalu menyerang Alpha Zeus.

Cabikan dan koyakan sudah tidak terelakkan lagi.

Rydoch sudah hampir tumbang jika saja tidak ada bantuan dari para vampir yang entah kenapa tiba-tiba berbondong-bondong datang menyerang para warrior Ares.

"Alpha, kita sudah kehilangan banyak warrior, tidak mungkin kita bisa melawan dengan jumlah yang sedikit ini ditambah lagi para vampir itu terus berdatangan," kata Gamma Eric. Sekarang mereka sudah dikepung oleh vampir dan traitors.

"Sial! Vampir sialan itu ternyata dalang dari semua ini!" desis Alpha Zeus.

"Sudah ku bilang, kalian tidak akan bisa melawanku!" kata Rydoch. Laki-laki itu sudah dipenuhi banyak darah namun tidak sedikitpun kejahatan luntur darinya.

Lagi-lagi Rydoch dan para vampir menyerang Alpha Zeus dan Gamma Eric beserta para warrior yang masih tersisa. Alpha Zeus hanya bisa berdoa, semoga saja Alpha Ares dapat kembali sebelum semuanya tumbang.

∆∆∆

Di atas langit, di sebuah tempat di mana para klan malaikat berkumpul, seorang pria sedang memperhatikan sebuah kolam yang mana kolam tersebut langsung terhubung ke bumi. Kolam tersebut menampilkan sebuah peperangan yang terjadi.

Ia menatap kolam itu dengan tenang meskipun tersimpan raut khawatir di wajah itu.

"Ayah," panggil seorang laki-laki yang memiliki paras hampir mirip dengannya.

"Ayah, kita harus bertindak. Aku tidak mau lagi membiarkan adikku menderita, Ayah. Ijinkan aku untuk turun ke bumi," ujar laki-laki itu lagi.

"Orlando, tunggulah waktu yang tepat. Tidak hanya kau, tetapi Ayah juga akan turun,"

∆∆∆

Tetap stay dengan cerita ini ya🤗

1
Nuer Aini Ramadhan
mampir lagi
gak pernah bosen 😍😍😍
Nuer Aini Ramadhan
cerita sangat luar biasa
imajinasi nya dapat banget
seperti asli
saya membaca novel ini seperti saya ikut dalam alur ceritanya
cerita gak berbelit2
pokoknya the best banget
rekomendasi banget
wulansari
lanjut thor critanya bagus suka trims selamat berkarya
Seniman Armadin
bagusss bnget apa lagi sy suka fantasi 🥰
Maman Sukardiman
aku baru baca .. lumayan menarik
ptrmyllln: alhamdulillah, semoga kedepannya bisa menghibur Anda yaa😇😇
total 1 replies
Ika Risma Sitangsu
kok sequelny gK ada
ptrmyllln: Sudah publis di mt/nt ya kak, judulnya DANGELF
total 1 replies
khusnul khatimah eldy15
Luar biasa
khusnul khatimah eldy15
Lumayan
X'tine
paling gak suka ada pembullyan, terus ceweknya lemah... sedihhh bgt
X'tine
hadir Thor, baru menyimak
Adudatul Ulya
luar biasa...aku suka buanget
Adudatul Ulya
aku suka cerita ini
Adudatul Ulya
keren... imajinasi yg luar biasa
Siti Arbainah
𝘬𝘺𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘬𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘳𝘶 𝘫𝘨𝘢 𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢 𝘋𝘈𝘕𝘎𝘌𝘓𝘍 𝘥𝘳 𝘴𝘦𝘲𝘶𝘦𝘭𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘫𝘢 𝘴𝘥𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘭𝘶𝘤𝘶 𝘯𝘨𝘦𝘣𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘣𝘢𝘺𝘪 𝘴𝘦𝘳𝘪𝘨𝘢𝘭𝘢 𝘭𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘮𝘶𝘬𝘢𝘯 matenya😄
Siti Arbainah
𝘢𝘱𝘢 𝘏𝘦𝘳𝘢 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘢𝘮𝘪𝘭 𝘺𝘢
Siti Arbainah
Kecewa
Baca Buku
loh katanya guardian akan keluar kalau queen dalam bahaya..
Baca Buku
imaginasinya mengingatkan saya dgn penulis yg lain. sama2 keren. angkat 10 jempol
Baca Buku
enak ya kalau bisa telepati. jadi ga usah teriak2 minta diambilin handuk kalo lupa bawa ke kamar mandi..hehehee
Endah Umiyati
ceritanya keren banget...👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!