NovelToon NovelToon
Love You Brother

Love You Brother

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:8M
Nilai: 4.9
Nama Author: cahaya_bintang

Sequel Wanita Simpanan CEO


"Aku menyayangimu, aku mencintaimu tapi bukan sebagai kakak melainkan perasaan seorang gadis yang mencintai lelaki, aku ingin menjadi kekasihmu, aku ingin menjadi pendampingmu, aku ingin jadi istrimu kak, tidak bisakah kau mencintaiku". - Abel


"Maaf selama iini aku hanya menganggapmu sebagai adikku".-Excel


Saat kecil Abel dan Excel mereka tumbuh bersama seperti kakak dan adik namun karena suatu hal Excel harus pergi karena ikut orang tua kandungnya dan meninggalkan Abel, saat mereka dewasa dan Excel kembali apakah perasaan mereka sebagai adik kakak masih sama ataukah berubah, dan apakah mereka masih ingat janji masa kecil mereka ?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cahaya_bintang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mariana

Excel sedang berada di mobilnya, ia berkali-kali memukul kemudi saking kesal dan bingung harus bagaimana. Ingin rasanya merutuki dari sendiri namun ia tak ingat apapun yang terjadi semalam. Bahkan yang ia lakukan menyakiti dua hati wanita sekaligus yaitu Jennie dan juga Abel.

Sudah berjam-jam ia hanya duduk di dalam mobil dan enggan untuk turun, ingin masuk kerja tapi semua masalah yang menghampirinya seolah membuat kepalanya hendak pecah, bahkan ia tak menghiraukan kala hp-nya berbunyi beberapa kali karena telfon dari kantor juga dari Jennie.

"Aku benar-benar bodoh". Excel tak berhenti merutuki dirinya, ia sangat bingung hingga lelah dan memutuskan untuk kembali ke apartemennya berharap jika Abel sudah tidak ada disana. Ia sangat takut dan bingung jika harus berhadapan dengan Abel saat ini.

Excel menghela nafas sebelum memutar gagang pintu dan bersyukur karena Abel sudah tidak ada namun bercak warna merah membuatnya lemas kembali, itu adalah darah yang menempel pada sprei yang ia yakini milik Abel.

Excel melihat bercak darah itu dan bergantian melihat cincin tunangannya, ia terduduk lemas di lantai, "maafkan aku Jennie maafkan aku Abel". Suara bunyi hp Excel berdering membuatnya terkesiap dan ia memejamkan matanya kala melihat nama Jennie yang tertera disana, mencoba mengatur nafasnya, iapun mengangkat telfon.

"Hallo Jennie" ~ Excel

"Hallo sayang kau ada dimana kenapa semalam aku cari tidak ada ?" ~ Jennie

"A aku pulang lebih dulu maaf karena meninggalkanmu sendirian" ~ Excel

"Tidak apa-apa tapi lain kali jangan meninggalkanku seperti itu ya" ~ Jennie

"Iya" ~ Excel

"Yasudah aku ada pemotretan bye" ~ Jennie

Setelah mematikan telfon Excel mengusap mukanya, ia tidak berani bilang ke Jennie atas apa yang terjadi padanya dan ia tidak bisa meninggalkan Jennie dan bertanggungjawab kepada Abel ia tak berani.

*******

Setelah Abel bangun dari tidurnya ia membasuh tubuh menghilangkan segala jejak yang masih tersisa dari Excel. Bekas ****** juga tak sedikit berada di sekitar lehernya. Ia menatap cermin yang memantulkan bayangnnya dan terlintas perkataan Excel.

"*Maaf aku harap kau tidak mengatakan ini pada Jennie"

"Maaf aku harap kau tidak mengatakan ini pada Jennie"

"Maaf aku harap kau tidak mengatakan ini pada Jennie*"

Berusaha untuk tidak mengingat perkataan itu tapi sayangnya ia selalu saja terbayang dan ingin rasanya mengamuk. Bahkan setelah melakukan itu bisa-bisa Excel tak bertanggung jawab dan masih bisa memikirkan Jennie.

Setelah selesai mandi Abel meminta tolong mama Dina untuk merapikan rambutnya, rambut yang ia potong secara asal dan mempunyai tinggi yang berbeda itu sangat terlihat berantakan. Dengan wajah datarnya dan terasa helai demi helai rambutnya berjatuhan bersamaan dengan itu ia merasa jika hidupnya juga sudah jatuh sampai ke dasar.

Mama Dina hanya terdiam di belakang Abel dan menggunting rambut putrinya, ia sangat sedih wanita mana yang tak sedih melihat putrinya seperti itu, andaikan bulan bisa di raih pasti mama Dina akan memberikannya untuk Abel agar putrinya bisa senyum kembali.

Ingin rasanya mama Dina menangis tapi nanti takutnya Abel akan bersedih bahkan rambut Abel yang pendek membuatnya miris, putrinya yang selalu tampil cantik dan juga feminim kini hilang menjadi gadis yang pemurung. "Udah selesai sekarang rambut kamu udah sama panjangnya".

"Makasih ya ma". Abel melihat dirinya di cermin, inilah dirinya yang baru dirinya yang sudah hancur tanpa sisa, "aku kelihatan aneh ya ma ?".

Mama Dina memeluk Abel dari belakang mencoba memberikan kehangatan dan juga kekuatan, "nggak putri mama cantik kok pakai gaya rambut apapun". Dalam hati mama Dina sedih tapi berusaha menyembunyikannya dalam hatinya ia berdoa, "Tuhan tolong berikan kebahagiaan untuk putriku aku tak mau melihatnya bersedih seperti ini".

********

Suasana makan malam yang biasanya ramai akibat Alvin dan Abel yang tak berhenti beragumen membuat suasana kali ini berbeda karena keduanya sama-sama tak membuka suara apalagi Abel yang semenjak pulang jadi lebih pendiam.

"Abel kamu potong rambut ? Kenapa sangat pendek tidak biasanya". Abel seketika memegang rambutnya yang kini tidak sampai di pundak, ia sedari dulu tidak pernah punya rambut pendek kecuali saat kecil.

"Iya pa aku mau ganti suasana aja". Jawabnya namun papa Rey masih merasa aneh seolah merasa jika Abel menyembunyikan sesuatu apalagi Abel nampak murung, "kamu yakin hanya merubah suasana ? Kamu nggak kenapa-napa kan ?". Abel merasa gugup.

"Memangnya kenapa pa lagipula putri kita tetap cantik pakai gaya rambut apapun kan". Mama Dina ikut menimpali berusaha menolong Abel dari pertanyaan sang papa.

"Iya pa emangnya nggak cocok ya ?". Tanyanga balik.

"Cocok tapi papa lebih suka rambut kamu panjang". Jawabnya lalu mereka kembali melanjutkan makannya.

Walau diam saja tapi Alvin melihat gerak-gerik Abel, bagaimana seulas senyum palsu yang adiknya perlihatkan itu, ia berdecih mengapa mama dan Abel memberikan perlindungan hanya untuk seorang anak angkat seperti Excel.

Andaikan mama Dina tidak meminta Alvin menyembunyikan hal ini dari papa Rey dan tidak membesarkan masalah tentu saat ini juga Alvin akan meninju wajah Excel dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi hingga Abel pulang dengan kondisi bersedih seperti itu.

"Pa aku mau kerja di perusahaan". Suara Abel memecah suasana, papa Rey mengernyit mendengar penuturan Abel. "Kamu yakin padahal kamu baru saja lulus nggak ingin istirahat dulu ?". Tanyanya memastikan.

"Nggak pa aku udah dewasa aku ingin belajar mandiri dan bantuin papa ngelola perusahaan". Papa Rey senang sebenarnya namun entah mengapa Abel yang biasaya mengeluh kalau papa bilang soal perusahaan kini malah nampak tak sabar untuk bekerja.

"Baik kamu bisa mulai kerja secepatnya papa malah seneng".

******

Beberapa Minggu kemudian

Excel dan Bagas bersiap untuk pergi ke perusahaan papa Rey guna mengajukan kontrak kerja sama. Ia turun tangan sendiri mengingat Excel dan papa Rey sudah saling kenal dan sebelumnya proposal kerja samanya sudah di kirimkan namun dari pihak sana tetap meminta untuk bertemu.

"Bagas kamu sudah persiapkan semuanya kan ?". Tanya Excel saat mereka sudah berada di mobil dan bersiap berangkat.

"Sudah tuan saya juga sudah mengecek agar tidak ada yang tertinggal". Excel mengangguk dan melajukan mobilnya membelah jalanan namun sedikit macet di jam segitu.

Akhirnya mereka berdua telah sampai di salah satu perusahaan milik papa Rey. Setelah mengkonfirmasi kedatangannya Excel dan Bagas di suruh untuk langsung menemui orang yang bertanggung jawab tentang kerja sama tersebut.

Seorang wanita cantik datang menghampiri mereka yang mereka yakini adalah seorang sekertaris terlihat dari name tagnya. "Silahkan masuk nona Mariana sudah menunggu kalian".

Excel mengernyit ia bingung bukankah seharusnya papa Rey sendiri yang langsung menemuinya lalu siapa yang disebut nona Mariana, mendengar namanya entah mengapa Excel merasa tak asing, ia terus bertanya dalam otaknya dan berkali-kali menyebutkan nama itu, "mariana dimana aku pernah mendengar nama ini". Fikirnya.

Sekertaris itu mengetuk pintu dan saat terdengar jawaban mereka masuk, namun nona mariana tersebut duduk membelakangi mereka hingga tak terlihat bagaimana rupanya, "permisi nona mereka sudah datang". Ujar sang sekertaris. "iya". jawabnya singkat.

Seketika kursi di putar menampilkan sosok wanita cantik dengan wajah datarnya yang menbuat Excel membelalakkan mata, "Abel ?".

1
Indri Lestari
tolak ja
Indri Lestari
ketipu.. hahaha
Indri Lestari
GK rela Excel nikah sama Abel krna terpaksa GK ada cinta. takut nya GK bhgia, mlh Abel di sia sia in Excel. trs keburukan jenny blum terbongkar Dimata Excel
Indri Lestari
kasihan abel.. q baca sampai ikut nangis, terbawa
Hana
masih gantengan Jungkook.
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
kado yang istimewa cuma dari mamih,semua kado ga ada yang bener😂😂😂
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
kasian Abel sama Excel punya kakak ga ada akhlak,matrenya minta ampun 😂😂😂
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
alvin dapat mobil mehong😂😂
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
good Alvin harusnya seperti itu Excel pergi dulu baru Abel akan mengejar😁
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
udah bel jangan lama" ngasih pelajarannya,kasian juga kalo kelamaan di judesin terus
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
good Abel balaskan sakit hatimu sampai puas,tindas terus si Excel sampai dia bertekuk lutut😂
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
bagus bel pertahankan sikapmu biar si Excel menderita dulu 👍
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
korban cinta si Excel mudik😂😂😂
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
aku baru komen setelah sekian banyak baca banyak yng minta Abel harus inilah harus itulah,aku sih ikut alurnya saja karna di sini kan peran utamanya Abel dan Exel yang pasti mereka berdua harus bahagia.karyamu sangat bagus Thor,karna ga mudah membuat cerita seperti ini smoga sukses selalu ya Thor🤲
Diah Kirana
bagus
J Arsyl Chr
pasti itu mantan pacar abel sama grace ya thor klo jenni ga mungkin krn dia lagi dipenjara
Rini Haryati
keren
sukses
semangat
mksh
Awhas Kasidatul Wahdina
cowok yg begini gue demennn... 😘😘
Awhas Kasidatul Wahdina
mereka yang bercinta, aku yg nahan nafas bacanya.. 😙😙
Awhas Kasidatul Wahdina
langsung down...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!