NovelToon NovelToon
Gadis Culun Milik Tuan Marco

Gadis Culun Milik Tuan Marco

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Romansa Fantasi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Lily Quinza

NOVEL INI MENGANDUNG BACAAN DEWASA || PILIHLAH BACAAN YANG BIJAK. DILARANG PLAGIARISME!

JANGAN LUPA FOLLOW INSTAGRAM: LilyQuinza || info update visual disana yah 🥰❤

"Liora, mungkin ini semua salah mengingat aku Pamanmu, tapi, jika mengingat kita tak sedarah, aku tidak perduli!"

"Marco—itu apa?"

"Kau harus membiasakan diri baby, cobalah berkenalan dengannya."

"Gila benda itu tidak akan cukup jika—"

"Ssstttt, Cobalah... "

"Ini sakit!"

"Sial! Kau sangat cantik saat kau tidak memakai kacamata itu!"

"Berhenti menggodaku, aku bisa gila Marco!"

Liora adalah gadis culun yang selalu menyembunyikan kecantikannya di balik kacamata tebal, pakaian sederhana, dan sikap pemalu. Ia hanya ingin menjalani kehidupan kampus dengan tenang tanpa menarik perhatian siapa pun. Namun, semua berubah karena Marco.

Marco adalah adik angkat ibu kandung Liora yang usianya hanya terpaut lima tahun darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lily Quinza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

"Apa? Apa yang akan kau lakukan Marco!"

"Dengarkan aku Liora!"

Deg

Deg

Deg

Detak jantung mereka saling bersahutan. Diluar gerimis turun perlahan menciptakan aroma rumput basah dan tanah.

Dada Liora naik turun mengembang dan mengempis membuat tatapan Marco turun perlahan. Jelas sudah jika dua gundukan sintal itu sangat menggoda dan tentu saja tali jubah handuk miliknya melonggar.

"Sial!" batinnya dalam hati.

Tangan pria itu. Keduanya mengunci sang gadis. Dan Liora bingung harus berbuat apa?

Pria itu menelan ludah susah payah. Lalu ia memejamkan mata perlahan. "Aku mengatakan pada Rhea jika aku sudah mempunyai kekasih!"

Mata Liora mengerjap. Apa yang pria ini katakan Liora benar tak mengerti, membuat jantung Liora berdetak semakin cepat.

"A—apa yang akan kau lakukan Marco?"

"Memakanmu!" pria itu menyeringai menggoda.

"Aku bukan makanan," sahur Liora.

" Tapi!"

Jemari Marco meraba bibir ranum dan menggoda itu. Bibir yang terlihat cantik dan menggoda baginya.

Tanpa berpikir panjang pria itu menarik tengkuk sang gadis. Lalu meraup bibir manisnya dan mencium dalam-dalam.

Mata Liora membulat, detak jantungnya berdetak semakin cepat. Ia terus saja berusaha mendorong dada bidang Marco. Dalam sekejap Marco melepaskan ciuman itu.

Wajah Liora memerah. Amarahnya naik begitu saja.

"Apa kau sudah gila Marco?"

Marco masih merasakan bibir manis itu. Ini pertama kalinya ia berciuman. Dan ternyata rasanya seenak itu.

Marco mengerjap. "A—aku."

"Ya! Kau gila!"

"Sssstttt, jangan berteriak baby."

Mata Liora menyipit tajam mendengar apa yang dikatakan Marco. "Apa? Kau memanggilku apa?"

Marco menatap Liora beberapa saat sebelum sudut bibirnya terangkat. "Baby, baby girl."

"Menjijikan, aku bukan bayi."

Marco menyentil kening Liora. "Kau memang bukan bayi, tapi ntah mengapa sejak keberadaanmu disini. Membuatku kehilangan akal."

Liora menelan ludah susah payah. Ntah Marco sadar atau tidak, tapi Liora sendiri juga bingung dengan perasaannya saat ini. Tadinya ia bahkan merasa kesal pada Marco. Namun, niatnya urung. Ketika menatap wajah tampan pria itu dan dada bidang dengan kemeja terbuka.

Sial!

Otak Liora seperti tidak bisa berfikir. Bahkan ia juga pertama kalinya berciuman. Itu membuat Liora benar-benar mengingat kejadian yang baru saja terjadi.

Liora mengangkat tangan Marco agar posisi mereka tidak seperti tadi. Lalu gadis itu berkata.

"Marco, sebaiknya kau kembali ke kamarmu. Aku mengantuk."

Marco mengerjap, sebelum akhirnya mengangguk. Ia bahkan seperti orang bodoh. Apa yang ia lakukan baru saja ya tuhan. Marco merasa dirinya bertingkah aneh.

Marco berjalan ke kamarnya melalui pintu penghubung. Ia berjalan malas. Lalu terduduk di atas ranjang kingsize. Pria itu memegangi kepalanya yang sedikit terasa berat.

Benar saja. Jika sendiri seperti seorang kehilangan kendali. Ia bahkan merasa Liora seperti menggodanya.

Di kamar. Liora menutup dan mengunci pintu rapat-rapat. Gadis itu melepas jubah handuknya dan mengganti dengan pakaian tidur.

"Bodoh, aku sangat bodoh. Bagaimana bisa aku tidak segera mengganti baju. Aku memakai jubah handuk saja. Dan melihat Marco seperti akan memakanku sungguh-sungguh."

Setelah gadis itu mengganti pakaiannya. Ia jatuh ke ranjang kingsize dengan posisi tengkurap. Lalu wajahnya ia benamkan dibantal dengan sedikit salah tingkah.

Ntah sengaja atau tidak tapi Marco hari ini menciumnya. Walaupun ntah untuk kedepan bagaimana akan terjadi? Tapi untuk hari ini saja sudah begitu sangat membuat dada Liora berdebar hebat.

Ia bahkan tidak bisa marah seperti sebelumnya. Jika mengingat akan kebaikan Marco padanya dan pria itu sudah menjaganya.

1
Lilyyy
HALLO GUYS, JANGAN LUPA BERIKAN ULASAN YA JIKA BERKENAN TRIMAKASIH UNTUK YANG SUDAH MAMPIR 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!