NovelToon NovelToon
Suami Pengganti Sensasional

Suami Pengganti Sensasional

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama
Popularitas:324.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rifan

Entah suatu kemalangan atau permainan takdir untuk Faranisha Gayatri, menjelang hitungan jam pelaksanaan akad nikah dengan sang kekasih yang telah menjalin kasih selama 3 tahun dengannya, pihak mempelai pria malah membatalkan pernikahan tanpa alasan. Sebagai gantinya, hadirlah sesosok pria yang bersedia menjadi pengganti mempelai pria.

Ialah Naufal Kenan, sosok pria yang sangat sensasional. Seorang dokter spesialis bedah dan penyakit dalam dengan segudang prestasi dan pencapaian. Berparas tampan, kaya raya nan dermawan. Dan ternyata, ialah sosok pria yang menjadi cinta pertama Fara. Cinta yang dulu hanya bisa dipendamnya dalam diam tanpa dapat tersampaikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Drama Malam Pertama

"Aahh..." Fara mend*sah ketika Kenan mer*mas gunung kembarnya.

Entah sejak kapan dan siapa yang memulai, Kenan dan Fara baru saja berciuman cukup panas. Beberapa waktu yang lalu, mereka tengah mencuci piring bekas makan mereka di wastafel. Berawal dari ketidaksengajaan tangan keduanya bersentuhan ketika hendak mengambil spons hampir pada waktu bersamaan. Kontak fisik antara tangan mereka membangkitkan hasrat saling mendamba terhadap satu sama lain. Dan terjadilah ciuman pertama mereka.

Ya, ciuman pertama, baik bagi Kenan maupun Fara. Kenan tidak perlu dipertanyakan, sebagai seseorang yang belum pernah menjalin hubungan asmara sebelumnya, tentu saja ini adalah ciuman pertamanya. Adapun Fara, percaya atau tidak, bahkan selama 3 tahun berpacaran dengan Bagus, keintiman mereka hanya sebatas berpegangan dan bergandengan tangan. Meskipun Bagus kerap kali meminta lebih, Fara selalu beralasan tidak ingin melakukan lebih sebelum mereka menikah. Dan Bagus yang sejatinya sangat mencintai dan menghargai Fara, hanya bisa menurut dan tidak dapat memaksakan kehendaknya.

"Maaf." ucap Kenan setelah berhasil mengatur pernafasannya yang terengah-engah akibat ciuman panas barusan. Direngkuhnya pinggang Fara dengan sebelah tangannya, sedang tangan lainnya menekan tengkuk Fara demi menempelkan kening mereka.

"Gak apa-apa." balas Fara, ia juga baru berhasil mengatur pernafasannya yang sama terengah nya dengan Kenan. Kedua tangannya masih dikalungkan pada leher kenan yang sudah seperti itu sejak awal ciuman tadi. Ia sangat tahu maksud ucapan 'maaf' Kenan. Kenan pasti mengira bahwa dirinya marah karena Kenan telah kelewatan terbuai suasana, hingga melakukan lebih, pikirnya.

"Sungguh?" tanya Kenan sembari membuka matanya yang sejak tadi terpejam.

"Hm." Fara mengangguk, ia juga ikut membuka matanya seolah tahu Kenan juga melakukannya.

Dan bertemulah tatapan keduanya. Baik Kenan maupun Fara saling menelisik kedalaman netra satu sama lain.

"Maukah kamu menjadi istri Kakak seutuhnya?" pinta Kenan penuh keseriusan tiba-tiba, setelah sekian waktu mereka hanya saling tatap dalam diam.

Sesaat Fara terhenyak, sebelum dengan penuh keyakinan mengangguk "Iya, Fara mau." tentu saja ia tak akan menolak, ini adalah hal yang sangat ia inginkan sejak mengetahui ternyata Kenan adalah cinta pertamanya.

Tidak perlu bertanya lebih jauh, hanya dengan membaca sorot mata Fara, Kenan dapat dengan yakin memastikan bahwa Fara bersungguh-sungguh. Tanpa aba-aba maupun permisi, Kenan langsung mendaratkan bibirnya ke bibir Fara dan memulai ciuman kedua mereka. Fara hanya terkejut sesaat, sebelum mengikuti alur dan membalas ciuman Kenan.

Kali ini, baik Kenan maupun Fara tidak lagi menahan diri. Bukan lagi hanya sekedar berciuman, mereka juga saling menc*mbu yang kian menuntut dari waktu ke waktu.

"Kita pindah ke kamar, ya!" ajak Kenan saat merasa tak bisa lagi menahan hasratnya.

"Hm." Fara mengangguk setuju, iapun sama.

Tanpa ba bi bu be bo lagi, Kenan langsung menggendong Fara ala bridal style, lalu bergegas melangkah menuju kamarnya tanpa mempedulikan Fara yang mencoba meronta meminta diturunkan. Dan bruk... Kalian thulah apa yang terjadi selanjutnya, ketika mereka telah memasuki kamar dan mengunci pintu rapat-rapat.

>>>

Biip biip biip...

Pukul 04.00 dini hari, waktu setempat. Alarm ponsel Kenan yang terletak di atas nakas berbunyi, memberitahukan si empunya bahwa hari baru telah dimulai. Inilah waktu rutin Kenan bangun dari tidur malamnya.

Sayup-sayup, Kenan dan Fara yang berada di bawah selimut yang sama tanpa sehelai benangpun, mendengar bunyi alarm tersebut. Beberapa saat kemudian keduanya terjaga.

"Selamat pagi, sayang." sapa Kenan dengan suara serak khas baru bangun tidur sembari tersenyum sayu pada Fara yang berbaring di sampingnya menggunakan sebelah tangannya sebagai bantal.

"Pagi juga, Kak." balas Fara tersenyum malu-malu sambil menaikan selimut yang sedikit tersingkap ke bawah, hingga menampakan sedikit belahan pangkal gunung kembarnya.

Hening...

Kenan dan Fara sama-sama kembali terdiam tidak tahu apa lagi yang harus diucapkan.

"Ehem..." Kenan berdehem memecah keheningan selang sekian waktu berlalu "Ayo bangun, terus keramas! Gak lama lagi masuk waktu shalat subuh." ajaknya kemudian.

"Hm." Fara hanya ber'hm' sembari mengangguk menyetujui.

Lantas tanpa berucap lagi, Kenan berinisiatif beranjak bangun lebih dulu disusul Fara yang bangun dengan sangat pelan-pelan demi menetralisir rasa nyeri di inti lembahnya.

"Maaf, sayang. Sakit banget, ya?" Kenan ikutan meringis sembari merasa bersalah karena itu disebabkan oleh dirinya. Tidak tanggung-tanggung, akhirnya ia bisa memetik hasil dari rutinnya menjaga kebugaran tubuhnya selama ini. Dalam permainan panas semalam, ia betul-betul memanfaatkan staminanya yang sangat tahan lama untuk meraih puncak kenikmatan sebanyak-banyaknya. Entah berapa ronde yang mereka lewati, ia baru kelelahan setelah hampir 3 jam permainan, mulai dari pukul 10 malam hingga menjelang pukul 1 dini hari. Jadi, bisa dipastikan seberapa remuknya Fara dibuatnya.

"Gak kok, Kak, dikit doang." jawab Fara terpaksa berbohong, padahal hanya untuk bergerak sedikit saja ia harus mati-matian menahan nyeri. Ia hanya tak ingin Kenan merasa bersalah karena dirinya juga mendaptkan kenikmatan yang serupa. Ya, ini hanyalah resikonya sebagai seorang wanita pada kali pertama.

"Beneran?" cecar Kenan tak langsung percaya.

"Iya." Fara mencoba senatural mungkin, berharap Kenan percaya.

"Hmm, baiklah. Tapi, kalo sakit bilangain ke Kakak, ya!" saran Kenan kemudian.

"Hm." Fara mengangguk sembari terus tersenyum.

Kenan pun turun dari ranjang. Lalu dengan sangat cepat disambarnya c*lana dalam serta celana luar yang ia kenakan semalam dan langsung memakainya. Setelah itu, ia tak langsung memberitahukannya kepada Fara yang masih berada di atas ranjang tengah menutup mata serta berpaling ke arah lain, tidak berani melihat tubuh polos Kenan, masih malu katanya.

Pandangan Kenan malah tertuju pada lingerie serta piyama tipis transparan yang dikenakan Fara semalam yang tidak jauh dari bajunya yang tercecer di lantai. Ia menyunggingkan senyum di sudut bibirnya, lingerie serta piyama tipis transparan tersebut tidak lagi berbentuk akibat dengan buas disobek olehnya semalam.

"Udah, sayang." ujar Kenan kemudian.

Perlahan Fara membuka matanya dan kembali berpaling ke arah Kenan. "Hm, ya udah, Kakak duluan mandi, gih sana!" perintahnya yang lebih terkesan mengusir dengan mengibaskan tangannya.

"Hmm? Kamu yakin, Kakak tinggal mandi duluan? Emang kamu bisa jalan sendiri ke kamar mandi? Entar kalo gak bisa, Kakak gak mau loh gendong kamu ke kamar mandi. Kakak gak mau wudhu dua kali." Kenan menggedikan bahunya mengisyaratkan ia bersungguh-sungguh dengan ucapannya.

Fara terdiam berpikir sejenak, sebelum mengangguk yakin "Fara yakin, Fara bisa jalan sendiri ke kamar mandi. Kalo pun gak bisa, Fara biar ngesot aja ke kamar mandi."

"Hahaha..." tawa Kenan pecah seketika mendengar jawaban Fara. Membayangkan wanita yang bukan lagi gadis itu ngesot ke kamar mandi dengan tubuh polos yang hanya dibaluti selimut, sangat lucu menurutnya. "Kamu serius, mau ngesot ke kamar mandi, sayang?" tanyanya kemudian, di penghujung tawanya.

"Iya." jawab Fara tanpa ragu.

"Jangan deh, Yang. Nanti kamar ini angker lagi. Bayangin aja kamu ngesot sambil keluar darah dari anu mu." Kenan bergurau seraya menunjuk ke arah inti lembah Fara dengan ekor matanya.

Dengan polosnya Fara membayangkan apa yang diucapkan Kenan. Sesaat kemudian, ia bergidik ngeri sendiri. Yang dikatakan Kenan ada benarnya juga, pikirnya. Lantas digigitnya sedikit keras bibir bawahnya "Ya udah, Fara gak ngesot deh. Fara yakin kok, bisa jalan. Kakak gak usah khawatir."

"Hmm? Kakak gak yakin. Buktiin dulu, coba!" tantang Kenan.

Meskipun tak ingin membuang-buang tenaga, tak ayal Fara memenuhi tantangan Kenan. Lagipula ia juga cukup penasaran, keyakinan yang tunjukan sejak tadi hanyalah keyakinan semu yang ia sendiri tidak begitu yakini. Perlahan ia beranjak mencoba turun dari ranjang.

"Awww..." Fara memekik sembari meringis menahan sakit, bahkan di pelupuk matanya buliran bening sudah menggenang. Baru saja salah satu kakinya diturunkan ke lantai, ia merasakan nyeri yang teramat sangat di sekitaran inti lembahnya.

Dengan sigap Kenan bergegas menahan kedua pundak Fara yang hampir jatuh terjerembab ke lantai. "Tuh kan. Kamu gak apa-apa, yang?" tanyanya ikut meringis khawatir.

"Sshh..." Fara mendesis perih "Sepertinya yang Kak Ken bilang, benar. Anu Fara sakit banget, Kak."

Kenan malah tersenyum penuh makna "Ya udah, sini Kakak gendong."

1
Sri Lestari
critanya kog jadi ken gak berwibawa gitu sih...kn awalnya kesannya kenan itu bijaksana ya berwibawalah...
ini kog ketus...
Amin Srgfoo
sayang banget ngak dilanjutin
Dhina ♑
itu adalah hal paling tragis dan memalukan

batal
pernikahan barat
Dhina ♑
Astaga dibatalkan
why
Amin Srgfoo
udah kangen pingin baca kelanjutannya
cew_geminy
berhenti tengah jalan
NOTOXIC: maaf kak, akunnya kebajak, jdi gk bsa dilanjutin nulisnya🙏
total 1 replies
Giralexta
Yes bener,,,,jodoh itu namanya sayang, mau berapa lama kalian pacaran kalo bukan jodoh pasti pisah😍😍
Nur Hidayah
jagan ada pelakaor dong thooor
Maryati
koq ngak ada kelanjutannya lagi
apa sdh selesai ceritanya 😊
NOTOXIC: maaf kak, akunnya kebajak, jdi gk bsa lnjutin nulisnya🙏
total 1 replies
Neng Win
visualnya
Rini Kusmiyanti
sedikit ke gak nyambung alur ceritanya setelah ganti bab
Amin Srgfoo
udah selesai ya
Mok Tudan
kenapa tak Ada update nya
Ima Yuliantina Tony
banyak banget kata huft🤣
say BYE 👁️👄👁️
nopal kenan w tandain namamu si eps lnjt 🧐
Nur Hidayah
kena Fara takjujur sih thooor tentang perasaanya
Nur Hidayah
buat Farah sadar dengan perasaanya thooor terhadap suaminya jg sampae menyesal buat percaya diri Fara
Kartika Dewi
ok like,vote n bunga
bunga
dalangya si andre ni..
Ika
biar Kenan gantian cemburu Thor biar ngerasa🤭🙏💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!