NovelToon NovelToon
Kenangan Cinta Pertama

Kenangan Cinta Pertama

Status: tamat
Genre:Teen / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:54.8k
Nilai: 5
Nama Author: Indah mala

Irena adalah sosok gadis yang selalu mendapat tempat istimewa di hati Alif. Sejak mereka masih duduk di bangku SMA, sebenarnya mereka sudah sama-sama menyimpan perasaan satu sama lain. Namun karena ada salah faham dan beberapa hal yang mengharuskan mereka untuk berpisah dalam waktu yang tidak sebentar. Akankah cinta mereka akan hadir lagi bersama dengan kehadiran irena kembali? Yuk baca kisah selengkapnya

Maaf apabila ada kesamaan nama tokoh, tempat dan mungkin ada alurnya juga. Tapi aku jamin ini pyur karya Mala sendiri hasil imajinasi sendiri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah mala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Hati yang terluka

🌸 Selamat Membaca, Sehat selalu ya 🌸

''Aku akan ke kamarku dulu kak,'' ucap Alif pergi meninggalkan semua orang yang masih ada di ruangan tersebut.

Di dalam kamar Alif masih berdiri diam membisu. Di pandanginya sekeliling kamarnya, air matanya tak dapat ia bendung lagi. Ia pun kembali teringat akan kebersamaan mereka di kamar itu, saat mereka memadu kasih, dan ataupun saat mereka mengobrol ringan tentang masa depan mereka dan tentang anak-anaknya kelak, sambil bersandar dibahu Alif. Namun semua kenangan itu hancur seketika, tak kala ia mengingat kembali apa yang sudah istrinya lakukan.

Sedih, iya! Sakit, iya! Marah? apa lagi! Rasanya seperti tercampur aduk didalam hatinya Alif. Ia sudah berusaha mati-matian melupakan cintanya pada Iren, demi membahagiakan istrinya dan demi keutuhan rumah tangganya, ia pun ingin memulai kehidupan baru dengan Danisha. Tapi, semua itu tidak ada apa-apanya dimata Danisha.

Matanya pun terpatri pada sebuah foto pernikahannya, ia pun langsung membanting foto pernikahan mereka. Dan....

PYAAAAAAR.....

Bingkai dan kaca pun berserakan dimana-mana, bahkan meja rias istrinya pun tak luput dari amukan Alif.

"Aaaaaaakh!" Teriak Alif, lalu ia pun luruh kelantai bersandarkan ranjang tempat tidurnya. Kepalanya ia telungkupkan diantara kedua tangannya. Tak lama kemudian terdengar suara ketokan dari arah pintu.

Tok...tok ...tok...

Namun Alif sama sekali tak menghiraukannya.

CEKLEEEK....

Pintu pun terbuka. Ternyata kakaknya Nadia yang datang lalu menghampirinya. Nadia merasa sangat sedih melihat adiknya seperti ini, Nadia melihat sekeliling kamar yang sudah berantakan. Barang-barang berserakan di lantai, bahkan pecahan kaca ada dimana-mana.

"Lif,'' Panggil Nadia. Alif pun mendongakkan kepalanya dengan tatapan yang sendu. Nadia pun ikut jongkok, lalu memeluk adiknya. Tangisan Alif pun pecah seketika. Nadia mengelus-elus puncak kepala adiknya.

''Menangislah Lif, menangislah sepuasmu. Tapi setelah itu, kau tidak boleh menangis lagi. Terlebih menangis karena perempuan itu. Cukup sudah dia menyakitimu Lif,'' ucap Nadia.

''Maafkan Alif kak, maaf karena sudah banyak membuat masalah untuk keluarga kita. Membuat kakak khawatir. Mungkin apa yang di katakan Nisha benar kak, akulah yang salah dalam hal ini,'' ucap Alif.

''Nggak Lif, ini bukan salahmu! Kamu sudah melakukan semuanya dengan baik. Bahkan kamu mengorbankan perasaanmu sendiri demi kebahagiaannya. Kamu sudah memenuhi kewajibanmu sebagai seorang suami yang bertanggung jawab. Perempuan itu saja yang tidak pernah bersyukur memilikimu, dan masih mencari kesenangan dengan orang lain hanya untuk kepuasan nafsunya saja.''

''Tenangkan pikiranmu Lif, sekarang istirahatlah! Kau pasti sangat lelah setelah menempuh perjalanan yang jauh,'' ucap Nadia lalu memapah adiknya untuk segera beristirahat di kasur. Setelah menyelimutinya, Nadia pun pergi meninggalkan kamar Alif.

''Bagaimana keadaan Alif sekarang kak?'' Tanya Mira yang juga khawatir dengan keadaan Alif. Nadia hanya menggelengkan kepalanya karena tidak bisa menjawab apa-apa.

...~☆~☆~☆>♡<☆~☆~☆~...

Disisi lain...

Pagi yang cerah menyapa, seorang gadis tengah sibuk berkutat di dapurnya. Iya sedang memasak untuk sarapan pagi bersama adiknya.

''Ken...! Kenzo..!'' Teriak gadis itu, yang tak lain adalah Iren.

''Bentar kak!'' Saut Kenzo yang segera bangun dan turun untuk sarapan, sebelum kakaknya naik dan menyiramnya dengan Air.

Kenzo memutuskan untuk bekerja di salah satu perusahaan, setelah kelulusanya. Dan setiap ada cuti, Kenzo selalu menyempatkan diri untuk menginap di rumah kakaknya. Kadang tiga hari, dan paling lama satu minggu.

''Waaaah, baunya harum sekali kak. Kakak masak apa?'' Tanya Kenzo yang berjalan dan duduk di meja makan.

''Nasi goreng semprawut kesukaan kamu kan? Diiih, masih pura-pura tanya,'' ucap Iren sambil menyerahkan sepiring nasi semprawut ke meja, depan Kenzo duduk. ( Nasi semprawut adalah: Nasi goreng campur telur, mie dan sayur.)

Mereka pun mulai sarapan bersama. Namun saat mereka sedang menikmati sarapannya tiba-tiba terdengar suara ketokan pintu.

Tok...tok...tok...

''Biar kakak saja yang membukanya, kamu lanjutkan saja makanmu!'' Ucap Iren, lalu berdiri pergi untuk melihat siapa yang datang bertamu di pagi hari.

Setelah pintu terbuka, ternyata Mira yang datang. Seperti biasa dua kantong kresek dia tenteng sambil menggendong si kecil Mura.

''Astaga Mir, kamu kalau ke sini bisa tidak, ngga usah bawa-bawa barang lagi Mir? Itu sangat merepotkan kamu, belum lagi tanganmu yang akan keberatan membawanya,'' ucap Iren.

''Kau tenang saja Ren, aku kuat kok. Lagi pula, ini tidak repot sama sekali. Aku hanya membawa beberapa sayuran saja. Karena tadi saat belanja, malah kelebihan,'' ucap Mira.

Mira pun menyerahkan kantong-kantong kresek itu pada Iren, Lalu masuk ke dalam. Irene pun membawa kantong-kantong plastik itu dan menatanya di kulkas.

''Sedang sarapan apa ini? Sepertinya enak sekali,'' ucap Mira saat melihat Kenzo sarapan dengan lahapnya.

''Nasi goreng kesukaanku kak,'' jawab Kenzo dengan senang.

''Enak dong. Sepertinya kamu betah sekali tinggal di sini Ken, mungkin salah satu alasannya karena masakan kakakmu kan?'' Tanya Mira. Kenzo pun mengangguk mengiyakan ucapan Mira.

Setelah selesai menata barang-barang yang sudah dibawa oleh Mira, Iren pun mengambilkan sepiring nasi goreng lagi untuk Mira, lalu memberikannya.

''Wah..'' Terima kasih.'' Ucap Mira.

''Putrimu sepertinya tidur Mir? Apa nggak lebih baik kamu tidur kan dulu dikamar,'' ucap Irene. Mira pun melihat ke arah putrinya, dan benar saja ternyata Mura sudah tertidur dalam gendongannya.

Ia pun bergegas untuk membawa Mura ke kamar untuk menidurkannya. Lalu kembali lagi ke meja makan untuk ikut sarapan. Saat makan, Mira menceritakan tentang kejadian semalam.

''Apa kau tahu Ren? Si perempuan sialan itu semalam kepergok sedang anu-anu di kebun singkong. Dan yang lebih parahnya lagi keluarga Alif akhirnya tahu kelakuannya,'' ucap Mira.

''Haaah? Maksud kamu siapa Mir?'' Tanya Iren belum paham siapa yang dimaksud oleh Mira.

''Danisha Ren, Danisha!'' Ucap Mira. Dan seketika membuat Iren tersedak setelah mendengar nama Danisha.

''Bagaimana bisa? Bukankah hubungan mereka baik-baik saja Mir? Setahuku Alif juga sudah mulai menerima pernikahannya kan. Dan rumah tangga mereka tidak pernah terdengar apa-apa pun?'' Ucap Iren yang masih belum percaya dengan apa yang diceritakan oleh Mira.

''Kau sih, terlalu sibuk dengan pekerjaanmu Ren. Sebenarnya, desas-desus tentang dan Nisa itu sudah lama. Bahkan setelah pernikahannya pun, aku juga sering mendengar kalau dia sering pergi dengan pria lain. Terlebih saat Alif bekerja di kota. Dan yang lebih parahnya, ya semalam itu. Dia ketahuan sedang mesum dengan Jaka. Kau tahu Jaka kan Ren? Anaknya juragan pemilik kebun singkong itu,'' ucap Mira.

''Haisssss.... sudahlah! Biarkan saja. Itu urusan mereka. Kita enggak perlu ikut campur. Lagi pula aku yakin kok, mereka pasti bisa menyelesaikannya dengan baik-baik,'' ucap Iren. Namun saat Mira akan berbicara lagi, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Irene pun pamit dulu untuk membukakan pintu.

Dan saat melihat siapa yang datang, Iren terkejut saat ia tahu siapa yang datang bertamu.

-

Kira-kira siapa ya? Yuk nantikan kisah selanjutnya... jangan lupa

👍like

❤ pavorit

dan gift bagi yang mau ya teman-teman. Suport dan dukungan kalian adalah penyemangat untuk Mala

Terimakasih

1
Mariana Ndadjang
mantap
Dhina ♑
Lelaki macam apa 😈😈
Ayolah Irene, pergi segera
tinggalkan semuanya
Dhina ♑
Astaga.... semua sudah jekas
Irene hanya diperalat
Dhina ♑
ini sudah sangat tidak beres
Irene lebih baik menjauh
Dhina ♑
Astaga

sengaja menyebut kakak ipar, tapi lalu kemudian membantingnya
Dhina ♑
tuh kan, fix dah....Irene cuma dipecundangi
Dhina ♑
itu bukan adiknya
dan mereka memanggil Irene, bukan untuk beramah tamah
Dhina ♑
oh, Dada......apa dia sangat jahat 🤔🤔🤔
Dhina ♑
Astaga..... bukannya mereka serupa ya. Jadi seolah-olah berucap pada dirinya sendiri
Dhina ♑
bikin emosi kemana-mana
Dhina ♑
Yah ..... darimana jils bisa mengungkap semua itu
Dhina ♑
Apa jika setahu banyak begitu
Dhina ♑
👏👏👏 Mira cepat tanggap dia, to the poin dengan ucapannya
Dhina ♑
what 😱😱 meledak, oh My GOD
Dhina ♑
Astaga....bor listrik untuk apa coba 🤔🤔 lalu apa itu, pemanggang daging 🤔🤔 eh, buat apa 🤔🤔
Dhina ♑
Irene harus lebih hati-hati, ga boleh lengah
Dhina ♑
yah, ayam emang begitu
Dhina ♑
Astaga 🙄🙄🙄
sampai serendah itu, melakukan kejahatan
Dhina ♑
Danisha



kalau Alif yang mendatangi Iren
itu berarti yang salah adalah kamu
Dhina ♑
kirain Jepang tertinggal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!