Hai.....!
Ini adalah lanjutan dari kisah MENJADI ISTRI KETIGA JURAGAN. Ini kisah tentang anak-anak mereka yang tak jauh kehidupan cinta segi tiga, poligami dan juga cinta tak terbalas. Namun bisa juga dibaca tanpa membaca novel sebelumnya.
Erdana menjalin hubungan dengan Mentari. Sementara Prayuda sangat mencintai Mentari. Namun karena suatu peristiwa, Erdana harus bersama Yasmin. Bagaimana kisah ini akhirnya mencapai titik kebahagiaan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lombok Part 4
Di atas ranjang yang besar itu, Elmira dan Nick sedang bercumbu bersama. Ciuman yang tadi di awali sambil berdiri, kini berlanjut ke atas ranjang.
Nick tiba-tiba mendapatkan kesadarannya kembali.
"Astaghfirullah !" Nick langsung berdiri dan mengangkat tubuhnya dari atas Elmira.
"Maafkan aku, nona! Maafkan aku....! Sungguh aku sudah bertindak sangat kurang ajar!" Nick langsung turun dari tempat tidur dan menunduk dengan rasa malu.
Elmira pun perlahan bangun dan membetulkan letak gaunnya yang sedikit berantakan. Ia juga tak tahu mengapa sampai bisa lupa diri seperti ini. Pesona Nick sungguh membuatnya mabuk kepayang. Pada hal Elmira tak pernah seperti ini dengan beberapa pria yang pernah dekat dengannya.
"Kamu nggak salah, Nick. Kita saja yang terlalu terbawa suasana." Kata Elmira sambil menyandarkan punggungnya di kepala ranjang. Ia menarik napas panjang beberapa kali.
"Nona dapat memecat aku!" Kata Nick dengan wajah penuh penyesalan. Ia tak tahu mengapa sampai begitu berani mencium dan mencumbu Elmira. Pada hal selama ini Nick sangat profesional dengan pekerjaannya. Bukan hanya kali ini saja Nick menjadi bodyguard wanita cantik. Bahkan beberapa kali ia pernah di goda oleh istri-istri pengusaha kaya yang menyewa jasanya. Ada yang terang-terangan sudah membuka pakaiannya di hadapan Nick namun semua berhasil ditolaknya dengan halus. 5 tahun ia menjalani tugasnya sebagai bodyguard, baru kali ini ia bertindak hampir tak bisa mengontrol dirinya.
"Aku tak akan memecat mu , Nick. Pergilah ke kamarmu dan beristirahat."
Nick hanya bisa mengangguk. Ia dengan cepat segera keluar dari kamar Elmira.
"Ciumannya sangat indah!" guman Elmira sambil memegang bibirnya sendiri. Ia semakin kagum karena Nick begitu kuat menahan godaan. Pada hal jika Nick tak berhenti, Elmira bisa saja terbuai dengan belaian pria tampan itu. Elmira pun kembali membaringkan tubuhnya. Ia kini merasa enggan mengganti gaunnya karena ada harum minyak wangi dari Nick yang menempel di sana.
***********
Ada tawa kebahagiaan dari sekelompok anak-anak muda yang sedang nongkrong di cafe dekat pantai. Mereka sedang menikmati cemilan dan minuman ringan.
Sebelumnya mereka sudah mengambil foto dibeberapa tempat secara bersama.
"Yas, besok malam kan acara puncak di hotel itu, kamu pasti akan bersama dengan suamimu, ya?" tanya Vita.
"Sepertinya. Besok kan acara grant opening dan peresmian hotel oleh bapak gubernur. Acaranya akan dimulai dari siang sampai malam pergantian tahun."
Andre menatapnya. "Pasti kau tak akan punya waktu untuk kami ya?"'
"Nggak tahu, juga." Yasmin mengangkat bahunya.
Andre terlihat kecewa. Ingin rasanya ia melewati momen pergantian tahun dengan Yasmin. Namun rasanya itu terlalu sulit karena Yasmin masih terikat pernikahan dengan Erdana.
Andre menarik tangan Yasmin dan memintanya untuk menjauh dari teman-temannya.
"Ada apa?" tanya Yasmin dengan perasaan tak enak karena ia takut ada orang yang mengenalinya bersama Andre.
"Kamu kenapa? Kayaknya takut banget bersama ku?"
"Bukan begitu, Ndre. Ini kan sudah agak larut. Nggak enak jika ada yang mengenali aku sedang berdua dengan seorang cowok."
Andre mengerutkan dahinya. "Kamu kayaknya semakin dekat dengan Erdana kan?"
"Bukan begitu. Aku...."
'Aku cemburu, Yas. Hati ku sakit saat melihat kalian berdua berpegangan tangan tadi saat di lobby. Aku merasa kalau hubungan kalian sudah sampai ke ranjang."
"Andre! Kamu kan tahu kalau aku sangat membenci kak Erdana. Tapi mau bagaimana lagi? Sekarang kami masih tetap terikat dalam pernikahan ini. Aku belum bisa mengakhirinya."
Andre semakin cemberut.
"Andre, sebaiknya aku pergi. Ini sudah hampir jam 12." Yasmin berdiri dari tempat duduknya namun Andre menahan tangannya.
"Aku mencintai kamu, Yas. Apakah kamu juga masih mencintai aku?"
"Aku masih mencintai kamu, Andre. Tapi sekarang diantara kita ada dinding yang terjal."
"Minta cerai dari suamimu."
"Sudah ku katakan kalau itu agak sulit. Aku nggak bisa bersikap egois tanpa mempertimbangkan keluargaku."
"Aku akan menunggu, Yas. Aku akan sabar menunggu sampai kau kembali padaku."
Yasmin menarik tangannya dari genggaman Andre. Tatapan mata Andre yang penuh cinta untuknya membuat Yasmin merasa bahwa ia harus pergi. Kalau tidak, ia pasti akan berbuat zinah dengan memeluk Andre saat ini.
"Teman-teman, aku pulang dulu ya?"
Yasmin segera pergi setelah pamit. Ia melangkah sangat cepat untuk kembali ke hotel.
Sementara itu, Erdana sudah selesai memeriksa persiapan untuk puncak acara besok. Ada tiga penyanyi asal ibu kota yang aman tampil besok. Ia menengok jam tangannya yang sudah menunjukan pukul setengah satu. Apakah Yasmin sudah kembali ke kamar? Atau dia masih bersama dengan teman-teman nya?
Erdana mengusap wajahnya kasar. Ia mengingat tadi saat memakaikan kalung dan membuka resleting gaun Yasmin. Apakah karena aku sudah berbulan-bulan tak bersentuhan dengan Mentari sampai aku menjadi seperti ini? Bagaimana jika aku khilaf dan ingin menyentuh Yasmin lebih dalam? Yasmin pasti akan menganggap aku laki-laki bejad.
Tangan Erdana menutup laptop yang ada di depannya lalu segera keluar dari ruangan kerjanya yang ada di lantai satu. Ia segera naik lift untuk kembali ke kamarnya.
Saat ia masuk, dilihatnya Yasmin susah tidur di atas sofa dan menutup tubuhnya dengan selimut. Erdana pun segera ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya lalu mengganti pakaiannya dengan celana pendek dan kaos oblong. Setelah itu ia membaringkan tubuhnya.
Satu jam hampir berlalu namun Erdana tak juga bisa memejamkan matanya. Ia merasa tak tega melihat Yasmin yang nampak tak nyaman tidur di atas sofa.
Erdana pun turun dari ranjang dan berjalan ke arah Yasmin.
"Yasmin.....!" Ia mengguncang bahu Yasmin namun sepertinya gadis itu sudah terlelap. Erdana pun menunduk, menyingkap selimut dan dipakai oleh Yasmin. Matanya langsung terbelalak. Yasmin yang mengenakan daster rumahan berbahan kaos tanpa lengan terlihat sangat menarik di mata Erdana. Dasternya agak tersingkap ke atas, paha mulusnya terlihat, bahkan baju dalamnya yang berwarna merah terlihat oleh Erdana. Sekalipun penerangan kamar ini sudah dikurangi, namun penampilan Yasmin membuat jantung Erdana berdetak dengan cepat.
Sambil menarik napasnya beberapa kali, Erdana mengangkat tubuh Yasmin secara perlahan dan ia memindahkan nya ke atas ranjang.
Yasmin terlihat semakin menggoda dengan mulutnya yang terbuka sedikit. Sial! Seharusnya aku membuatkan saja dia tidur di sana.
Erdana mengusap bibir Yasmin dengan ibu jarinya, dan entah dorongan apa yang ada dalam dirinya, Ia menunduk dan memagut bibir Yasmin dengan sangat lembut. Dan yang membuat Erdana terkejut, Yasmin membalas pagutan bibir Erdana bahkan melingkarkan tangannya di leher pria itu.
Dengan cepat Erdana langsung menjauhkan dirinya dari Yasmin. Ia merasakan kalau ada sesuatu yang mengeras di bawa sana. Ia kembali masuk ke kamar mandi dan mencuci wajahnya untuk meredam gairah yang secara cepat hampir membuatnya lupa diri.
Ia kemudian membaringkan tubuhnya di dekat Yasmin. Dan Yasmin secara perlahan memeluk Erdana dengan nyaman. Erdana memejamkan matanya dan membiarkan kepala Yasmin bersembunyi di dada bidangnya.
************
Yasmin bangun pagi dengan terkejut karena ia menemukan dirinya ada di atas ranjang. Ia langsung duduk di atas ranjang sambil memeriksa tubuhnya dan matanya terhenti pada sosok Erdana yang tertidur di atas sofa.
Wajah Yasmin menjadi panas saat ia mengingat mimpinya semalam. Ia dan Erdana berciuman di atas ranjang. Mengapa ciuman itu terasa begitu nyata di bibirku? Dan mengapa aku merasa kan lagi perasaan aneh yang membuat tubuhku seolah menikmati ciuman itu?
Erdana perlahan bangun juga. Yasmin sebenarnya ingin menumpahkan kemarahannya karena merasa Erdana sudah menyentuh nya dengan mengangkat tubuhnya dan memindahkannya ke ranjang. Namun saat tatapan mereka saling bertemu, mata Yasmin justru tertuju pada bibir Erdana dan mengingatkannya akan mimpi erotis yang dialaminya semalam.
Wajah Yasmin menjadi semakin panas. Ia segera memasang wajah dingin, turun dari ranjang dan hendak melangkah ke kamar mandi. "Lain kali bangunkan aku jika ingin memindahkan aku ke ranjang. Aku tak Sudi kamu sentuh." Namun ternyata perkataan itu hanya sanggup diucapkan Yasmin dalam hati.
Saat ia berada di kamar mandi dan membasuh wajahnya, Yasmin justru mengingat kejadian kemarin pagi saat ia melihat tubuh polos Erdana. Sadar Yasmin! Kamu kenapa menjadi mesum seperti ini? Yasmin menepuk kepalanya sendiri dan memilih untuk berendam di bathtub untuk mendinginkan otaknya yang mulai mesum.
**********
Hallo, bagaimana dengan bab ini?
dukung emak selalu ya guys.....
cakep Thor
barusan tamat baca para juragan
tapi konflik nggak trll berat, jd masih adem ikutin alurnya..
nggak emosi yg berlebihan 😁
ceritanya bagus beda dari yg lain dgn tema sama
hanya bbrp kali ada nama tokoh yg tertukar 🙏🙏🙏