NovelToon NovelToon
Tak Seindah Angan

Tak Seindah Angan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Misteri / Patahhati / Perjodohan
Popularitas:34.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rosa_Nanda

Sang kekasih yang dinanti Ternyata mengingkari janji. Kesetiaan Cempaka hanya berbuah duka berbunga nestapa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosa_Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ma'afkan aku

Cempaka tidak bisa berbuat apa-apa, ibu dan bapaknya merasa khawatir kalau anaknya menerima lamaran dari pemuda lain.

Mereka takut hubungan kekeluargaan diantara mereka hancur. Mereka tidak mau itu terjadi, karena itu bu Sekar dan pak Jati berusaha sekuat tenaga supaya Cempaka tidak gegabah memutuskan sendiri hubungannya.

"Pokoknya ibu dan bapak tidak mau terjadi keributan, kita itu bertetangga nak" Pesan bu Sekar kepada Cempaka.

"Nanti kalau Samudera datang lagi, kita kasih penjelasan saja. Semoga dia mengerti akan posisi kita sa'at ini" Ucap bu Sekar lagi.

"Tapi pak, Buana kan sudah jelas di tekan oleh orangtua perempuan itu supaya segera menikahinya, masa Cempaka harus terus menunggunya?" Cempaka tak setuju dengan pendapat kedua Orangtuanya.

"Kamu itu belum mengerti, bagaimana perasaan orangtuamu ini. Bapak sama ibu bisa malu karenanya"Ujar pak Jati.

"Sudahlah Cempaka, nurut saja apa yang dikatakan oleh ibu dan bapak, mungkin itu yang terbaik untuk kamu" Bunga menimpali dengan santainya.

Padahal, waktu itu dia boro-boro nurut sama ibu dan bapak.

"Assalamualaikum... Tok!... Tok!"

Tiba-tiba terdengar ada orang yang mengucapkan salam serta mengetuk pintu.

"Waalaikumsalam..." Kami menjawabnya serempak.

"Seperti suaranya Samudera..." Bathin Cempaka, dia segera beranjak hendak membukakan pintunya.

"Biar ibu yang bukain pintunya, kamu duduk saja!" Bu Sekar melarangnya. Dia takut Samudera yang datang.

Dan memang betul itu Samudera yang datang. Dia ingin melamar Cempaka di depan kedua Orangtuanya.

"Aiih... Samudera, mari masuk!" Ucap bu Sekar dengan ramahnya.

"Terimakasih bu" Jawabnya dengan sopan.

"Silahkan duduk dulu, ibu tinggal ke belakang dulu ya, sebentar"Bu Sekar mengatakan itu sebelum Samudera menanyakan anaknya, yaitu Cempaka.

Dia tidak mau sampai anaknya bertemu dengan Samudera. Dia takut terjadi perpecahan hubungan antara Keluarganya dan keluarganya bu Seroja.

"Silahkan bu!" Sahut Samudera.

Dia mengira kalau bu Sekar akan ngasih tahu Cempaka, kalau dirinya sudah datang hendak menemuinya.

"Pak!... Itu Samudera, dia datang lagi. Gimana ini?... Cempaka kamu diam di sini!"Bu Sekar nampak kelimpungan. Dia merasa khawatir kalau Keluarga Buana tahu tentang kedatangan Samudera ke rumahnya.

"Anyelir!... Tolong sajikan air minum dan kuenya buat tamu di depan, ayo buruan!"Bu Sekar menyuruh Anyelir.

"Biar aku saja bu, aku ingin bertemu sama dia"Rengek Cempaka.

"Kata ibu diam, ya diam di sana! Ayo pak!... Kita cari cara pak, biar dia tidak berlama-lama di sini. Ibu khawatir ada Keluarganya yang melihat Samudera berada di sini. Apalagi kalau ketahuan lagi ngobrol sama anak kita?.." Bu Sekar kelabakan sendiri.

"Sudah, begini saja. Cempaka, kamu masuk kamar nak! Emh...

Kamu ada ide enggak?" Tanya pak Jati ikut bingung juga.

"Anyelir, kalau dia nanyain kakakmu, bilang saja enggak ada

gitu ya, ingat itu?" Bisik bu Sekar sebelum Anyelir menuju ke ruang tamu.

"Iya bu" Sahut Anyelir tanpa komentar.

Diapun segera bergegas menuju ke ruang tamu, hendak menyuguhkan air minum dan kuenya kepada Samudera.

"Tadi ibu bilang enggak ada, kalau di tanyain lagi kemana? mau di jawab apa?" Cempaka menelisiknya.

"Kemana ya?... Ayo bantu ibu mikir!" Bu Sekar gelagapan karena dia belum punya alasan yang tepat untuk jawaban buat Samudera.

Enggak tahu dari mana asalnya, tiba-tiba saja Cempaka teringat akan nama " SD Jangkurang Garut".

Dengan berat hati dia mengatakannya kepada Orangtuanya, bahwa dirinya sekarang tengah ikut neneknya di

Garut dan ngehonor di sd Jangkurang.

"Iya benar, gitu saja. Supaya dia tidak lama di sininya, ibu khawatir" Bu Sekar terlihat kegirangan karena kini dia sudah menemukan jawabannya.

Diapun segera bergegas ke ruang tamu, di ikuti oleh pak Jati.

"Eeh... Kok! Kuenya di biarin saja,

ayo di cicipi, enak lho!" Ucap bu Sekar setelah berada di ruang tamu.

"Terimakasih bu, sudah barusan"

Sahut Cempaka, matanya menatap ke lawang yang menuju ke ruang tengah, matanya mencari seseorang yang di rindukannya, yaitu Cempaka pujaan hatinya.

"Kemana dia?... Kok! Tidak kelihatan?"Bathinnya. Mau bertanya langsung kepada Ibunya atau bapaknya Cempaka, dia merasa malu.

"Sayang sekali Cempakanya lagi enggak ada di rumah"Bu Sekar sepertinya mengerti apa yang ada di pikirannya Samudera.

"Ooh..."Jawab Samudera singkat, nada suaranya terdengar lirih dan lemas.

Dia seperti yang tidak percaya dengan perkataannya bu Sekar.

"Iya, dia lagi ke rumah neneknya di Garut. Katanya mau nemenin neneknya di sana" Ujar bu Sekar lagi.

"sejak kapan bu?"Samudera mencoba mengendalikan dirinya.

Dia merasa kesal, jauh-jauh dia ke sana. Eh... yang di dambakan nya tidak ada di rumah. Bagaimana tidak merasa kesal dan dongkol?

"Sudah hampir semingguan lah"

Bu Sekar berbohong lagi.

"Di Garut nya di mana bu?... Saya mau ke sana, mau menemuinya" Ujar Samudera.

Dia menanyakan alamatnya.

"Deg!" Jantungnya bu Sekar serasa berhenti seketika. Sama sekali dia tidak menduga kalau Samudera akan menanyakan alamatnya, dan pergi ke sana untuk mencari Cempaka.

Sebelum menjawabnya, bu Sekar menatap wajahnya pak Jati. Sepertinya minta pendapat dari suaminya.

Pak Jati menganggukkan kepalanya. Dia juga merasa bingung jadinya, apa dia harus mengiyakan ataukah berbicara jujur apa adanya.

Bu Sekar menarik nafasnya dalam-dalam sebelum dia menjawab pertanyaannya Samudera.

"Di... Di dekat sekolah... Emh... SD... Itu... SD apa ya?... SD... SD...

Jangkurang kalau tidak salah. Iya katanya dia mau ngehonor di sana"Dengan belepotan dan terbata-bata bu Sekar menjawab pertanyaannya Samudera.

"Ooh... Kalau begitu sekarang juga saya mau ke sana bu, pak, saya mohon izin untuk mencari Cempaka dan membawanya pulang ke sini. Karena, saya ingin melamarnya di hadapan ibu dan bapak" Ujar Samudera mantap.

Cinta dan kasih sayangnya benar-benar terlihat di sana. Bagaikan ibarat Gunung kan ku daki, lautpun kan ku sebrangi.

"Pak!" Bisik bu Sekar kepada suaminya. Dia merasa khawatir kalau Samudera benar-benar pergi ke Garut mencari sd Jangkurang, dan mencari Cempaka. Sedangkan Cempaka nya enggak kemana-mana, dia di umpetin sama kita di kamarnya.

"Kalau benar dia pergi ke sana, lalu dia tidak menemukan Cempaka, bagaimana?... Pastinya dia akan datang lagi ke sini, dia akan menegur kita bahwa kita telah membohonginya, aduuh... Bagaimana ini?"Bu Sekar membathin.

Pak Jati juga kelihatan sangat cemas. Itu nampak dari wajahnya, dan juga sikapnya yang nampak kebingungan.

"Bagaimana ini?... Kalau dia ke sana pasti tidak akan menemukan Cempaka, dia hanya sia-sia saja ke sana. Tapi, kadung sudah membohonginya... Aku harus bagaimana?" Kebimbangan berkecamuk di dalam pikirannya pak Jati.

"Ma'af bu, pak, sekali lagi saya minta izin untuk mencari Cempaka ke sd Jangkurang, sekarang juga"Ucap Samudera lagi. Membuyarkan lamunannya bu Sekar dan pak Jati yang tengah kebingungan.

"Oh... Ma'afkan kami, emh... Silahkan saja" Tanpa sadar, bu Sekar mempersilahkannya.

"Saya mohon do'anya bu, pak. Saya berangkat ke sana, Assalamualaikum" Ucapnya sambil mencium tangannya bu Sekar dan pak Jati.

"Waalaikumsalam... Hati-hati!" Sahut bu Sekar dan pak Jati.

Di dalam hati mereka merasa bersalah karena telah membohonginya.

Sementara itu Cempaka diam di kamarnya, dia merasa bingung juga. Inginnya dia keluar dari kamarnya, dan menemui Samudera yang dia damba.

Namun, dia tidak berani melawan

perintah kedua Orangtuanya.

Cempaka sengaja berdiri dibalik jendela kamarnya, dia ingin melihat kepergian Samudera, walaupun dia hanya memandangi punggungnya.

Tak berapa lama, Samudera terlihat turun dari teras dan berjalan dengan gagahnya melewati jendela kamarnya Cempaka.

Ingin rasanya Cempaka berteriak memanggilnya.

Namun, dia tidak berani melawan orangtuanya.

"Ma'afkan aku!" Ucapnya lirih sambil menatap punggungnya Samudera. Dengan air mata berderai di kedua pipinya.

1
Altafun Nisa
cempaka kok bego bgt si bikin kesel aja
Altafun Nisa
cempaka kok bego bgt si bikin kesel aja
Rosananda: Makasih sudah mampir 🙏🌹
total 1 replies
Roy Roy
biar malam pertama pengantin Karmin dengan Kenari
Rosananda: Makasih kakak dukungannya 🙏🌹
total 2 replies
Roy Roy
kenari kahwin saja dgn karmin baru seru...
Rosananda: makasih komen nya.
total 1 replies
Roy Roy
Cempaka kau kenapa mahu terus diperbodohkan kau lari saja dari rumah tu..biar kenari kahwin dengan karmin.thor aku pengin Cempaka dapat jodoh yang terbaik.
Rosananda: maunya sih begitu, tapu Cempaka anak yang sayang sama orangtua... Makasih selalu mampir.
total 1 replies
Goe Soka Cara Loe
salam kenal thor
Rosananda: Salam kenal kembali thor
total 1 replies
Mom FA
aku hadirr lagi tor🤗🤗
Rosananda: makasih.
total 1 replies
Tyara Lantobelo Simal
Semangat Thor
Rosananda: makasih sudah mampir
total 1 replies
Yukity
semangaat🆙😍
Rahma AR
salam dari me and ypu😊😊
Rosananda: Salam kembali thor.
total 1 replies
Lee
Teruskan thor!!
Rosananda: Ma"af mandeg ceritanya. Saya nya baru sembuh. Terimakasih sufortnya 🙏.
total 1 replies
Lee
cinta pandangan pertama emg sllu jedug-jedug ser...
Lee
My ice girl sarangahe mampir nih thor..
Like n koment mendarat !
semamgatt yaa..
Rosananda: makasih.
total 1 replies
Realpcy_Cyl
mampir lagi kak
Putri Handayani
semangat selalu kak💪💪💪💪
Rosananda: makasih kak🌹
total 1 replies
Yukity
semangat🆙😍
Yukity: sama2😍
total 2 replies
Viana
semangat thor
Rosananda: makasih kak 🙏
total 1 replies
Viana
first like and comment 🤫
Viana
semangat up Thor 💪💪👍👍😁😁
Rosananda: makasih 🌹
total 1 replies
Putri Handayani
semangat kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!