BEDA
Sebuah karya yang berangkat dari pengalaman pribadi dan inspirasi lainnya, yang saya kemas dalam bentuk cerita dalam novel. Inilah dia BEDA.
Ezra Christian Nasution, dari namanya saja sudah jelas jika ezra adalah anak keturunan Suku Batak. Suku yang terletak di Provinsi Sumatera Utara yang terkenal dengan salam horasnya.
HORAS!!
Ezra dan dua adik kembarnya, erich dan ernest dibesarkan dikeluarga kristen yang taat dan penuh cinta kasih. Sejak kecil mereka bertiga sudah diajarkan arti TOLERANSI yang sesungguhnya oleh dua orang tua mereka, yang dimana mereka bertiga bersahabat dengan gwen dan gibran yang notabennya beragama islam.
Gwen dan gibran merupakan anak dari sahabat kedua orang tua mereka, sehingga persabatan mereka menurun.
Beranjak remaja, ezra menyayangi gwen lebih dari seorang sahabat. Bahkan ia menjadikan gwen tujuan hidupnya, namun sayangnya kisah cinta merka terhalang oleh dinding penghalang yang kokoh yaitu perbedaan keyakinan.
Akankah ezra dan gwen bersatu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31
..."Saya terima nikahnya dan kawinnya Gwen Putri Balindra binti Galen Altezza Balindra dengan maskawinnya yang tersebut, tunai.”...
Ezra mengucapkan ijab qabul dalam satu kali nafasnya, matanya berkaca-kaca ketika penghulu membacakan doa-doa pernikahan setelah ia selesai mengucapkan ijab qabul.
Tak terkecuali dengan Gwen yang menyasikan prosesi ijab kabul melalui layar kaca televisi yang berada di ruang tunggu, Gwen menitikan air mata haru bercampur bahagia, ia tak menyangka jika kini dirinya telah resmi di persunting oleh pria yang sangat ia cintai.
Nathalie sahabat Gwen yang menjadi bridesmaid, membantu Gwen menghapus air matanya dengan hati-hati agar tak merusak make up di wajah Gwen.
"Congrats ya Gwen, dari dulu gue udah ngeship banget hubungan loe sama Kak Ezra, apa lagi pas waktu acara prom night, itu acara berasa acara itu milik loe berdua, kalian berdua benar-benar jadi bintangnya"
"Thank you ya nat."
Tak lama kemudian MC memanggil gwen untuk memasuki venue, dengan di antar oleh Nathalie dan Sarah (Istri dari Tara, adik tiri Ghaizka) Gwen berjalan memasuki vanue.
Ezra tersenyum menyambut kedatangan Gwen yang kini telah resmi menjadi istrinya, ia berdiri dan menarik kursi di sebelahnya mempersilahkan istrinya duduk untuk penandatanganan dokumen pernikahan dan serah terima mahar.
Setelah akad berjalan dengan lancar, kedua mempelai pun melakukan sungkeman kepada kedua orang tua untuk meminta maaf akan kesalahan-kesalahan.
Galen tak kuasa menahan air matanya melepas putri tercintanya yang kini telah resmi di persunting Ezra, di satu sisi ia merasa sangat bahagia dan lega melihat putrinya menikah dengan pria yang dicintainya namun jika mengingat bahwa sebentar lagi Ezra akan membawa putrinya ke Amerika membuat dadanya terasa sangat sesak.
Sebelum Gwen beralih ke ghaizka, Galen memeluk dan mencium kedua pipi putrinya.
Prosesi pernikahan adat Sunda dilanjutkan dengan upacara Meuleum Harupat, kemudian Nincak Endog, melepas burung merpati putih yang dilakukan oleh orang tua, muka panto atau buka pintu, huap lingkup, dan yang terakhir pabetot bakakak hayam.
Dalam prosesi yang terakhir ini Ezra mendapat bagian lebih besar dari Gwen dan ia harus berbagi dengan istrinya, prosesi ini berarti rezeki yang diterima harus dinikmati bersama.
"Aku berikan semuanya untukmu" bisik Ezra sambil mencium pipi Gwen.
Setelah melengkapi seluruh rangkaian prosesi adat sunda, keduanya kembali ke kamar hotel untuk beristirahat sambil mempersiapkan diri untuk acara resepsi yang akan di gelar malam harinya.
Di dalam kamar hotel bukan hanya ada Ezra dan Gwen, namun berkumpul juga adik-adik serta orang tua keduanya dan juga Tara bersama istri dan anaknya.
"Bang Ezra, sebenarnya kau ini mau apa menyuruh kami latihan fisik ringan setiap hari? menambah kerjaanku saja Abang ini" tanya Ernest penasaran sekaligus kesal karena menyita waktunya, karena sudah dua minggu Ezra selalu memaksa adik-adiknya serta Gwen untuk berolah raga, bahkan Ezra meminta adik-adiknya membuat video untuk memastikan mereka benar-benar berolah raga.
"Jadi bukan cuma aku yang abang suruh olah raga?" Gwen baru tahu jika bukan hanya dirinya yang diminta untuk rajin berolah raga.
"Haha... mama kira untuk persiapan nanti malam" goda Felly sambil tertawa lebar.
"Mama" wajah Gwen kembali memerah, setiap kali dirinya di goda oleh ibu mertuanya, terlebih saat itu sedang ramai.
Ezra hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar ucapan Mamanya.
"Besok lusa aku ingin mengajak kalian berempat ke Puncak Mahameru, aku ingin kita sama-sama menikmati bentang alam Indonesia yang mempesona, sebelum kita kembali beraktivitas di negara masing-masing" ucap Ezra.
Ezra sangat rindu berkumpul bersama adik-adiknya yang beberapa tahun belakangan ini Ezra dan adik-adiknya telah pisah negara dan menjalani aktivitsanya masing-masing, ia ingin memberikan pengalaman yang tak akan pernah bisa terlupakan kepada adik-adiknya.
"Kamu tidak keberatankan jika honey moon kita di undur satu minggu?" tanya Ezra kepada gwen.
"Tidak, karena aku punya seluruh sisa usiaku untuk bersamamu." Gwen memeluk Ezra dari smping, ia sama sekali tak keberatan karena ia pun merindukan berkumpul bersama Gibran, Ernest dan Erich.
"Oke berarti besok kalian bersiap-siap, jangan lupa bawa obat-obatan. Kita akan ke puncak Mahameru"
Mendengar anak-anaknya ingin pergi berlibur bersama, Ghaizka dan Felly jadi memiliki rencana untuk triple date bersama dengan Tara berkeliling eropa, puas membahas rencana liburannya Felly mengingatkan Gwen untuk bersiap-siap untuk acara resepsinya.
Setelah akad nikah mengusung tema adat Sunda, kini giliran resepsi mengusung tema adat Batak, mengikuti asal usul Ezra.
Dengan balutan kebaya berwarna putih, Gwen tampak cantik dan mepesona. Songket dan selendang yang dikenakan juga tampak sangat indah dengan corak dan warna senada.
Dengan diiringi musik gondang, serunai, suling, dan gong. Ezra dan Gwen menari tarian tor-tor bersama dengan para penari, setelah prosesi kirab pengantin.
Tari ini merupakan penghormatan bagi Sang Penguasa Alam, arwah para leluhur, dan para tamu undangan.
Dari ratusan tamu undangan yang mereka undang, yang menarik perhatian adalah kedatangan Fahri dalam acara resepsi tersebut.
Fahri datang dengan seorang wanita bercadar yang bernama Annisa, wanita tersebut tak lain merupakan istri Fahri. Fahri mengajak istrinya untuk ikut naik kepelaminan memberikan ucapan selamat kepada Ezra dan Gwen.
Bukan hanya Ezra dan Gwen yang terkejut, namun kedua orang tua mereka pun sangat terkejut dengan status baru Fahri pasalnya Fahri sama sekali tak memberi kabar jika dirinya telah menikah.
"Alhamdulillah, istriku kini telah mengandung, usia kandungannya sudah tiga minggu" ucap Fahri kepada Ghaizka sambil mengelus perut istrinya.
"Selamat ya, semoga sehat selalu ibu dan calon buah hatinya dan lancar persalinannya" Ghaizka mengelus perut Annisa.
"Terima kasih ya Tante."
"Selamat ya Annisa" Gwen memeluk Annisa dengan hangat sambil mengucapkan selamat kepada Annisa.
"Selamat juga untukmu Gwen atas pernikahannya, sakinah mawaddah warahmah till jannah" ucap Annisa.
Sebelum turun dari pelaminan, Fahri sempat bercerita secara singkat jika dirinya tak bermaksud untuk tak mengundang Ezra dan Gwen, hanya saja acara pernikahan Fahri dan Annisa berlangsung khusus hanya untuk keluarga besar mereka, sesuai dengan kemauan dari keluarga Annisa.
Fahri dan annisa di jodohkan oleh Zafran, setelah sama-sama merasa cocok keduanya menjalani proses taaruf yang singkat hingga satu bulan kemudian keduanya melangsungkan pernikahan.
Dari atas pelaminan Gwen melihat kemesraan Fahri dengan istrinya, Fahri melingkarkan tangannya di pinggang istrinya sambil mengobrol berbincang dan tertawa bersama.
"Gwen dangdutan yuk, dah lama nih enggak ngeband" ajak Ernest di penghujung acara resepsi.
"Hah dangdutan? Enggak bisa gue" tolak Gwen, namun Ernest tak menerima penolakan Gwen, ia menarik paksa Gwen untuk ikut bersamanya ke atas panggung di ikuti Ezra dari belakang.
Tiba di atas panggung, Ernes meminta Gwen untuk menyayikan lagu Sayang - Via Vallen.
"Gue orang Sunda asli Nest, enggak bisa sama sekali Bahasa Jawa" protes Gwen, tak menerima protes Gwen, Ernest, Erich, Gibran dan Ezra tetap memainkan alat musik mereka masing-masing.
Sayang, opo kowe krungu jerite atiku?
Mengharap engkau kembali
Sayang,
"Semua" Gwen mengangkat tangannya meminta para tamu undangan ikut bernyanyi dengannya.
nganti memutih rambutku
Ra bakal luntur tresnoku
Gibran mengambil mic kemudian berjalan ke arah Gwen, ia mengambil alih menyanyikan bait rap dalam lagu tersebut.
Gibran mulai bisa bahasa Jawa karena selama ia tinggal di Inggris bersama Tara (gibran menempuh pendidikan kedokteran di Oxford), Tara dan istrinya sering menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari keluarganya sehingga Gibran sedikit demi sedikit mengerti.
Wes tak cobo nglalekke jenengmu soko atiku
Sak tenane ra ngapusi isih tresno sliramu
Pepuja neng ati nanging kowe ora ngerti
Kowe sing tak wanti-wanti malah jebul saiki
Kowe mblenjani janji
Jare sehidup semati nanging opo bukti
Kowe medot tresnoku demi lanangan liyo
Yowes ora popo Insya Allah aku iso, lilo
Meh sambat kalih sinten
Yen sampun mekaten
Merana uripku
"Oaoe." Gwen mengajak semua para tamu undangan bernyanyi bersamanya.
Aku welasno, kangmas
Aku mesakno, aku
Aku nangis
Nganti metu eluh getih putih.
"Lihat deh tingkah anak-anak kita" Felly tertawa melihat keseruan anak-anaknya.
"Biarlah, mungkin mereka semua penat belajar" ucap Rey.
mobil nya mahal yak harga nya👀
queen ragu itu masang nya, liat gelang salib di pergelangan ezra👀
tp cowok kek ezra nyri dmn sih, keknya setia 🤔
.
izin pm thor, mampir yuk ke ceritaku judul nya
Aku Tetap Cinta