Felicia Antasya gadis cantik yang sangat berprestasi di sekolah nya dia mempunyai pacar yang bernama Kiano Alexander.
Mereka berpacaran sejak duduk di kelas 3 SMP.sampai sekarang mereka lulus SMA.
Tapi kisah cinta mereka tidak dapat restu dari keluarga Kiano khusus nya ibu nya.
Padahal gaya berpacaran mereka sudah sangat di luar batas normal dan sampai Felicia hamil di luar pernikahan.
Karena Felicia hanya anak dari keluarga sederhana.
Berbeda jauh dengan Kiano yang terlahir dari keluarga yang sangat berkecukupan.
Setiap bertemu Felicia ibu Kiano selalu menghina dan merendahkan keluarga Felicia
Bahkan ibu nya sudah mempunyai wanita lain untuk menjadi calon istri untuk Kiano.
Apakah Felicia akan bisa kembali bersama kiano walaupun Kiano telah mengingkari janjinya ?
Atau dia akan membuat keluarga Kiano hancur ??
Dengan membalaskan dendam nya kepada keluarga Kiano terutama kepada Melinda ibu dari kiano Alexander.
Dengan apa dia membalas dendam nya ???
Sampai merubah sikap felicia yang lemah lembut menjadi perempuan yang jahat tidak pedulikan perasaan orang lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pearlyta Hasna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode (32)
Rakka panik melihat kondisi Kiano yang Tampa respon sama sekali.
"Kiano,sadar yaampuun Kiano gara-gara cinta loe jadi kaya gini sih".
Kiano langsung melirik ke arah arah rakka dengan tatapan yang sangat sinis.
"Gue hari ini nggak masuk ke kampus.gue mau ketemu sama felicia.gue pengen ngomong semuanya sama dia.lebih baik gue jujur semua nya".
Rakka langsung terkejut mendengar perkataan Kiano.
"Gue dukung banget.pokoknya loe harus ngomong semuanya sama felicia kasian dia jangan di bohongin terus yaa walaupun gue juga sama-sama ikutan bohongin dia".
Kiano menggangukan kepalanya.
"Yaudah,gue berangkat kuliah dulu yaa.semoga sukses".
Rakka meninggalkan kiano sendiri di kamar nya dan langsung berangkat ke kampus.
Kiano mengambil handphone nya.
Dia mencari cara bagaimana bisa ketemu dengan felicia.
Kiano langsung mencoba menelepon felicia.
Felicia yang sedang menjaga toko langsung mengambil handphone nya yang berdering.
Di saat felicia melihat bahwa yang menelephone nya itu adalah Kiano.
Felicia langsung mematikan handphone karena ada ibu dan ayah nya.
"Kenapa handphone di matikan nak, memang itu siapa yang menelephone ?".
Ucap ayah felicia.
Felicia bingung harus bagaimana dan berkata apa dengan orang tua nya.
"Apa itu rakka, yang tadi yang telephone.angkat saja siapa itu penting".
Ibu felicia memang lebih menyukai rakka daripada Kiano.
"Iyah Bu, ini dari rakka yang telephone.aku telephone dulu rakka yaa Buu".
Felicia langsung keluar dari toko nya.
Lagi-lagi dia selalu berbohong kepada orang tuanya hanya demi Kiano.
Felicia langsung menghubungi Kiano.
Mendengar handphone berdering Kiano langsung mengangkat telepon nya.
*Hallo, felicia sayang akhirnya kita bisa telepon lagi.aku kangen banget kamu felicia anatasya*.
*Sudah, jangan banyak basa-basi ada apa kamu telepon aku*.
*Aku, ingin bertemu sama kamu.dan ada yang mau aku bicarakan.aku pengen kita ketemuan sekarang bagaimana*.
*Ada apa lagi,kita mau ketemu di mana ? dan aku harus berbohong apalagi sama ibu dan ayah demi kamu kiano Alexander*.
*Pokoknya,nanti jam 1 siang aku jemput kamu yaa.kamu nunggu di tempat biasa*.
Felicia langsung mematikan handphone nya.
*Hallo, felicia ko malah di matikan sih handphone nya*.
"Yaa tuhan,aku harus bagaimana ini.semakin keterlaluan cinta ku kepada Kiano semakin aku nggak mau kehilangan dia".
Felicia kembali berjalan menuju tokonya.
Ibu felicia memperhatika wajah felicia yang seperti sedang sedih.
"Kenapa nak, kenapa kamu seperti sedih begitu".
Felicia pun menunduk kepala sambil berbicara.
"Rakka ngajak aku ketemuan lagi bu".
Ibu felicia langsung menghampiri felicia.
"Lalu kenapa, kamu sedih di ajang ketemu sama rakka".
Felicia tidak berani menatap wajah ibunya
karena dia sedang berbohong kepada ibunya.
"Yaa aku sedih, harus meninggalkan ayah dan ibu di toko sedangkan aku malah pergi jalan-jalan terus".
Ibu felicia langsung memegang ke dua pipi felicia.
"Pergi saja nak,ibu rasa rakka anak yang sangat baik.semoga saja dengan kehadiran rakka kamu bisa melupakan Kiano di pikiran kamu".
Felicia langsung menatap wajah ibunya dan meneteskan air mata nya.
"Ibu, mengijinkan aku pergi ? aku janji ini yang terakhir aku meninggalkan toko kue kita".
Felicia langsung pergi dan berjalan menuju rumah nya.
Untuk mengganti baju nya dan merias diri nya.
Felicia memilih baju dress berwarna biru dengan panjang selutut.
"Maafkan aku ibu,aku berbohong banyak sama ibu.aku janji ini menjadi hari terakhir kalinya aku bertemu dengan kiano".
Ucap felicia sambil meneteskan air mata nya.