NovelToon NovelToon
Wira & Lyra

Wira & Lyra

Status: tamat
Genre:Pengantin Pengganti
Popularitas:9M
Nilai: 5
Nama Author: RizkiTa

Lyra tak pernah menyangka akan masuk ke dalam sebuah drama pernikahan bersama seorang laki-laki bernama Wira. Impian Lyra hancur ketika statusnya berubah menjadi seorang istri. Karena suatu kejadian, Wira dan Lyra terpaksa menikah.

Lyra merasa aneh saat lelaki itu tidak pernah mengungkapkan cinta padanya, namun berkata tidak akan pernah melepaskannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RizkiTa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 31

“Boleh nggak Mas?” Lyra bertanya sekali lagi.

Wira mengangguk “Di loud speaker, Mas mau dengar percakapan kalian, semanis apa hubungan kalian.”

“Oke!”

Nggak ada yang perlu Lyra khawatirkan, nggak ada hubungan apapun diantara mereka, murni berteman tapi ya cukup dekat.

“Halo Jun, Assalamualaikum.”

Lyra meletakkan ponsel di atas meja, sesekali ia melirik ke wajah suaminya. Wira tengah meneguk air putih namun pandangannya tak lepas dari Lyra.

“Waalaikumsalam,” terdengar suara berat Juna di seberang sana, serak-serak basah dan cukup seksih memanjakan telinga. Tapi sayang, hanya Lyra yang tak menganggapnya seperti itu.

“Kamu besok sidangnya jam sepuluh juga, Ra?” tanya lelaki itu.

“Iya, kamu kok tau? aku kan belum ngabarin kamu.” sahut Lyra.

“Bareng dong kita Ra, tadi aku lihat di jadwal sidang besok.

“Tapi kita beda penguji Jun.”

Wajah Wira masih biasa, masih aman pikirnya. Nggak ada percakapan yang menjurus pada modus dan sebagainya.

“Iya, nggak nyangka bisa bareng gini, harinya sampe jamnya juga, sayang banget kita nggak bisa barengan di pelaminan.”

“EHEEEMM!!”

Wajah Lyra langsung berubah, melihat suaminya yang menatapnya begitu tajam.

“Eh, ada Mas Wira?” Juna terkekeh kemudian, begitu santai menanggapi deheman kesengajaan dari kakaknya.

“Iya, ini lagi makan malam, mau ngobrol?”

“NGGAK!!” bukan Juna yang menjawab, melainkan Wira.

Lyra cukup canggung saat ini.

“Udah kalau nggak ada yang penting lagi, mending tutup aja.” suara dentingan sendok yang sengaja di banting Wira ke piring cukup terdengar jelas.

“Mas, kejam banget sih.” ucap Juna.

“Jangan di matiin dulu Ra, sebentar.” lanjutnya.

“Iya Jun? kenapa?”

“Are you happy, Ra?”

Bukan hanya Juna yang tengah menanti jawaban dari Lyra, tapi juga Wira. Lyra diam sesaat.

“Banget.” sahutnya mantap.

satu kata dari Lyra cukup mewakili semuanya, dari nada bicara Lyra juga menunjukkan bahwa dia tidak tersiksa sama sekali, membuat Juna perlahan ikhlas melepaskannya pada sang Kakak meski punya masa lalu tak karuan.

“Apa sebentar lagi aku bakalan punya keponakan?”

“Ehm... pertanyaan kamu apaan sih Jun!” Lyra mendadak gelagapan, pertanyaan Juna yang nggak ada hubungannya sama sekali dengan urusan kampus.

“IYA!! SIAP-SIAP BENTAR LAGI JADI OM!!”

“Alhamdulillah kalau gitu Mas, selamat!! Ayah pasti senang.” seru Juna dengan nada yang cukup ikhlas.

Lyra mendesah kasar, “Belum Jun, belum.” sahut Lyra.

“LAGI PROSES, SETIAP PAGI, MALAM, ATAU KAPAN AJA ADA KESEMPATAN,”

“Jun, sampe ketemu besok ya. Semangat buat kita berdua, wassalamualaikum.”

Lyra lebih mengakhiri obrolan absurd tak jelas ini, jika dua saudara itu memang ingin mengobrol kenapa nggak saling menghubungi saja. Kenapa harus bersusah payah melalui ponselnya.

“Iya Ra, waalaikumsalam.”

mereka berdua saling melempar tatapan tajam, Wira kesal dengan Juna karena menyelipkan kata bareng di pelaminan saat percakapan mereka tadi. Sedangkan Lyra cukup kesal, karena Wira terang-terangan membongkar rahasia rumah tangga mereka tentang proses pembuatan keponakan yang menurutnya tidak mengenal waktu.

“Apaan kamu ngeliatin Mas segitunya?” protes Wira.

“Ya Mas ngapain juga sih ngebahas itu sama Juna? nggak penting banget.”

“Ya dia kan nanya keponakan, ya Mas jawab dong apa adanya, paling nggak dia bisa nyampein ke Ayah jadi kabar baik kan biar Ayah senang.”

“Auk ah males, kamu payah Mas.”

Lyra mengutip piring kotor, serta gelas dan membawanya ke bak cuci piring.

“Udah kamu sana aja, masuk kamar, istirahat. Biar Mas yang beresin.” dengan sengaja lelaki itu menyenggol lengan Lyra dengan sikunya.

“Mas aja sono yang istirahat, awas minggir.”

terjadilah saling dorong mendorong, senggol menyenggol dengan siku. Siapa yang akan mengalah? tentu tidak ada, akhirnya mereka mencuci piring dan gelas masing-masing.

Usai sholat isya, Wira sudah merangkak naik ke atas tempat tidur, sedangkan Lyra masih sibuk skincareran di depan cermin. Bukan skincare mahal, masih produk lokal tentunya.

Lelaki itu menutup wajahnya dengan bantal, ia sudah ngantuk, namun tak bisa memejamkan mata dengan lampu yang menyala.

“Iya sabar, ntar lagi di matiin kok lampunya, bentar lima menit lagi.” merasa tersindir, Lyra akhirnya membuka suara, dan tidak di gubris oleh Wira.

Laptop, skripsi serta buku-bukunya juga masih berserakan di atas tempat tidur. Wira hanya menempati sebagian yang masih tersisa kosong, disitulah dia berbaring. Ya resiko menikah dengan mahasiswi tingkat akhir hampir setiap malam tidur dengan keadaan seperti ini.

Lyra menguap sambil membereskan barang-barangnya, meletakkan di atas meja. Tak lupa ia menekan saklar lampu utama, dan menyalakan lampu tidur.

Tak berharap banyak malam ini, dia tahu Masnya sedang tidak enak hati. Jika tidur tanpa pelukan atau ucapan selamat malam sebelum mata terpejam, tidak masalah bagi Lyra. Ia hanya perlu menenangkan pikirannya untuk menyambut hari esok.

Menarik selimut, sudah berbaring miring membelakangi Wira, ia pun memejamkan mata. Siapa sangka lima menit kemudian, merasakan telapak tangan menjalar di pinggangnya hingga lengan Wira melingkar sempurna disana. “Good night, babe. Love you.” bisik Wira.

“Love you too, Mas.” Lyra tersenyum tanpa sepengetahuan Wira.

Menikah dengan perempuan yang jauh lebih muda tentu banyak memberikan pelajaran hidup, Wira yang tak terbiasa mengalah sejak kecil, meski dengan saudara sendiri, kini harus belajar mengalah. Meredam emosi dan mengendalikan diri saat ini sudah menjadi makanan sehari-hari baginya. Biasa di manjakan dengan banyak perempuan yang pernah singgah dihidupnya, kali ini ia yang harus belajar memanjakan perempuan yang lebih muda sepuluh tahun darinya.

\~

Likenya yak. Udah dua episode loh. Muach 😘

1
Siti Wahyuningsih
laki² mulutnya lasak
lia rahma
udah ga disini lagi ya nulis ceritanya?
duh bakal kangen ntar
Mini Amora
hahahaha
Evi Nopianti
Selalu suka karya mu thor...
Cee Suli
Aku mampir lagi kak author
Mini Amora: baca ceritamu ini tuk yg ke 2 kali thor
total 1 replies
@df27
😒
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
pinter
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
ahhh telat
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
waw adek ipar ya
Mini Amora: juna.... kamu keduluan mas mu
total 1 replies
Nur Khikmah
Lumayan
Bunny🥨: Ketika tubuh jadi taruhan untuk keadilan. Mampir juga yu di ceritaku berjudul "kesepakatan di Atas Ranjang.” ditunggu kehadirannya ❣️
total 1 replies
Maria Kibtiyah
bego di madu ko mau... ini siapa yg bego sebenernya
Juwita Pratiwi
/Heart//Heart//Heart/
Nur Hidayah
masa anaknya wira cuma 1 selusin gitu biar ramai bibit unggul lho
Nur Hidayah
ya aku dah baca 2 x seperti candu
Nur Hidayah
dr wira pikiranya udah wira wiri belah duren
Dewa Nara
Wira mulutnya berbisa
Dewa Nara
makanya Juna, kalau suka mesti ngomong!
Dewa Nara
Juna adik ya Wira ya
Dewa Nara
kok panggil tuan, memang majikan ya
Heny Susanti
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!