NovelToon NovelToon
Kebangkitan Kera Putih

Kebangkitan Kera Putih

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Perperangan
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Fery Oktavian

Ketika langit di atas pinggiran Kekaisaran Yanling tiba-tiba terkoyak oleh invasi mendadak monster binatang, ilusi kedamaian hancur dalam semalam. Di tengah kepanikan para kultivator muda elit yang formasinya porak-poranda, Lin Juan—seorang yatim piatu bermarga Lin yang selalu dicaci karena Jiwa Rohnya yang cacat—menjadi satu-satunya yang menolak mundur. Tanpa pancaran energi spiritual yang mewah, ia mengandalkan insting murni dan tubuh yang ditempa penderitaan untuk bertahan hidup. Di tengah genangan darah dan keputusasaan, sebuah jiwa purba yang tertidur di kedalaman nadinya, Roh Kera Putih yang legendaris, akhirnya membuka mata, merespons panggilan kematian dengan raungan yang mengguncang surga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fery Oktavian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LANGIT TERKOYAK DI BULAN DARAH

Rasa tembaga membanjiri lidah Lin Yuan bersamaan dengan hantaman sepatu kulit yang mendarat telak di rahang kirinya. Kepala Lin Yuan terlempar ke samping, menabrak tanah kering berpohon mati di belakang aula latihan klan.

"Masih belum mau kapok, Lin Yuan?" Lin Bao menepuk-nepuk pipi Lin Yuan yang memar dengan ujung sarung pedangnya.

Lin Yuan tidak menjawab. Ia hanya mengusap darah di bibirnya dengan punggung tangan, lalu menatap lurus ke arah tiga pemuda berseragam klan di depannya. Tidak ada rasa takut di matanya, hanya keheningan tipis yang membuat orang di depannya justru merasa risih.

Tiga tahun sudah ia bertahan di tempat ini. Tiga tahun sejak roh jiwanya bangkit namun tak kunjung menunjukkan wujud atau peningkatan energi yang berarti. Di mata orang-orang klan, Lin Yuan hanyalah beban yang cuma menghabiskan jatah beras harian.

"Lihat matanya, sok keras sekali." Murid di samping Lin Bao tertawa remeh melipat tangan.

"Serahkan dua batu energi jatah bulananmu, atau aku patahkan rusukmu hari ini." Lin Bao menyeringai condong ke depan.

"Batu itu milikku." Sahut Lin Yuan datar dengan tatapan lurus.

"Kau ini tidak sadar diri!" Lin Bao menggeram marah sambil mengangkat kakinya tinggi-tinggi.

Namun, sebelum dorongan kaki itu mendarat, tanah di bawah mereka bergetar hebat.

Dentuman keras bergemuruh dari arah perbatasan luar kota, menyusul warna langit yang mendadak berubah. Cahaya matahari siang tersedot habis, berganti dengan kilatan merah pekat yang membakar awan. Fenomena yang hanya ada di dalam buku-buku sejarah kuno: Bulan Darah.

DANG! DANG! DANG!

Lonceng besi raksasa di menara pengintai kota berdentang keras tanpa henti. Suara itu begitu melengking, memecahkan keheningan sore dan menyebarkan ketakutan instan ke seluruh penjuru distrik.

"Bel darurat?" Lin Bao mendongak kaget dengan kening berkerut.

Belum sempat mereka mencerna apa yang terjadi, suara robekan menggelegar dari udara di atas lapangan pasar kota. Langit seperti terbelah, memperlihatkan celah hitam pekat berlapis aura merah darah. Celah dimensi itu terkoyak lebar, lalu disusul oleh suara raungan liar yang menggetarkan dada.

ROAAAR!

"Gerbang dimensi jebol!" Teriak seorang pengawal dari atas benteng dengan wajah pucat pasi.

"Serigala Besi! Kawanan Serigala Besi masuk!" Jerit prajurit lainnya melambaikan bendera darurat.

Dari dalam celah udara yang terkoyak, puluhan bayangan hitam melompat turun. Tubuh mereka sebesar lembu, ditutupi bulu abu-abu keras seperti serat baja, dengan pasang mata merah menyala yang kelaparan. Gigi-gigi taring mereka meneteskan air liur beracun saat mereka melompati atap-atap rumah warga.

Jeritan histeris warga sipil langsung meledak di seluruh penjuru kota. Orang-orang berlarian tanpa arah, saling injak dan menabrak apa saja untuk menyelamatkan diri.

"Monster! Ada monster!" Teriak murid klan yang tadi menertawakan Lin Yuan dengan ketakutan luar biasa.

Lin Bao yang tadinya bersikap gagah perkasa mendadak terpaku. Lututnya gemetar hebat saat melihat seekor Serigala Besi mendarat hanya lima puluh langkah di depan mereka, langsung mencabik seorang pedagang yang tak sempat lari. Darah segar menyembur ke udara, membasahi batu jalanan.

"Lari! Kita harus masuk ke benteng dalam!" Teriak Lin Bao panik sambil berlari cepat tanpa memedulikan yang lain.

Ketakutan membius sebagian besar pemuda klan. Mereka yang selama ini menyombongkan tingkat kultivasi tinggi justru menjadi yang pertama lari kocar-kacir, menjerit-jerit seperti anak kecil.

Lin Yuan perlahan bangkit berdiri dari tanah. Ia menahan rasa sakit di rahang dan rusuknya, bernapas perlahan untuk menstabilkan detak jantungnya yang berpacu cepat.

Bukannya panik, dada Lin Yuan justru bergetar aneh. Di dalam lautan jiwanya yang selama ini tenang dan seperti tempat mati, ada sesosok bayangan raksasa berbulu putih yang mendadak membuka mata emasnya. Bau darah dan lolongan perang di luar seolah-olah mengetuk pintu yang selama ini terkunci rapat dalam tubuhnya.

Lin Yuan menyapu pandangannya ke sekeliling. Di dekat kakinya, tergeletak sebuah balok kayu bekas tiang pagar yang cukup tebal dan berat. Ia membungkuk, menggenggam kayu itu erat-erat dengan kedua tangannya yang kasar.

Di depannya, seekor Serigala Besi memutar kepala, menyadari keberadaan Lin Yuan yang berdiri sendirian di tengah kekacauan. Monster itu meraung rendah, menancapkan cakar bajanya ke tanah, lalu melompat kencang menerjang lurus ke arah Lin Yuan.

Lin Yuan tidak mundur semeter pun. Ia menancapkan kedua kakinya lebih dalam ke dalam lumpur, melebarkan kuda-kudanya, dan menatap lurus ke dalam mata merah monster yang hendak mencabut nyawanya.

1
Iskandar Muda
mantap
Fery Oktavian: semoga suka dengan ceritanya 👍🙏
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!