NovelToon NovelToon
Sofía dan CEO Mafianya

Sofía dan CEO Mafianya

Status: tamat
Genre:Mafia / Selingkuh / Enemy to Lovers / Tamat
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: lopez ibarra

Sofía hanyalah gadis yatim piatu yang berjuang hidup di New York—kuliah sambil bekerja sebagai resepsionis, tanpa keluarga, tanpa sandaran. Sampai satu malam di sebuah pesta mewah, ia berpapasan dengan Alejandro: CEO miliarder yang tampan, dingin, dan menyimpan satu rahasia mematikan—ia pemimpin mafia Rusia yang ditakuti seluruh dunia hitam.

Pria yang tak percaya cinta itu tiba-tiba menginginkan Sofía menjadi miliknya seorang. Namun di balik gairah dan kemewahan yang memabukkan, tersembunyi pengkhianatan, kecemburuan, dan sebuah tragedi yang akan menghancurkan segalanya.

Ketika takdir melemparkannya jatuh, Sofía menemukan kebenaran yang mengguncang: ia bukan sekadar gadis miskin, melainkan putri yang hilang dari sebuah dinasti mafia berkuasa. Dan di sanalah ia bertemu Fernando Valentini—sang "Bestia", raja dunia hitam yang kejam sekaligus pemilik imperium bisnis yang tak tersentuh. Seorang pria yang bersumpah takkan pernah lagi mencintai... sampai ia bertemu perempuan yang mampu meruntuhkan setiap tembok di hatinya.

Di antara dua raja dunia hitam yang sama-sama berbahaya, di antara cinta, dendam, dan darah, Sofía harus memilih. Tapi dalam dunia tempat kekuasaan adalah segalanya dan nyawa bisa lenyap dalam sekejap, apakah cinta sejati sanggup bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lopez ibarra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Kami tiba di mal. Alonso membukakan pintu untukku dan menawarkan lengannya, yang kusambut dengan senang hati. Kami masuk dan aku membeli barang-barang keperluanku. Saat kami melewati sebuah toko pakaian bayi, Alonso mendadak berhenti.

"Ada apa?" tanyaku.

"Aku mau membelikan hadiah untuk si bayi," kata Alonso.

"Tapi dia bahkan belum lahir."

"Justru karena itu aku ingin jadi orang pertama yang memberinya hadiah."

"Baiklah, ayo."

Kami masuk dan dia mengambil beberapa setel baju, sepatu, dan mainan.

"Sudah, ayo pergi," kata Alonso.

"Kamu tidak merasa berlebihan?"

"Sama sekali tidak. Malah menurutku masih kurang, harusnya lebih banyak lagi."

"Tidak, tidak, sudah, ayo pulang. Aku lelah."

"Baiklah, hanya kali ini kamu menang," kata Alonso.

Kami sedang menuju pintu keluar mal ketika seorang wanita menabrakku.

"Perhatikan jalanmu," tegur Alonso.

"Aku tidak apa-apa, tenang saja," kataku.

"Kalian yang seharusnya memperhatikan jalan," balas wanita itu.

"Maaf, tapi kau sendiri yang datang sambil mengobrol dan tidak melihat jalan," sahut Alonso.

"Oh, tapi ini kan Alonso. Sudah lama sekali."

"Maaf, sepertinya kau salah orang," kata Alonso.

"Tentu saja tidak. Aku Tiana, teman kuliahmu. Tidak ingat aku?"

"Tentu saja. Bodoh sekali aku tidak mengenalimu, tapi kau memang banyak berubah," kata Alonso.

"Bagaimana kalau kita minum sesuatu bersama sambil bertukar kabar soal hidup kita?" ajak Tiana.

"Tidak bisa, aku sedang bersama seseorang," tolak Alonso.

"Oh, maaf. Aku kenal kamu, kamu Sofía, kan?"

"Iya, dan kamu?" tanyaku.

"Tiana Karolev."

"Senang berkenalan." Sepertinya aku pernah melihatnya di suatu tempat.

"Oh, kalian sedang menantikan anak? Selamat, ya," kata Tiana sambil melirik kantong belanja bercap toko perlengkapan bayi.

"Ah, iya," jawab Alonso.

"Kalau begitu, selamat." Perempuan bodoh ini hamil. Kalau Alejandro tahu, dia pasti akan membencinya, dan di situlah kesempatanku.

"Terima kasih. Baiklah, kami permisi dulu," kata Alonso.

"Iya, tentu. Sampai jumpa lagi," balas Tiana.

Kami pergi dan tiba di apartemenku. Alonso membantuku menaikkan barang-barang, lalu pergi karena ada urusan di kantornya. Aku tak mau dia terus membuang waktu menemaniku.

* * *

POV Alejandro

Aku tiba di rumah besarku dan Tiana sudah ada di sana, tampaknya menungguku.

"Kenapa kamu belum tidur? Ada masalah?" tanyaku.

"Aku punya kabar yang sangat menarik untukmu, Alejandro."

"Soal apa?"

"Soal Sofía."

"Ada apa dengan dia?"

"Aku tidak tahu bagaimana mengatakannya, ini urusan yang agak sensitif."

"Bicara sekarang juga, sialan."

"Uuuh, baiklah. Jadi begini, hari ini aku melihatnya di mal, sangat mesra dengan Alonso."

"Lalu kenapa? Sudah lama katanya mereka pacaran."

"Tapi ada yang lain."

"Bicara."

"Dia hamil."

"Ini lelucon sialan, kan?"

"Tentu saja tidak. Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Mereka membawa kantong berisi perlengkapan bayi, dan aku bertanya, mereka tidak menyangkalnya."

"Sial. Aku akan berada di ruang kerjaku, jangan ganggu aku."

Aku naik ke ruang kerjaku. Aku tak percaya dengan apa yang dikatakan Tiana. Aku harus membuktikannya sendiri. Kutelepon Ricardo.

"Ada apa, Alejandro?" jawab Ricardo.

"Aku butuh alamat Sofía sekarang juga."

"Akan kukirim lewat pesan."

"Cepat."

Kututup teleponnya. Hampir seketika pesan berisi alamat itu masuk. Aku naik ke mobilku dan melaju ke rumah Sofía. Setelah sekian lama, aku akan melihatnya lagi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!