NovelToon NovelToon
Alunar Baya: Garis Batas Jantung

Alunar Baya: Garis Batas Jantung

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Cichio23

Bagi dr. Alunar Abya Manggala (23 tahun), bertugas di pedalaman Kalimantan adalah pembuktian lepas dari nama besar ayahnya, Komjen Pol. Faza Idam Manggala. Namun, idealisme dokternya diuji saat ia nekat ingin menerobos jalur merah perbatasan demi menyelamatkan warga yang kritis.

Bagi Kapten Infanteri Sagara Danendra (28 tahun), aturan lapangan adalah harga mati. Mengemban tanggung jawab berat sebagai Danki Satgas sekaligus Danposkotis di Nunukan.

"Tugas saya menyelamatkan nyawa, Kapten!" protes Alunar sengit.

"Dan tugas saya memastikan Anda tetap hidup untuk melakukan tugas itu, Dokter Alunar! Di sini, Anda ikuti aturan main saya,” balas Sagara tidak kalah sengit.

Ketegangan makin memuncak ketika jalur perbatasan memanas oleh jaringan kriminal internasional yang sedang diburu lembaga yang dipimpin ayah sang gadis, yang tidak lain sosok laki-laki paling dibenci Sagara. Laki-laki yang menyebabkan ayah Sagara meninggal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cichio23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16 Operasi Kompor Gosip

Sejak kejadian di gudang sterilisasi. Kecanggungan terjadi antara Alunar dan Sagara. Hal itu terlihat saat Sagara hanya berani mengawasi Alunar dari jarak cukup jauh. 

"Masuk tidak ya?" gumam Sagara ragu menatap gagang pintu ruang Alunar. 

Diam berdiri cukup lama di depan ruang Aluna. Membuat Arisandhi yang mengawasi dari jauh merasa mulutnya sangat gatal untuk tidak mengomentari. Hingga mau tidak mau Arisandhi berinisiatif menghampiri Sagara. 

"Kalau cuma berdiri di depan pintu seperti patung selamat datang, dokter Aluna tidak akan memberikan maafnya, Bang," cetuk Arisandhi tiba-tiba muncul dari arah belakang koridor sambil membawa cangkir kopi hitamnya.

"Jaga bicaramu, Lettu Arisandhi. Saya di sini hanya ingin mengantarkan laporan kesehatan berkala dari para anggota," sanggah Sagara. 

"Siap, laporan kesehatan atau laporan kerinduan, Komandan?" goda Arisandhi lagi dengan cengiran khasnya yang sangat menyebalkan di mata Sagara. 

"Kembali ke posmu sekarang sebelum saya tambah jadwal patroli malammu!" ancam Sagara dengan mata melotot.

"Siap, laksanakan! Semangat pejuang maaf!" sahut Arisandhi sambil tertawa pelan mengabaikan ancaman Sagara 

Suara tawa pelan Arisandhi menggoda Sagara. Ternyata didengar Alunar yang ada di ruangannya. 

"Masuk saja, pintu tidak dikunci," teriak Alunar dari dalam ruangan. 

Haem…

“Benar-benar sialan si Sandhi,” gerutu Sagara yang mau tidak mau masuk ke ruang Alunar. 

Ceklek Krieeet…

"Izin, Dokter Alunar. Ini ada laporan berkala mengenai kondisi beberapa anggota pos yang perlu Anda periksa serta tandatangani," ujar Sagara dengan nada suara yang sengaja dibuat selembut mungkin di depan perempuan yang berhasil meruntuhkan egonya.

Alunar tidak langsung menoleh ke arahnya. Ia menyelesaikan tumpukan botol obat di rak terlebih dahulu sebelum akhirnya berbalik badan.

"Terima kasih, Kapten Sagara. Letakkan saja di atas meja kerja saya. Nanti jika tugas menata obat sudah selesai. Saya akan memeriksa seluruhnya," jawab Alunar kaku. 

Sikap dingin Alunar benar-benar membuat Sagara sedikit kelabakan. Dirinya berdiri canggung terus mengawasi kaki Alunar. 

"Apakah pergelangan kaki Anda benar-benar tidak apa-apa, dok?" tanya Sagara bingung mencari alasan. 

“Memangnya ada apa dengan kaki saya? Maksudnya kaki saya saat terpeleset?” tanya Alunar yang kali ini membuat Sagara tidak bisa berkutik. 

Sagara hanya diam dan bingung mencari alasan tepat untuk tetap berada satu ruangan dengan Alunar. 

“Hari ini saya sangat sibuk. Jika tidak ada hal lain yang perlu Anda sampaikan. Silahkan keluar dari ruangan saya,” usir Alunar tanpa melihat Sagara. 

"Siap, dokter. Saya permisi keluar. Selamat siang," pamit Sagara lirih sambil terus memperhatikan Alunar yang enggan menatapnya. 

Setelah keluar dari ruangan Alunar. Sagara kembali ke ruangannya. Pikirannya benar-benar kalud hingga tidak fokus dengan pekerjaan. 

"Izin, Komandan! Mengapa Anda terlihat seperti prajurit yang kalah perang sebelum bertempur?" tanya Sagara yang baru saja masuk ke dalam ruangan membawa laporan logistik amunisi.

Sagara menatap Oka dan Arisandhi bergantian. Karena dirinya tidak ahli dalam urusan asmara. Tentu membutuhkan amunisi tambahan dari orang yang lebih berpengalaman. 

"Oka, Arisandhi. Kemari kalian berdua. Duduk di sini.” 

"Siap, ada perintah taktis apa dari Komandan siang ini?" sahut Arisandhi sengaja memasang wajah serius yang dibuat-buat.

Ahem…

Sagara berdehem pelan. Wajahnya mendadak merah padam menahan rasa malu yang luar biasa besar di depan kedua bawahannya itu. 

"Bagaimana…?” 

“Maksudnya, Ndan? Kami tidak paham arah pembicaraan komandan,” tanya Arisandhi dengan kening mengkerut dalam. Membuat Sagara mendekatkan tubuhnya. 

“Bagaimana cara membuat seorang perempuan mau memaafkan kesalahan kita setelah kita memarahinya habis-habisan dengan kata-kata kasar di depan umum?" tanya Sagara dengan suara yang sangat pelan, nyaris berbisik karena malu.

"Wah! Ndan Sagara ingin minta maaf pada dokter Alunar? Bukankah Ndan sudah mendapatkan maaf?” goda Arisandhi. 

“Benar, tapi dia sepertinya masih marah padaku.” 

“Sangat wajar beliau marah. Karena sikap Ndan benar-benar keterlaluan! seru Oka dengan volume kurang ajar kerasnya hingga menggema di langit-langit ruangan.

"Kecilkan suaramu, Sertu Oka!" bentak Sagara dengan wajah memerah padam karena salah tingkah. 

“Siap, Ndan.”

"Saya hanya bertanya secara teori umum, bukan berarti saya mau menyerah atau bertekuk lutut di depannya!" kilah Sagara berbohong demi menjaga harga diri militernya yang sudah berada di ujung tanduk. 

"Teori atau praktik, Bang. Kuncinya dalam dunia asmara itu hanya satu.” 

“Apa itu?” 

“Abang harus turun tangan langsung membantu urusannya tanpa banyak alasan militer konyol lagi. Dan karena dokter Aluna masih marah besar, kita harus mengerahkan strategi bantuan tersembunyi," tutur Arisandhi memberikan saran berbobot. 

"Strategi apa yang kamu maksud, Sandhi?" tanya cepat Sagara.

Arisandhi membisikkan ide konyolnya untuk Sagara. Entah saran apa yang dimiliki Arisandhi. Hingga membuat kening Sagara mengkerut dalam. 

"Apakah itu tidak terlalu mencolok di mata anggota pos lain?" tanya Sagara ragu

"Tentu saja mencolok, Bang! Tapi itulah gunanya berjuang mendapatkan maaf dari pujaan hati!" seru Arisandhi.

"Jangan jadi penakut di depan wanita, Bang. Bergerak ke gudang sekarang, sebelum dokter Aluna terlanjur pergi!" perintah Arisandhi lagi mendorong tubuh komandannya keluar pintu.

“Semoga berhasil, Ndan!” seru Arisandhi dan Oka. 

Sagara langsung menuju gudang logistik. Sesuai penuturan Arisandhi, saat ini terlihat keringat Alunar bercucuran melihat tiga kotak kayu berukuran besar. 

“Benda ini benar-benar sangat berat,” keluh Alunar. 

“ Sepertinya tenagaku sudah habis,” lanjut Alunar kembali. 

Alunar mengencangkan ikatan hijabnya, dan bersiap untuk mengangkat kotak pertama dengan kedua tangannya.

"Lepaskan kotak kayu itu sekarang juga, dokter Alunar. Biarkan saya yang mengangkat kotak tersebut “ 

"Tidak perlu, Kapten,” tolak Alunar. 

“Saya bisa mengangkat dan memindahkan semua kotak ini sendiri, Kapten. Saya sudah mulai terbiasa melakukannya seorang diri,” sindir Alunar. 

Sagara tidak membalas ucapan ketus Alunar. Justru dirinya langsung menarik kotak tersebut dari tangan Alunar 

"Saya tidak sedang meminta izin atau persetujuan dari Anda, dokter Alunar," ujar Sagara pelan. 

"Ini adalah perintah resmi dari komandan pos bagian dari agenda perawatan logistik medis siang ini," kilah Sagara  yang lagi-lagi mencari alasan militer konyol. 

Namun anehnya untuk kali ini nada suaranya terdengar sangat lembut, tenang, dan penuh dengan kehati-hatian. 

"Anda ini benar-benar manusia yang paling keras kepala yang pernah saya temui!" tutur Alunar kesal sekaligus bingung melihat kotaknya sudah berpindah cepat ke dada Sagara 

"Siap, saya memang akan selalu keras kepala jika itu menyangkut keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan Dokter selama bertugas di pos perbatasan ini," balas Sagara sambil keluar menuju ruang bawah. 

Sementara itu, Oka dan Arisandhi yang sejak tadi mengintip dari balik jendela barak. Langsung keluar dan melancarkan aksi kompor meleduk. 

"Wah, teman-teman lihat itu ke arah koridor bawah! Komandan kita yang terkenal garang rela berpeluh keringat mengangkat kotak berat demi membantu tugas Ibu Dokter Aluna!" seru Oka dengan suara yang sengaja dikeraskan saat berjalan melewati kerumunan prajurit piket siang.

"Iya, betul sekali, Oka! Pemandangan yang luar biasa langka!" timpal Arisandhi tidak kalah lantang di tengah lapangan apel. 

"Sepertinya Komandan kita telah menemukan tambatan hati karena  pesona dokter berhijab marun kita. Beliau sedang berjuang mati-matian mencari perhatian!" tambahnya lagi, sengaja menyebarkan umpan gosip yang sangat manis di antara para anggota kesatuan.

Dalam waktu kurang dari dua jam. Aksi Sagara yang rela basah oleh keringat demi menolong Alunar langsung menjadi bahan perbincangan paling hangat dan menggemaskan di seluruh penjuru markas Poskotis. Gosip hangat bahwa Sagara memiliki perasaan khusus, jatuh cinta, dan sedang berjuang keras mendapatkan maaf dari Alunar. 

"Siap, Komandan! Semangat berjuangnya!" seru seorang prajurit muda sambil memberikan hormat dengan senyuman jahil yang tertahan saat Sagara berjalan melewati lorong.

Sagara yang mendengar hal itu langsung menghentikan langkahnya. Wajahnya mulai merah padam sampai ke leher.

"Lanjutkan tugas patrolimu, Prajurit! Jangan bergosip!" bentak Sagara dengan suara kaku yang dipaksakan demi menutupi rasa malunya . 

Sementara itu, di dalam ruang medis bawah. Wajah Alunar merah merona mendengar gosip tentang dirinya dan Sagara. Karena gosip itulah membuat Alunar diam di ruangannya dalam waktu lama. Merasa enggan keluar yang ujung-ujungnya justru menjadi bahan gosip se-Poskotis. 

“Siapa yang membuat gosip itu? Benar-benar keterlaluan,” gerutu Alunar menahan kesal.

1
ika
dredeg aku....
syora
alhamdulillah alunan slamat
ya allah saga harga dr anda bnr" ya ckckcj
Danny Muliawati
jangan terlalu benci nanti cinta loh 😜
Danny Muliawati
pasti jodoh ini mah 😄
ika
who is?
musuh siapa ini?
ika
akhir nya update juga...
semangat ya Thor...
di tggu update selanjutnya...
Cichio23: siap kakak
total 1 replies
ika
hahaha....

kasian sekali kamu Sagara 🤭🤭🤭
ika
ga sabar nunggu mereka jadian 🤭🤭🤭
ika
jreng jreng jreng....

silahkan berusaha Sagara 😄🤣🤣
syora
benci bd tipis sm cinta
aplikasi klau smpai luna th ms lalu ayah saga yg jg bertindak kurang baik ke ayah faza dl
ingt saga ada tour tunai,jgn slh lngkh hnya krna ego yg blm tentu bar knyataannya
ika
wes ta lah ...
benci jadi cinta iku....
nikmati saja, buang dendam nya Sagara ...
alunar gadis baik, dari klrga baik jg...
syora: setujuuuuu pkai👍👍👍👍👍tar klau alunan bnr" bnci blik
habis dah saga
total 1 replies
ika
lanjut kan saja Sagara...
mpe kpn kamu seperti itu???
syora
setuju posisi blh kapten tp klau nggak bs profesional buat apa
Fatimah Zubaedah
duh Sagara...Awas nanti jatuh cinta,cinta kepada alunar
ika
ayahmu yg jahat Sagara, kamu ga tau kan cerita nya?
ak loch dah baca . ..
🤭🤭🤭
Cichio23: Masa sih, Kak? Othor loh belum tahu🤭😄
total 1 replies
syora
padahal kamu blm tahu almarhum ayah dl seperti apa
lanjut sj egomu gara
hingga penyesalan
bikin pingin ngetik kalau aja nih ank
ika
tegang cuy....
Fatimah Zubaedah
tahan nafas thorr bacanya😄
syora
aduhhh kapten saga jgn trlalu menuruti ego
lg pl ada crita knpa,ayah km dimutasi
ika
ngeri ya....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!