NovelToon NovelToon
Sistem Mata Dewa Raja Fengshui

Sistem Mata Dewa Raja Fengshui

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir / Sistem
Popularitas:11.6k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Di mata teman-temannya yang sombong, Saka hanyalah "si beban" yang lamban, miskin, dan tak punya masa depan, sering kali menjadi bahan rongsokan ejekan dan perundungan. Namun, di balik senyum polos dan sikapnya yang kelihatannya bodoh itu, Saka menyembunyikan rahasia besar: dia adalah pewaris tunggal kemampuan mistis Raja Fengshui yang mampu melihat aliran Qi, pendar aura barang antik tak ternilai, hingga nasib malang-mujur seseorang hanya dalam sekali tatap. Sambil membiarkan musuh-musuhnya tertawa di atas ketidaktahuan mereka, Saka diam-diam meraup keberuntungan dari barang-barang pusaka yang dianggap remeh, menunggu momen paling tepat di sebuah pelelangan elit untuk membongkar kedoknya, menghancurkan harga diri mereka, dan memaksa dunia berlutut di hadapan sang Raja Fengshui yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31

Suara langkah kaki tergesa-gesa terdengar dari arah dalam pasar memecah ketegangan di pintu gerbang utama.

Tap tap tap.

Paman Surya berlari sekuat tenaga dengan napas tersengal-sengal menembus barikade puluhan anak buahnya sendiri. Wajah pria paruh baya itu terlihat sangat putus asa dan matanya memerah karena begadang semalaman suntuk.

Begitu sampai di depan gerbang mata Paman Surya langsung tertuju pada sosok pemuda berjaket denim tersebut. Pria itu menyipitkan matanya karena merasa wajah pemuda elit ini sangat tidak asing di ingatannya.

"Tuan muda yang kemarin bertabrakan denganku di lorong pasar, apa yang Anda lakukan di sini." Tanya Paman Surya dengan nada suara yang campur aduk antara kaget dan kebingungan.

Saka tersenyum tipis dan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana dengan gaya yang luar biasa santai. "Saya dengar Paman sedang mencari seorang pemuda lusuh pembawa tas butut dari hotel semalam."

Paman Surya langsung membelalakkan matanya dan melangkah maju mendekati Saka dengan tergesa-gesa. "Benar sekali anak muda, apakah kamu benar-benar tahu di mana keberadaan orang tersebut sekarang."

Saka tertawa pelan melihat kepanikan luar biasa dari tangan kanan keluarga konglomerat di depannya ini. "Tentu saja saya tahu persis di mana dia berada Paman Surya, karena pemuda lusuh pembawa piring gaharu itu adalah saya sendiri."

Paman Surya terdiam membeku seolah baru saja disambar petir di siang bolong mendengar pengakuan tersebut. Dia menatap wajah Saka berulang kali lalu membandingkannya dengan foto buram di tangan anak buahnya.

"Ini tidak mungkin, pakaian dan auramu saat ini sangat berbeda jauh dengan pemuda gembel di foto ini." Bantah Paman Surya masih belum bisa mencerna kenyataan yang sangat mengejutkan itu.

"Itu hanya trik pakaian kusam untuk mengelabui mata orang-orang sombong yang selalu menilai orang lain dari luarnya saja." Jelas Saka dengan nada suara yang sangat tenang dan penuh wibawa.

"Piring Kayu Gaharu Berdarah itu memang punya energi murni, tapi energinya pasti sudah habis malam tadi kan." Lanjut Saka memberikan fakta telak yang langsung menghancurkan keraguan Paman Surya.

"Kalau Paman masih tidak percaya, saya tahu persis penyakit Nona Anya adalah kutukan hawa dingin yang beraura ungu pekat." Ucap Saka membocorkan rahasia penyakit misterius yang selama ini dijaga sangat ketat oleh klan Adijaya.

Mendengar rahasia besar itu Paman Surya langsung melemaskan kedua kakinya dan menjatuhkan dirinya berlutut di atas aspal.

Bruk.

Semua pasukan berjas hitam di sana terbelalak kaget melihat komandan mereka berlutut di depan seorang pemuda. Mereka tidak berani mengeluarkan suara sedikitpun dan hanya bisa menelan ludah dengan wajah tegang.

"Saya mohon ampun atas kebutaan mata saya kemarin siang Tuan Master, saya benar-benar tidak mengenali Anda." Ucap Paman Surya dengan suara bergetar nyaris menangis memohon belas kasihan.

"Tolong selamatkan Nona Anya Tuan, kondisinya sekarang sedang kritis dan badannya membeku seperti es." Lanjut pria itu merendahkan harga dirinya demi keselamatan majikan mudanya.

Saka menatap Paman Surya yang berlutut di depannya dengan pandangan dingin tanpa belas kasihan sedikitpun. Di dunia nyata keputusasaan orang kaya adalah senjata paling ampuh untuk membalikkan kasta sosial dalam sekejap mata.

"Aku bisa saja menyelamatkan nyawa nona mudamu itu dari cengkeraman dewa kematian siang ini juga." Jawab Saka menggantung kalimatnya membuat Paman Surya menatapnya dengan penuh harapan.

"Tapi aku tidak bekerja secara gratis Paman, dan aku punya syarat mutlak yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun." Lanjut Saka memberikan ancaman halus namun sangat mematikan.

"Katakan saja syaratnya Tuan Master, Tuan Adijaya pasti akan menyanggupi berapapun bayaran yang Anda minta." Balas Paman Surya dengan sangat cepat tanpa berpikir panjang.

Saka tersenyum miring dan membungkukkan badannya sedikit mendekati wajah Paman Surya yang sedang panik. "Pertama, aku meminta bayaran tunai sebesar sepuluh miliar rupiah di muka sebelum aku menyentuh tubuh Nona Anya."

Paman Surya mengangguk cepat karena uang sepuluh miliar hanyalah sekadar uang jajan bulanan bagi Tuan Adijaya. "Itu sangat mudah Tuan, uangnya akan disiapkan langsung saat kita tiba di rumah utama nanti."

"Kedua, selama proses penyembuhan tidak boleh ada satu pun orang yang meragukan metodeku atau ikut campur." Tambah Saka dengan tatapan mata yang tiba-tiba berubah menjadi sangat tajam mengintimidasi.

"Jika ada yang berani melanggar aturan ini maka aku akan langsung pergi dan membiarkan Nona Anya mati membeku detik itu juga." Ancam Saka memastikan posisinya sebagai pemegang kendali mutlak dalam kesepakatan ini.

"Saya bersumpah akan memastikan tidak ada yang mengganggu Anda Tuan Master, mari kita berangkat sekarang." Ucap Paman Surya langsung berdiri dan membukakan pintu mobil limusin hitam di belakangnya.

Saka mengangguk pelan lalu melangkah masuk ke dalam mobil mewah yang kursinya dilapisi kulit asli itu.

Brumm.

Mobil limusin itu langsung melesat membelah jalan raya dengan pengawalan ketat dari belasan mobil hitam lainnya. Suara sirine pengawal berbunyi nyaring memaksa semua kendaraan di jalan menepi dan memberikan jalan untuk mereka.

Di dalam mobil Saka bersandar santai sambil memejamkan mata menikmati dinginnya AC mobil. Dia sama sekali tidak merasa gugup meskipun sebentar lagi akan berhadapan dengan salah satu orang paling berkuasa di ibukota.

"Uang sepuluh miliar ini akan kugunakan untuk membeli rumah mewah dan menghancurkan bisnis ayah Rio dari dalam." Batin Saka merencanakan langkah selanjutnya sambil tersenyum licik di dalam hati.

Setelah setengah jam perjalanan rombongan mobil itu akhirnya tiba di depan sebuah gerbang besi raksasa berukir emas. Pintu gerbang terbuka otomatis menyambut kedatangan mereka masuk ke dalam pekarangan rumah yang luasnya mengalahkan lapangan golf.

Mobil berhenti tepat di depan teras utama bangunan bergaya eropa klasik yang pilar-pilarnya terbuat dari marmer putih solid. Saka turun dari mobil dengan langkah tegap dan langsung dipandu oleh Paman Surya masuk ke dalam rumah.

Suasana di dalam rumah itu terasa sangat tegang dan kacau balau oleh lalu lalang para pelayan serta perawat medis. Mereka berjalan tergesa-gesa membawa tabung oksigen dan berbagai alat penghangat ruangan menuju lantai dua.

"Mari Tuan Master, kamar Nona Anya ada di lantai atas dan Tuan Besar sudah menunggu kita di sana." Ajak Paman Surya sambil menaiki tangga melingkar yang berlapis karpet merah tebal.

1
yani
seru banget
pricilia
sangat seru alur certanya
Angel
cerita nya tidak membosan kan😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!