NovelToon NovelToon
Kehangatan Di Ujung Senja

Kehangatan Di Ujung Senja

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:135k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Bagi Senja Kala, pernikahan ini adalah jembatan menuju kebebasan. Bagi Alfa, pernikahan ini adalah keterpaksaan saat kekasihnya, Dila, berjuang melawan maut.

​Terjebak dalam sangkar baru, Senja memilih mencintai dalam diam dan merawat Dila tanpa dendam. Namun ketika pengorbanan terbesarnya diberikan secara rahasia dan Senja memilih menghilang, Alfa baru menyadari fakta yang menghancurkannya, wanita yang ia abaikan adalah rumah yang selama ini ia cari.

Akankah Alfa bisa menemukan Senja?

Apa Senja bersedia memaafkan dan memberi kesempatan Alfa jika mereka bertemu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kegundahan di bawah ancaman

Meskipun unggahan foto intim di balkon kamar sukses membungkam kejaran jurnalis dan mengubah narasi publik menjadi pujian tentang betapa manisnya hubungan pengantin baru itu, hal tersebut sama sekali tidak berlaku bagi Gilang Arghantara.

Bagi pria paruh baya yang berwatak keras dan memegang tampuk kekuasaan tertinggi di keluarga Arghantara tersebut, sandiwara manis di media sosial hanyalah sebuah trik murah untuk menutupi kecerobohan fatal sang putra.

Pagi-pagi sekali, sebuah panggilan telepon bernada dingin dari kediaman utama Arghantara memaksa Alfa dan Senja untuk segera datang.

Kini, di dalam ruang kerja berpanel kayu jati yang dingin dan bernuansa gelap itu, atmosfer terasa begitu mencekam. Bau asap cerutu yang pekat memenuhi ruangan.

Brak...!!!!

Gilang melemparkan beberapa lembar cetakan artikel berita online dan tangkapan layar komentar netizen yang memuji keharmonisan Alfa dan Senja ke atas meja kaca. Wajahnya yang dihiasi garis-garis usia tampak merah padam oleh emosi yang tertahan.

"Kalian pikir Papa bisa dibodohi dengan foto picisan seperti ini, Alfa?!" Suara Gilang menggelegar, memecah keheningan ruangan. Matanya yang tajam bak elang tertuju lurus pada putra sulungnya itu.

"Kamu bisa membodohi media, kamu bisa membodohi publik sampai mereka memuji-muji kepintaranmu! Tapi Papa tahu betul ke mana kamu pergi di malam penting itu!"

Alfa berdiri tegap di depan meja kerja ayahnya dengan wajah mengeras, namun jemari tangannya terkepal rapat di samping tubuhnya.

"Dila sedang kritis, Pa. Kondisinya drop parah dan aku tidak punya pilihan...."

"Cukup!" Potong Gilang seraya berdiri dari kursinya, menunjuk wajah Alfa dengan penuh penekanan.

"Jangan pernah sebut nama wanita itu lagi di rumah ini! Kamu sudah berjanji saat menikahi Senja untuk fokus pada keluarga dan bisnismu! Tapi apa yang kamu lakukan? Kamu hampir menghancurkan reputasi dua keluarga besar hanya demi seorang wanita dari masa lalumu!"

Gilang mengalihkan pandangannya pada Senja yang berdiri anggun di samping Alfa. Raut wajah pria paruh baya itu sedikit melunak, namun amarahnya masih terpancar jelas.

"Dan kamu, Senja... Papa sangat menghargai usahamu menutupi kekacauan ini di depan publik" Ujar Gilang dengan nada suara yang memendam kekecewaan.

"Tapi kamu tidak seharusnya terus-menerus melindungi kecerobohan Alfa. Kebijaksanaanmu ini justru membuat dia makin melunjak!"

Senja melangkah maju setengah tapak. Dengan gestur yang teramat tenang dan pandangan mata yang jujur, wanita itu menatap sang mertua tanpa ada raut ketakutan sedikit pun.

"Papa, mohon maafkan kami jika keputusan kami semalam mengecewakan Papa" Tutur Senja dengan suara yang teratur, halus, namun sarat akan ketegasan yang menenangkan.

"Apa yang terjadi semalam adalah keputusan yang kami ambil bersama untuk mengatasi situasi darurat. Mas Alfa sudah menyadari kesalahannya, dan kami berjanji hal seperti ini tidak akan pernah terulang lagi di masa mendatang. Saat ini, yang terpenting adalah stabilitas perusahaan dan reputasi keluarga yang sudah kembali pulih."

Gilang menatap menantunya itu dalam-dalam. Keanggunan, ketenangan, dan kecerdasan Senja dalam meredam suasana selalu berhasil meluluhkan kerasnya sikap pria tua itu.

Gilang menarik napas panjang, lalu menghembuskannya secara kasar seraya menyandarkan tubuhnya kembali ke kursi kebesarannya.

"Baiklah. Kali ini Papa lepaskan kalian karena Senja yang meminta" Kata Gilang, keputusannya terdengar mutlak dan tak dapat diganggu gugat.

"Tapi ingat kata-kata Papa, Alfa. Ini peringatan terakhir."

Gilang menatap Alfa dengan tatapan menakutkan.

"Hari ini juga, suruh wanita itu keluar dari rumah sakit itu! Pindahkan dia ke tempat lain dan pastikan keberadaannya tidak pernah terendus lagi oleh Papa. Jika sampai Papa menemukan kamu masih menemuinya atau tempat persembunyiannya teracak oleh orang-orang Papa... Papa sendiri yang akan menerbangkan wanita itu ke luar negeri secara paksa, ke tempat yang sangat jauh sampai kamu tidak akan pernah bisa menyentuh atau menemukannya lagi selamanya!"

Kalimat ultimatum itu menghantam dada Alfa bagai pukulan godam. Napas Alfa tertahan seketika, dadanya bergemuruh hebat oleh rasa panik dan amarah yang tak berdaya.

"Sekarang, kalian berdua boleh pergi!" Usir Gilang dingin, memalingkan wajahnya menuju berkas-berkas di atas meja.

Perjalanan keluar dari kediaman utama Arghantara terasa begitu membebani. Suasana di dalam mobil SUV hitam yang dikendarai Alfa diselimuti keheningan yang mencekam.

Alfa mencengkeram lingkar kemudi dengan begitu erat hingga buku-buku jarinya memutih. Matanya menatap lurus ke jalanan di depannya, namun pikirannya sepenuhnya berkecamuk hebat. Kebingungan, ketakutan, dan rasa frustrasi membakar kepalanya.

Bagaimana caranya ia memindahkan Dila dari rumah sakit terbaik itu dalam kondisi fisik yang baru saja stabil?

Ke mana ia harus menyembunyikan Dila agar tidak terjangkau oleh jaringan orang-orang suruhan ayahnya yang begitu luas dan tak terbatas?

Satu langkah salah saja, maka ayahnya akan benar-benar melenyapkan keberadaan Dila ke belahan bumi lain.

Senja, yang duduk di kursi penumpang di sampingnya, memperhatikan setiap perubahan ekspresi di wajah suaminya. Ia melihat bagaimana urat-urat di leher Alfa menegang dan bagaimana napas pria itu terdengar makin memburu.

Senja menghela napas pelan, berusaha membawa kedamaian di tengah badai pikiran yang sedang menguasai Alfa.

"Mas..." Panggil Senja lembut.

"Tenangkan dirimu dulu. Jangan memikirkan jalan keluar di saat pikiranmu sedang dikuasai oleh rasa takut."

Alfa tidak menjawab, hanya rahangnya yang makin mengeras. Kepalanya terasa mau pecah memikirkan cara melindungi Dila dari ancaman sang ayah.

Melihat Alfa yang kian tenggelam dalam keputusasaan, Senja menggeser duduknya sedikit mendekat. Dengan gerakan penuh kehangatan dan tanpa keraguan, Senja mengulurkan tangannya, meraih jemari kiri Alfa yang sedang mencengkeram erat tuas transmisi mobil.

Senja menggenggam tangan Alfa, menyalurkan kehangatan dari telapak tangannya untuk meredakan ketegangan pria itu.

"Kita pikirkan caranya bersama-sama dengan kepala dingin, ya?" Bisik Senja penuh kesabaran.

"Selalu ada jalan keluar untuk setiap masalah jika kita tidak panik."

Niat awal Senja hanyalah tindakan sederhana untuk menenangkan suaminya yang sedang berada di titik terendah. Namun, di luar dugaan Senja sama sekali...

Bukannya melepaskan atau mengabaikan sentuhan itu, Alfa justru perlahan memutar telapak tangannya. Pria itu membalas genggaman tangan Senja dengan teramat erat.

Sret....

Jemari Alfa menyusup di antara jemari Senja, menyatukan tangan mereka dalam sebuah genggaman yang rapat dan hangat. Alfa meremas lembut tangan istrinya, seolah-olah dari telapak tangan Senja itulah ia menemukan satu-satunya pijakan di tengah badai kehidupan yang siap meruntuhkannya.

Senja tersentak pelan. Matanya melebar halus saat merasakan respons spontan dari Alfa. Ada getaran aneh yang menjalar dari telapak tangan mereka, merambat naik menembus pembuluh darah hingga bermuara di balik dadanya.

Alfa mengalihkan pandangannya sejenak dari jalanan, menatap Senja dengan binar mata yang memancarkan rasa terima kasih, kepasrahan, sekaligus ketergantungan yang amat dalam.

"Terima kasih, Senja..." Suara Alfa terdengar serak dan dalam.

"Terima kasih karena selalu ada di sampingku... di saat aku sendiri tidak tahu harus melangkah ke mana."

Senja membalas tatapan itu. Di dalam keheningan mobil yang melaju di jalanan ibu kota, genggaman tangan mereka tidak terlepas sedikit pun. Tanpa disadari oleh keduanya, di tengah usaha mereka melindungi masa lalu Alfa, rasa percaya dan keterikatan emosional di antara Alfa dan Senja justru makin mengakar kuat, sebuah fondasi baru yang siap mengubah arah takdir pernikahan mereka selamanya.

1
Nadja 🎀
coba senja kerja bikin kue di toko, terus Alfa bikin lukis bareng atau bantu bikin kue roti dll bersama... nanti byk pembeli di sana semangat ya!
mery harwati
Penasaran dengan Arganthara orang tuanya Alfa & Ares, semoga sudah mati Arganthara & Prasetya 🤣
Devi Novita
zaman sekarang sudah jarang kisah cinta dan rasa cinta yg begitu dalam pada pasangannya lah kalau wanita2 sekarang bilang makan tu cinta emang cinta bisa beli skincare bisa beli perhiasan bisa buat perut kenyang😅 tp rasa cinta si Alfamart cocok dgn aku yg bersyukur dgn kata susah senang dijalani bersama doa dan ikhtiar GK akan mengkhianati hasil intinya selalu bersyukur maka segala sesuatunya dipermudah oleh Allah SWT, cemungut ya bang Alfa buat menjalani bahtera rumah tangga yg sesungguhnya doa ku bersamamu 🤭😁
Devi Novita
2 hari GK ketemu suami aja aku rindu banget GK tenang gelisah 🫣😂 lah ini 1 THN ya rindu sampai karatan lah 😁
nayla tsaqif
Udahan thorr,, bawangnya,,! Waktunya bahagia,, kerja jd pelukis aja alfa senja,, buka galeri 😩
Silvia
selamat berjuang Alfa dan senja semangat💪💪
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sesak nafas aq
Fitra Sari
lanjut KK
Hanima
🥹🥹🥹🥹😭
Hanima
gerammm eikeee tau 🤭
Hanima
ke 2 nya bodxx..pakai bangetssss
Sastri Dalila
🥺🥺🥺🙄🙄
Sastri Dalila
🥺🥺🥺👍
Sastri Dalila
🥺🥺🥺
Umfaiq
badai telah berlalu... mudahkan segala urusan nya thorrr...
Aysah Meta
Mau nangis,tapi kok yooo!!Pagi betul
ini memang sengaja malam hari kah,upnya!!Btw bayangin kalian berdua ini gimana ya!!Pintar dan kaya tanpa cela,tapi urusan hati..Kalian ini gak bisa mengungkapkan dan menangkap kode dr pasangan masing².Berarti manusia emang bener,kada ada yg sempurna ya?Baik di dunia novel maupun dunia nyata.
Tapi..aku bahagia buat kalian berdua,ke depan jangan lagi ada rahasia ya!!Diantara kita..ehhh salah??
senja dan alfa🤣😍😍😍
Maharani Rani
lanjutt kak🥲🥲😍😍
Agunk Setyawan
Yo salahe Alfa juga kenapa gak jujur dari awal disini senja juga korban mana bisa menebak" isi dan pikiran Alfa diawal kan emang Deket banget sama Dila sebelum nikah sama senja so tetap Alfa yg salah coba kalo ngmg jujur pasti gak bakal kacau 👍👍🤣
Agnezz: sumbernya karena percakapan yg gak tuntas, saat Alfa mengatakan dia mempunyai kekasih yg sakit gagal ginjal kalo dapat donor ginjal dan sembuh maka........belum selesai bicara sudah dapat telp yg mengabarkan Dila drop. Alfa langsung panik dan meninggalkan Senja. Sedang Senja yg ditinggalkan menyimpulkan sendiri kalo mereka akan bercerai. Padahal yg sebenarnya adalah Alfa dan Dila akan putus hubungan. Setelahnya Alfa alpa mengatakan hal yg penting itu, Senja sendiri juga banyak menutup diri, menyembunyikan hatinya yg rapuh. Disini masalah terbesarnya adalah miskom diantara mereka.
total 2 replies
Agnezz
mulai dari sekarang,.jangan pernah rahasiakan apa2 lagi. Suami istri itu harus saling terbuka, walau hal itu menyakitkan. karena dari situ bisa timbul saling memahami dan saling percaya.
Agnezz
Baru tau kenyataannya kan Senja, makanya jangan berputar2 pada pemikiranmu sendiri, kalo ada yg perlu ditanyakan kepada Alfa tanyakan, kalo ingin marah dan kecewa pada Alfa katakan. kamu memilih diam Senja dan berusaha terlihat kuat. Yang paling fatal kamu pergi tanpa pamit pada Alfa.biar bagaimanapun dia masih suamimu saat itu dan sekarangpun masih tetap suamimu.
Agnezz: bener banget kak 👍
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!