NovelToon NovelToon
Selir Figuran Bertahan Hidup

Selir Figuran Bertahan Hidup

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Moora Lunatia

Zhao Xinyue sadar dirinya bukan villain utama, bukan heroine, melainkan selir berpangkat rendah yang di novel asli mati karena tanpa sengaja melihat rahasia kaisar. Begitu sadar, targetnya cuma satu. "Aku tidak ingin naik pangkat. Aku cuma ingin hidup sampai akhir cerita."
Masalahnya... Semakin dia berusaha tidak mencolok, semakin banyak orang memperhatikannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moora Lunatia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Setahun telah berlalu sejak malam perayaan titik balik matahari musim dingin, dan istana kekaisaran telah berubah menjadi tempat yang sama sekali berbeda dari sebelumnya.

Angin musim semi bertiup sejuk melintasi jendela Istana Kedamaian Duniawi, membawa aroma bunga persik yang bermekaran. Aku berbaring miring di atas kasur berlapis sutra yang sangat empuk, menopang perutku yang kini sudah membuncit sebesar semangka.

Ya, "kerja keras" Sang Naga setahun yang lalu ternyata membuahkan hasil yang sangat nyata. Saat ini, aku sedang menjalani bulan kedelapan masa kehamilanku, atau dalam bahasa kantorku dulu: masa persiapan cuti melahirkan yang dibiayai penuh oleh negara.

Di seberang ruangan, Su Wan berdiri dengan postur sempurna, membacakan laporan kuartal pertama dengan suara jernihnya. Sang pahlawan wanita itu kini tidak lagi mengenakan gaun mencolok untuk menarik perhatian Kaisar. Ia mengenakan jubah rapi berwarna hijau lumut dengan bordir bangau, lambang Kepala Pengawas Harem.

"Panen gandum dari tanah percontohan yang dikelola oleh para selir di paviliun barat menunjukkan peningkatan dua kali lipat, Yang Mulia Permaisuri," lapor Su Wan tanpa berkedip. "Sementara itu, kelompok rajut yang dipimpin oleh Selir Lan telah menyelesaikan lima ratus selimut musim dingin untuk dikirim ke barak prajurit di utara bulan depan."

Aku mengunyah sepotong kue beras dengan malas lalu mengacungkan jempol. "Bagus sekali, Adik Su. Berikan mereka bonus tambahan dari kas istana. Orang yang sibuk bekerja tidak akan punya waktu untuk menggosip."

Di bawah manajemen tanganku dan eksekusi brilian Su Wan, harem kekaisaran yang dulunya merupakan arena pertumpahan darah kini telah berubah menjadi semacam badan usaha milik negara. Karena Li Jingchen menolak keras melangkahkan kakinya ke paviliun mana pun selain istanaku, para selir yang kesepian akhirnya kuarahkan untuk melakukan kegiatan produktif. Daripada mereka meracuni teh satu sama lain, lebih baik mereka menanam teh dan menjualnya untuk menambah uang saku bulanan!

"Hamba akan segera mencatatnya," Su Wan menunduk hormat, menyunggingkan senyum tulus. "Yang Mulia Permaisuri tidak perlu memikirkan urusan logistik lagi. Tabib Zhao berpesan agar Yang Mulia memusatkan seluruh energi untuk menyambut kelahiran pewaris takhta."

Baru saja Su Wan selesai bicara, pintu utama istana didorong terbuka dengan bantingan yang cukup keras.

Kaisar Li Jingchen melangkah masuk dengan jubah naga yang separuh terbuka, napasnya sedikit terengah, dan wajahnya memancarkan kepanikan yang luar biasa. Di belakangnya, beberapa menteri tua dan Kasim Su berlarian tergopoh-gopoh dengan wajah pucat pasi.

"Shen Yu!" panggil Li Jingchen, setengah berlari menghampiri ku. Ia langsung berlutut di atas karpet Persia, meraih tanganku dan menempelkannya ke pipinya. Mata elangnya yang biasanya memancarkan teror kini membulat penuh kecemasan. "Tabib Zhao bilang kau tiba-tiba mengirim pelayan ke dapur kerajaan dan meminta mereka mencari arang! Apakah perutmu sakit?! Apakah pewarisku menendang tulang rusukmu lagi?!"

Aku mengerjap bingung, menatap Sang Penguasa Daratan yang kini terlihat seperti suami biasa yang sedang panik melihat istrinya kontraksi.

"Yang Mulia... hamba tidak sakit," ujarku pelan, menarik tanganku untuk mengusap keringat di dahinya. "Hamba mengirim pelayan mencari arang karena hamba tiba-tiba sangat ingin makan ubi bakar. Bau asapnya... hamba merindukannya."

Keheningan absolut menyelimuti ruangan itu.

Para menteri tua di ambang pintu nyaris pingsan. Mereka sedang berada di tengah rapat genting mengenai strategi perbatasan, dan Kaisar Tiran mereka tiba-tiba membatalkan sidang, melompat dari singgasananya, dan berlari melintasi dua halaman istana... hanya karena Permaisuri sedang ngidam ubi bakar?!

Rahang Li Jingchen mengeras sejenak. Ia menoleh ke arah Kasim Su dengan tatapan membunuh.

"Kau dengar apa yang dikatakan Permaisuri?!" raung Li Jingchen, membuat Kasim Su melompat ketakutan. "Bawakan ubi bakar terbaik dari perkebunan selatan sekarang juga! Jika ubinya tidak manis, aku akan memenggal kepala koki kerajaan!"

"S-siap laksanakan, Yang Mulia!" Kasim Su langsung mengambil langkah seribu bersama para pelayan lainnya, sementara para menteri yang canggung buru-buru membungkuk dan melarikan diri kembali ke pengadilan luar. Su Wan, yang sudah terbiasa dengan pemandangan absurd ini, ikut pamit undur diri dengan senyum penuh arti, menutup pintu ganda itu rapat-rapat.

Begitu kami hanya berdua, Li Jingchen menghela napas panjang, menjatuhkan dahinya ke atas bantal di dekat bahuku. Ia merengkuh pinggangku yang kini sudah hilang lekukannya, menyandarkan wajahnya ke perutku yang membuncit.

"Kau akan memperpendek umurku, Shen Yu," gumamnya dengan suara serak. Tangannya yang besar mengelus perutku dengan kelembutan yang nyaris tak masuk akal.

Aku terkekeh pelan, menelusuri rambut hitamnya yang tebal. "Jika umur panjang Anda digunakan untuk marah-marah di ruang sidang, lebih baik Anda menghabiskannya di sini menemani hamba memakan ubi."

Li Jingchen mendongak, menatapku dengan mata gelapnya yang memabukkan. Setahun menjadi suami istri tidak mengurangi sedikit pun intensitas tatapan pria ini. Ia selalu menatapku seolah aku adalah satu-satunya jangkar yang menahan kewarasannya di dunia ini.

"Sidang bisa dilanjutkan besok. Perbatasan tidak akan runtuh hanya karena aku pergi satu jam," ucapnya pelan, mengecup punggung tanganku. "Tapi melihatmu mengerutkan kening karena tidak mendapatkan apa yang kau inginkan... itu adalah masalah negara tingkat tertinggi."

Aku tersenyum lembut. Hatiku menghangat, penuh hingga rasanya nyaris tumpah.

Di kehidupan masa laluku, aku menghabiskan seluruh waktuku untuk bekerja keras tanpa dihargai, memimpikan sebuah kehidupan yang tenang dengan jaminan pensiun yang layak. Ketika aku terbangun di dalam novel mengerikan ini sebagai selir rendahan, aku pikir hidupku akan berakhir di tiang gantungan.

Namun, menatap pria di hadapanku ini, aku menyadari bahwa aku telah mendapatkan jauh lebih dari sekadar jaminan pensiun.

Aku tidak hanya bertahan hidup; aku mengubah seluruh tatanan dunia ini. Sang pemeran utama Su Wan kini adalah bawahan terpercaya dan sahabatku. Faksi-faksi korup telah disapu bersih. Harem kekaisaran yang penuh intrik telah berubah menjadi tempat yang makmur dan damai.

Dan sang Tiran Berdarah Dingin yang seharusnya mati mengenaskan di akhir novel... kini berlutut di depanku, membelai perutku, dan menumpahkan seluruh cinta serta pengabdiannya hanya untukku seorang. Naskah asli novel ini telah hancur sepenuhnya, dan aku sendirilah yang menulis ulang akhirnya.

"Yang Mulia," panggilku pelan.

"Hm?" Li Jingchen memiringkan kepalanya, mengecup leherku.

"Saat anak ini lahir nanti," bisikku, melingkarkan lenganku di bahunya yang lebar, "jika dia perempuan, hamba tidak ingin dia dijodohkan demi aliansi politik. Jika dia laki-laki, hamba tidak ingin Anda mengajarinya untuk menjadi tiran yang kejam."

Li Jingchen menahan gerakannya. Ia menegakkan tubuhnya, menatap lurus ke kedalaman mataku. Wajahnya serius, namun dipenuhi oleh cahaya kelembutan yang hanya menjadi milikku.

"Keturunan kita tidak akan pernah menjadi pion bagi siapa pun," janji Li Jingchen, suaranya mengalun seperti sumpah abadi. "Mereka akan tumbuh melihat bagaimana ayah mereka menaklukkan dunia, dan bagaimana dunia menundukkan kepalanya kepada ibu mereka."

Ia menundukkan wajahnya, menyatukan bibir kami dalam ciuman yang lambat dan memabukkan. Semua rasa sakit, ketakutan, dan kepanikan di awal perjalananku seolah terhapus bersih oleh kehangatan sentuhannya.

Tugas utamaku sebagai budak korporat telah benar-benar selesai. Kini, gajiku dibayarkan dengan kedamaian abadi, cuti panjang seumur hidup, dan cinta seorang kaisar yang akan terus membara hingga akhir waktu. Di bawah langit kekaisaran ini, Shen Yu si figuran rendahan, akhirnya menemukan rumahnya.

...The End...

1
Aidil Kenzie Zie
sepertinya semenjak ada Shen Yu sang Kaisar lupa sama Selir yg lainnya 🤭🤭🤭🥰🥰🥰🥰
Aidil Kenzie Zie
selamat Permaisuri Shen🥰🥰🥰
Aidil Kenzie Zie
semangat Shen Yu 💪🏻💪🏻💪🏻
Aidil Kenzie Zie
Aaa Shen Yu OTW jadi Permaisuri 🥰🥰🥰🥰🥰
Aidil Kenzie Zie
semakin lama semakin manis sang Kaisar 🥰🥰🥰
Aidil Kenzie Zie
Shen Yu kamu sekarang sudah jadi kesayangan Kaisar 🥰🥰🥰
Aidil Kenzie Zie
👍🏻👏🏻👏🏻 Selir Shen
Aidil Kenzie Zie
sepertinya bakalan susah untuk mengelabui Su Wan 🤔🤔🤔🤔
Aidil Kenzie Zie
a a. a Shen Yu si unboxing Kaisar 🥰🥰🥰🥰
Aidil Kenzie Zie
nggak usah ditipu Kaisar nya Selir Shen wong dia tau kamu pintar tapi masih pura-pura 🤭🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
Merdeka 🥰🥰🥰
Aidil Kenzie Zie
Shen Yu turut berdukacita 🤭🤭🤭🤭
karena makan buah simalakama 🤭🤭🤭😭😭😭😭
Aidil Kenzie Zie
siap-siap dipenggal Kaisar Selir Shen 🤭🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
cerita di novel sama yang kamu jalani beda Shen Yu atau mungkin kamu yang akan dibawa oleh Kaisar untuk naik ke ranjangnya 🫣🫣🫣🥰🥰🥰🥰
Aidil Kenzie Zie
apa Kaisar nggak takut kalau Shen Yu di bully atau mau di racun lagi
tapi aku penasaran tor itu "Selir" istri Kaisar juga??? atau apa kurang paham 🤭🤭
Aidil Kenzie Zie: makasih tor soalnya kurang paham
lah ni mau cari selir baru lagi🤔🤔🤔
total 2 replies
Wawan
Hmmmm .....menarik 👍
Aidil Kenzie Zie
kamu sudah jadi kesayangan Kaisar Selir Shen 🥰🥰🥰
Aidil Kenzie Zie
lagian ada aja kelakuan mu Shen
berharap Kaisar jijik ealah malah tetap nempel 🥰🥰🥰
Aidil Kenzie Zie
ha ha ha 🤭🤭🤭turut bahagia atau sedih y atas nasibmu 🤔🤔🤔🤔😭🤣🤣🤣🤣
Aidil Kenzie Zie
selamat menikmati hidup dibawah hidung Li Jengchen 🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!