NovelToon NovelToon
OBSESI Karina

OBSESI Karina

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Cintapertama
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Pencari Cerita

Sejak kecil Karina terbiasa melihat ibunya bekerja keras ditambah lagi setelah sang Ayah memilih pergi dengan wanita lain, oleh karena itu, Karina berjanji pada dirinya sendiri dimana dia ingin bebas dari kemiskinan, Sampai suatu hari, Karina bertemu dengan Adrian Mahardika pemuda Tampan. Berpendidikan. Pewaris keluarga konglomerat yang memiliki segalanya. Bagi Karina, Adrian bukan sekadar lelaki. Ia adalah jalan keluar dari kehidupan yang selama ini ia inginkan, yaitu kemewahan. Sejak saat itu, Adrian menjadi obsesinya. Akankah Karina mampu memenangkan Obsesinya atau malah membuat Hidupnya hancur dengan Obsesinya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pencari Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23

Sementara Katrin masih berdiri di dalam studio, pikirannya terus dipenuhi pertanyaan tentang hubungan antara Karina dan Herman, tatapan mereka tadi terlalu aneh untuk disebut kebetulan. Katrin mengenal Herman cukup lama. Ia tahu bagaimana pria itu bersikap kepada orang lain. Herman bukan tipe orang yang mudah menunjukkan emosi, apalagi di depan banyak orang, namun tadi...Tatapan Herman kepada Karina terlihat berbeda, Seolah-olah ada sesuatu yang pernah terjadi di antara mereka.

“Siapa sebenarnya Karina?” gumam Katrin pelan. Ia tetap berdiri sambil terus menerka hubungan apa anatara Herman dan Karina.

Di tempat lain, Adrian masih duduk di ruang kerjanya.

Siaran langsung talkshow yang baru saja selesai masih terpampang di layar laptop, Awalnya Adrian hanya ingin melihat bagaimana Karina menjalani acara tersebut, Namun ketika sosok Herman muncul di layar, ekspresi wajah Adrian seketika berubah.

Tangannya yang semula berada di atas meja perlahan mengepal, Ia kembali melihat pria itu.

Nama yang selama dua tahun terakhir selalu berusaha Adrian hindari, Ingatan Adrian kembali pada dua tahun silam, saat itu, rumah yang dulu dipenuhi kehangatan perlahan berubah menjadi tempat yang penuh tekanan, Herman datang dan membuat ibunya menuruti hampir semua keinginannya, dan sejak saat itu, Adrian menyimpan luka yang tidak pernah benar-benar sembuh, tatapannya kemudian kembali tertuju pada layar, kali ini yang terlihat adalah Karina, Adrian memperhatikan wajah gadis itu, Ada sesuatu yang berbeda, Karina terlihat tidak seperti biasanya, pikiran Adrian mulai dipenuhi kekhawatiran, Tanpa berpikir panjang, Adrian mengambil ponselnya dan menghubungi Tomy, tidak lama kemudian panggilan tersambung, Adrian langsung menanyakan tentang Karina.

“Baik, Pak. Kami sedang dalam perjalanan kembali ke kantor.” panggilan berakhir, seketika Tomy melirik ke kursi belakang melalui kaca spion, Karina duduk diam di sana dan Wajahnya terlihat murung sejak mereka meninggalkan studio. Tomy mengira Karina masih terganggu karena bertemu Katrin.

"Pak tomy." kata karina tiba - tiba "Apa bisa antarkan saya kerumah, sepertinya aku tidak enak badan." ucap karina kembali

Tomy yang melihat ekspresi karina sejak keluar studio berbeda dari biasanya, akhirnya mengikuti keinginan nya.

***

Tomy tiba kembali ke kantor tanpa Karina, ia langsung menceritakan semua pada Adrian, dan Adrian memahaminya, namun pikiranya kembali khawatir kalau pria itu sempat bicara pada Karina

"Tapi kau yakin kan, Karina tidak berbicara dengan pria itu?" tanya Adrian yang masih khawatir

"Saya rasa tidak pa Adrian."

"Baguslah....,aku takut kehilangan dia Tom."

Mendadak Adrian mengatakan hal yang jarang sekali dikatakan terkait perasaanya, dan kali ini perasaan nya mungkin telah semakin sayang pada Karina, namun ia kembali teringat peristiwa kemarin kala melihat jelas wajah Karina yang penuh kecewa, pelukan katrin yang tidak disengaja dilihat Karina mungkin menambah beban pikiranya, dan sampai hari ini Adrian belum berani bicara padanya. Setelah pulang kantor ia memutuskan untuk ketempat Karina seorang diri. Sementara itu dirumah karina Dimas dan orang tuanya kebetulan sedang berkunjung ke rumah Karina, malam itu Karina dan dimas berada diluar teras depan rumah Karina, pembicaraan mereka sangat serius, dan di sela pembicaraan nya Dimas masih menginginkan karina berubah pikiran dan mau menerima pinangan nya, namun Karina kini masih ragu ragu, dengan perasaanya, ia masih mengharap Adrian yang melamarnya, sampai hari ini perasaan itu tetap sama, dulu harapanya bersama Adrian hanya untuk menggapai impian nya menjadi kaya, namun setelah semakin dekat perasaan itu semakin besar, bukan lagi keinginan tapi berubah menjadi rasa yang sulit untuk dijelaskan, Adrian memarkirkan mobilnya didepan rumah Karina dan melihat mereka sedang duduk terlalu dekat, tangan dimas sedang mengusap air mata yang jatuh diwajah Karina, dan Adrian merasa cemburu, ia bergegas pergi setelah melihat itu, tanpa menanyakan kebenaran lebih dulu.

Pagi itu Adrian terlihat berbeda dimata Tomy dan Ayahnya, wajahnya penuh kekesalan, dan Tomy merasa sedikit aneh,

"Tom, mulai besok, jangan biarkan dia tidak disiplin waktu, jangan ia merasa sudah menjadi model, bisa sesukanya bekerja." kata Adrian dengan suara lantang melampiaskan kekesalan nya

Tomy dan ayahnya langsung kaget mendengar itu, tomy masih tidak mengerti kemana arah pembicaraan tuan muda nya itu.

"Maksud pak Adrian.....apa itu untuk mba Karina?"

"Iya....siapa lagi." adrian berdiri dari meja makanya

"Cepat Tom, kita tak boleh telat." sahutnya lagi

Tomy dan ayahnya saling bertatapan, sementara Adrian langsung berlalu dari hadapan mereka berdua

"Ada apa tom, Apa Karina membuat kesalahan diacara kemarin?" tanya Pak Surya yang penasaran

"Saya rasa tidak pak?" jawab tomy yang juga tidak mengerti tentang perubahan sikap Adrian

Diluar Adrian yang sudah masuk ke dalam mobilnya membunyikan klakson dengan kencang sekali, membuat tomy bergegas berlari menuju Adrian yang sudah menunggunya.

Saat sampai dikantor, sebenarnya Adrian dan Karina saling berpapasan, namun Adrian hanya berlalu begitu saja didepan Karina, tomy mengikutinya dibelakang, karina tak menyangka Adrian kembali seperti waktu pertama ia mengenal nya, karina termenung sesaat dengan tingkah Adrian, biasanya dia akan senang bila berpapasan dan menyapa Dirinya walau hanya sesaat, tapi kali ini ia melewatinya begitu saja, padahal Karina yang seharusnya kecewa denganya karna melihatnya berpelukan dengan Katrin, tapi kenapa Adrian malah bersikap kembali dingin padanya

"Ada apa dengan Adrian, apa dia marah karna aku marah?" karina bertanya dalam hatinya, Karina masih berdiri di tempatnya, Matanya mengikuti punggung Adrian yang semakin menjauh bersama Tomy.

Pukul sepuluh, Karina sedang menunggu pak Hasto untuk mengantarnya ke sebuah tempat pemotretan sebuah majalah, namun kali ini pak hasto mengalami keterlambatan, Adrian juga akan keluar kantor untuk meeting dengn salah satu klain, mereka kembali bertemu, mereka saling berdiri berdampingan, terlihat Karina menatapnya sekilas, namun Adrian bepura pura tidak melihatnya, hingga tibalah tomy keluar dari mobil dia langsung menyapa karina setelah melihat nya berdiri disamping Adrian

"Lohhh...mba Karina belum jalan?, hari ini ada pemotretan majalah kan?"

"Iya...sepertinya pak Hasto telat datang, ban mobilnya kempes."

"Kalau begitu, kenapa gak bareng pak Adrian saja, kita satu arah ko, iyakan pak Adrian?" kata tomy langsung melihat ke arah Adrian.

Namun Adrian menolaknya dengan nada ketus

"Dia bisa pesan taxi online, jangan terlalu memanjakannya." kata Adrian sambil berjalan menuju mobilnya.

Tomy hanya mampu menghela nafas berat, sementara Karina terlihat mulai kesal dengan tingkah Adrian, ia benar benar tidak menyangka Adrian bisa secepat itu berubah, setelah beberapa bulan terakhir hubunganya semakin dekat, hanya karna kesalahan yang tidak ia ketahui adrian mulai berubah sikap,

"Ada apa dengan Adrian, apa aku melakukan kesalahan?, atau karna kemarin aku tidak menemuinya sehabis acara live?" pikiran Karina terus melayang memikirkan perubahan sikap Adrian

"Ahhhh...sudahlah, aku tidak harus berlutut untuk menyatakan perasaanku." ungkap Karina kesal, dan tanpa Karina sadari, Adrian sedang meluapkan kecemburuan nya pada seseorang yang dilihatnya malam itu bersama Karina. Dua orang yang sebenarnya sama-sama sedang terluka kini memilih saling memendam perasaanya.Tidak satu pun dari mereka tahu bahwa semua ini berawal dari sebuah kesalahpahaman, Dan di saat hubungan mereka semakin renggang, ada pihak lain yang merasa diuntungkan, dan mereka katrin dan Dimas bisa saja memgambil kesempatan ini untuk mendapatkan mereka kembali.

1
najmun_huda
ganba kakak....👍
Pencari Cerita: terima kasih kaka
total 1 replies
Pencari Cerita
mudah mudahan yang baca suka sama cerita aku, jangan lupa kasih masukam.ya🙏, terima kasih
Pencari Cerita
makin kesini makin asik, mampir juga yuuk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!