Alexa tak pernah menyangka hidupnya akan berubah hanya karena sebuah novel dark romance yang ditulis oleh saudara kandungnya sendiri. Saat membaca bab terakhir, ia menggerutu karena merasa alurnya terlalu kejam dan tokoh utama perempuan diperlakukan tanpa belas kasihan. Namun, ketika tanpa sengaja terjatuh dari tempat tidur, Alexa membuka mata di dunia yang sama persis dengan novel itu. Yang lebih mengejutkan, ia bukan menjadi tokoh sampingan—melainkan Alexa, karakter utama dengan nama yang sama dengannya. Kini ia adalah istri dari Raiden Damon Alteir, seorang mafia paling berkuasa yang namanya ditakuti di seluruh dunia bawah tanah. Di balik wajah tampannya, Raiden dikenal sebagai pria yang dingin, kejam, dan tak mengenal belas kasihan. Setiap kali amarahnya memuncak, kedua matanya berubah menjadi merah, seolah memperlihatkan sisi tergelap yang bahkan para pembunuh bayaran pun takut hadapi. Dalam alur novel, Alexa hanyalah pion yang terus dipermainkan dan dikendalikan oleh sang mafia psikopat. Ia tahu bagaimana kisah itu seharusnya berakhir—tragis. Karena itulah, Alexa bertekad mengubah takdirnya dan keluar dari cerita sebelum semuanya terlambat. Namun, semakin keras ia berusaha melarikan diri, semakin Raiden Damon Alteir menolak melepaskannya. Di dunia yang dipenuhi rahasia, perebutan kekuasaan, dan bahaya di setiap sudut, Alexa harus memilih: mengubah akhir cerita yang sudah ditulis, atau tenggelam dalam takdir kelam yang menantinya bersama sang raja mafia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31
Perjalanan kembali dari markas bawah tanah menuju mansion berlangsung dalam keheningan yang teramat pekat.
Di dalam kabin mobil sedan lapis baja yang merayap menembus kegelapan malam, Alexa duduk membeku di pojok jok kulit. Tubuhnya masih bergetar pelan, dan warna di wajahnya belum juga kembali. Bau amis darah yang sempat dihirupnya di ruang penyiksaan seolah masih menempel di indra penciumannya, memicu rasa mual yang terus bergejolak di perutnya.
Ia tak berani lagi melirik ke arah Raiden, apalagi melancarkan godaan manja konyol seperti sebelumnya. Semua keberanian nekatnya telah lenyap, lebur oleh trauma membekukan yang baru saja disaksikannya.
Di sampingnya, Raiden duduk menyilangkan kaki dengan tenang. Pria itu sudah membersihkan noda darah di wajahnya, kembali tampil sempurna dan dingin bagaikan tak baru saja mencungkil bola mata seseorang.
Namun, di tengah kesunyian yang merayap tajam itu, sebuah rasa penasaran yang besar mendadak menyusup ke otak Alexa. Pertanyaan yang selama ini mengganjal di benaknya kembali mencuat ke permukaan.
'Kalau dia sebenci ini padaku, kalau dia menganggapku cuma mainan atau pajangan rapuh... kenapa dulu dia mau menikahi Alexa?' batin Alexa merenung, mematung menatap jemarinya yang saling bertautan erat di pangkuannya.
Dengan sisa keberanian yang ada dan suara yang masih gemetaran parah, Alexa memecah keheningan kabin.
"T-Tuan Raiden..." panggil Alexa sangat pelan, suaranya parau dan bergetar tipis.
Raiden tidak menoleh, tetapi keheningan di sekitarnya mengisyaratkan bahwa pria itu mendengarkan.
"Kenapa... kenapa dulu kamu mau menikahiku?" tanya Alexa akhirnya, membuang pandangannya ke luar jendela, takut menatap reaksi pria itu. "Maksudku... kamu punya segalanya. Kekuasaan, harta, dan pasukan. Kamu bisa memilih wanita mana saja di dunia ini. Tapi kenapa... kenapa harus 'Alexa'?"
DEG.
Gerakan jemari Raiden yang berada di atas pangkuannya seketika terhenti.
Pria itu memutar kepalanya secara perlahan. Iris mata hitam legamnya yang pekat menghujam tepat ke arah samping wajah Alexa—begitu tajam, dalam, dan dipenuhi oleh kilatan intrik yang amat berbahaya. Suhu di dalam mobil serasa merosot membeku hingga ke titik nol.
"Kau..." suara Raiden mengalun rendah, bernada penuh penekanan dingin yang menusuk tulang. "Sungguh lupa, Alexa?"
Glek.
Alexa menelan ludahnya dengan sangat susah payah. Keringat dingin kembali membasahi tengkuknya.
Pertanyaan Raiden yang terkesan menuntut itu seketika menghantam kesadarannya. Alexa panik setengah mati. Ia baru ingat bahwa dirinya adalah jiwa asing yang masuk ke dalam tubuh tokoh 'Alexa' di dalam novel ini! Ia sama sekali tidak memiliki ingatan masa lalu tentang apa yang pernah terjadi antara Alexa yang asli dan Raiden sebelum pernikahan ini terjadi.
Melihat tatapan tajam Raiden yang seolah sanggup menguliti rahasia terdalamnya, nyali Alexa runtuh seketika. Jika Raiden curiga bahwa dirinya bukan Alexa yang sebenarnya, hidupnya benar-benar akan berakhir di ruang penyiksaan bawah tanah tadi.
"A-ah... n-nggak, kok! Lupakan saja!" seru Alexa terbata-bata dengan nada panik yang tak bisa disembunyikan. Ia buru-buru memalingkan wajahnya rapat-rapat ke arah jendela luar, pura-pura sangat tertarik menatap pepohonan malam yang melesat cepat. "Lupakan saja... aku cuma asal bicara karena mengantuk. Anggap saja aku nggak pernah tanya..."
Raiden tidak menyahut. Namun, pendar mata hitamnya tetap terkunci lurus pada Alexa untuk waktu yang lama, menyimpan keraguan dan kecurigaan tebal yang membisu.
Tak lama kemudian, mobil mewah itu melaju memasuki pelataran mansion Alteir yang megah.
Begitu pintu mobil dibuka oleh pengawal, Alexa langsung keluar tanpa membuang waktu. Dengan kaki yang terasa lemas, gemetaran, dan serasa mau copot akibat kombinasi lari belasan putaran serta trauma hebat malam ini, Alexa memaksa tubuhnya melangkah naik menyusuri tangga utama mansion.
Setiap pijakan kakinya di atas anak tangga terasa bagaikan siksaan berat, namun ketakutan akan berada di dekat Raiden memberinya dorongan ekstra untuk terus merambat naik.
CEKLEK.
Sampai di dalam kamar mewahnya, Alexa tidak memedulikan apa-apa lagi. Ia bahkan tidak memiliki tenaga untuk mengganti pakaiannya atau membersihkan diri.
Dengan langkah gontai, Alexa menyeret tubuhnya mendekati ranjang king size yang empuk. Ia menjatuhkan dirinya begitu saja ke atas kasur, menenggelamkan wajahnya di antara bantal yang lembut.
Sensasi hangat dan aman dari tempat tidur seketika menyapa fisiknya yang kelelahan luar biasa. Dalam hitungan detik, rasa lelah mental dan fisik melahap habis kesadarannya, membawa Alexa jatuh tertidur lelap dalam kegelapan malam, mencoba melupakan mimpi buruk yang nyata di dunia novel gila ini.
double up
takut Raiden nya kelamaan ngejelasinnya nya
Alexa main lompat aja🥹
anak orang udah diperawanin trus ilang
jangan salahin kalau ntar Alexa nya menghilang juga😔
ketagihan kan kan 🙊🙄🙄
Raiden bikin Alexa hamil
tunjukkan kehebatan mu Raiden