Helena berjuang untuk mendapat hati Edgar, tetangganya. Mencuri perhatian saat pria itu menjadi dosen tamu di kampus, bertingkah lucu saat weekend, atau mencoba melakukan segala cara agar bisa berbicara dengan pria itu.
Apakah Edgar akan luluh?,
Tapi, kenyataan pahit harus diterima Helena. Saat mengetahui bahwa Edgar adalah mantan ibunya.
Bagaimanakah Helena menata Hati saat merelakan Edgar menikahi ibunya.
Helena memilih kuliah di luar negeri, sampai suatu saat kembali...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sweet and dream, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22
Di Belanda
Sandra bangun lebih awal, masih pukul 06.30. Smith sudah berada di teras rumah sambil meny sap kopi bersama Fiona yang sedang merajut kaos kaki bayi berwarna krem.
"Hi, Sandra. Mari bergabung" Ajak Fiona
"Ini weekend, biasanya kami melakukan piknik atau mengunjungi pantai disana" ucap Fiona, menjelaskan bahwa didekat rumah mereka ada pantai yang bersih warna putih.
Di desa itu, terdapat pantai dan juga pandang rumput hijau menghampar. Orang-orang biasanya memanfaatkan nya untuk foto pre-wed.
"Kami akan senang kalau kalian ikut bersama kami ke pantai pagi ini" ajak Smith
"ya, waktu pagi terasa sejuk dan akan ada beberapa wisatawan lokal yang juga akan bersantai disana" jelas Fiona
Gina masih tertidur pulas, sedang Sandra juga ikut menikmati kopi dan mengobrol ringan terutaman tentang Bram Xavier, mantan suaminya.
"Apa dulu Bram piknik. bersama kalian juga? "
Tanya Sandra
"Tidak juga, dia lebih senang menghabiskan waktu menulis novel atau bersepeda. Sepertinya hanya pernah dua kali. pertama saat dia kalah taruhan denganku, kedua karena ingin buat video" jawab Smith
"Dia masa sama... " gumam Sandra
"O iya, sebentar" Smith lalu bergegas mengambil sesuatu lalu kemudian memberikannya ke Sandra.
"Ini.. " Smith memberikan kunci ruangan kerja Bram Xavier
"sejak pertama kedatangan ku dirumah ini, Uncle Bram tidak pernah mengizinkanku untuk keruangan kerjanya. Jadi, bahkan setelah kepergiannya dia tak membicarakan apapun atau berpesan. Kupikir sebaiknya kunci ini kuberi kan padamu" jelas Smith
"Tapi, aku sudah melanggarnya. aku ke ruangan itu untuk membersihkannya. Dan laptopnya juga masih terawat disana" ucap Smith
"Terimakasih, kalian berdua telah merawat Bram dengan baik" ucap Sandra, seketika matanya kabut.
"Permisi" Sandra menuju kamar mandi di kamar tamu, tempat Dirinya dan Gina menginap. Ia melewati Gina yang sedang tertidur pulas.
Dia menangis, menyesali. Menganggap hal ini tak akan terjadi kalau bukan karena dirinya.
"Maaf kan mama Helena, seharusnya kamu bisa bersama Papa kamu saat ini " ucap Sandra.
Di Rumah Edgar
Weekend terasa sedikit berisik. Karena pagi -pagi sudah ada panggilan suara dari Helena. Ini sudah ke empat kalinya gadis itu menerornya.
"Little Bird".. Ya Panggilan untuk Helena.
Gadis itu selalu berkicau seperti burung. Bahkan jika Edgar hanya membalasnya dengan anggukan atau jawaban yang terdengar dingin ditelinga. Cinta telah membuat Helena ke mode ON.
Dila mengetuk bel rumah Helena, ingin mengajak gadis itu jalan ke mall nanti siang, sebenarnya sih ada maksud lain.
Dara sudah pulang dari rumah kakaknya yang berada di luar kota. Dia menenteng oleh-oleh dari kota itu. Kerupuk basah.
"Helena, buruan ini aku udah didepan. Jangan kelamaan entar dikira minta sumbangan lagi" pesan teks Dila kirim ke Helena
"Tuing" suara notifikasi berbunyi di ponsel Helena.
Helena mengambil jepit rambut lalu merapikan rambutnya. Ia membukakan pintu untuk teman cegilnya itu
"itu bibir kenapa, kayak abis nyium kodok. monyong gitu" tanya Dila.
Helena tidak menjawab. Lalu mereka memutuskan untuk duduk di dining room.
"kamu bawa apa itu, .... jadi laper" ucap Helena.
"Giliran udh liat makanan, langsung seger matanya. Jawab dulu baru aku kasih. kenapa badmood gtu, masih pagi ini" tanya Dila
"Oh.. itu gk ada Papa" jawab Helena.
Walaupun mereka dekat, jujur kalau soal crush Helena agak tertutup. Sebaliiknya Dila akan blak-blakan cerita.
"okeyy, kalau kamu udah siap cerita. Kabarin ya" Dila mengerti bagaimana Helena.
Ada saat ia perlu memberikan Helena space untuk dirinya sendiri.
Dila membuka Box yang berisi makanan khas tempat tinggal kakak iparnya.
"Ini apaan namanya Dil? " tanya Helena
"Ini namanya kerupuk basah, terbuat dari ikan dicampur tepung & bumbu-bumbu terus dikukus. Nah, makannya makin enak kalau di cocol pake saus kacang" jelas Dila panjang lebar
"Paham cik Gu" jawab Helena terlihat ngiler melihat makanan itu
"Cobain dech, " Dila memeberikan potongan kerupuk basah yang dicocol saus kacang.
"Gimana? " Dila menunggu respon Helena yang masih asyik mengunyah
"Sumpah enak. banget ini.. mau lagi.. " Jawab Helena keenakan
Dila dengan tidak dirinya hampir memakan sebagian besar kerupuk basah.
"Helena, kamu udah gak makan berapa hari sih" tanya Dila ketawa melihat mulut Helena yang penuh, makan sambil kegirangan kepalanya menari ke kiri dan ke kanan
"hm... enak. banget..... " Puji Helena
"Ajarin aku bikinnya... " pinta Helena berbinar
"Jangan ngadi-ngadi dech , aku aja dibuatin kakak iparku, yg ada ikannya bakal jdi snack kucing" jawab Dila
"Meowwww... 🐱🐱" Ocehan mereka disahut oleh kucing.
Mereka berdua menoleh ke arah kucing dan tertawa.
"Ya ampun makin besar aja perut anak kamu, bentar lagi bakal punya cucu" ucap Dila membuat suasana makin pecah
"Kasian cucu-cucu aku, gak tau siapa bapaknya. hufft" Jawab Helena dengan wajah memelas
Helena m
"Btw kamu sama uncle Edgar gimana? " tanya Dila dengan tatapan selidik
"nggk gimana-gimana" jawab Helena
"Wuuu main rahasia-rahasiaan. Aku liat kali.. tadi malem kamu abis dari rumah Uncle Edgar" jelas Dila, membuat Helena berasa tertangkap basah
Flashback On
Di Kalimantan
"Bubun, kan Ayah bisa pulang duluan" Rengek Dila saat Ibunya meminta pengertian Dila agar ikut pulang bersama Ayahnya.
"Kan kamu kuliah, dil" jawab ibunya memberi alasan
"Bun...... Besok itu weekend, lusa baru Dila ngampus" jawab Dila memelas.
"Sttt... jangan keras-keras kakak ipar kamu lagi istirahat kesian" Ucap ibunya
"Mbok Mala, barusan ngasih kabar. Suaminya di kampung sakit parah. Kalau kamu pulang, Ayah ada yang urusin" jelas ibunya
"Kan Papa udah gede.. " Jawab Dila ngambek
Dila merasa belum puas bertemu dengan keponakan yang lucu-lucu. Naykilla berusia 3 tahun dan yang bungsu namanya Tirta. Mereka memiliki wajah yang mirip.
"Kita ngobrol diluar aja" ajak ibunya. Keluar dari ruang rawat inap.
Kakak Iparnya begitu pucat, nampak kelelahan. Untunglah Ibunya datang jadi ia bisa menemani kakak Iparnya. Kakak Iparnya adalah anak tiri, Ayahnya menikah lagi. Mereka kurang memperhatikan Kakak Iparnya, jadi ibunya mesti menemani kakak iparnya beberapa waktu kedepan.
"Kasian kakak kamu, nggak ada yang nemenin dirumah. Apalgi kakak kamu belum punya ART. Kakak kamu juga lagi nyari babby sitter" jelas ibunya meminta pengertian Dila
Dulu saat lahiran Naykilla, ibunya juga ke kota ini. Tapi saat itu sebelum Ibu dari kakak iparnya meninggal karena kecelakaan. Sekarang Ibunya ingin memberikan yang terbaik untuk cucu-cucunya. Dia sudah menganggap istri anaknya seperti anaknya sendiri.
"Ibu khawatir ayah....? " tanya Dila menggantung
"husssh... " jawab ibunya, mereka mengerti apa yang mereka bicarakan.
Ibunya beberapa bulan terkahir ketahuan menangis, bagaimana tidak. Dia sering mendapati ibunya sembab. Kecurigaan Dila bertambah kala ibunya bertemu dengan seorang wanita yang terlihat tidak asing bagi nya.
🤭
Bintang lima untuk mu. Semangat