NovelToon NovelToon
My Sweet Best Friend

My Sweet Best Friend

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Romansa Fantasi
Popularitas:665
Nilai: 5
Nama Author: salbiah pulungan

tentang dua remaja yang bersahabat bersahabat - Rigecherta dan Tivane - yang bersahabat dari kecil, namun tragedi saat mereka duduk di kelas 9 SMP membuat mereka harus berpisah karena Tivane yang hilang ingatan.
Berpisah selama 3 tahun dan bertemu saat kelas 12 SMA. Namun Tivane akan di jodohkan.
Bagaiman nasib Rigecherta yang menunggu 3 tahun dan diam diam suka terhadap sahabatnya itu.
Akankah dia berhenti berharap kepada sahabatnya itu, atau mereka akan kembali bersatu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon salbiah pulungan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 15/ nongkrong santai

Suasana sore itu terlihat cerah. Jam sudah menunjukkan pukul setengah lima sore.

Tivane di rumahnya terlihat sedang siap-siap untuk main bersama Rigecherta dan tiga temannya yang lain. Sesekali ia menoleh ke arah handphone nya memastikan apakah ada notifikasi yang masuk dari Rigecherta.

Tivane sudah tampil santai dengan baju kaos pink yang di padukan dengan rok selutut berwarna coklat tua serta rambut yang di ikat setengah.

Gadis itu duduk santai di depan kaca meja rias sambil memakai make-up tipis.

" Hm... Berlebihan nggak ya?" Gumamnya sendiri sambil menatap pantulan dirinya di cermin yang ada di depannya.

" Nggak sih kayaknya. Gue cuma pake lip balm doang." Ucapnya sambil mengambil handphonenya dan melihat-lihat notifikasi. Ternyata ada notifikasi dari novel yang ia suka baca di online. Tivane langsung girang dan membuka aplikasi membaca di handphone nya.

" Kira-kira siapa ya author dari buku ini. Udah banyak banget yang gue baca karyanya, bahkan bukunya juga ada gue punya. Gue pengen banget ketemu" ucap Tivane sambil menekan tombol akun pada penulis favorit nya itu.

" Tapi foto profil nya itu cuma kucing. Dia juga nggak pernah nunjukin muka di sosmednya" decak Tivane dan turun ke bawah. Ia memilih menunggu Rigecherta menjemputnya di bawah saja.

" Papa mana ya?" Gumamnya celingukan mencari ayahnya.

" Papa. Tivane mau berngakta main" ucap Tivane sambil melangkah ke arah ruang kerja ayahnya. Ternyata ayahnya sedang tertidur di depan tumpukan laptop dan beberapa dokumen yang berserakan.

Tivane melangkah masuk dan membereskan dokumen ayahnya agar tak terlalu berantakan lalu mengambil selimut untuk menyelimuti ayahnya.

" Papa pasti cape banget sekarang. Apa lagi nggak ada lagi yang bantuin kerjaan papa setelah mama meninggal. Semangat pah, papah orang paling hebat yang pernah Vane temuin" ucap Tivane mengecup pipi ayahnya dan keluar dari ruangan itu.

Tepat saat Tivane keluar dari rumah motor Rigecherta berhenti di depan gerbang rumah Tivane. Tivane langsung menutup pintu rumah dan menghampiri lalu menutup gerbang.

" Udah lama nunggu ya?" Tanya Rigecherta sambil merapikan rambut Tivane.

" Enggak kok. Btw ini kita mau kemana sih?" Tanya Tivane sambil naik ke boncengan motor Rigecherta.

" Ke kafe dekat sekolah" jawab Rigecherta membuat Tivane mengangguk dan langsung memeluk Rigecherta.

" Oke let's go" ucap Tivane menepuk pelan pundak Rigecherta lalu kembali memeluk pinggang Rigecherta.

" Let's go" ucap Rigecherta menarik gas melajukan motornya.

Selama perjalanan Tivane tak berhenti mengoceh. Ia bahkan terkadang tertawa riang membuat Rigecherta juga ikut terkekeh pelan melihat Tivane yang antusias.

" Btw kok kita kayak couple an gini dah?" Tanya Tivane saat melihat baju yang di pakai Rigecherta berwarna coklat sama dengan warna roknya.

" Lo kali niru style gue" ucap Rigecherta membuat Tivane mendelik.

" Mana ada. Orang gue nggak bisa liat lo pas ganti baju." Ucap Tivane mendumel membuat Rigecherta terkekeh.

" Ayo turun,udah sampai" ucap Rigecherta saat mereka sampai di kafe tempat ia dan tiga temannya ingin bertemu.

Saat keduanya masuk terlihat Skyler sudah dadah-dadah manis dari tempat ia duduk. Mereka berjalan mendekat dan duduk di depan Skyler.

" Veros sama River mana?" Tanya Rigecherta berslam singkat dengan Skyler.

" Veros di toilet. Kalo River belum datang, maklum kang ngaret" ucap Skyler membuat Rigecherta mengangguk mengerti.

" Tivane apa kabar?" Tanya Skyler basa basi.

" Baik. Lo sendiri?" Tanya Tivane balik.

" Oh, kalo gue mah sehat aja" jawab Skyler dengan nada tengil nya.

" Udah datang couple nya?" Tanya Veros yang datang dari toilet.

" Weis.. Lo nggak boleh iri men" ucap Skyler mengejek pada Veros.

" Ngapain gue iri?" Ucap Veros santai lalu duduk di samping Rigecherta.

" Lo berdua udah jadian?" Tanya Veros pelan pada Rigecherta membuat Rigecherta mengangguk santai.

" Apaan sih lo berdua bisik-bisik " ucap Skyler merasa tak di ajak.

" Haii guyss" suara melengking River terdengar saat ia memasuki kafe membuat mereka menoleh.

" Wih... Udah pada ngumpul nih" ucap River mendekat dan duduk di samping Skyler.

" Yeu.. ngaret amat sih lo " ucap Skyler membuat River cengengesan.

" Maklum. Gue masih jaga ponakan tadi" ucap River lalu menatap mereka semua.

" Kita pesen apa nih? Masa nggak pesen apa-apa " ucap River membuat mereka menoleh ke arahnya.

" Pesanan kalian lagi di buatin. Udah gue pesen tadi sesuai yang di grup" jawab Veros membuat River manggut-manggut.

" Eh lo pada tau nggak?" Tanya Skyler memulai obrolan.

" Kenapa?" Tanya River mengagapi cepat.

" Katanya tahun kemarin tuh, perayaan kelulusan di buat malah sederhana banget. Padahal mereka bayar mahal katanya" ucap Skyler membuat River langsung menyambut heboh.

" Iya. Gue juga denger. Dengar-dengar sih di gelapin sama bendahara sekolah duitnya" sambut River semngat membuat Tivane yang sejak tadi mendengarkan pun penasaran.

" Emang bendahara sekolah kita siapa sih?" Tanya Tivane sedikit mendekat pada keduanya.

" Bu Zakira bendahara nya terus Bu Rima wakil bendahara nya" ucap Skyler memberi tahu.

" Bu Zakira?" Tanya Tivane membuat Skyler dan River mengangguk.

" Kenapa emang?" Tanya Rigecherta membuat Tivane menoleh ke arahnya.

" Itu temen papa. Aku juga lumayan kenal sama ibu itu" ucap Tivane membuat mereka semua menatap nya heran.

" Nggak tau juga sih sebenarnya. Bener atau enggak, itu hanya spekulasi orang orang" ucap River membuat mereka mengangguk setuju.

" Ini pesanan nya ya" ucap karyawan kafe mengantar pesanan mereka. Mereka pun mengangguk sopan.

" Eh, btw kan lo pindahan dari Kalimantan, temen-temen lo di sana rame nggak?" Tanya Skyler membuat Tivane mengangguk.

" Banyak sih, tapi gue punya tiga temen baik. Tapi..." Ucapan Tivane terpotong saat River bertanya semangat.

" Ada yang cantik nggak?" Tanya River semangat membuat Veros dan Skyler melemparnya dengan tisu.

" Dasar buaya" ledek Rigecherta membuat River manyun.

" Gue tuh bukan buaya ya. Lagian gue tuh udah cape jomblo mulu" ucap River drama. " Normal dong kalo gue pengen kenalan sama cewe" decak River membuat Skyler menyorakinya.

" Wuu.. so soan pengen pacaran. Liat lo aja cewe pada ilfeel" ledek Skyler membuat River melotot.

" Heh. Nggak usah ngeledek ya lo, Lo juga sama. Nggak pernah di deketin cewe" ucap River tak mau kalah membuat Tivane terkekeh melihat perdebatan mereka.

" Tapi sorry. Gue tuh bukan nggak ada yang suka. Cuma belum ada yang cocok aja" ucap Skyler sombong membuat River gemas ingin melempar nya dengan sepatu.

" Alah alasan. Oh. Gue tau. Lo tuh sebenarnya nggak normal makanya nggak ada niat punya pacar" ucap River seenaknya.

" Nggak normal mata lo. Gue normal ya nying. Tapi gue males ribet" ucap Skyler nyolot.

" Nyoh si Veros yang nggak normal kayaknya" tiba-tiba suara Rigecherta Nyamber dengan entengnya.

" Apa anjir? Gue dari tadi diam ya. Tiba-tiba benget ngatain nggak normal" ucap Veros tak terima.

Mereka semua tertawa saat Veros yang kalem kena juga.

" Kalo kalian mau punya pacar tuh. Kalian harus kayak Rige" ucap Tivane membuat mereka semua menoleh dan menggeleng mundur.

" Aduh berat Van. Cowo Lo mah emang idaman para ciwi-ciwi" ucap Skyler menyerah di ikuti oleh River.

" Bener. Noh liat aja di belakang, para cewe lagi iri berjamaah liat lo sama Rige." Ucap River melirik ke arah kumpulan cewe di belakang mereka. Tivane langsung menoleh ke arah kumpulan cewe itu membuat para cewe itu memalingkan muka.

" Dih? Mereka naksir Rige?" Tanya Tivane panas sendiri menyadari cewek-cewek itu senyum-senyum ke arah pacar nya.

" Asek. Tivane cemburu" goda Veros membuat Tivane mendelik tajam dan melotot ke arah kumpulan cewe itu.

" Ya iyalah. Siapa yang nggak cemburu coba. Gue udah jelas-jelas di sini aja mereka masih centil. Apa lagi kalo gue nggak di sini" ucap Tivane marah-marah membuat Rigecherta menatap nya gemas dan merangkul pundak Tivane.

" Wasekk. Rangkul-rangkulan nih" goda Skyler dan River bersamaan.

Sementara cewe di belakang merengek iri melihat itu.

Tivane tersentak sombong dan balas merangkul pinggang Rigecherta seolah mengatakan ' nih liat. Punya gue ini'.

Veros, Skyler dan River tertawa melihat keduanya.

Mereka menghabiskan makanan mereka dan kembali pulang saat jam menunjukkan pukul setengah tujuh malam.

Tivane kembali di antar oleh Rigecherta dan teman yang lainnya pulang menggunakan motor masing-masing.

1
jaybi
buat visual dan foto kenangannya ada di Instagram aku ya guys.. namanya: Salbiah
jaybi
jangan lupa tinggalin komentar kalian yaa😊😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!