NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Terpaksa Menikahi Suami Cacat
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ausilir Rahmi

Seorang gadis yang terpaksa menjadi pengantin pengganti sang kakak demi melunasi hutang sang ayah, Maureen terpaksa menggantikan kakak nya sebagai mempelai. Maureen dinikahi oleh Alarick Carlson, pria yang digambarkan kejam dan buruk rupa. Awalnya Arik memilih Maura, sang kakak untuk menjadikan nya istri.

Setelah mengetahui lelaki yang akan dinikahi nya buruk rupa dan selalu mengunakan topeng yang terlihat sangat mengerikan, sang kakak menolak untuk menikahi pria tersebut. Sehingga kedua orang tua nya yang sangat menyayangi dan membanggakan sang kakak, enggan menyerahkan Maura putri kesayangan mereka.

Kini Maureen harus menghadapi pernikahan yang sarat misteri dan ketidakpastian dari suami nya. Mampukah ia menjalankan takdir yang dipaksakan kepada nya? Dan mampu kah Maureen bertahan dengan pernikahan yang dilandasi keterpaksaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ausilir Rahmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Beberapa jam kemudian Arik dan Maureen akhir nya sampai di mansion, wajah kedua nya terlihat sangat lelah setelah melewati aktifitas hari ini.

Setelah turun dari mobil, para pengawal di sana menyambut hangat ke datangan mereka bahkan kepala pelayan mengatakan jika Oma mereka sudah cukup lama menunggu.

Seketika Arik terdiam, saat Oma nya malah berkunjung ke sini. Padahal dia sengaja tidak pulang ke rumah lama agar tidak di paksa meminum jamu yang kemarin lagi.

Begitu juga dengan Maureen, rasa nya setiap hari ia tidak tenang jika harus diwaspadai oleh Oma Arik.

Sesampai nya di ruangan utama, Arik dan Maureen harus kembali berakting sebagai pasangan yang layak nya saling mencintai.

Oma Eva yang sudah menunggu dari tadi, dia beranjak dari sofa dan menegur tanpa bosan. "Ya ampun kalian jam segini baru pulang?" Ucap nya dengan nada kesal, sembari menatap tajam ke arah pada Arik dan Maureen.

Maureen terlihat sangat gugup, entah dengan cara apa dia harus menjelaskan karena pulang terlambat. Berbeda dengan Arik yg tampak terlihat santai menanggapi pertanyaan yang di lontarkan pada mereka.

"Istri ku tadi ingin jalan-jalan sebentar, jadi kami pulang terlambat. Apakah Oma akan menginap di sini?" tanya Arik yg berusaha mencari alasan agar membuat nenek nya tidak curiga.

Bahkan dia tak lepas memeluk pinggang Maureen. Mendengar alasan yang membuat nya sangat senang, seketika kemarahan oma Eva perlahan menghilang.

Karena dia paham jika mereka berdua butuh waktu untuk saling mengenal lebih dekat lagi.

"Bagus itu Arik, tapi lebih baik kamu jangan membiarkan istri mu bekerja. Jika terlalu lelah yang ada kondisi Maureen akan tidak fit dan sangat lama memiliki keturunan. Jadi Oma harap kamu mengambil keputusan yang bijak, karena bagaimana pun juga kamu adalah pewaris utama di keluarga," Imbuh nya menatap serius ke arah kedua nya.

Wajah Maureen memucat, saat mendengar Oma menyuruh Arik melarang nya bekerja. "Gawat, kalau di suruh berhenti kerja aku akan kehilangan kesempatan besar untuk ikut catwalk itu," Batin Maureen.

Perasaan nya terlihat cemas tapi dia akan berusaha agar tetap bisa menggenggam kesempatan untuk meraih impian nya dari sejak kecil.

Tak ingin berkepanjangan, Arik akan memikirkan usulan nenek nya. Tapi ada beberapa hal juga yang harus di pertimbangkan agar Maureen tetap merasa tidak tertekan.

Wanita tua itu berusaha untuk mengerti, tapi mengingat tadi ada beberapa barang mewah yang sangat banyak dan baru di simpan oleh para pengawal Arik, membuat nya terheran dan mencecar beberapa pertanyaan untuk memastikan.

"Oma lihat ada banyak hadiah pernikahan di kamar kalian, bukankah semua barang itu harus nya di rumah orang tua Maureen? Kenapa di bawa ke sini?" tanya Oma Eva.

Satu pertanyaan itu membuat Arik kembali tersulut emosi, karena ayah mertua nya begitu lancang melanggar perjanjian dengan keluarga nya.

Dengan tegas Arik mengatakan jika barang-barang itu memang sengaja di bawa ke villa nya, agar dia bisa memastikan jika Maureen memakai itu semua tanpa ada orang lain yang menyentuh nya.

Sebagai seorang nenek yang sudah tahu sikap dan karakter Arik yang tidak suka ada orang lain menyentuh barang-barang nya membuat dia yakin, jika Arik dan Maureen menikah atas dasar sama cinta membuat dia merasa sedikit lega.

Tak ingin menganggu kebersamaan mereka sebelum pergi Oma tak lupa mengingatkan, jika besok lusa Arik dan Maureen harus menyambut kolega penting mereka. Tak lupa juga mengingatkan agar kedua nya meminum jamu yang sudah di siapkan dengan jumlah yang cukup banyak.

Maureen tercengang saat melihat ke empat paper bag berisi jamu yang kemarin begitu menyiksa. Bahkan dengan spontan Arik memprotes.

"Oma! Aku tidak membutuhkan jamu seperti itu," Ketus Arik. Yang merasa tersinggung karena seolah dia tidak mampu.

Para pelayan dan pengawal yang berjejer di sana terlihat sangat canggung, mereka baru melihat wajah datar bos mereka yang hari ini tampak memerah padam karena merasa malu.

"Oma tahu kamu tidak membutuhkan nya, tapi hanya dengan ini kalian segera mempunyai keturunan. Sebulan lagi Brayan dan pacar nya akan menikah. Jadi jangan sampai mereka yang lebih dulu mempunyai bayi, karena itu bisa menggeser kedudukan mu sebagai Presdir Carlson Grup," Peringat Oma Eva, lalu dia berjalan pergi di ikuti beberapa pengawal.

Arik bergeming, dia baru ingat jika ada beberapa kebijakan dalam aturan keluarga besar nya. Jika kedua adik nya memiliki hak yang sama dengan nya untuk menjadi pimpinan utama di perusahaan, jika salah satu dari mereka lebih dulu memberikan keturunan apa lagi bayi itu laki-laki.

Maureen yang baru saja akan mengantar oma Eva ke depan, seketika langkah kaki nya terhenti saat melihat suami nya tiba-tiba mematung tanpa berkata sepatah kata pun pada nenek nya.

"Ada apa dengan mas Arik? Kenapa dia terlihat begitu serius saat mendengar perkataan Oma. Padahal biasa nya selalu santai?" Batin Maureen bertanya-tanya.

"Maureen! Kamu jangan terlalu kecapean. Besok dokter special kandungan akan datang ke sini agar bisa membantu kalian segera memiliki bayi," Imbuh Oma Eva mewanti-wanti lebih dulu.

Maureen menelan saliva, sampai tubuh nya membeku tak tahu harus bilang apa. Saat melihat nenek Arik begitu berharap pada nya.

Melihat kaki Maureen yang mengenakan perban, membuat dahi wanita tua itu mengerut. "Ada apa dengan kaki mu nak? Jangan bilang kamu tadi kecelakaan kerja?" Tanya Oma Eva sembari menggelengkan kepala. Lalu memanggil cucu kesayangan nya.

Arik menghela nafas panjang rasa nya dia sudah lelah, jika harus selalu berpura-pura bahagia di depan nenek nya

"Iya, kenapa oma?"

Melihat dan mendengar pertanyaan Arik dengan wajah datar dan sikap dingin nya membuat Oma Eva sedikit kesal.

"Lihat kaki istri mu Arik dia terluka. Kenapa kamu tidak memanggil dokter untuk memeriksa nya?" ucap Oma Eva.

Arik melirik ke arah kaki Maureen, ia baru ingat luka itu bekas pecahan gelas kemarin. Membuat nya terdiam wajah nya bahkan tampak muram.

"Oma, ini hanya luka kecil. Nanti juga sembuh lagi pula kemarin juga sudah di obati mas Arik, jadi Oma tidak perlu cemas," ucap Maureen berusaha menjelaskan dan ia sengaja menutupi apa yang telah terjadi pada nya.

Bahkan sesekali gadis itu melirik ke arah Arik seraya mengulum senyuman manis. Namun respon Arik tetap datar dan dingin, dia sama sekali terlihat tidak seperti merasa bersalah atas apa yang telah di lakukan nya kemarin.

Melihat malam yang semakin larut, Oma Eva tidak memperpanjang obrolan mereka. "Ya sudah, besok tetap harus di periksa sekalian kalian ikut promil," Tegas nya yang tidak ingin di bantah.

Seketika wajah Maureen tersipu malu sampai terlihat salah tingkah, terkadang dia merasa sangat bersalah karena telah ikut membohongi Oma, orang yang sangat baik dan bijaksana. Tapi apa daya sebagai perintah Arik ia hanya bisa patuh.

"Oma tidak perlu cemas kami akan melakukan nya, "Seru Arik yang tidak ingin topik pembicaraan itu lebih panjang lagi.

Setelah Oma memasuki mobil, Maureen melambaikan tangan nya dan tak lupa mengingatkan agar berhati-hati pada supir yang melajukan mobil mewah itu.

Arik menghela nafas lega karena akhir nya, nenek nya tidak menginap di sana. Karena kalau sampai bisa-bisa malam ini dia terus di awasi.

Suasana di antara mereka terlihat sangat canggung, Maureen yang masih memiliki tugas kantor yang belum selesai, membuat ia pamit lebih dulu ke kamar.

\*

Bersambung..............

1
merry
biarin nyusep ajj kejurang 😆😆😆biar sdr klo yg bisa nolongin dia cm bini ya
Ariany Sudjana
Arik ini terlalu sombong, muak juga lama-lama dengan tingkahnya
Reni Anjarwani
lama upnya berbelit2 ceritanya , semanggat thor
Diny Julianti (Dy)
sering typo penyebutan nama, mami jadi ibu, papa jadi ayah
Reni Anjarwani
lama upnya
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
doubel up
Fiya Diya
menunggu kesambungan episod nya🤭
Fiya Diya
best
Ariany Sudjana
Maureen ini terlalu bodoh, masih juga berharap bisa dapat perhatian dari orang tua, dengan membantu perusahaan papanya, padahal kamu ga dianggap, sampai dijual sama orang tua kamu
Reni Anjarwani
jadi orang kok pada jahat2 yaa
Reni Anjarwani
jangan2 maureen buka anaknya susan yaa
Ariany Sudjana
Maureen kamu jangan terlalu polos deh, dan kamu bodohnya kebangetan. kamu masih percaya dengan omongan orang tua kamu, yang rela menjual kamu demi kepentingan perusahaan? bodohnya kebangetan kamu
Ariany Sudjana
bodoh kamu Maureen, masih berharap kamu membantu perusahaan papa kamu? dan juga dapat perhatian dari Arik? padahal kamu saja sudah tidak di anggap oleh suami dan papa kamu
Reni Anjarwani
lanjut thor
Ariany Sudjana
bodohnya kamu Maureen, masih memikirkan perusahaan papa kamu, padahal papa kamu tidak peduli sama kamu, dan malah menjual kamu untuk penebus hutang, bodohnya kamu 😂😂
Ariany Sudjana
bodoh kamu Maureen, jangan diam saja dong, lawan suami yang ga tahu diri itu
Reni Anjarwani
mending sama jevan aja mauren yg benar2 cinta , buar arik bucin sama maureen thor
Ariany Sudjana
ga kebayang gimana reaksi Oma Eva kalau tahu Arik dan Maureen hanya menikah pura-pura, dan status Maureen hanya pengganti Maura
Ariany Sudjana
Brian saja tahu kalau mereka nikah pura-pura, entah gimana reaksi Oma pas tahu kejadian yang sebenarnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!