Tembus pandang, ahli pengobatan, dan kekuatan tiada tara adalah sepasang mata dewa.
Menjadi buta demi membangkitkan kekuatan mata dewa membuat Ivan begitu menderita.
Namun semuanya terbayar setelah Ivan mendapatkan mata dewa yang sinarnya menembus kegelapan.
Gadis-gadis cantik perlahan jatuh hati kepadanya.
Bagaimana kelanjutannya dapat di baca, semoga terhibur!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agus budianto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 25 TEKNIK TELAPAK TANGAN HANTU
"Silahkan kamu pilih taruhannya, mau pasang besar atau kecil!" ujar Miranda dengan santai.
"Seperti yang aku katakan sebelumnya, kamu hanya perlu menebaknya dengan benar sebanyak satu kali saja, maka kamu akan menang," sambung Miranda.
"Dengan mata dewa yang bisa tembus pandang, bukan hanya satu kali, seratus kali juga aku akan menang dengan mudah," ucap Ivan dalam hati.
"Aku pilih angka besar," ujar Ivan.
"Di lihat dari wajahmu, tampaknya kamu begitu yakin bahwa ketiga dadu ini adalah angka besar, apa kamu tidak ingin berubah lagi?" tanya Miranda.
"Tidak perlu," jawab Ivan.
"Aku dari tadi terus memperhatikan mu, ternyata kamu bisa menebak dengan benar," pikir Miranda.
Miranda adalah seorang ratu dadu yang memiliki kemampuan hebat, dirinya yang menggoncang dadu, sehingga juga mengetahui isi di dalamnya.
"Kamu memang punya sedikit kemampuan, hanya sedikit saja, aku tetaplah pemenangnya," ucap Miranda dalam hati.
Miranda juga meletakkan telapak tangan kanannya di atas tabung penutup. Seutas senyuman juga terbesit di sudut bibirnya.
Ivan sendiri tampak begitu santai sekali karena yakin akan menang dengan mudah. Dirinya memiliki mata tembus pandang, jadi ini adalah pertandingan yang mudah, pikirnya.
Tiba-tiba saja sebuah energi keluar dari dalam tubuh Miranda menuju ke telapak tangan kanannya.
"Bodoh, ini adalah teknik yang dengan susah payah aku kuasai, ini adalah teknik telapak hantu," ucap Miranda dalam hati.
Teknik telapak hantu adalah teknik istimewa yang di miliki oleh Miranda. Dengan teknik telapak hantu inilah yang membuat Miranda belum terkalahkan dalam permainan dadu dan juga membuatnya mendapatkan julukan sebagai ratu dadu.
Energi di telapak tangan kanan Miranda juga masuk ke dalam tabung penutup. Sesuatu yang luar biasa juga terjadi di dalam tabung tanpa di ketahui siapapun.
Ketiga dadu di dalam tabung langsung bergerak dan berputar-putar. Tanpa suara dan juga getaran, sehingga orang-orang tidak menyadari hal tersebut. Ketiga dadu tersebut terus bergerak sesuai dengan kemampuan Miranda.
Ivan yang tidak waspada juga sama sekali tidak menyadarinya. Ivan yang sudah sangat percaya diri hanya duduk santai menunggu tabung penutup tersebut di buka.
Dadu yang berputar-putar di dalam tabung juga telah berhenti. Ketiga dadu di dalamnya masing-masing menunjukkan angka 1, 2, dan 2, berjumlah 5, yang berarti adalah angka kecil. Angka dadu ini telah berubah dari yang sebelumnya.
Miranda juga bersiap untuk membuka tabung penutupnya. Semua orang juga begitu penasaran dengan hasilnya.
"Dengan teknik telapak hantu ini, tidak akan ada yang bisa menang dariku," ucap Miranda dalam hati.
Dengan perlahan tabung Miranda angkat ke atas. Ketiga dadu di dalamnya juga mulai muncul sedikit demi sedikit.
"1, 2, 2, angka dari ketiga dadu, ini adalah angka kecil," ujar salah seorang di sana.
"Ternyata adalah angka kecil, pemuda itu kalah, tampaknya nona Miranda memang terlalu hebat," ujar orang yang lain.
"Walaupun ini masih babak pertama, sepertinya hasil akhir juga sudah bisa di tebak, bersiap saja untuk menjadi cacat, kalau mau menyalahkan, hanya bisa menyalahkan diri sendiri saja," ujar orang yang lain.
"Hanya karena pernah mengalahkan si tangan hantu, merasa dirinya begitu hebat, aku mau lihat dia kalah dengan mengenaskan," ujar orang yang lain lagi.
Karena kekalahan Ivan yang pertama ini, terlihat orang-orang juga langsung meremehkannya.
"ini... bagaimana bisa...?" Ivan tampak terkejut dengan hasilnya.
Dengan mata dewanya, Ivan dapat mengetahui bahwa seharusnya adalah angka besar, tapi yang keluar justru malah angka kecil.
Ivan seolah tidak percaya dengan apa yang terjadi sekaligus bercampur bingung. Hasilnya sungguh tidak masuk akal, mata dewanya tidak mungkin salah. Jelas ada sesuatu yang terjadi tanpa di ketahui olehnya, pikirnya.
"Haha..." Miranda tampak tertawa puas.
"Gayamu sebelumnya begitu besar, aku sudah buktikan bahwa kamu hanyalah seorang pria mesum saja, kamu telah kalah," ujar Miranda.
Yola yang berada di sana juga menjadi khawatir dan cemas kepada Ivan. Miranda adalah ratu dadu yang begitu terkenal, dan barusan Ivan telah kalah.
Mengingat Ivan telah bertaruh demi casino miliknya, tentu saja Yola juga begitu panik. Kini Ivan hanya memiliki satu kesempatan lagi untuk dapat menang.
Ivan sendiri masih terlihat diam tanpa kata. Dirinya masih bingung dan belum mengerti dengan apa yang terjadi.
"Mata dewa tidak mungkin salah, pasti telah terjadi sesuatu," pikir Ivan.
"Sepertinya aku telah lengah, wanita ini pasti telah merubahnya," pikir Ivan lagi.
"Bagaimana, kamu terlihat diam saja, apa sudah mau mengaku kalah?" tanya Miranda kepada Ivan.
"Jika kamu mengaku kalah dan berlutut di hadapanku sekarang, mungkin saja aku akan menyisakan satu tangan kanannya, sehingga kamu masih bisa menggunakannya untuk mengemis," sambung Miranda sambil tertawa kecil lepas.
"Bukankah masih ada satu babak lagi, cepat lanjutkan, kali ini aku tidak akan kalah!" balas Ivan.
Ivan kali ini tidak boleh lengah sekalipun. Tidak boleh ada kesalahan, atau dirinya benar-benar akan kalah.
"Baik, aku juga sudah tidak sabar, tidak sabar untuk menghancurkan mu," ujar Miranda.
Miranda juga menutup ketiga dadu tersebut dengan tabung penutup. Tabung penutup di angkat ke udara, kemudian di goncang sebanyak satu kali. Terdengar suara benturan dadu menghantam tabung penutup.
"Bruk," Miranda meletakkan kembali tabung penutup yang berisi dadu di dalamnya.
"Silahkan kamu tebak, angka kecil atau angka besar!" pinta Miranda.
"Ini adalah kesempatan terakhir pemuda itu, jika di gagal, maka pertandingan ini selesai," ujar salah seorang di sana.
"Kemampuan nona Miranda sudah begitu terkenal, pemuda ini saja yang terlalu ceroboh, aku rasa sudah tidak ada harapan lagi, dia pasti kalah," ujar orang yang lain.
"Masih begitu muda, akan menjadi orang cacat, siapa wanita yang mau menikah dengannya, sayang sekali tidak dapat merasakan surga dunia," ujar orang yang lain lagi.
Orang-orang tampak begitu yakin bahwa di babak yang kedua ini Ivan juga akan kalah.
"Ivan..." ucap Yola.
Yola yang begitu khawatir juga mulai terpengaruh oleh perkataan orang-orang. Mengingat nama besar Miranda, mulai muncul pikiran bahwa Ivan sudah tidak ada harapan untuk menang.
"jika memang Ivan kalah dan menjadi cacat, ini semua juga demi diriku, aku harus bertanggung jawab," ucap Yola dalam hati.
"Ivan, aku akan merawat mu, jika sisa umurmu hanya terbaring di atas tempat tidur, aku juga bisa berikan surga dunia untukmu," sambung Yola dalam hati.
Jika Ivan kalah dan menjadi cacat, maka Yola merasa dirinya harus bertanggung jawab sepenuhnya terhadap Ivan dan masa depannya.
Ivan sendiri kembali mengeluarkan kekuatan mata dewanya. Sekilas cahaya juga langsung terlintas di kedua matanya. Pandangan Ivan langsung menembus ke dalam tabung penutup.
"2, 6, 4, angka besar," ucap Ivan dalam hati.
Dengan kemampuan tembus pandang dari mata dewa, Ivan dapat mengetahui bahwa angka di dalam tabung penutup adalah 2, 6, dan 4. Ketiga dadu tersebut bila di jumlahkan bernilai 12, yang berarti adalah angka besar.