Janet Gabriella Virginia seorang wanita muda yang berusia 27 tahun yang harus mengalamin kehilangan kedua orang tuanya. ia memiliki kekayaan dan kekuasaanya di Keluarga Virginia. Namun saat hidupnya merasa baik-baik saja Janet harus mengalami hal buruk di mana seorang misterius mencoba untuk menghabisi nyawanya tentu saja dirinya merasa tidak aman. Janet mencoba mencari seorang pria berani untuk bisa melindungi dan jaganya agar tetap aman_____
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 3 OBSESI
Mata ana terbuka lebar setelah melihat janet terbaring terlentang dengan keadaan terikat kedua tangan dan kedua kakinya itu.
ana berfikir untuk mencari sesuatu atau suatu ide untuk bisa menolong Janet dari aska.
Tampaknya Leon masih mencari janet kesana kemari di setiap tempat perkebunan, ia mencoba ke arah kanan semoga dirinya menemukan sesuatu di sana. Leon melangkah jalan. menyusuri setiap tempat perkebunan ini.
Leon terheran-heran ada sebuah gubuk rumah tua di tengah-tengah perkebunan, ia curiga kalau janet ada di dalam gubuk rumah itu. ia bergegas melangkah menghampiri gubuk rumah.
Saat ana mengmbil sebuah balok, seketika melihat Leon sedang berjalan ke arah gubuk ini, sontak ana kaget dirinya pun bergegas menghampiri Leon.
bruk
ana langsung tarik tangan Leon menjauh dari gubuk rumah.
Seketika aska seperti mendengar sesuatu di luar gubuk rumah, ia bergegas keluar di ikuti anak buah nya.
"kalian periksa setiap tempat, cepat!! ". perintah aska pada kedua anak buah nya.
" siap!! ". jawab mereka, kini mereka berdua pun bergegas mencari sumber suara aneh.
" shutttt!! ". Ana pun menarik Leon ke pohon besar sembunyi di balik pohon.
" kenapa nona ada sini?? ". tangan Leon dengan nada pelan
" aku mengikuti aska, aku curiga tentang dia. kayaknya terjadi pembantaian keluarga Janet ada kaitan nya dengan aska, dia ikut adil". Ujar ana dengan nada bisik pada Leon
"jadi dia!!? ". Ucap Leon memastikan
" kayaknya, harus ada bukti kalau ingin menuduh seseorang ". Ucap ana
Saat mereka sedang berbincang di balik pohon besar itu, Mereka berdua pun langsung terdiam saat mendengar langkah kaki mendekat.
Leon menyuruh ana tetap diam, sedangkan dirinya akan menghadapi mereka seorang diri.
" hah!! siapa kamu?? ". Tanyanya dengan terkejut
" kalian tidak perlu tahu! ". jawab aska bersiap ancang-ancang
bung...
brak...
Leon pukul perut pria itu dengan keras lalu pukul di iga nya dengan keras hingga jatuh ke bawah tanah.
" iya... aaaah!! ".
Dung...
bung...
brak...
Lalu Leon melawan satu teman nya pukul iga tempat di perut nya lalu pukul dagu dengan keras dan melilit tangan kanan dia hingga kesakitan
" hiaaaaahhh!! ". teriak kesakitan setelah melipat tangan memutar dengan kasar hingga patah.
seketika aska kaget mendengar teriak anak buah nya. ia bergegas membawa tubuh janet.
" hmmm!! ". janet memberontak mulut di tutup sama kain agar tidak bersuara.
menggendong janet keluar dari dalam gubuk rumah, lalau melangkah masuk ke dalam mobil meletakkan tubuh janet di dalam mobil, lalu masuk kedalam mobil. mobil pun gas melaju jalan pergi.
saat Leon mengejar sayang nya lebih dulu pergi.
"Aarrgghhh siall!! ". Kesel Leon dirinya bingung harus apa janet sudah di bawa pergi oleh aska
" ayo.. naik mobil aku". ajak ana pada Leon
Leon pun bergegas lari ke mobil ana di sana.
Di perjalanan mengikuti mobil aska, tampaknya Leon begitu khawatir dengan janet terlihat panik dan gelisah. ia terus menyetir kan mobil dengan kencang agar bisa mengejar aska.
"ngomong-ngomong, dia pacar mu!? ". tanya Leon pada ana yang sedang duduk ketakutan.
" iya... dia aska ". jawabnya ketakutan
"tampaknya dia sangat obsesi terhadap nona janet, apa aku salah?? ". Tanya Leon dengan isi pikiran nya yang overthinking dan ada filing yang tidak enak.
" entah lah... aku belum bisa mestiin. aska memang banyak perempuan yang ia pacarin atau tidurin, tapi kalau soal obsesi pada janet aku tidak mengetahui itu. ". ujar ana dengan raut wajah was-was
"dia... cukup berbahaya, kalau di biarkan menjadi monster". Ujar Leon tegas
suasana menjadi tegang saling kejar