Restu merasa hidup dalam keputus asaan ketika Istri dan anaknya suka menyalahkan dirinya hingga dirinya emosi membentak istri dan anaknya tersebut namun kini dirinya jadi orang yang di anggap paling bersalah hingga dia merasa hidup dalam ke hampaan tanpa harus bisa berbuat apa pun selain hanya diam karena apa pun yang dilakukannya akan jadi tambah Salah hingga akhirnya dia ingin mengakhiri hidupnya di suatu jurang yang dalam namun tiba-tiba takdir berkata lain, dia mengurungkan niatnya dengan mencari cara untuk memberi pelajaran kepada istei dan anaknya dengan bantuan sistim yang tiba-tiba datang memberikan pilihan bantuan hingga akhirnya dia mengatur cara agar semuanya menyadari kesalahannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DANA SUPRIYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 Di Jalan Yang Benar
Suasana di lobi itu mencekam. Pak Hartono, sang Direktur Utama, menatap tajam ke arah para sales wanita yang tadi begitu sombong. Matanya melotot penuh amarah melihat kelakuan mereka yang telah menghina pemilik perusahaan.
"Kalian semua! Bagaimana bisa kalian berani bersikap seperti itu kepada pemilik baru perusahaan ini?! Kalian pikir siapa dia?! Dia bukan pengemis! Dia adalah Raja yang memiliki perusahaan ini sekarang!"
Hardik Pak Hartono dengan suara gemuruh.
Selly yang terduduk di lantai langsung merangkak mendekati kaki Restu, menangis histeris sambil memegang kaki celana Restu.
"Maafkan saya Pak! Maafkan saya! Saya buta! Saya tidak tahu kalau Bapak adalah pemiliknya! Tolong ampuni saya Pak! Jangan pecat saya! Saya mohon!"
"Tolong Pak Restu! Kami juga minta maaf! Kami tidak sengaja!"
Teriak teman-temannya ikut menangis dan berlutut, wajah mereka pucat dan ketakutan setengah mati.
Restu menatap mereka dengan wajah datar, tanpa rasa iba sedikitpun. Ia sudah terlalu sering dihina karena penampilan, dan kali ini ia tidak mau main-main.
"Pak Hartono,"
Suara Restu dingin memecah keheningan yang membuat orang-orang yang berada di sana menunggu kata-kata pak Restu sebagai pemilik perusahaan yang dari tadi sudah du ejek dan di hina.
"Saya Pak! Perintah apa saja saya siap laksanakan!"
Jawab Pak Hartono sigap membungkuk kepada Pak Restu yang kini memainkan bola panas untuk karyawan yang sudah mengejek dirinya.
"Untuk orang-orang yang sudah tidak bisa menghargai orang lain dan hanya menilai dari luar, mereka tidak pantas bekerja di sini. Mereka tidak pantas mewakili perusahaan sebesar ini."
"Siap Pak! Mengerti Pak!"
Restu melihat para sales yang sudah pucat dan siap menerima hukuman dari sang pengadil
"Saya tidak mau melihat wajah mereka di sini lagi. Keluarkan mereka dari hadapan saya sekarang juga,"
Perintah Restu tegas tanpa mau melihat para wanita cantik ini lagi
"Baik Pak! Satpam! Keluarkan mereka semua sekarang! Dan beritahu HRD, mereka semua dipecat efektif hari ini! Blacklist selamanya!"
"TIDAKKKKK!!!"
Jerit Selly dan kawan-kawannya saat diseret keluar oleh satpam dengan air mata dan penyesalan yang tiada guna karena mereka sudah melanggar aturan pemasaran bahwa setiap orang aset yang harus di jaga tanpa melihat siapapun asal usul orang tersebut.
Saat ini Restu pun melangkah masuk ke ruang rapat utama yang sangat megah. Di sana, seluruh jajaran direksi, komisaris, dan manajer senior sudah berkumpul dengan wajah tegang namun penuh hormat.
Acara serah terima saham berjalan lancar dan resmi. Restu kini sah menjadi pemegang saham terbesar dan pemilik mutlak PT Nusa Mobil.
"Selamat Bapak Restu! Mulai hari ini, seluruh aset dan kekayaan perusahaan ini ada di tangan Bapak,"
Ucap notaris dengan resmi sambil menyerahkan berkas kepemilikan kepada Restu
"Baik pak"
Semua orang di ruangan itu berdiri dan bertepuk tangan dengan sangat hormat.
"Hidup Pak Restu! Hidup Pemilik Baru!"
Restu berdiri dengan wibawa yang luar biasa.
"Terima kasih. Saya harap kalian semua bekerja dengan jujur dan rendah hati seperti biasa. Jangan pernah meremehkan orang lain, karena kesuksesan bisa datang dari mana saja."
Setelah acara selesai, Restu keluar dari gedung Nusa Mobil. Seluruh karyawan yang ada di sana, mulai dari satpam, resepsionis baru, hingga manajer, semua berbaris memberi hormat dan membungkuk saat Restu lewat.
"Matur nuwun Pak Restu!"
"Sampai jumpa lagi Pak!"
Restu masuk ke mobilnya dengan senyum puas. Kini ia memiliki dua perusahaan raksasa! yang asetnya triliunan dan tidak habisnya apalagi dia di dukung oleh sistim yang menjaga asetnya.
Di Kantor Pusat PT Angkasa...
Restu tiba di kantornya dengan gaya yang sudah berbeda. Walaupun bajunya masih sederhana, tapi aura karismanya sudah tidak bisa ditandingi lagi. Ia langsung menuju ruangan paling atas, ruangan CEO yang mewah.
Sementara itu, kawan-kawannya Restu yang dulu satu kantor dengan dirinya langsung mengucapkan salut kepada Restu ketika melihat Restu datang dan langsung ke lift untuk naik ke lantai atas
"Hebat ya pak Restu"
"Padahal dia dulu suka di permainkan oleh pak Andri pimpinan kantor kita walaupun kini pak Andri sudah di pecat tapi itu pelajaran buat pimpinan, jangan suka mempermainkan orang apalagi bawaan seperti kita, bisa jadi seperti pak Restu yang tidak tahu dia hanya menyamar selama ini"
"Benar juga"
Sementara itu Restu langsung sudah sampai di lantai atas dan disana, Pak Tomas sudah menunggu dengan berkas-berkas tebal di tangan.
"Selamat siang Pak Restu! Bagaimana acara di Nusa Mobil berjalan lancar?" tanya Pak Tomas antusias dan ingin tahu usaha pak Restu mengakuisisi perusahaan mobil terbesar di negara Nusantara hingga kini masuk dalam menajemennya pak Restu.
"Sangat lancar Pak Tomas. Semuanya sudah resmi. Dan sekarang, mari kita fokus ke sini."
Restu duduk di kursi kebesarannya, lalu membuka peta bisnis yang terbentang di meja.
"Saya ingin ekspansi kita tidak hanya di pulau ini saja. Saya mau nama PT Angkasa dikenal sampai ke pelosok Nusantara. Kita buka cabang di setiap provinsi. Kita kuasai pasar!"
Perintah Restu dengan mata berbinar tajam yang membuat semangat orang untuk jadi lebih besar jadi termotivasi sedangkan Pak Tomas terlihat sangat bersemangat.
"Siap Bos! Dengan modal yang Bapak suntikkan semalam, dan kekuatan finansial yang kita miliki sekarang, target itu sangat mungkin dicapai bahkan dalam waktu singkat!"
"Bagus. Laksanakan. Saya ingin perusahaan ini menjadi nomor satu, melampaui perusahaan manapun di negara ini,"
kata Restu penuh keyakinan yang membuat semangat Tomas sebagai direktur makin membara.
[TUJUAN SISTEM: MENJADI NOMOR 1 DI NUSANTARA. PROGRES: 20%
ANDA MENDAPATKAN SAHAM RUMAH SAKIT METRO SEBANYAK 60 PERSEN
SELAMAT]]
[LANJUTKAN MISI PENGGUNA!
BONUS BESAR AKAN MENANTI]
Restu tersenyum hingga dia berpikir
"Bukankah Rumah Sakit Metro adalah rumah sakit tempat Ayah Mertua ku di rawat jadi sebenarnya aku tidak perlu bayar biaya rumah sakit bila berobat disana"
Restu tertawa sendiri karena dia mendapatkan sesuatu sesuai.kebutuhan dia saat ini sedangkan Perjalanan menuju puncak kekuasaan baru saja dimulai!
Kini dia sudah berada di jalan yang benar sedangkan dia hanya memantau semua hal yang sudah dia rencanakan berjalan dengan lancar.
Tiba-tiba nada dering dari handphone berbunyi dan di lihat dari panggilan istrinya
"Ya ma"
"Cepat kemari bang, ayah sudah mulai sadar dan kini mencari abang setelah tahu yang membantu semua biaya itu adalah abang"
"Oh iya nanti abang kesana setelah dari perusahaan ya"
"Ya bang"
Restu tersenyum sendiri namun.tiba-tiba dia menerima chat WA dari istrinya
"Bang cepat ya, di sini ada kawan ku yang dulu mengejar-ngejar aku dan kini dia jadi dokter kepala di rumah sakit tapi gaya dan sikapnya membuat aku kesal serta membanding-bandingkan dengan abang jadi aku merasa tidak enak.bila terus di sini bila ada dia bang"
"Dokter itu cari mati"
Restu bicara pelan yang di dengar oleh Rina
"Apa tadi bang?"
"Abang segera kesana"