Betapa gilanya perubahan dalam kehidupan Alex semenjak punya istri Nakal yang membuat hidupnya porak-poranda dengan segala tingkah istrinya itu .
Semenjak menikah Alex perlahan mulai kehilangan ketenangan dalam dirinya berganti dengan amarah , emosi berkepanjangan dan juga kekacauan dalam perasaan nya .
" Aku tidak mencintaimu jadi jangan berharap perlakuan lebih" ucap Alex menatap Lala yang berdiri disudut ruangan setelah memecah sebotol bir .
" Aku cuma ingin mencoba bir ini Om, bukan menginginkan cinta mu " pernyataan Lala menatap dengan sedih sebotol bir yang tumpah di lantai .
" Sekali lagi kamu mencoba menyentuh minuman di dalam lemari , aku yang akan memberikan kamu pelajaran " tegas Alex memanggil pelayan untuk membersihkan pecahan beling dan bir di lantai .
" Apa sih Om, marah-marah terus , nih aku sentuh wekkkk" cibir Lala menyentuh botol bir dalam lemari dan berlari kencang ketika Alex akan melempar nya .
Yuk baca cerita Lala😋
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31 Mau jalan berdua
" Kalau Lala panggil Hubby boleh?" tanya Lala menyebutkan satu panggilan yang terasa sangat manis kedengarannya.
" Coba ulangi ?" kata Alex .
" Hubby , terus Lala panggil By aja biar nggak kepanjangan " kata Lala dengan wajah seriusnya.
" Boleh " kata Alex dengan wajah cool nya walaupun sebenarnya senang banget di panggil Lala Hubby .
" Kamu menyukai nya Lex?" tanya Lala melihat Alex yang tersenyum lama sekali .
" Lala " seketika senyuman di wajah Alex langsung berubah amarah mendengar Lala yang malah menyebut namanya .
" Enggak, enggak, ampun By " tawa Lala memegang kedua telinga.
" Melawan aja kerjaan kamu " senyum salah tingkah Alex mencubit hidung Lala yang nakal itu .
" Sekarang minta maaf dengan benar " kata Alex yang diangguki Lala .
" Terus kamu mau ngapain ?" pertanyaan Alex ketika Lala meletakkan kepalanya di bantal.
" Kan mau minta maaf " kata Lala ikut berbaring di sebelah Alex .
Alex yang berbaring telentang itu menahan nafas ketika Lala berbaring miring kearahnya dan tiba-tiba menindih separuh tubuh Alex .
" Hubby maafin Lala ya " kata Lala mengecup pipi Alex kiri dan kanan .
" Lala janji nggak bentak Hubby lagi " sambung Lala bicara begitu dekat sampai Alex bisa merasakan hembusan nafas nya .
" Minta maaf lebih ikhlas, kelihatan banget terpaksa nya " ketus Alex melingkarkan sebelah tangan nya di pinggang Lala .
" Hubby maafin Lala " kata Lala tersenyum lebar dan mengecupi pipi Alex lagi .
" Belum ikhlas" ucap Alex yang setiap saat selalu beralasan hingga Lala mengulang berkali-kali.
" Mmmmh, Hubby mau maafin Lala nggak sih " rengek Lala yang hampir menangis karena Alex tidak bisa-bisa memaafkan nya .
" Iya, iya ,By maafin " ucap Alex memeluk Lala sambil tersenyum lebar , merasa puas di kecup Lala berkali-kali.
" Sekarang tidur " ucap Alex menarik selimut dan memeluk Lala .
" Kok tidur , Hubby kan belum makan sama mandi " kata Lala yang teringat Alex langsung tidur begitu pulang kerja .
" Yaudah By mandi sebentar setelah itu kita makan " ucap Alex turun dari atas ranjang.
" Kenapa?" tanya Alex yang sudah berdiri itu ketika Lala memegang tangan nya.
" kan badannya lagi nggak enakan dan sekarang sudah malam jadi nggak usah mandi nanti By makin sakit " kata Lala cemas .
" Enggak, udah sembuh " kata Alex yang sudah kembali fit dan merasa tubuhnya baik-baik saja .
" Hubby kok sembuhnya cepat banget ya " bingung Lala berjalan masuk keruang ganti dan menyiapkan baju untuk Alex .
" Pakai piyama samaan aja deh " ucap Lala memilih piyama untuk Alex dengan warna senada yang Lala kenakan.
Keesokan harinya.
Lala yang merasa bosan dirumah memutuskan untuk datang ke kantor Alex dengan dalih mengantar makan siang .
Tiba-tiba Lala jadi merasa sedih melihat perusahaan sikap teman-teman kerja nya kini berubah menunduk hormat bahkan takut pada Lala .
Sebenarnya inilah alasan yang membuat Lala tidak ingin orang-orang tau identitas nya karena semuanya akan berubah .
" Tapi ya sudahlah setidaknya aku sudah tau mana wanita-wanita yang mengincar suamiku " batin Lala memilih tersenyum tidak ada gunanya sedih juga , bukankah Lala sudah terbiasa sendiri sejak kecil .
" Selamat siang Nyonya" sapa seorang bodyguard menghampiri Lala yang akan menaiki lift .
" Siang " senyum lebar Lala .
" Apa Nyonya ingin menemui pak Alex?" tanya bodyguard itu yang diangguki Lala .
" Pak Alex baru saja jalan keluar bersama asisten Rey " ucap Bodyguard itu memberitahu sebelum Lala jauh-jauh keruangan Alex .
" Astaga , aku lupa mengabari lagi " kata Lala dengan lesu .
" Apa Om tau kemana dia pergi ?" pertanyaan Lala yang dibalas gelengan oleh bodyguard itu .
" Hummm, sudahlah mending ke mall belanja sepertinya Om Alex lagi ada meeting luar perusahaan" kata Lala memutar langkahnya.
" Lala " panggil Alex yang berpapasan dengan Alex begitu Lala akan keluar.
" Kok By udah pulang ?" pertanyaan Lala padahal tadi kata bodyguard Alex baru jalan
" Iya, acara di tunda karena keluarga salah satu investor ada yang meninggal dunia" ucap Alex yang walaupun sudah jalan namun bisa memaklumi hal itu .
" Ayo masuk , mengapa datang tidak mengabari untung By balik ke kantor lagi " ucap Alex .
" Tidak , Lala mau jalan-jalan " kata Lala yang sudah berubah niat .
" Ya sudah hati-hati ya " kata Alex mengelus kepala Lala .
" Kok hati-hati sih " rengek Lala yang membuat Alex sejenak terdiam dan ketika menatap Rey Alex langsung mengeluarkan dompetnya lalu memberikan Lala kartu .
" Lala mau jalan-jalan sama By " kata Lala yang membuat Rey langsung tepuk jidat melihat Alex yang benar-benar tidak bisa menghadapi wanita .
" Jalan-jalan?" senyum kaku Alex yang sudah lama sekali tidak jalan dengan seorang wanita terakhir SMA .
Walaupun mereka sudah sebulan menikah namun memang belum pernah menghabiskan waktu bersama.
" Bisa kok boss, jadwalnya kosong 2 jam kedepan " ucap Rey tersenyum.
" Ya justru itu jadwalku hanya kosong 2 jam , setelah itu ada rapat direksi yang tidak bisa di tinggalkan" ucap Alex yang jujur saja butuh briefing sejenak bersama Rey sebelum jalan dengan Lala .
" Begini saja Rey, buat pemberitahuan kalau rapatnya dimajukan sekarang sehingga sore kita bisa jalan puas-puas " kata Alex melihat wajah sedih Lala sepertinya dia mau hari ini juga .
" okey , Lala mau kan nunggu " pertanyaan Alex.
" Selama 2 jam ini Lala bisa pulang dan dandan dulu nanti By jemput " kata Alex .
" Beneran ya , nanti Lala udah dandan cantik-cantik malah nggak jadi " kata Lala berpikir ulang takutnya kecewa .
" Bener By nggak bakalan bohong, pegang ucapan By" ucap Alex menyakinkan Lala .
" Baiklah, Janji ya By " kata Lala yang diangguki Alex .
" Yaudah Lala pulang dulu " kata Lala bersalam pada Alex .
" Ini makan siang nya udah Lala bawain " kata Lala memberikan yang diterima Alex dengan senang hati .
" Asisten ingatkan ya , jangan sampai lupa " pesan Lala sebelum pulang yang diangguki Rey .
Begitu Lala pulang Alex yang awalnya terlihat tenang langsung panik , jangankan untuk memajukan rapat direksi yang ada dia malah bingung memikirkan outfit.
" Rey ini adalah kali pertama aku keluar dengan Lala jadi kamu harus membantu aku agar terlihat perfect dan sempurna" ucap Alex memeluk kotak bekal yang Lala berikan .
" Lah kita nggak jadi rapat direksi bos?" pertanyaan Rey.
" Rapat-rapat apa , tunda Minggu besok " ucap Alex .
" Sekarang ayo ke barbershop " kata Alex memegang tangan Rey dan langsung menyeretnya agar berjalan lebih cepat menuju mobil .
...........
" Astaga , aku tidak berpikir orang setampan Alex bakalan ada rasa insecure untuk jalan dengan wanita yang bahkan sudah berstatus istrinya hingga harus mempersiapkan penampilan semaksimal mungkin " batin Rey menatap Alex yang sedang memilih baju untuk nya .
" Rey pilihkan style yang cocok untukku " ucap Alex yang sudah mencoba beberapa namun belum menemukan pakaian casual yang cocok dan membuatnya pede .
dobleeee donk thor😄💪
lanjuuttttttttt thor🤭😄💪
lanjutttttt💪😄