Dihianati oleh kekasih yang dicintai memang begitu menyakitkan, apalagi kekasih yang ia percaya akan membuat dirinya bahagia ternyata diam diam menjalin hubungan dengan sepupunya. Namaku Alisha Azura inilah kisah cintaku dan perjalanan hidupku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ersy 07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12
Saat ini Alisha berada didalam kamar Santa, mereka sedang fokus menonton drama Korea dilaptop Santa. Entah hanya kebetulan atau apa didalam drama tersebut yang mereka tonton sepasang kekasih yang saling mencintai namun saat kehadiran wanita lain dihubungan mereka tiba tiba hubungan mereka yang akan lanjut kejenjang pernikahan harus gagal karena sang wanita dari selingkuhan calon suaminya sedang hamil anak dari calon suaminya. Alisha yang menonton drama tersebut entah mengapa ia merasa takut bahwa kekasihnya memiliki selingkuhan. Karena sudah hampir seminggu ini Fandi sikapnya mulai berubah cuek, padahal sebelumnya Fandi lah yang paling intens memberikan kabar dan setiap malam Fandi menemani Alisha mengerjakan tugas kuliah meskipun hanya melalui video call. Jika Alisha merasa kesepian saat kedua orang tuanya ada perjalanan bisnis Fandi dengan setia menemani Alisha ngobrol ditelfon sampai Alisha benar-benar tidur baru Fandi mematikan teleponnya. Namun sudah 1 Minggu ini Fandi sudah tidak melakukan itu semua, setiap ditanya Fandi memberi alasan kalau dirinya sedang sibuk dikantor atau ada urusan lain. Tanpa sadar air mata Alisha menetes dengan sendirinya. Santa yang menyadari kalau sahabatnya sedang mode baper langsung menutup layar laptopnya sehingga membuat Alisha terkejut sekaligus kecewa. "San, kok dimatikan sih, kan masih seru tau" protes Alisha dengan suara sedikit serak kedua matanya sudah memerah karena menangis.
"Ogah ah..! mending ganti aja filmnya. Gue udah bosen lihat film drama yang ujung ujungnya perselingkuhan gue paling benci. Mending kita nonton film horor aja kalau enggak film yang lucu lucu aja deh" ujar Santa lalu mengubah judul film yang akan ditonton. Alisha yang mendengar perkataan sahabatnya hanya diam saja dan pasrah dengan keputusan sahabatnya. Namun setelah film diputar yang semangat nonton hanya Santa sedangkan Alisha tidak begitu fokus menonton pikirannya sejak tadi melayang memikirkan kekasihnya. "Apa sebaiknya aku telfon aja mas Fandi, pasti sekarang sudah pulang dari kantor" gumam Alisha langsung mengambil ponselnya dan keluar dari kamar Santa.
Santa yang melihat gerak gerik alisha langsung bertanya "Lo mau kemana Al?" tanya Santa saat melihat Alisha mengambil ponselnya dari atas nakas. "Aku mau telfon mas Fandi sebentar San, pasti sudah pulang dari kantor" jawab Alisha tersenyum kecil lalu keluar dari kamar Santa. "Dasar bucin" gumam Santa seraya menggelengkan kepalanya. Setelah itu gadis tersebut melanjutkan acara nontonnya.
Sedangkan Alisha tujuannya saat ini adalah balkon. Karena Alisha ingin sekalian menikmati angin malam.
Tut..tut..tut...
Namun panggilan belum juga diangkat. Alisha enggak menyerahkan gadis cantik tersebut kembali menekan nomor sang kekasih. Namun sudah berulang kali ia menghubungi Fandi tetap tidak ada jawaban. "Mas Fandi kemana sih..?? kok tumben enggak angkat telfon dari aku, padahal sekarang masih jam 9 dia pasti belum tidur. Apa mungkin dia masih dikantor ya, enggak mungkin jam segini masih dikantor" gumam Alisha bertanya tanya entah mengapa ada perasaan tidak tenang dalam hatinya. "Ya Allah semoga mas Fandi baik baik saja dan tolong hilangkan pikiran buruk ini dari dalam otakku. Aku percaya mas Fandi pria yang baik dan setia dia pasti enggak akan membuat aku kecewa" gumam Alisha mensugesti pikirannya meskipun dalam hati dan pikirannya tidak bisa tenang. Ingin rasanya Alisha datang langsung ke apartemen kekasihnya namun perjalanan menuju apartemen Fandi cukup jauh dari apartemen Santa. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 1 jam, ingin pergi namun melihat jam ditangannya ia jadi ragu mau pergi kesana.
"Mungkin mas Fandi sudah tidur karena kecapekan kerja. Lebih baik besok saja aku datang langsung ke apartemennya sekalian membawakan sarapan untuknya. Ya lebih baik sekarang aku tidak menggangu mas Fandi, biarkan dia istirahat" gumam Alisha seraya menatap langit yang gelap tiada bintang dan bulan.
"Kenapa malam ini awan terlihat begitu gelap gulita, seperti gambaran suasana hatiku saat ini. Tuhan aku tidak meminta lebih, jika mas Fandi memang engkau takdirnya menjadi jodohku semoga hubungan kami semakin dekat namun jika dia bukan jodohku maka ikhlaskan lah hatiku untuk menerima takdir darimu" batin Alisha memeluk erat tubuhnya dengan kedua tangannya. Tiba tiba sebuah selimut tebal disampirkan dipundaknya siapa lagi pelakunya kalau bukan sahabatnya. "Udara malam tidak baik untuk kesehatan, sudah malam ayo kita tidur" ucap Santa setelah itu gadis tomboy tersebut masuk kedalam kamarnya. Tak lama kemudian Alisha ikut menyusul masuk kedalam tidak lupa ia mengunci pintu balkon sebelum masuk kedalam kamar yang ia tempati.
Didalam kamarnya Santa duduk ditepi ranjang, tatapan matanya tajam seolah olah ada sesuatu yang membuat dirinya marah. Tadi tanpa disadari Alisha, sebenarnya Santa sudah mendengar semua perkataan sahabatnya tersebut. "Fandi lo adalah pria terbodoh yang sudah menyia nyiakan wanita sebaik Alisha. Suatu nanti gue pastikan Lo akan menyesal karena sudah mengkhianati cinta tulus yang diberikan Alisha untukmu" gumam Santa seraya mengepalkan kedua tangannya.
Sedangkan disisi lain sepasang anak manusia sedang tertidur pulas saling berpelukan didalam kamar.Tubuh mereka masih sama sama polos hanya tertutup selimut tebal.
Keesokan paginya Alisha begitu bersemangat memasak untuk sarapan mereka berdua. Tidak lupa Alisha juga menyiapkan 1 porsi makanan untuk kekasihnya nanti. Santa yang baru bangun tidur langsung terbangun saat mencium aroma masakan dari arah dapur.
"Hem harumnya perut gue langsung keroncongan" gumam Santa sambil mengelus perutnya yang rata. Ia bergegas masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti baju. Setelah rapi dengan pakaian santainya Santa keluar kamar dan diatas meja makan sudah tersaji beberapa menu masakan sederhana namun terlihat menggugah selera.
Tumis kangkung, udang dan cumi krispi, sambal terasi dan ayam goreng. "Wah enaknya, tapi tumben lo masak porsi agak banyak Al?" tanya Santa heran karena kalau hanya mereka yang makan enggak akan bisa menghabiskan semuanya.
Alisha yang ditanyai tersenyum lalu menjawab "Aku sengaja masak agak banyak karena setelah sarapan aku mau ke apartemen mas Fandi San, sekalian mau bawain sarapan untuknya juga" jawab Alisha tersenyum manis. Santa yang mendengar jawaban sahabatnya hanya memutar bola matanya malas. "Terserah Lo aja deh Al, orang bucin mah gitu ta* kucing pun seperti rasa coklat" gumam Santa pelan seraya memasukkan udang krispi kedalam mulutnya.
Setelah sarapan mereka berdua berdua berbagi tugas, Santa yang mencuci piring bekas makan mereka sedangkan Alisha membersihkan meja makan. Setelah semua beres Alisha berpamitan ingin segera pergi ke apartemen Fandi. Kebetulan sekarang hari Minggu kantor libur Fandi pun pasti berada di apartemennya pikir Alisha. Gadis cantik tersebut sejak tadi tersenyum cerah ia sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan sang kekasih. Saat ini Alisha mengendarai mobilnya seorang diri, tadi Santa sempat menawarkan menemani dirinya namun Alisha menolak dengan halus. Alisha berencana hari ini ingin menghabiskan waktunya bersama sang kekasih pergi ke suatu tempat. Santa pun mengiyakan saja meskipun hatinya sedikit enggak tenang. Tapi sebagai sahabat Santa tidak ingin terlalu ikut campur urusan sahabatnya ia masih tau batasannya.
\>\>\>\>\>\>\>\>\>
Saat ini Alisha sudah dalam perjalanan menuju apartemen Fandi, ia sengaja tidak memberi kabar sang kekasih jika dirinya akan berkunjung hari ini. Alisha sudah beberapa kali berkunjung ke apartemen Fandi meskipun hanya sebatas makan bersama.
Setelah hampir 1 jam perjalanan akhirnya Alisha sudah sampai didepan bangunan mewah menjulang tinggi. Apartemen Fandi berada dilantai 5 sedangkan apartemen tersebut terdiri sampai 15 lantai. Lantai paling atas Penthouse bangunan paling mewah sendiri dengan fasilitas super mewah dan lengkap. Saat ini Alisha sudah berdiri didepan pintu apartemen Fandi. Dengan jari lentiknya Alisha menekan nomor PIN pintu apartemen tersebut bunyi "Ting" pintu berhasil terbuka beruntung nomor pin masih belum sempat diganti Fandi.
Alisha tersenyum senang akhirnya hari ini ia bisa bertemu dengan Fandi kekasihnya. Tidak lupa paperbag berisi makanan ia bawa ditangan kirinya. Saat masuk suasana didalam begitu sepi dan sunyi seperti tidak ada penghuninya. Alisha berjalan masuk kedalam tujuannya adalah kamar Fandi. Namun sebelum sampai didepan pintu kamar Alisha samar samar mendengar suara seseorang perempuan. Jantung Alisha langsung berdegup kencang napasnya terasa tercekat di tenggorokannya. "Enggak mungkin kan, mungkin hanya perasaanku saja mendengar suara perempuan didalam kamar mas Fandi" batin Alisha mulai gelisah.
Kebetulan pintu tidak tertutup rapat masih ada sela sedikit sehingga suara didalam kamar masih cukup terdengar meskipun sedikit samar. "Kak aku sudah enggak tahan ahhh..." desah suara wanita tersebut disela sela kegiatan mereka. "Sebentar sayang.. ini benar benar nikmat.. aku sampai ketagihan ingin terus menikmati tubuhmu plak plak plak..." terdengar suara 2 orang sedang melakukan sesuatu yang Alisha tau betul mereka sedang melakukan apa, meskipun ia belum pernah melakukan itu tapi dia sudah paham apa yang dilakukan jika 2 orang berlawanan jenis didalam kamar. Alisha langsung membekap mulutnya dengan menahan tangisnya. Berulang kali Alisha menyakinkan apa yang ia dengar tidak lah salah. "Mas Fandi.." tes..tes.. buliran air mata berjatuhan begitu derasnya.."Ini enggak nyatakan tapi suara itu begitu nyata bagiku.." gumam Alisha tubuhnya bergetar hebat. Suara itu, suara wanita itu seperti enggak asing ditelinganya, seperti suara Vania sepupunya sendiri. Setelah ia bisa mengendalikan diri perlahan Alisha mendorong pintu tersebut untuk memastikan bahwa apa yang ia dengar barusan. Saat pintu semakin terbuka jantung Alisha semakin tidak karuan, apalagi suara suara laknat mereka menggema begitu nyaring seiring pintu terbuka lebar. Saat pintu terbuka lebar nampak jelas didepan matanya kekasihnya sedang mengungkung seorang wanita dibawahnya. Tubuh mereka berdua sama sama dalam keadaan polos seperti bayi baru lahir. Bahkan Alisha dengan jelas melihat p*n*s Fandi keluar masuk dari dalam kem*lu*n si wanita yang sejak tadi mendesah dibawah kungkungan Fandi. Mereka belum sadar bahwa diantara mereka ada orang lain yang menyaksikan langsung live streaming mereka.
Jijik itu yang ada benak Alisha, Alisha benar-benar tidak percaya bahwa pria yang ia cintai yang ia jadikan kekasih adalah seorang pria bajingan.
"Brak..."
Terdengar suara benda jatuh yang tak lain paperbag berisi makanan yang dibawa Alisha.
Dua orang yang sejak tadi sibuk bercocok tanam langsung terkejut. Mereka berdua langsung melihat kearah belakang dan nampak Alisha berdiri mematung menatap mereka dengan wajah penuh kekecewaan bercampur marah.
Duarr...
Gambaran keterkejutan mereka berdua Vania langsung menutup tubuh polosnya dengan selimut.
Fandi dan Vania mereka berdua tidak kalah terkejutnya. Apalagi mereka kepergok sedang melakukan hal yang memalukan saat ini.
"Alisha..." ucap mereka bersamaan.
Sedangkan Alisha tersenyum getir saat ini ia benar-benar kecewa dan terluka. "Aku enggak percaya kamu tega melakukan ini sama aku, apa salahku, aku sampai bingung harus ngomong apa sama kamu, aku benar-benar kecewa sama kamu Fandi Erlangga Raharja. Dan kamu Vania Larissa kamu adalah sepupu aku sendiri kamu tau Fandi adalah kekasihku tapi kamu dengan teganya menusuk aku dari belakang. Kamu anggap aku apa selama ini. Selamat kalian berdua sudah berhasil menghancurkan hatiku. Fandi mulai sekarang hubungan kita sudah selesai anggap saja kita tidak saling mengenal" setelah mengatakan itu Alisha langsung pergi meninggalkan apartemen Fandi dengan linangan air mata.
" Alisha sayang.. mas bisa jelasin, Alisha..!!" teriak Fandi buru buru mengejar Alisha langsung memakai celana boxer dengan terburu-buru mengejar Alisha yang sudah keluar dari dalam apartemennya. Setelah melihat Alisha berhasil masuk lift, Fandi berteriak frustasi "Aaarrgghh.. brengsek..!! Aku harus bagaimana menjelaskannya, aku enggak mau Alisha membenciku" ucap Fandi frustasi bercampur bingung.