NovelToon NovelToon
Mafia Dan Gadis Desa

Mafia Dan Gadis Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Roman-Angst Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:28.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aquilaliza

Glenca Lysandra, seorang gadis yang terkenal di desanya sebagai penakluk hutan yang tak seorang pun berani memasukinya. Dia lah satu-satunya gadis yang berhasil keluar masuk hutan dalam keadaan selamat, berbeda dengan beberapa orang desa lainnya.

Namun, apa jadinya ketika dia bertemu seorang pemimpin mafia, Ethan Frederick Denaro, di sebuah villa kosong yang terkenal angker di dalam hutan yang ia jelajahi. Pertemuan tak sengaja yang membawanya menyaksikan kekejaman dan transaksi gelap seorang Ethan, juga menjadi awal hidup rumit nya.

Ethan tidak pernah membiarkan saksi mata transaksi terlarang nya hidup. Tapi, Glenca adalah pengecualian. Membawanya ke Mansion dan dijadikan mainan, cukup menghibur dirinya yang penuh dengan keseriusan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aquilaliza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kau Yang Memimpin

Hukuman hari ini sedikit longgar karena Adeline sempat berada di kampus hampir setengah hari. Dia hanya di hukum merapihkan semua buku di perpustakaan milik mendiang Nyonya besar klan Denaro.

Meski cukup melelahkan, Glenca melakukannya dengan perasaan senang. Dia juga mengambil waktu beberapa menit untuk sekedar membaca buku yang menarik perhatiannya.

"Kau sangat lelah?" Julie tiba-tiba menyapa ketika tak sengaja Glenca melewatinya.

Glenca yang memang tak melihatnya pun terkejut. "Kau mengejutkan ku."

"Oh ya? Maaf. Tapi, ku rasa kau akan lebih terkejut dengan apa yang kau lihat nanti."

"Aku sangat lelah. Aku tidak berniat melihat—"

"Ikut aku!" Julie tanpa permisi langsung menarik tangan Glenca dan membawa gadis itu ke salah satu ruangan yang tak begitu jauh dari tempat mereka.

"Ethhhh...."

Langkah Glenca seketika terhenti saat mendengar suara yang diiringi des*han tersebut.

Sementara Julie justru tersenyum licik. Inilah yang ingin ia tunjukkan pada Glenca. "Kenapa berhenti...?" bisik Julie pelan.

Glenca menatapnya, lalu tersenyum tipis. Reaksi Glenca itu membuat Julie terkejut. Dia tidak menyangka Glenca malah tersenyum.

"Kau ingin menunjukkan padaku tentang ini?" tanya Glenca tenang, meski sebenarnya hatinya tidak tenang. Dia tiba-tiba merasakan perasaan sedih, kecewa dan sakit hati. Tapi, dengan cepat ia menyembunyikan semua perasaan yang tak bisa ia pahami itu dengan begitu rapat.

"Ya. Kau dengar, kan? Mereka sedang apa?"

Glenca lagi tersenyum. Dia melangkah lebih dekat ke arah pintu kamar yang sedikit terbuka. Bisa ia lihat bagaimana Katty duduk di atas pangkuan Ethan, saling berhadapan, lalu menggerakkan tubuhnya dengan begitu semangat. Ethan hanya duduk tenang dengan mata yang terus menatap ke arah Katty.

"Bagaimana? Kau sudah melihatnya dengan jelas?"

"Hm." Glenca menjawab pelan. Dia lalu menoleh pada Julie. "Aku juga pernah seperti itu. Tapi, dibantu oleh Ethan untuk bergerak."

Sial!

Julie ingin memaki Glenca sekarang. Gadis itu ternyata jauh lebih tenang saat ia provokasi. Rencananya gagal sekarang.

Dan tanpa ia ketahui, Glenca diam-diam menahan air mata yang tiba-tiba menggenang di pelupuk mata. Ia tidak mengerti, kenapa ia bisa merasakan sakit sedalam itu?

Glenca menghembuskan nafas pelan. Dia lalu berbalik dan meninggalkan tempat tersebut untuk kembali ke kamarnya.

***

Seluruh tubuh Glenca terasa sangat segar setelah ia menyelesaikan kegiatan mandinya. Meski begitu, pikirannya masih tertuju pada apa yang ia lihat beberapa saat lalu.

Melilitkan handuk ke tubuhnya, Glenca lalu berdiri di depan cermin dalam kamar mandi. Tangannya bergerak mengusap-usap rambutnya yang basah menggunakan handuk kecil.

"Kenapa aku jadi aneh begini?" gumam Glenca. "Aku sedih dan merasa sakit ketika melihat Ethan dan Katty. Bukankah seharusnya aku merasa senang? Dengan adanya Katty, Ethan tidak akan menggangguku lagi."

Glenca menarik nafas dan menghembuskannya. "Fokuslah Glenca. Jangan tenggelam dalam perasaanmu. Fokus pada tujuanmu untuk keluar dari Mansion ini. Kau harus segera menyelamatkan dirimu sendiri," ucapnya.

Beberapa saat kemudian, Glenca menyelesaikan kegiatan mengusap rambutnya. Ia berbalik dan berjalan ke arah pintu kamar mandi.

Ceklek.

Deg!

Tubuh Glenca terdiam mematung di ambang pintu. Seluruh sarafnya terasa menegang ketika melihat sosok Ethan yang dengan santai duduk di atas kasur miliknya. Pria itu menatap ke arahnya kemudian tersenyum tipis.

"Sudah selesai?" tanya Ethan.

Glenca tak lekas menjawab. Dia masih tidak bisa mencerna, kenapa Ethan ada di kamarnya? Bagaimana lelaki itu bisa masuk, sementara ia sudah mengunci pintunya?

"Glenca?" Gadis itu masih tetap diam.

"Kemarilah!" Reaksinya masih sama. Hal itu membuat kesabaran Ethan semakin menipis.

"Jika kau tidak datang, aku akan—"

"Kenapa kau disini?" tanya Glenca. Dia melangkah tenang ke arah Ethan. Namun, tatapannya menuntut jawaban dari lelaki itu.

"Bukan kah kau sedang bersama Nona Katty?" Glenca menghentikan langkahnya di depan Ethan. "Tadi kalian—"

Bruk!

Tubuh Glenca terjatuh tepat di atas pangkuan Ethan ketika lelaki itu menariknya. Tangan Ethan dengan cepat melingkar di pinggang ramping Glenca, lalu membiarkan dagunya bersandar di bahu polos gadis itu.

Ethan bisa merasakan dingin kulit Glenca, juga aroma tubuh gadis itu yang dipadukan dengan wangi sabun dan shampoo yang gadis itu gunakan.

"Kau sangat wangi..." bisik Ethan pelan. Ia mengendus leher Glenca, menggesekkan hidungnya disana, lalu memberi satu kecupan lembut.

"Jangan seperti ini." Glenca mencoba menolak.

"Kenapa? Hm?"

"Kau tega pada Nona Katty? Dia sudah kembali, datang untuk menemui mu. Dan kau justru berada disini. Bukankah kau sedang menyakitinya?"

Cup.

Ethan memberi satu kecupan di bawah telinga Glenca, membuat tubuh gadis itu semakin merinding.

"Aku kemari untuk menghukummu." Ethan mencengkram lembut kedua pipi Glenca, lalu mengecup sebelah pipinya.

"Hukum?"

"Hm. Aku melihatmu mengintip."

Glek!

Glenca meneguk kasar ludahnya. Mengintip? Apa Ethan melihatnya saat mengintip tadi? Jika benar, habislah dia. Dia sudah mengganggu pemimpin klan Denaro, dan mengacaukan waktu senang-senangnya.

"A-Aku—"

"Kau melihatku dan Katty di kamar. Right?" Ethan mengecup bagian bawah pipi Glenca.

"A-Aku tidak bermaksud untuk mengintip. Aku—"

"Kau tahu? Aku tidak puas dengan pelayanannya..." bisik Ethan, lalu memberi kecupan tepat di sudut bibir Glenca. Dan itu membuat tubuh Glenca semakin menegang. Firasatnya mulai buruk. Dia tidak akan selamat malam ini.

"Tuan, aku sungguh minta maaf."

"Aku memaafkanmu," ucap Ethan. "Tapi, hukuman tetap berlaku. Aku ingin kau malam ini."

Tanpa menunggu jawaban Glenca, pria itu langsung meraup bibir Glenca, melumatnya cukup rakus.

Sementara sebelah tangannya yang beberapa saat lalu bertengger di pinggang Glenca, kini beralih mengusap lembut perut rata gadis itu. Perlahan, tangannya bergerak naik, kemudian menarik pelan handuk yang Glenca kenakan.

"Kau yang memimpin...." bisik Ethan sambil tersenyum iblis.

...****************...

Pukul 3 pagi, Ethan masih terjaga. Ia berbaring sambil menatap Glenca yang baru saja terlelap dalam dekapan nya, setelah menyelesaikan kegiatan panas mereka.

"Kau kelelahan," ucap Ethan. Tangannya mengusap pelan pipi Glenca. Sementara gadis itu tidak terusik sedikitpun.

"Seharusnya aku yang tertidur lebih dulu. Aku yang lebih banyak bergerak, kenapa kau yang kelelahan? Kau hanya memimpin sekali, itu pun aku turut membantu. Sementara aku? Sudahlah, kali ini kau ku maafkan. Tapi lain kali, tidak lagi."

Ethan semakin menarik Glenca dalam pelukannya, lalu ikut memejamkan mata. Tapi, baru beberapa detik, handphonenya tiba-tiba berdering.

Ethan kembali terjaga, memposisikan tubuhnya untuk duduk tanpa mengusik Glenca, lalu dengan segera menjawab panggilan telpon yang ternyata dari adiknya, Aaron.

"Eth?"

"Hm."

"Kau sedang bersama wanita mu?"

"Katakan Aaron, apa yang kau inginkan?"

"Tidak ada. Aku hanya ingin mengganggu waktu senang-senang mu."

"Kau sangat mengenal ku."

"Tentu saja. Ethan Frederick Denaro, pemimpin klan Denaro, aku orang pertama yang paling mengenal mu."

"Kau membuang Ayahmu?"

"Huh! Jika ku lakukan, aku akan kehilangan nama Denaro di belakang namaku."

Ethan tersenyum tipis mendengar ucapan adiknya.

"Ku dengar kau membawa pelayan baru ke Mansion. Gadis cantik dari desa."

Mata Ethan beralih ke arah Glenca yang tertidur lelap. Tangannya kemudian bergerak mengusap rambut gadis itu.

"Hm," jawabnya pelan.

"Seberapa cantik? Aku penasaran."

"Kau akan melihatnya ketika kau berada di Mansion."

"Hehehe... aku akan pulang, tapi nanti. Teruslah bawa wanita cantik ke Mansion."

"Sebelum kau kembali, wanita-wanita itu sudah mati di tangan Adeline."

"Putri kecil itu. Kau memang pemimpin klan Eth, tapi dia pemiliknya. Itu aturan tak tertulisnya."

Ethan terkekeh pelan mendengarnya. Adeline memang selalu dimanjakan.

"Sudahlah. Lanjutkan senang-senang mu, gadis-gadisku sudah menunggu."

Ethan tersenyum miring, lalu berdehem pelan untuk menjawab sang adik. Setelah itu, panggilan pun terputus.

Arron memang seperti itu. Dia akan menelpon saat dia ingin—tanpa peduli waktu tepat atau tidak—dan akan menghilang selama waktu yang ia inginkan. Ia bahkan bisa tidak memberi kabar hingga setengah tahun jika dia ingin. Dan itu sudah pernah terjadi.

Ethan meletakkan kembali handphonenya, lalu bersiap untuk kembali berbaring. Segaris senyum tipis terukir di bibirnya saat mendapati Glenca kini tertidur membelakangi nya.

"Aku tidak suka kau membelakangiku. Tapi, karena kau sudah membuatku senang, kau ku maafkan," ucap Ethan, lalu ikut berbaring dan memeluk Glenca dari belakang.

1
Mia Camelia
ethan makin posesif ini sih🤭
glecha sabar yaa,mansion menunggu mu😂😂😂
Siti Zaid
Lagi dan lagi Ethan memaksakan glenca utk selalu ikuti semua kemahuan nya...
Siti Zaid
Terima kasih author sudah update lg...ditunggu terus lanjutan ceritanya..🤭
Qital Karimah
nungguin Ethan ngumumin glenca istri ya di mansion ..rajin up thor
Mia Camelia
duh bikin kaget aja nih ethan, udah muncul aja di rmh glencha🤣🤣🤣
pasti kangen banget tuh sama glencha🥰
Siti Zaid
Dari awal glenca melarikan diri..Ethan sudah tahu dan dia sengaja membiarkan glenca dan akhirnya dengan mudah dia menemukan glenca...🤭
Tevina Anggita
kapannn ethann menyesal thorrr spoilerr pliss
Mia Camelia
kurang banyak thor chapteer nya🤣🤣🤣
katty masih aja sombong, padahal ethan udh cuek🤔
duh glencha udh ada yg deketiin aja nih, klo ethan tau pasti ambyar🤣🤣🤣
Siti Zaid
kesian kan glenca jika harus bertemu lagi dgn Ethan..kembali ke mansion Ethan..maka glenca pasti menderita lg😢
Qital Karimah
rajin up ka
ms. S
lagi.. lagi
Tevina Anggita: kasiii cluee nanti ada bagian Ethan menyesal ngakk thorrr🤭🤭🤭
total 1 replies
Siti Zaid
Terima kasih sudah update episode baru..walau kelamaan update kakak tunggu dgn sabar
Aquilaliza: Makasih Kak😊🙏
total 1 replies
Mia Camelia
akhir nya thour update lagi🥳🥳🥳🥳aku kangen banget sama romansa ethan n glecha🥰🥰
semangat thor, aku selalu menanti chapter selanjut nya😄😄😄😄
Aquilaliza: Makasih Kak
total 1 replies
Indra Wati
apakah udah tamat smpai di sini
Siti Zaid
Author..kenapa lama tak update cerita terbaru...semoga author selalu dipermudahkan segala urusan😊👍
Qital Karimah
author up lagii
Mrs. Kan
Lanjut thor
Mia Camelia
ayooo eth, tangkep lagi glecha nya😔
Tevina Anggita: kapan upp nya kakk
total 1 replies
@Biru791
ayo dong upp
Mia Camelia
mendingan glencha di tangkap lagi deh🤣🤣🤣ethan nya udh ngliat nih🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!