NovelToon NovelToon
Langit Jingga Setelah Hujan

Langit Jingga Setelah Hujan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Keluarga / Romansa Fantasi / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Chicklit / Fantasi Wanita
Popularitas:10.6k
Nilai: 5
Nama Author: R²_Chair

Jingga seorang gadis cantik yang hidupnya berubah drastis ketika keluarga yang seharusnya menjadi tempat pulang justru menjadi orang pertama yang melemparkannya keluar dari hidup mereoka. Dibuang oleh ayah kandungnya sendiri karena fitnah ibu tiri dan adik tirinya, Jingga harus belajar bertahan di dunia yang tiba-tiba terasa begitu dingin.

Awalnya, hidup Jingga penuh warna. Ia tumbuh di rumah yang hangat bersama ibu dan ayah yang penuh kasih. Namun setelah sang ibu meninggal, Ayah menikahi Ratna, wanita yang perlahan menghapus keberadaan Jingga dari kehidupan keluarga. Davin, adik tirinya, turut memperkeruh keadaan dengan sikap kasar dan iri.

Bagaimanakan kehidupan Jingga kedepannya?
Akankan badai dan hujannya reda ??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R²_Chair, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hariku mulai tenang karena kamu!

Waktu berjalan begitu cepat.Tanpa Jingga sadari, satu bulan sudah berlalu sejak ia resmi mengambil alih sebagian tanggung jawab di perkebunan sawit. Awalnya terasa berat kepala penuh angka, laporan, dan rapat yang rasanya tak ada habisnya. Tapi perlahan,hari-hari itu mulai terasa normal.

Bahkan menyenangkan.

Pagi Jingga selalu dimulai dengan udara kebun yang masih basah oleh embun. Ia sering berdiri sebentar di depan kantor perkebunan sawit, memandang barisan pohon sawit yang berjajar rapi, seolah menyapanya setiap hari.

“Pagi juga,” gumam Jingga sambil tersenyum kecil.

Ia belajar banyak. Tentang tanah, cuaca, panen, dan yang paling sulit yaitu tentang manusia. Tentang para pekerja yang menggantungkan hidup pada kebun itu, tentang kepercayaan, dan tentang keputusan yang tidak bisa hanya mengandalkan perasaan.

Awalnya mereka memandang Jingga ragu bahkan ada sebagian yang tidak mempercayainya.

Gadis muda. Pendiam. Datang tiba-tiba sebagai pemilik.Tapi Jingga tidak memerintah dari balik meja.

Ia turun ke lapangan.

Bertanya.

Mendengarkan.

Dan itu yang perlahan mengubah cara mereka melihatnya.Dan di sela kesibukan itu, kamera tetap menjadi pelarian Jingga.

Setiap sore, setelah semua pekerjaan selesai, ia akan berjalan menyusuri kebun. Memotret cahaya matahari yang menembus sela daun, tangan-tangan kasar pekerja yang sedang beristirahat,atau sekadar langit senja yang berubah warna.

Kamera kecil pemberian Arjuna selalu tergantung di lehernya.

Entah kenapa, setiap kali mengintip melalui lensa, Jingga merasa lebih dekat dengannya.

Seperti Arjuna ada di sana.

“Kalau kamu lihat ini, kamu pasti suka,” gumam Jingga saat memotret siluet pohon sawit dengan langit jingga keemasan di belakangnya.

Ia tersenyum sendiri.

Lain di kampung lain pula di kota, Arjuna menjalani hari yang jauh berbeda.

Rapat pagi. Rapat siang. Rapat sore.

Meja kerjanya penuh berkas. Jadwalnya padat. Tangannya jarang lepas dari ponsel dan laptop. Dunia yang bergerak cepat, tanpa jeda.

Tapi di tengah semua itu, ada satu rutinitas kecil yang tidak pernah ia lewatkan.Pesan pagi untuk Jingga.

✉️ Selamat pagi, pemilik kebun paling cantik.

Balasan Jingga hampir selalu cepat.

✉️ Pagi juga, CEO sibuk.

Arjuna akan tersenyum, sekilas lupa bahwa ia sedang berada di gedung bertingkat dengan pendingin ruangan yang dingin.

Hubungan mereka… berubah.Bukan sekadar rindu.Tapi saling menguatkan.

Dan malam hari menjadi waktu favorit mereka.Kadang hanya bertukar pesan suara. Kadang panggilan video singkat sebelum Jingga tertidur kelelahan.

“Kamu kelihatan capek,” kata Arjuna saat mereka melakukan vidio call.

“Capek, tapi senang,” jawab Jingga sambil menyender di bantal. “Aku ngerasa lebih hidup.”

Arjuna terdiam sejenak. “Aku bangga sama kamu.”

Ucapan itu sederhana. Tapi membuat mata Jingga hangat.

“Aku bisa sejauh ini juga karena kaka,” balasnya jujur.

Arjuna tersenyum di balik layar. “Aku cuma nunjukin arah. Kamu yang jalan.”

°°°

Hari demi hari, kedekatan mereka semakin terasa.Mereka mulai berbagi hal-hal kecil.Jingga mengirim foto hasil jepretannya.

Langit sore. Jalan tanah. Secangkir kopi panas di beranda.

Arjuna membalas dengan foto dari kota seperti lampu malam, meja kerja berantakan, atau sekadar jendela kamar dengan hujan tipis di luar.

Dua dunia yang berbeda, tapi saling terhubung.

Kadang mereka hanya diam di panggilan video. Jingga mengedit foto, Arjuna membaca dokumen. Tidak bicara, tapi tetap bersama.

“Lucu ya,” kata Jingga. “Kita nggak ngapa-ngapain, tapi aku ngerasa ditemenin.”

Arjuna tersenyum. “Karena kamu memang nggak sendirian.”

"Sayang..."Panggil Arjuna kemudian.

"Iya,,"

"Aku makin kangen sama kamu,liat kamu di layar rasanya bukannya berkurang malah tambah kangen." Ucap Arjuna,wajahnya terlihat frustasi.

Dan Jingga hanya terkekeh melihatnya.Bukan hanya Arjuna,nyatanya dirinya pun merasakan hal yang sama seperti Arjuna.

Namun Jingga tak ingin egois yang akan memaksa Arjuna untuk datang ke kampung.Jingga tau Arjuna jauh lebih sibuk di banding dirinya dan Arjuna mempunyai tanggung jawab yang lebih besar di banding dirinya.

°°°°

Di kebun, kepercayaan mulai tumbuh.Beberapa staf senior yang awalnya dingin, kini mulai terbuka. Jingga tidak lagi dipanggil “Nona” dengan nada ragu, tapi dengan hormat.

“Bu Jingga,” sapa mereka.

Awalnya terasa asing. Tapi Jingga belajar menerimanya.Ia mulai memimpin rapat kecil. Memberi keputusan. Menyusun rencana.

Dan setiap kali ragu, ia akan mengirim pesan pada Arjuna.Bukan untuk minta keputusan.Tapi untuk memastikan ia tidak salah melangkah.

Arjuna selalu menjawab dengan sabar,tidak menggurui dan tidak banyak mengatur.Hanya memberi saran dan arahan.

“Keputusan tetap di tangan kamu,” katanya. “Aku percaya penilaian kamu.”

Kalimat itu menjadi pegangan Jingga.

Sedangkan Kakek Arga sering memperhatikan Jingga dari jauh.

Melihat bagaimana gadis itu berjalan dengan kamera dan map kerja di tangan. Melihat caranya berbicara dengan para pekerja. Melihat senyum yang kini lebih sering muncul.

“Kamu berubah,” kata Kakek

Jingga menoleh. “Ke arah yang buruk?”

“Ke arah yang lebih baik,” jawab Kakek sambil tersenyum.

Jingga terdiam. Lalu ikut tersenyum.

°°°°

Hari demi hari Arjuna semakin sibuk, Arjuna semakin tenggelam dalam tanggung jawab barunya.

Ibunya, Ibu Nadira, mulai benar-benar menyerahkan banyak keputusan padanya. Tekanan besar, tapi Arjuna tidak mengeluh.

Hanya satu hal yang sering membuatnya berhenti sejenak di tengah hari.

Notifikasi dari Jingga.Satu pesan sederhana bisa mengubah suasana hatinya.

✉️ Aku berhasil nutup masalah data itu. Makasih ya Ka.. Love You

Arjuna membaca pesan itu di sela rapat, dan tanpa sadar tersenyum.

“Dapat kabar baik?” tanya salah satu kolega.

“Iya,Masalah yang teratasi,” jawab Arjuna ringan.

Tak ada yang tahu, di balik jas rapi dan wajah tenangnya, ada hati yang terikat pada gadis di kebun sawit.

Dan malamnya , mereka membuat janji kecil.

Nonton film bareng dari jarak jauh.Hitung mundur bersama. Tekan tombol play di waktu yang sama.

“Siap?” tanya Arjuna.

“Siap.”

Meski terpisah layar, tawa mereka bertemu.

Kadang Jingga tertidur lebih dulu.Arjuna tidak langsung menutup panggilan. Ia hanya memandang layar, memastikan Jingga baik-baik saja.

“Cepat atau lambat,” gumamnya pelan, “aku bakal pulang.”

Arjuna menatap wajah Jingga penuh cinta.

"Sebentar lagi,aku ingin kita bersama tampa terpisah jarak dan waktu.Tunggu aku sayang.." Bisik Arjuna.

Dan dalam satu bulan itu..

Jingga semakin nyaman dengan perannya.

Arjuna semakin yakin dengan perasaannya.

Tidak ada janji besar. Tidak ada kata-kata muluk.Hanya dua orang yang memilih bertahan, meski jarak memisahkan.

Dan di antara pohon sawit yang tumbuh perlahan tapi kuat,serta gedung-gedung kota yang berdiri kokoh,

Cinta mereka tumbuh dengan cara yang sama,pelan tapi pasti.

...~Cinta akan semakin tumbuh ketika dua hati saling menguatkan,...

...meski dipisahkan jarak dan diuji oleh waktu....

...Karena yang bertahan bukan yang paling dekat, tapi yang paling saling menjaga.~...

...🍀🍀🍀...

...🍃Langit Jingga Setelah Hujan🍃...

1
Nurgusnawati Nunung
lanjut Thor.. semangat
Nurgusnawati Nunung
Nayya kalau hadir cuma sebentar ya.
Nurgusnawati Nunung
Berjalan bersama kalian akan lebih kuat.
Nurgusnawati Nunung
Arjuna sudah tidak sabar untuk menikah..
Satri Eka Yandri
Tata Bahasa bagus,rapi,ceritanya simple tapi menarik
Nurgusnawati Nunung
Dimana mana selalu saja ada orang yang berhati serakah.. semangat thor. lanjut
Nurgusnawati Nunung
Semangat... semoga masalah kalian segera selesai... lanjut Thor.
Nurgusnawati Nunung
Jangan lari Jingga.. karena bukan kamu yang mencari, mereka yang akan mencarimu. masa lalu akan hadir.
Puji Hastuti
Jingga kamu tidak sendiri, jangan takut lagi 💪
Nurgusnawati Nunung
jangan sampai harta Jingga diambil sama ayahnya
SecretChair
MasyaAllah Tabarakallah terimakasih🥰🙏
Arlis Wahyuningsih
jangan lari tetaplah ditempatmu..biarkan masa lalu menghampirimu dgn sendirinya.
seiring dgn kebenaran yg coba dihapuskan.
SecretChair: MasyaAllah Tabarakallah terimakasih🥰🙏
total 1 replies
Nurgusnawati Nunung
Semangat Pak CEO Arjuna.. ungkap kebenarannya..
SecretChair: MasyaAllah Tabarakallah terimakasih🥰🙏
total 1 replies
Nurgusnawati Nunung
Liat saja nanti ayah Jingga pasti ada balasannya. Davin itu dari kecil sudah kelihatan karakternya.
Nurgusnawati Nunung
Pantas kakek bahagia ada Jingga, rupanya cucunya..
Nurgusnawati Nunung
Banyaknya obat bahagia untuk Arjuna.. ibu yang perhatian dan adik yang menggemaskan.. hehehe. semangat
Nurgusnawati Nunung
Akhirnya dihati Jingga ada kepastian.. kepastian ada yang mencintainya.
semangat
Nurgusnawati Nunung
Ada yang menunduk malu, mendengar kata sayang.. 😄
Nurgusnawati Nunung
Masih menunggu lagi ya, belum ada kata sepakat ni.. hihi
Nurgusnawati Nunung
semangat untuk cinta.. 😍😍😍
Arjuna.. Jingga
SecretChair: MasyaAllah Tabarakallah terimakasih🥰🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!