NovelToon NovelToon
Sang Raja Kota

Sang Raja Kota

Status: sedang berlangsung
Genre:Gangster / Preman / Roman-Angst Mafia / Balas Dendam / Persaingan Mafia
Popularitas:551
Nilai: 5
Nama Author: Boy Permana

Kota X adalah kota tanpa tuhan, tanpa hukum, tanpa belas kasihan. Di jalanan yang penuh mayat, narkoba, prostitusi, dan pengkhianatan, hanya satu hal yang menentukan hidup dan mati: yaitu kekuasaan.

Di antara puluhan geng yang saling memangsa, berdirilah satu nama yang ditakuti semua orang

Reno, pemimpin The Red Serpent, geng paling di takuti dan paling berpengaruh di seluruh Kota X. Dengan kecerdasan, kekejaman, dan anggota yang kompeten Reno menguasai kota melalui darah dan pertarungan.

Namun kekuasaan sebesar itu mengundang musuh-musuh baru dan membuat iri musuh lama yang ingin menjatuhkan Reno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boy Permana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

interogasi

Malam itu di perlihatkan, Lorong bawah tanah markas Red Serpent terasa sunyi seperti biasanya. Lampu neon memancarkan cahaya pucat, memantul di lantai yang kotor.

Di lorong itu terlihat Iwan berjalan di depan, diikuti dua anggota Divisi 1. Di tengah mereka, Ada Rexy yang sedang diseret, tangannya terikat ke belakang, bahunya sesekali menghantam dinding saat langkahnya tersandung.

Rexy tidak memberontak.

Ia tahu, melawan hanya akan memperpendek kesabaran orang-orang di sekitarnya.

Pintu besi besar di ujung lorong dibuka.

KLANG.

Rexy didorong masuk ke ruang penahanan utama. Ruangan itu sederhana, dinding batu, satu lampu menggantung rendah, dan rantai baja tertanam di tembok.

“Duduk,” perintah salah satu anggota Divisi 1.

Rexy dijatuhkan ke kursi. Rantai dikaitkan, menarik kedua lengannya ke belakang sampai dada terbuka.

Iwan berdiri di hadapannya.

Tatapan mereka bertemu.

“Rexy,” ucap Iwan datar.

“Kapten baru Black Hound. Kau cukup

merepotkan malam ini.”

Rexy menyeringai kecil meski bibirnya pecah.

“Kalau ini cara mu menyambut tamu,” katanya serak,

“aku kecewa. Kudengar reputasimu lebih menyeramkan.”

Iwan hanya tersenyum

“Kau memang sengaja ku biarkan hidup,” jawabnya.

“kalau kau hanya berandalan biasa yang mengacau di wilayah kami sudah pasti besok pagi mayat mu akan di temukan mengambang di sungai .”

Ia menunduk sedikit, cukup dekat agar Rexy mendengar jelas.

“Dan sekarang kau berada disini, aku beritahu satu hal penting, pemilik ruangan ini lebih kejam dari yang bisa kau bayangkan.”

Iwan melangkah mundur.

“Jaga dia sampai Kala atau anggota divisi 10 datang,” perintah iwan pada anak buahnya.

“Aku akan menemui Boss Reno terlebih dahulu.”

"siap bang" saut Anggota divisi 1

Iwan berjalan keluar dan menuju ruangan Reno.

Iwan mengetuk ruangan Reno "boss ini aku, ingin melaporkan sesuatu yang penting"

"masuk" jawab Reno

Reno sedang duduk di kursi nya sambil merokok saat Iwan masuk.

Iwan berdiri di hadapannya dan langsung melaporkan.

“Tadi kami bentrok dengan black hound dan berhasil mengalahkan mereka serta menangkap Rexy mantan tentara bayaran yang kini menjadi kapten black hound"

Reno mengangguk pelan.

“Bagus sekali, kau dan divisi 1 memang selalu bisa ku andalkan dan menjalankan perintah ku dengan benar” kata Reno tenang.

"Terimakasih Iwan, kau tarik semua anak buah mu malam ini, kalian sudah bekerja dengan sangat baik, beristirahat lah dulu." sambung Reno

"baik boss terimakasih" jawab iwan

Reno berdiri dan menelpon kala.

"Kala kau cepat tangani anak buah alpha yang baru di tangkap Iwan"

"baik boss, apa perintah mu"

"buat agar dia buka mulut dimana markas black hound yang baru dan cari informasi ada siapa saja yang mendukungnya."

"siap bos, akan ku pastikan dia bicara" jawab kala

Reno mematikan ponsel nya lalu mempersilahkan Iwan untuk beristirahat.

Di dalam penjara bawah tanah milik Red Serpent menyandera musuh nya, tiba-tiba Dari kegelapan di sel sebelah muncul sosok Rafael, mantan pemimpin Silver Fang. Langkahnya pelan, tubuh nya kurus tidak sekuat dulu, tapi wibawanya masih terasa.

Rexy menoleh.

Mata mereka bertemu.

“Rexy,” Rafael membuka suara.

“Terakhir kali kita bertemu, kau baru saja menyelesaikan tugas kotor dari klien mu.

“Dan terakhir kita bertemu kau masih berdiri seperti raja,” balas Rexy.

Rafael tersenyum tipis.

“kenapa kau bisa berada disini, apa yang sudah kau lakukan sampai di tangkap Red Serpent."

"aku bergabung dengan black hound dan membuat kekacauan di wilayah-wilayah Red Serpent."

“Alpha tidak akan peduli padamu,” lanjut Rafael.

“Kau hanya alat bagi alpha, aku tahu persis sifat alpha dia lebih licik dari apa yang kau bayangkan."

Rexy mendengus.

“Aku tahu dengan siapa aku bekerja.”

“Kalau begitu,” Rafael menghela napas,

“kau akan kecewa dengan keputusan mu,"

Rexy terdiam.

Rafael menatapnya dalam-dalam.

“Kalau aku boleh memberi saran,” Jika orang itu datang, Berikanlah informasi tanpa bertele-tele , mungkin kau akan di bebaskan seperti Rio, orang yang menghianati ku."

saat mereka sedang berbincang tiba-tiba pintu masuk terbuka dan terdengar Langkah sepatu.

Kala masuk ke ruangan dengan langkah santai membawa pisau dan pemukul bisbol.

“Kau tahu,” kata Kala sambil menarik kursi,

“orang selalu berpikir aku menikmati ini.”

Ia duduk tepat di depan Rexy.

“Padahal salah karena aku sangat sangat sangat menikmati ini.”

Rexy menatapnya sinis.

“Apa yang kau maksud?.”

Kala berdiri dan memutar lampu ke arah wajah rexy.

“Kita mulai dari yang mudah,” ucap Kala.

“Siapa saja yang mendukung alpha?”

Rexy hanya diam tidak menjawab.

Kala menamparnya "apa kau tuli"

“Kau masih bisa memilih,” lanjutnya.

“Bicara sekarang… atau kau akan menyesal"

Rexy tertawa kecil, lalu terbatuk.

“Pergi saja kau ke neraka.”

Kala menghela napas, seolah kecewa.

Ia memberi isyarat.

Dua anggota nya masuk, lalu menarik rantai Rexy lebih kencang. Otot bahunya bergetar menahan sakit.

Kala mendekat ke arah rexy dan memakai knuckle di tangan nya.

lalu dia meninju tulang rusuk Rexy lanjut meninju wajah rexy.

Rexy menjerit kesakitan.

“Kedua,” lanjut Kala.

“Sebutkan lokasi markas utama black hound.”

Rexy terengah, keringat bercampur darah.

“berengsek kalau berani lepaskan rantai ini kita duel”

"untuk apa berduel dengan mu itu membuang-buang waktu ku,"

kala mengambil pisau dan mencabut pisau nya dari sarung.

"jika kau tidak mau bicara, akan ku potong lidah mu agar kau benar-benar tidak bisa bicara selamanya."

Akhirnya, Rexy tertawa lemah.

“Kau memang brengsek, baiklah akan ku beri tahu.

Kala mengangkat alis.

“katakan?”

Rexy menutup mata, napasnya tersengal-sengal

“distrik Utara dekat perbatasan kota, nomer 17 sampai 21, ada Vargo, Radit dan Ega serta beberapa dukungan dari geng-geng kecil yang berada di wilayah perbatasan, serta wilayah selatan dari distrik satu dan distrik dua, hanya itu yang ku tahu karena aku belum lama bergabung dengan black hound.

"terimakasih sudah bicara, pastikan informasi yang kau berikan benar adanya, karena jika salah, akan benar-benar ku potong lidahmu."

Kala keluar dari ruangan dan memerintahkan anggota nya untuk melepas rantai dan mengunci sel.

Terlihat Rexy terkulai lemah dan tidak menyangka, bahwa dia sekarang berada di dalam penjara yang lebih busuk dari penjara milik pemerintah.

1
Zan Apexion
semangat terus dalam berkarya ya author ☺️👍
Zan Apexion: sama-sama, tetap semangat dalam berkarya ☺️👍.

salam dari sesama penulis.
Sincerly,

Zan Apexion
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!