NovelToon NovelToon
TEROR PARAKANG

TEROR PARAKANG

Status: tamat
Genre:Misteri / Thriller / Iblis / Kutukan / Roh Supernatural / Tumbal / Tamat
Popularitas:149.5k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Kisah ini berasal dari tanah Bugis-Sulawesi yang mengisahkan tentang ilmu hitam Parakang.

Dimana para wanita hamil dan juga anak-anak banyak meninggal dengan cara yang mengenaskan. Setiap korbannya akan kehilangan organ tubuh, dan warga mulai resah dengan adanya teror tersebut.

Siapakah pelakunya?

Ikuti Kisah selanjutnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa?

Wajah Andi Anni terlihat pucat. Ia beranjak dari tempatnya, lalu bergegas pergi meninggalkan para tetangga yang masih sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

Ia menuju kamarnya, mencari ponselnya dan mencoba menghubungi sang kakak yang sedari tadi padi ia abaikan.

Wanita muda itu menemukan ponselnya. Lalu membuka layarnya dan menghubungi Andi Enre dengan tangannya yang gemetar.

Panggilan tersambung, dan beruntungnya Andi Enre yang berada dilokasi tambang mengangkatnya.

"Assalammualaikum, Bang," ucapnya dengan gemuruh didadanya.

"Iya, ada apa, Dik?" tanya Enre dengan santai.

"Bang, bisa datang malam ketiga untuk acara doa ammak," ia mencoba mempengaruhi pria tersebut.

Andi Enre terdiam sejenak. Sepertinya ia melupakan acara mattampung yang seharusnya dihadiri oleh anak lelakinya.

"Kapan?" tanyanya dengan ragu.

"Malam ini, abang datang, ya," rayunya dengan bersungguh. Tidak ada cara lain ia harus dapat merebut kembali hati sang abang sudah dikuasai oleh wanita iblis tersebut.

Jujur saja ia sakit hati mengapa bisa sang kakak lelakinya melupakan acara tersebut, tetapi jika ia kasar, maka ini akan kacau.

Hati Andi Anni semakin tak menentu, ia merasa jika abangnya harus sadar dan mengetahui jika istrinya adalah seorang parakang.

"Iya, nanti abang usahakan," sahut Andi Enrr, ditengah suara deru mesin diesel yang sedang menyerap air dari sungai Saddang.

"Bang, jangan sampai tak datang," pesan Andi Anni dengan suara memohon.

"Ya," jawab Enre dengan datar. "Malam tadi kenapa tidak angkat panggilan abang?" pria itu mempertanyakan hal tersebut pada sang adik.

Andi Anni gelagapan. "Kan ponsel Anni mati, Bang," kilahnya.

"Kan abang ada kirim pesan, kenapa tidak dibalas?" cecarnya.

"Kassi sedang rewel, dan malam ini ada acara sedekah, jadi sibuk. Maaf--ya," Anni mulai merayu sang abang. "Memangnya kak Daeng Cening kenapa bisa sampai tertancap gunting?" tanyanya dengan nada hati-hati.

"Gak tau, tiba-tiba saja berteriak dan saat abang lihat, ada gunting yang tertancap dipahanya," jawab Andi Enre.

Andi Anni masih mencoba berfikir untuk mengolah katanya, agar tidak disalah artikan oleh sang kakak, ia harus bisa membuat Enre datang malam ini.

"Bagaimana keadaannya?" mencoba perhatian.

"Sudah mulai membaik, sebab ada perawat yang memiliki golongan darah B+, sehingga dapat mendonorkannya,"

"Oh, begitu. Aku tunggu abang malam ini," Andi Anni mengakhiri percakapannya, dan sambungan panggilan terputus.

Andi Anni menggenggam ponselnya. Wajahnya terlihat pucat dan ia sangat ketakutan.

Ia melirik Bombang yang saat ini berada diruang tengah, dan berupaya menidurkan gadis kecul mereka dengan menimangnya.

"Aku yakin, pasti itu gunting milik Ambo," gumamnya dengan lirih. Ia sangat berharap jika abangnya datang malam ini, dan Andi Enre harus tau semuanya, nika istrinya itu bukan manusia biasa, melainkan sosok yang sangat menyeramkan.

Wanita itu kembali ke dapur, duduk bersama warga lainnya. "Ambo, apakah gunting yang ambo pakai itu terbuat dari besi semuanya?" tanya And8 Anni dengan lirih.

"Ya, semuanya terbuat dari besi," wanita itu memasukkan bawang merah ke dalam mesin blender. "Kamu kemana tadi?" tanya Ambo dengan rasa penasaran.

"Menghubungi bang Enre. Aku minta ia datang malam ini. Semoga saja ia dapat terbebas dari pengaruh iblis tersebut," ucap Andi Anni penuh harap.

Semua yang hadir terlihat sangat gusar. "Apakah Daeng Cening akan ikut?" tanya Rumi--bibi penasaran.

"Tidak mungkin berani dia datang. Kan acara doa bersama, pasti kepanasan dia," sahut Andi Anni dengan yakin. Semoga saja Enre tidak mendengarkan ucapan wanita itu, dan datang tepat waktu.

Enre harus kita bebaskan dari pengaruh wanita iblis tersebut," sahut Rumi yang juga merasa kesal.

"iya, kita harus membuatnya sadar, dia sudah terlalu jauh disesatkan wanita itu," Andi Anni semakin berharap.

Sementara itu, Daeng Cening bangkit dari sofa saat dua orang wanita datang secara bersamaan ke kediamannya.

Mereka membawa tas dan pastinya akan menginap dirumah itu. Penampilannya sangat sederhana, terlihat dari kampung yang jauh.

"Apakah kalian yang akan bekerja disini?" tanya Daeng Cening saat berada diambang pintu. Ia memindai kedua gadis itu dengan pandangan yang tak biasa.

Rasa lapar dan haus menjadi satu saat melihat keduanya.

Akan tetapi, hari masih cukup siang, dan ia akan beraksi saat malam hari.

"Iya, Nyonya. Kami yang akan bekerja dirumah ini," jawab gadis bernama Unru.

"Masuklah, kamar kalian berada dibagain belakang bersebelahan dengan dapur," titahnya.

"Terimaksih, Nyonya," sahut keduanya dengan patuh, lalu memasuki rumah, dan Daeng Cening menunjukkan kamar tempat mereka untuk tidur.

"Kamar kalian disini, dan mulailah bekerja. Kalian ada yang bertugas mencuci pakaian, menyetrika, dan membersihkan rumah sedangkan yang lainnya memasak dan juga membantu membersihkan rumah," Daeng Cening menjelaskan tugas keduanya.

"Baik, Nyonya. Kami akan mematuhi semua perintah," ucap keduanya secara serentak.

"Bagus," jawab Daeng Cening, dan memindai kembali keduanya, sebelum ia pergi meninggalkan mereka.

Daeng Cening tiba diruang santai, saat bersamaan, sosok pria berwajah kalem yang tadi baru saja bekerja dengannya datang membawakan makanan pesanan untuk Daeng Cening.

"Ini, Nyonya. Silahkan dimakan." pria berperawakan tinggi dan wajahnya yang cukup tampan membuat Daeng Cening memperhatikannya sejenak.

Sesaat ia memalingkan wajahnya lalu meraih dua kantong kresek yang diberikan kepadanya.

Ia membawanya ke sofa dan meletakkannya diatas meja.

"Tolong ambilkan saya piring dan mangkuk," titahnya pada pria tersebut.

"Baik, Nyonya," sahut sang sopir dengan patuh, llau berjalan menuju ke arah dapur.

Daeng Cening membuka satu kantong berisi Soto Makassar yang merupakan makanan favoritnya.

Kemudian ia membuka kantong kresek lainnya, dan saat ia mengetahui isinya, sontak saja ia berteriak histeris.

"Aaaaaaaaaaa...," pekiknya dengan suara yang begitu sangat keras.

Sang Sopir menghentikan langkahnya, ia tersenyum misterius, lalu bergegas mengambil mangkuk dan piring beserta sendok untuk diberikan kepada Daeng Cening.

Setibanya diruang santai, ia melihat wajah Daeng Cening pucat pasi, tubuhnya gemetar dengan kulit yang tiba-tiba membiru.

"Ada apa, Nyonya? Mengapa terlihat begitu sangat takut" tanya sang Sopir dengan nada yang sangat kalem.

" Mengapa apa ada garam kasar dan bambu kuning disitu?!" tanya Daeng Cening dengan wajah yang pucat.

"Oh, Maaf, Nyonya. Saya salah memberikan kantong kresek. Mungkin daya salah bawa saat dirumah makan tadi. Saya akan mengembalikannya ke sana," ucap sang pria dengan wajah datar.

"Cepat singkirkan benda itu dari saya!" titahnya masih dengan wajah yang pucat.

Sontak saja hal itu membuat sang Sopir tersenyum misterius. Ia bergegas mengambil garam kasar dalam jumlah banyak dan juga potongan batang bambu kuning.

"Baik, Nyonya. Saya akan menyingkirkannya." Sopir itu mengambil kantong kresek, lalu membawanya keluar dari rumah. Sedangkan Daeng Cening masih terlihat sangat ketakutan.

1
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Smoga aja cepat terjawab semua teka teki yg ada dikepala pak Romy ya, bahwa parakang itu adalah Paung. 😏
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Polisi ko gitu ya, didikn saat sblum jd polri knp ga dpake, percuma jd polisi tp watak nya kriminal, knp ga jd maling aja skalian dree, daripada mnjdi duri dlm daging NEGARA. 😒😒

Kelakuan mu mencoreng nama baik aparat yg amanah sm jabatan nya.

Smoga yg lihat Andre waktu itu ke rumah dukun sialan itu, adalah pak Romy ya, tp aq yakin pasti dia, pasti menyelidiki si pecundang Andre.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Mungkin kh mahkluk itu merasakan serangan dri pelindung daeng yg sllu ngikutin Daeng ya.

pdhl sdh takut lho Daeng dbunuh ke 2 pria itu, dan kirain mahkluk itu mau mangsa mereka semua.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
😆😆Mau liat smpai mn warga dbodohi, apakah sampai mereka hbis mati dmangsa, apakah mereka msh menuduh Daeng dalang dr hilang nya rekan mereka yg 3 brusan. 😒😒
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Aamiin 😫😢😢sesungguhnya kematian orang yg sdh bertobat itu lebih mulia.
smoga kmu selamat, jd ikutan deg-degan.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Baca lg setelah sekian lama gak baca krena merajuk, 😆😁pas othor buat Andi Enre mnjadi korban juga.

Tetapi seperti nya jiwa Enre ada di Pak polisi yg bernama Romy itu. 😃
Smoga aja mereka kmbali bjodoh ya.
🥀🥀Anggita.🥀🥀: 😁😄hooh Thor
total 2 replies
Arinda Fira
thor aku balik buat like yang tertinggal
Arinda Fira: tapi aku masih di alas purwo kak author
total 2 replies
༶•┈┈⛧┈♛ 𝑅𝑖𝑠𝑘𝑎𝑎𝑎 ♛┈⛧┈┈•༶
bagus banget kak thor aku suka, menambah wawasan baru soal dunia luar yang belum aku tahu terimakasih
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih
total 1 replies
Meli Meli ana
halo thorr
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: hallo
total 1 replies
Arinda Fira
ya, sudah seharusnya. korbanya harus dapat keadilan juga
Arinda Fira
apa itu artinya sudah tak akan ada lagi parakang
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: kalsu ditempat asalanya saat ini ya masih ada
total 1 replies
Arinda Fira
hm segeralah sadar
Arinda Fira
kena karma
Arinda Fira
ayo balas🤣
Arinda Fira
tapi cening tak dibakar sampai mati
Arinda Fira
jahat
Arinda Fira
Qosim bisa jadi saksi kalau cening bukan lagi parakang
Arinda Fira
kenapa jadi tidak sopan polisinya
Arinda Fira
lalu hukuman cening bagaimana?
Arinda Fira
ada benarnya juga. mereka telat nangkap cening
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!