Karina Fransiska Arnold tidak pernah menyangka jika dirinya akan dijadikan kambing hitam atas meninggalnya Gloria calon tunangan adik iparnya oleh wanita yang dicintai suaminya. Masyarakat berlomba-lomba mengutuknya dan menghujaninya dengan kalimat-kalimat umpatan dan sumpah serapan. Hingga membuat hidup Karina tidak tenang. Ia meninggalkan kota kelahiran ibunya dan kembali menjadi wanita yang paling dihormati di negaranya.
Kepergian Karina membuat hidup Ocean Dirgantara Gultom berubah 160 derajat.
10 tahun kemudian mereka dipertemukan kembali dalam keadaan tak terduga. Namun, kebencian dari putra-putrinya merupakan penyesalan terbesar kedua yang ia rasakan setelah kehilangan wanita yang selama ini menjadi istrinya.
"Mungkin caraku salah dalam melindungi mu. Tapi, aku sadar menyesal pun tak ada gunanya." Ocean Dirgantara Gultom
"Sejauh apa pun aku bersembunyi. Tapi, takdir justru selalu memihak pada mu." Karina Fransiska Arnold
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
Hiks
Hiks
Hiks
"Ocean..."
"Aku tidak ingin mendengar suara tangisan mu! segera keluar dari perusahaan ku!" tegas Ocean tidak ingin Karina berlama-lama di perusahaannya.
"Aku tidak mau pergi sebelum proyek itu kau serahkan ke perusahaan Arnold!" tegas Karina keras kepala. Ia tidak peduli dengan wajah yang sudah terlihat berantakan karena menangis.
Ocean menghela napas panjang mendengar perkataan Karina. Ia tidak menyangka sikap keras kepala mantan istrinya itu masih tetap sama. Ia tidak akan mau menuruti perkataan orang lain sebelum tujuannya tercapai.
"Charles akan mengabari mu lagi nanti." ujar Ocean mengakhiri obrolan diantara mereka.
"Tapi--"
"Karina... aku mohon..." sela Ocean dengan cepat tanpa ingin mendengar bantahan Karina.
Tak beberapa lama seorang wanita anggun berpakaian modis masuk ke dalam ruangan Ocean. Ia langsung memeluk Ocean tanpa menyapa Karina.
"Sayang, aku membawakan makan siang untuk mu. Mama bilang kamu belum sarapan tadi pagi." ujar wanita yang sangat dikenal oleh Karina. Siapa lagi kalau bukan Giselle.
Saat Giselle membalikkan tubuhnya. Ia pura-pura terkejut melihat keberadaan Karina.
"Ah! Maafkan aku karena tidak menyapamu, Karina. Aku tidak menyangka ternyata kau sudah kembali setelah sepuluh tahun berlalu." ujar Giselle pura-pura merasa bersalah dengan tindakannya barusan. Padahal jauh di dalam lubuk hatinya. Wanita itu bahagia kalau Karina melihat kemesraannya dengan Ocean.
Karina tidak menyangka hubungan Ocean dan Gisella masih tetap berlanjut sampai sekarang. Pria itu terlihat nyaman diperlakukan seperti itu oleh Giselle. Ocean sama sekali tidak menolak pelukan Giselle.
"Tidak apa-apa, Nona. Saya juga berniat pamit kepada tuan Ocean. Saya akan menunggu kabar selanjutnya dari asisten Anda Tuan Ocean. Permisi." jawab Karina dengan wajah tenang. Ia bersikap asing dengan Giselle. Karina pikir ia tidak boleh terpancing dengan ucapan Giselle. Karena ia sudah cukup tahu bagaimana tabiat jelek wanita itu sebenarnya.
Karina langsung melangkah keluar dari ruangan Ocean. Saat sudah masuk ke dalam mobilnya. Karina menatap kosong ke atas langit cerah. Entah apa yang sedang ia pikirkan.
"Lagi-lagi aku harus merasakan sakit yang sama."
Karina memutuskan pulang dan menunggu kabar baik dari Charles. Ia pikir Ocean akan mengubah keputusannya setelah mendengar kehidupan sedihnya. Namun, Ocean tidak terlalu peduli dengan penderitanya.
Mobil Karina terparkir di depan supermarket dan masuk ke dalam untuk membeli sesuatu.
Karina membeli beberapa cemilan dan buah untuk anak-anaknya. Ia tahu putra-putrinya sangat menyukai jus buah. Jadi, Karina memutuskan membeli beberapa wortel, apple, alpukat dan juga anggur.
Saat akan membayar belanjaannya. Tanpa sengaja Karina menyenggol tubuh seorang wanita yang masih kelihatan muda dibandingkan usianya.
"Maafkan saya, Nyonya." ucap Karina dengan tulus.
"Tidak apa-apa, Nak." ujar wanita itu tersenyum lembut.
Saat Karina mengangkat kepalanya. Ia terkejut melihat wajah wanita itu. Wajah yang sangat familiar di ingatannya.
"Ma..."
Karina merasa bibirnya kaku saat akan mengucapkan panggilan itu.
"Ma?"
Wanita itu menatap Karina dengan wajah bingung. Ia tidak mengerti dengan perkataan Karina. Meskipun celetukan itu terdengar sangat pelan. Namun, ia memiliki pendengaran yang cukup tajam.
Wanita itu mengamati wajah Karina dengan seksama. Ia terlihat bingung saat melihat wajah familiar Karina. Ia merasa wajah itu sangat familiar dengan seseorang yang pernah hilang dari ingatannya.
"Mom. Apa Mommy sudah selesai belanja bahan pokok yang ingin Mommy beli?"
Tiba-tiba seorang pria muda menghampiri wanita itu sembari tersenyum hangat.
Wanita itu tersenyum tipis menatap pria itu.
"Ya. Mommy baru saja mau membayar belanjaan Mommy ke kasir. Mommy pikir kamu akan lama." ujar wanita itu sembari menyerahkan belanjaannya kepada pria itu agar membayarnya.
Pria itu terlihat masih sangat muda. Mungkin usianya sekitar 19 atau 20 tahun.
"Apa Mommy mengenal wanita ini?" tanya pria itu menatap Karina dengan wajah bingung.
Sementara Karina tertegun melihat wajah pria itu. Ia bingung mengapa wajah pria itu terlihat sangat mirip dengan putranya Ocean.
"Bagaimana bisa?"
ini yg paling sulit kupahami jalan critanya