Pertemuan Ratu sang mahasiswi baru dengan Raja seniornya digerbang kampus di awali dengan sebuah perselisihan. Mereka tidak pernah menduga akan bertemu kembali dalam kegiatan ospek yang diadakan di kampus. Moment itu dimanfaatkan oleh Raja untuk membalas Ratu.
Tindakan yang dilakukan Raja merupakan suatu kesalahan fatal, karena dengan begitu membuat Ratu semakin cuek padanya. Sekeras apapun Raja mendekati Ratu, dia akan selalu diabaikan. Hingga akhirnya mereka harus diikat oleh perjodohan yang direncanakan oleh kedua orang tua mereka.
Akankah perjodohan itu berlanjut atau mereka akan memilih jalan masing-masing?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ucy81, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jomblo Ngenes
Saat berada di dalam kelas, Ratu kembali bertanya akan hubungan Sisil dan Rendy. Dia terus mendesak Sisil seperti anak yang merengek pada ibunya.
Sisil pun mendengus kasar atas desakan Ratu dan mulai menceritakannya.
"Aku dan kak Rendy sudah membatalkan perjodohan kami." Ucap Sisil dengan sendu sambil duduk di kursi dan diikuti oleh Ratu.
"Kenapa?" Tanya Ratu.
"Karena cintaku bertepuk sebelah tangan. Jadi untuk apa dipaksakan, jika nantinya akan menyakiti hati masing-masing."
Ratu mengernyitkan dahinya seolah meminta penjelasan lebih.
"Apakah kak Rendy mengatakan kalau dia tidak menyukaimu?"
"Dia tidak mengatakan itu, tapi dia mengatakan kalau aku hanya cocok sebagai adiknya."
"Hmm,, jadi seperti itu". Ucap Ratu mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Tapi apapun keputusanmu aku tetap mendukung dan yakinlah kamu pasti akan mendapatkan yang terbaik." Ratu mengucapkannya sangat tulus sambil memandang Sisil dengan tersenyum.
"Thanks Ratu." Balas Sisil dengan tersenyum.
Dosen yang mengajar pun masuk ke dalam kelas, dia masuk lebih awal dan kelihatan sangat terburu-buru. Dia meminta mereka dengan cepat membagi dalam beberapa kelompok untuk mengerjakan tugas Ekonomi Makro.
Semuanya melakukan seperti yang diminta dosen tersebut. Dan akhirnya dosen meninggalkan kelas membiarkan mereka berdiskusi atas tugas yang sudah diberikan.
\=\=\=\=\=\=\=\=
Mengikuti jam kuliah yang padat membuat Ratu dan Sisil sangat lelah bahkan perut pun serasa ikut memberontak. Sehingga saat jam kuliah berakhir mereka langsung berburu makanan di kantin.
"Laper banget." Ucap Sisil dengan wajah lesu.
"Iya aku juga, makanya jalannya lebih cepat."
Mereka pun berjalan terburu-buru. Namun saat berjalan dikoridor mereka melihat mahasiswi yang berkerumun di mading kampus.
"Kenapa heboh banget, ayo kita lihat." Ucap Sisil penasaran.
Sisil menarik tangan Ratu ikut menerobos hingga sampai ke depan. Sisil tidak peduli dengan makian yang dilontarkan mahasiswi lainnya karena sudah menerobos mereka yang sedang asyik membaca pengumuman.
"Pemilihan putri kampus." Ucap Sisil saat membaca pengumuman di mading.
"Ya, apa kalian mau ikut juga?" Tanya salah seorang mahasiswi.
"Gak" Jawab Sisil singkat.
"Sombong sekali kamu, belum tentu kamu bisa masuk di babak awal."
"Iya benar" Sahut yang lainnya.
"Apa kamu merasa lebih cantik dari kak Rebeca?"
"Ha,, ha,, Ngaca dulu dong." Ucap mahasisiwi lainnya.
Sisil kesal dengan ucapan mereka, dia mengepalkan tangannya. Ingin rasanya dia menarik dan mengobrak-abrik mulut mereka.
"Sudah jangan diladeni. Lebih baik kita ke kantin." Ucap Ratu dengan menarik tangan Sisil.
Sisil sangat kesal, dia masih mengingat ucapan para mahasiswi itu.
Setelah di kantin selera makannya pun hilang, padahal sebelumnya dia sangat lapar.
"Sisil, kamu pesan apa?" Tanya Ratu.
"Mie goreng pedas level delapan." Ucap Sisil yang ingin merasakan sensasi pedas saat itu juga.
"Oke, kamu tunggu di meja yang kosong ya."
Saat Ratu menyebutkan pesanannya, seseorang berbicara sangat dekat ke telinga Ratu.
"Awas nanti sakit perut." Ucap Raja saat mendengar pesanan Ratu.
"Bukan buat aku kak, itu buat Sisil. Karna moodnya lagi tidak baik."
"Ooo, jawab Raja singkat.
Ratu membawa pesanannya yang diikuti oleh Raja.
"Pesanan kakak mana?" Tanya Ratu saat melihat tangan Raja yang tidak membawa apapun.
"Aku sudah makan, tadi tidak sengaja melihatmu di kantin makanya aku samperin."
"Ooo, jadi sekarang mau kemana?"
"Duduk sebentar bareng kamu."
"Oke,," Ucap Ratu dengan tersenyum.
Mereka pun berjalan menghampiri Sisil lalu duduk bersama.
"Pantes lama ternyata bareng kak Raja."
"Memangnya kenapa kalau bareng kak Raja?"
Sisil tidak menjawab langsung pertanyaan Ratu. Dia memandang Raja dengan memelas.
"Kak Raja, please jangan jadikan aku obat nyamuk ya." Ucap Sisil saat Raja dan Ratu duduk bersebelahan.
"Kamu tenang saja, cukup jadi penonton yang budiman." Ucap Raja dengan mengedipkan matanya.
"Koq kedengarannya sama saja ya." Sisil memandang Raja dengan cemberut.
"Makanya jangan mau jadi jomblo." Ucap Raja.
"Sil, jangan dengarkan omongan kak Raja ya. Dia cuma ngomong asal, anggap itu sebagai candaan."
Ratu langsung memotong ucapan Raja, agar dia tidak melanjutkan ucapannya yang bisa membuat Sisil bertambah sedih.
"Iya aku tahu aku jomblo ngenes." Hua,a,a,a,, Sisil memasang ekspresi berpura-pura menangis.
Ha,,ha,,ha,,, Raja dan Ratu tertawa bersama melihat ekspresi lucu Sisil.
"Aku masuk dulu ya, sebentar lagi kelas di mulai". Ucap Raja yang sudah bangkit dari kursi.
"Oke kak" Ucap mereka bersamaan.
Beberapa menit setelah Raja meninggalkan kantin, Ratu dan Sisil pun meninggalkan kantin menuju kelasnya.
"Sil,, itu seperti kak Elsa."
Sisil melihat arah yang ditunjuk Ratu dan benar adanya seseorang yang dilihat Ratu adalah Elsa.
"Kenapa dia menuju kesana, bukannya dia sekelas dengan kak Raja?"
"Iya, itu kan jalan menuju lorong kampus." Ucap Sisil.
Mereka penasaran kemana tujuan Elsa, sehingga mereka terus mengkutinya.
Sampai dilorong kampus Elsa bertemu seseorang yang menggunakan topi. Ratu mengingat kalau sosok itu mirip dengan pria bertopi yang dijumpai Rebeca di pinggir jalan.
"Siapa pria itu?" Tanya Sisil.
"Mungkin kekasihnya. Ayo kita kembali ke kelas, bahaya kalau berlama-lama disini." Ucap Ratu yang menarik paksa Sisil.
Dalam benak Sisil terus bertanya-tanya, jika kak Elsa sudah punya kekasih kenapa masih memberi harapan pada kak Rendy. Aku yakin kak Rendy akan patah hati saat melihat pertemuan kak Elsa dengan pria lain. Bagaimana ini, apakah aku harus memberitahunya.
Sisil termenung, sehingga saat tangannya di tarik oleh Ratu dia tidak menyadari kalau mereka sudah berada di pintu masuk kelas.
\=\=\=\=\=\=\=\=
Kuliah beberapa sks pun selesai hari itu, walaupun lelah menghampiri namun tidak mengurangi kebahagiaan Ratu. Semenjak pertunangannya dengan Raja membuatnya selalu tersenyum bahagia.
Ratu dan Sisil terlihat berjalan menuju gerbang kampus. Saat mereka sudah berada di gerbang, pak Eko supir Sisil keluar dari dalam mobil dan membukakan pintu untuk putri majikannya itu.
"Ratu aku duluan" Ucap Sisil saat masuk ke dalam mobil.
"Oke, hati-hati dijalan."
Seorang tidak dikenal menghampiri Ratu, dia mengarahkan sesuatu ke pinggang Ratu serta memintanya berjalan tanpa harus menunjukkan ekspresi panik. Ratu pun mengikuti semua instruksi yang diminta.
Apakah itu senjata tajam, jika bukan aku pasti bisa melawannya. Tapi untuk amannya aku ikuti saja dulu permainannya. Batin Ratu.
Dia membawa Ratu ke dalam mobil. Saat berada di dalam mobil seseorang sudah siap untuk membekap Ratu, sehingga Ratu lengah dan dia berhasil di lumpuhkan.
Mereka membawa Ratu ke sebuah gedung lalu mengikatnya.
Saat Ratu sadar, dia memandang buram ke sekeliling. Tempat itu sangat asing baginya.
Kenapa aku bisa berada disini, bukankah tadi aku masih di kampus. Dan kak Raja kemana? Kenapa dia tidak menjemputku. Batin Ratu.
Krreekk, suara pintu di buka. Ratu pun kembali berpura-pura belum sadar.
"Heh,, kalau keadaannya seperti ini aku gampang melakukan aksiku." Ucap pria dihadapan Ratu.
Dia mendekati Ratu mencoba membuka pakaiannya Ratu satu persatu.
Happy Reading 😊
jgn lpa mampir kembali ya
di karya dua karya terbaru aku
berjudul pria perhitungan plus I Miss you my best friend
wkwkwk
smngttt kak .. yukz lnjutttt bca