NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN DINI

PERNIKAHAN DINI

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Perjodohan / Nikahmuda
Popularitas:426.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Anita Jenius

Hilda gadis 17 tahun, bersahabat dengan Imel dan Jasmine. Mereka kuliah di kampus dan jurusan yang sama. Papa Hilda yang bernama Brata pernah berhutang budi dengan sahabatnya namanya Randi. Papa Hilda dan temannya pernah berjanji menjodohkan anak mereka. Saat ini, sahabat papa Hilda sedang sekarat. Dia menagih janji papa Hilda untuk menikahkan anak mereka sebelum Pak Randy meninggal. Nama anaknya Ricko umur 25 tahun. Akhirnya papa Hilda menikahkan mereka walau usia mereka masih terbilang muda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita Jenius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. MENGAMBIL JAS ALMAMATER DAN SYARAT OSPEK DI KAMPUS.

Hilda, Imel dan Jasmine sudah selesai menyelesaikan administrasi pendaftaran ulang mereka di kampus itu di ruang administrasi. Mereka pun keluar dari tempat itu karena penuh sesak. Lalu mereka bertiga membaca kembali pengumuman yang ada di mading yang ditempelkan di situ.

Hilda, Imel dan Jasmine membaca bahwa setelah ini, mereka harus menuju ke ruangan yang ada di sebelah ruangan administrasi tadi untuk mengambil jas almamater kampus tersebut yang harus mereka pakai saat ospek nanti. Mereka bertiga melihat ruangan itu pun penuh sesak dengan mahasiswa baru yang sudah selesai mengurus administrasi kampus itu.

Di depan pintu ruangan itu ada pengumuman yang menyatakan syarat pengambilan jas almamater tersebut.

" Apa saja syaratnya ya biar kita bisa ambil almamater itu?" Tanya Hilda.

" Ini Hilda. Di sini ada tertulis kalo syarat mengambil jas almamater itu adalah KTP, surat perngantar dari pihak administrasi yang menyatakan kelulusan kita dan kuitansi pembayaran pendaftaran ulang dan membayar dua ratus ribu untuk mendapatkan jas almamater itu." Kata Imel.

" Kalo gitu gampang dong. Kita kan sudah mempunyai semuanya. Kita sudah dapat kuitansi pembayaran dan surat pengantar dari pihak administrasi yang menyatakan kelulusan kita di kampus ini. Tadi kan sudah kita dapatkan semua Mel..!" Kata Hilda.

" Iya benar Hilda. Masalahnya adalah kamu lihat deh sendiri. Tuh banyak banget orang yang mengantri di sana. Sepertinya mereka berdesak-desakan di sana." Kata Imel.

" Iya sih kamu benar, Mel..!!" Kata Hilda.

" Trus gimana dong? Apa kita tunda aja ambil jas almamater nya jadi besok saja?" Tanya Jasmine.

" Jangan dong..!! Ini kan baru jam setengah dua belas siang. Gimana kalo kita cari makan dulu di sekitar fakultas ini. Sudah pasti mereka juga yang di dalam akan makan siang. Dan semua mahasiswa yang ada di sana berhamburan keluar. Nah, karena kita makan siang duluan kan sudah pasti kita selesai makan duluan. Jadi, selesai makan kita langsung antri di depan pintu sebelum ada mahasiswa yang kembali ke sini sepulang makan siang. Jadi, kita tak perlu mengantri terlalu lama. Bagaimana menurut kalian?" Tanya Hilda.

" Wah..!! Ide yang bagus Hilda.. Nanti jam satu kurang lima belas kita sudah kembali ke sini. Di situ kan tertulis istirahat makan siang sampai pukul satu siang. Jadi, sebelum jam satu kita sudah antri di sini. Supaya nggak dapat giliran lama. Kebetulan aku pun lapar Hilda..!!" Kata Imel menyetujui usulan Hilda.

" Yee Imel..!! Kapan sih kamu nggak lapar. Hahahaha..!!" Ledek Jasmine.

" Aku kan tadi cuma sarapan roti Jasmine..!! Soalnya kamu jemput aku kecepatan. Jadi, aku hanya bisa makan roti dan minum susu supaya kamu tidak menungguku terlalu lama." Kata Imel

" Kamu makan apa juga pasti akan lapar Mel..!! Kamu kan suka makan. Tapi heran deh, kok badan kamu tetap cungkring gitu ya..?? Padahal makan kamu banyak loh..!! Kalah tuh kuli-kuli bangunan porsi makanannya..!!" Kata Jasmine.

" Iya juga ya Jasmine. Aku aja baru menyadarinya..!! Hahahaha..!!" Kata Hilda menimpali kebenaran omongan Jasmine.

" Kalian berdua aja bingung. Apalagi aku. Hahahaha. Tapi aku bersyukur, karena dengan begitu kan aku nggak perlu capek capek diet kalo berat badanku naik. Kayak Jasmine tuh..!! Makanannya terlalu dia jaga agar tak gemuk. Tak boleh makan ini dan itu yang mengandung lemak. Lihat nih aku..!! Makan apa aja tetap segini segini aja badannya..!!" Kata Imel menyombongkan dirinya.

" Idih..!! Kamu sok sekali Imel..!! Mentang-mentang timbangannya nggak pernah berubah walau makan sebanyak apapun..!!" Kata Jasmine.

" Aku bukannya sok Jasmine. Aku hanya mengatakan kenyataan yang sebenarnya. Kalian juga harus mengakuinya dengan ikhlas. Jangan ada iri di hati kalian..!! Hahahaha..!!" Kata Imel.

" Ya ampun, Mel.. Mel..!! Gayamu itu..!! Hahahahaha..!!" Kata Hilda menggeleng melihat kesombongan Imel.

" Udah ahh Hilda..!! Nggak perlu membahas badan Imel. Ntar dia tambah besar kepala. Mending kita jalan sekarang mencari kantin atau semacamnya di sekitar sini supaya kita bisa makan siang dengan cepat lalu kembali lagi ke sini agar urusan kita cepat selesai dan bisa pulang ke rumah." Kata Jasmine.

" Kamu benar juga Jasmine. Yuk kita jalan sekarang. Mel, kau ikut kita kan?" Tanya Hilda.

" Ikut dong. Kan aku yang lapar. Kenapa malah aku yang ditinggal..!!" Kata Imel.

" Kami kira kamu kenyang dengan kesombongan kamu itu. Hahahaha..!!" Kata Jasmine.

" Nggak dong. Imel kan masih suka makanan bukan kesombongan. Karena kesombongan nggak buat kenyang. Iya kan, Mel?" Kata Hilda.

" Iya Hilda kamu benar banget. Aku masih suka makanan. Food is an important thing in my life. " Kata Imel..

" Hahhahaha..!!" Hilda dan Jasmine pun tertawa melihat tingkah Imel yang lebai.

Setelah itu, Hilda, Imel dan Jasmine pun berjalan ke sekitar fakultas mencari di mana ada kantin yang menjual makan siang supaya mereka bisa makan. Lima menit berjalan kaki, mereka pun mendapat sebuah kantin kecil di sekitar fakultas itu. Hilda, Imel dan Jasmine pun masuk ke kantin itu lalu mengambil tempat duduk yang masih kosong. Kantin itu hampir penuh berisikan mahasiswa baru fakultas itu yang punya rencana serupa dengan mereka bertiga.

Hilda, Imel dan Jasmine pun bicara pelan di situ agar tak di dengar yang lainnya.

" Hilda, seperti nya banyak yang sepikiran dengan ide kamu tadi..!! Tuh lihat, kantin ini hampir penuh. Untung kita datang cepat, kalo nggak kita nggak dapat tempat duduk dan terpaksa jalan lagi mencari kantin lain" Kata Imel.

" Iya benar, Mel..!! Ya sudah kita cepat pesan makan lalu kita langsung kembali ke sana sebelum mereka yang ada di sini duluan beranjak kesana.!!" Kata Hilda.

" Baiklah Hilda..!!" Kata Imel.

Hilda, Imel dan Jasmine memesan makanan untuk mereka. Lalu menunggu beberapa menit agar pelayan mengantarkan makanan yang mereka pesan. Setelah makanan datang Hilda, Imel dan Jasmine langsung melahap makanan mereka dengan cepat. Tak sampai dua puluh menit mereka pun sudah selesai makan. Lalu menyesap minuman yang mereka pesan sebagai penutup.

Mereka menunggu makanan mereka turun selama sepuluh menit. Jam sudah menunjukkan pukul setengah satu siang. Mereka pun membayar makanan mereka lalu pergi dari kantin itu sebelum yang lain bergerak dari tempat duduk mereka.

Mereka bertiga berjalan menuju ruangan tadi. Dan benar masih lima orang yang antri di sana. Mereka pun senang tak harus menunggu lama.

Setelah jam satu mahasiswa tingkat tiga yang tergabung dalam organisasi BEM yang mengurus pembagian jas almamater pun masuk ke dalam ruangan itu. Mereka pun langsung masuk satu per satu. Di dalam, Hilda, Imel dan Jasmine menyerahkan syarat pengambilan jas almamater dan membayarnya. Setelah itu mereka mendapat jas almamater beserta selembar kertas yang berisikan jadwal ospek dan hal-hal apa saja yang harus di bawa dan di pakai saat ospek nanti.

Semua urusan mereka pun selesai. Seluruh urusan yang menyangkut administrasi pendaftaran ulang, pembagian jas almamater dan selembar kertas pengumuman jadwal ospek dan apa saja yang dibawa pun telah berada di tangan mereka. Hilda, Imel dan Jasmine pun memutuskan untuk pulang ke rumah untuk hari ini. Dan akan mengurus keperluan ospek minggu depan.

Jasmine menelpon supirnya untuk menjemput mereka di lobby kampus. Setelah supir datang mereka bertiga langsung masuk ke dalam mobil. Tanpa basa basi lagi, supir pun melajukan mobilnya keluar dari kampus dan langsung menuju rumah Hilda sesuai dengan perintah Jasmine. Supir pun menuruti perintah Jasmine tanpa bicara sepatah kata pun.

1
Amelia
itu tandanya orang begitu sayang, Juga karena trauma 😞😞
Amelia
bisa ae Hilda 😀😀
Amelia
kan bestie forever ❤️❤️
Zeyn Seyi
lama skli aku tidak baca crta anak sekolahn
Zeyn Seyi
haha lesbong
Zeyn Seyi
haha Krena di ksih main ini ya
Zeyn Seyi
wah smoga lulus
Cindy Heni
wahhhh, semoga ceritaku bisa kayak kakak banyak pembacanyaaaa/Determined/
I.S.DINIa
Aku hadir lagi kak...semangat..gas terusss....sukses untuk kk ya...
Souma Kazuya
Like dong dan kritik sarannya di karya aku "DELAPAN TARGET" 🙂
Souma Kazuya
Baca karya ku dong, Delapan Target
Anezaki Igarashi Ricky ⍣⃝కꫝ 🎸
Like kk ♡♡

jangan lupa mampir di karya ku ya kk..

My Little Prince dan VCPD 🥰
d.amora salwa
hadir🙋‍♀️semangat yah buat up😁

jangan lupa mampir yah ke crita gw👉Golden Bride👌makasih🙇‍♀️
d.amora salwa
golden bride🙋‍♀️merator bc sampai bab ini
d.amora salwa
golden bride hadir stelah skian lama hiatus🙋‍♀️
syafridawati
5 like mendarat saling dukung ya
syafridawati
aku mampir dengam like dan fav semangat saling dukung ya makasih
Whiteyellow
boom like
Neti Jalia
nyicil boom like lagi untukmu🤗🙏
Neti Jalia
boom like lagi untukmu🤗🙏
*hujan dibalik punggung
*suamiku ceo ganas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!