NovelToon NovelToon
Pelacur Milik Sang CEO

Pelacur Milik Sang CEO

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Cinta Terlarang / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:45.8k
Nilai: 5
Nama Author: lestari sipayung

Ayla, pegawai biasa yang diangkat menjadi resepsionis di perusahaan terkenal, terpaksa menjadi wanita malam demi biaya pengobatan adiknya. Di malam pertamanya, ia harus melayani pria yang tak disangka—bosnya sendiri. Berbeda penampilan, sang CEO tak mengenalinya, tapi justru terobsesi. Saat hidup Ayla mulai membaik dan ia berhenti dari pekerjaan gelapnya, sang bos justru terus mencari wanita misterius yang pernah bersamanya—tanpa tahu wanita itu ada di dekatnya setiap hari. Namun, skandal tersebut juga mengakibatkan Hana hamil anak bosnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lestari sipayung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa Yang Anda Lakukan?

Tubuh kekar pria itu terdorong mundur beberapa langkah, tapi Leo tidak sampai terjatuh. Ia tetap berdiri tegak, menjaga keseimbangan seolah tak terjadi apa-apa.

Leo hanya mengangguk kecil, seolah-olah sikap Ayla itu justru membuat sesuatu menjadi lebih jelas. Tatapannya masih lekat, namun kini mengandung pengakuan tak terucap—ia tahu siapa Ayla sebenarnya.

Ayla menarik napas cepat-cepat, berusaha mengatur irama jantungnya yang tidak karuan. Suaranya bergetar, namun ia berusaha tetap tegas saat berkata, "Pak, saya hanya ingin mengundurkan diri. Tolong tandatangani surat pengunduran diri saya, dan saya akan segera pergi dari sini."

Kalimat itu meluncur cepat dari bibirnya, namun menyisakan getir yang dalam. Ayla tak ingin lagi berada di tempat ini. Tidak di ruangan yang membuatnya merasa begitu kecil, begitu terpojok oleh masa lalu yang seharusnya tetap terkubur rapat.

Leo masih berdiri di tempatnya, diam namun dengan senyum miring yang sulit diartikan. Tatapannya menusuk, seolah menikam ke dasar jiwa Ayla. Lalu, tanpa sedikit pun rasa empati, ia melontarkan kalimat yang membuat dada Ayla terasa seperti dihantam batu besar.

"Kenapa terburu-buru? Apa kau punya jadwal untuk nanti malam? Atau… kau sudah tak sabar melayani pria-pria berikutnya?" ucapnya dengan nada merendahkan, santai, seolah yang ia katakan adalah hal biasa, bukan hinaan yang menusuk martabat.

Ucapan itu membuat tubuh Ayla panas oleh emosi. Ia tak bisa lagi menahan amarah dan rasa sakit yang selama ini ia pendam. Dengan langkah cepat, ia mendekat, dan tanpa ragu tangan kanannya terangkat.

Plak!

Tamparan itu mendarat keras di pipi Leo. Suara benturan telapak tangan dan kulit itu menggema di ruangan yang hening. Ayla terengah, dadanya naik turun hebat menahan amarah. "Jaga ucapan Anda!" ujarnya lantang, meskipun suaranya bergetar karena menahan tangis dan takut sekaligus.

Leo hanya tersenyum kecil, lalu mengusap sudut bibirnya yang terkena tamparan. Tidak marah, tidak terkejut—justru seolah menikmatinya. "Wah… kau berani menampar klienmu sendiri. Apa kau lupa sudah berapa kali kau melayaniku dengan penuh gairah? Atau kau ingin aku mengingatkan lebih detail?" ucapnya lagi dengan nada sinis dan dingin.

Kata-kata itu seperti cambuk yang menyayat harga diri Ayla. Ia benar-benar tak sanggup mendengar lebih jauh. Tubuhnya bergerak sendiri, penuh emosi. Ia mendorong tubuh Leo dengan kedua tangan, memukul dadanya berulang kali, sambil berseru dengan suara gemetar, hampir seperti menangis.

"Tidak… jangan katakan itu… jangan hina aku seperti itu!" serunya, tubuhnya terguncang oleh emosi yang meledak-ledak.

Leo tetap berdiri di tempat, tidak melawan, hanya memandangi Ayla dengan tatapan yang semakin sulit diartikan. Kemudian, dengan tenang ia meraih sebuah remote kecil di atas meja kerjanya. Tanpa mengalihkan pandangan dari Ayla, ia menekan tombol berwarna merah.

Bip.

Pintu ruangan itu langsung bergerak menutup perlahan, lalu terdengar bunyi klik tanda terkunci rapat. Ayla menoleh cepat, matanya membelalak saat melihat pintu itu tertutup sempurna. Ia melangkah mundur, panik, rasa takut kembali merayap dalam dirinya. Ia tahu ini tak baik. Leo sudah menunjukkan sisi yang tak terkendali.

Tatapannya kini penuh ketakutan saat ia kembali memalingkan wajah ke arah Leo. "Apa yang Anda lakukan…?" bisiknya dengan suara pelan, namun gemetar. Ia mencoba mencari celah untuk menjauh, tapi tak ada jalan keluar.

1
tata sugandhi
boleh kok Leo.....
tata sugandhi
lanjut Thor pliissss
tata sugandhi
ceritanya menarik dan bagus Thor... pernah baca bbrp cerita, ceritanya menarik dan bagus, entah kenapa yg baca sedikit.. semangat terus y Thor....
Bunda Miarmaret437
semangat ya kak author ceritanya sangat bagus dan muda tuk di ikutin teruslah berkarya n sukses selalu 🥰🌹🌷🌹
tata sugandhi
ditunggu y Thor maacie
Elvi Mareni
manah lanjut annya
Riskia Riskia
gk bertanggung jawab
Cindy
lanjut
Cindy
lanjut kak
Cindy
lanjut
Cindy
lanjut kak
Cindy
lanjut
Cindy
lanjut kak
Cindy
lanjut
Cindy
lanjut kak
tata sugandhi
up date sll y thor.. semangat
Cindy
lanjut
Cindy
lanjut kak
Elvi Mareni
lanjut thor
Cindy
lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!