Setelah menyelesaikan tugasnya Nungky kembali ke rumahnya, namun setelah kejadian itu membuat sesuatu merubah hatinya.
Haruskah dia memperjuangkan cintanya kepada orang yang bahkan tidak pernah mengenal cinta?
Atau haruskah dia melupakan cintanya lagi sama. seperti yang dia lakukan kepada Awan?
NB: Ini Lanjutan dari Kepentok Cinta Nungky, jadi kalau bingung silahkan baca novel itu terlebih dahulu 🤭🤭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vinoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Butuh Kepastian
Sambil bergandengan tangan kedua sejoli itu berkeliling pantai, tidak terasa hari sudah mulai menampakkan kegelapan, mereka melihat sinar matahari sore yang mulai tenggelam sambil duduk diatas bebatuan di pinggir pantai.
Tanpa merasa malu Nungky bersandar di pundak Ricko dengan tangan masih bergandengan tangan, keduanya sama-sama terdiam menikmati matahari sore yang sedang beranjak malam. Tiba-tiba Hp gadis yang tengah bersandar itu berbunyi dengan malas dia mengecek layar Hp dan tertera jika nama ibunya yang menelepon dia.
Segera Nungky menggeser layar Hp nya dan menolak panggilan dari ibunya itu, tidak cukup Sampai disitu dia juga mematikan HP nya saat sang ibu kembali menelepon dirinya.
"Siapa, kenapa kamu tidak mengangkatnya?" Ricko menoleh menatap Nungky.
Sejenak Nungky tertegun melihat wajah tampan Ricko, rambutnya yang hitam terhembus oleh angin ditambah matahari yang berada di belakangnya membuat ketampanan Ricko seakan bertambah, jika Ricko mengatakan dia adalah malaikat pencabut nyawa mungkin Nungky akan langsung percaya dan rela mati karenanya.
"Kenapa diam?" Tanya Ricko membuyarkan lamunan Nungky.
"Ah iya itu, biasa Bang Mama nelponin aku paling dia mau nitip makanan!" jawab Nungky sambil tersenyum untuk menghilangkan kegugupannya.
"Kamu bahkan belum mengangkat teleponnya, jadi bagaimana kamu tahu kalau ibumu hanya ingin dibelikan makanan?" Tanya Ricko penasaran.
"Kalau bukan itu apalagi dong Bang, masa dia minta dicariin jodoh kan gak mungkin" Balas Nungky sambil cengengesan.
"Dasar kamu ini memang ada-ada saja jawabannya!" Ucap Ricko gemas sambil mengacak rambut panjang Nungky, sadar jika dia sudah kelewatan Ricko langsung beranjak berdiri membuat Nungky yang sedang bersandar padanya jadi jatuh terjengkang ke belakang.
"Abang tolong Putri Cantik!" Pekik Nungky saat kepalanya menghantam gundukan pasir yang sedang dibuat beberapa anak kecil yang merupakan anak pemilik tukang minuman.
"Astaghfirullah!" Pekik Ricko yang langsung menolong Nungky dan membantunya berdiri."Kamu tidak apa-apa?" Tanyanya seraya membersihkan wajah Nungky yang di penuhi dengan pasir.
"Gak apa-apa gimana Bang, muka aku yang cantik ini kena pasir coba!" Sungut Nungky menatap Ricko kesal dengan muka yang sudah cemberut.
"Maaf aku tidak sengaja" Ricko meminta maaf setelah wajah Nungky kembali bersih setidaknya dia sudah tidak terlihat seperti gadis bermuka pasir, Ricko menggandeng tangannya."Ayo kita makan dulu, kamu pasti sudah lapar!" Ajaknya berjalan menuju restoran makanan laut yang tidak jauh dari sana.
"Ayo Bang tapi nanti suapin ya!" Pekik Nungky dengan riang seolah sudah melupakan kejadian barusan.
"Makan saja sendiri, aku tidak punya waktu untuk menyuapi gadis sepertimu!" Tegas Ricko membuat Nungky mendengus namun tak urung tetap mengikuti langkah kaki Ricko.
Restoran itu tidak begitu ramai, hanya ada beberapa pengunjung seperti mereka yang terlihat sedang asyik menyantap makanan,Nungky menatap semua hidangan yang sudah tersaji di atas meja dengan mata berbinar. Tanpa menunggu lagi dia langsung melahap nasi goreng miliknya.
"Enak banget nasi gorengnya" Ucap Nungky dengan mulut penuh makanan, dia mencomot cumi goreng yang dia celupkan ke dalam saus dan langsung dilahapnya dengan ganas.
"Sudah kubilang makan itu pelan-pelan Nungky" Ricko mengelap sudut bibir Nungky yang belepotan karena saus menggunakan tangannya.
Nungky menelan sisa makanannya dengan gugup, mendapat perlakuan dari Ricko yang aneh tapi menyenangkan membuatnya jadi tersipu malu."Abang Kerokan hari ini manis banget, udah ngajak aku jalan-jalan terus perhatian lagi, kayaknya sudah muncul tanda-tanda panah asmara nih" Ucapnya menggoda Ricko sambil cengengesan.
"Jangan mimpi!" Balas Ricko sambil menatap Nungky tajam, namun hal itu tidak membuat Nungky gentar dia terus menggoda Ricko sambil menatapnya.
"Ini Bang makan dong!" Nungky menyodorkan udang goreng kepada Ricko.
Ricko menggeleng menolak untuk menerima suapan dari Nungky."Makan!" Ucap Nungky tidak sabar membuat Ricko hanya bisa pasrah dan menerima suapan dari gadis di depannya itu.
"Enak gak Bang?"
"Tentu saja enak, ini kan masakan koki profesional" Jawab Ricko santai sambil meneguk air minum miliknya.
"Bukan Bang Udang barusan jadi enak karena aku yang suapin, kata orang suapan dari seorang istri itu memang ampuh, racun saja jadi enak kalau aku yang suapin Abang!"
Byurrr
Ricko menyemburkan minuman miliknya yang dengan tidak beruntungnya malah mengenai wajah Nungky, membuat gadis itu mendengus menatap Ricko sebal sambil mengelap wajahnya dengan tisu."Abang kalau terharu gak gini juga dong, udah tadi kelelep pasir sekarang aku malah disembur" Omelnya kesal.
"Terharu katamu, dari mana terharunya Nungky, aku hanya terkejut mendengar kata-katamu barusan, memangnya sejak kapan kamu itu istriku hah?" Balas Ricko dengan suara yang sedikit meninggi, dia tak mau mengalah, barusan dia begitu kaget dengan perkataan Nungky, gadis itu suka sekali membuat jantungnya berdetak tidak karuan.l seperti sekarang.
"Ralat yang bener itu aku ini calon istri Abang Kerokan" Ucap Nungky sambil tersenyum menggoda.
"Terserah apa katamu saja!" Balas Ricko sambil membuang mukanya untuk menyembunyikan senyuman kecilnya.
"Nungky!"
"Kak Alysh, Kak Kimmy!" Pekik Nungky sambil beranjak dan langsung memeluk kedua gadis yang memanggilnya barusan.
"Kamu sedang apa disini?" Tanya Alysha namun setelah mendapati Ricko yang sedang menatap mereka dia tersenyum mengerti."Dengan pacarmu ya" Godanya membuat Nungky tersipu malu.
"Hai Tampan kenalkan namaku Kimmy!" Sapa Kimmy yang sudah duduk sambil menjulurkan tangannya kepada Ricko.
Ricko menatap tangan Kimmy yang mengajaknya bersalaman."Maaf aku tidak suka bersentuhan dengan sembarang wanita" Ucapnya dengan suara dingin seolah tidak menyukai keberadaan mereka.
"Hey Nungky, lihatlah pacarmu sepertinya dia benar-benar setia padamu, aku ajak salaman saja tidak mau!" Alih-alih tersinggung Kimmy malah memuji sikap Ricko padanya.
"Sudah pasti kan dia memang untuk Nungky seorang, mau yang deketin model Cantik gak bakal Abang Kerokan tergoda" Ucap Nungky dengan bangga sambil duduk bersama Alysha.
"Hai kenalkan aku Alysha, kami ini teman-teman Nungky pacarmu" Sapa Alysha memperkenalkan diri.
"Hmmm" Balas Ricko yang terlihat malas meladeni mereka.
"Kak Kim sama Kak Alysh abis ngapain kok ada disini?" Tanya Nungky mencoba untuk mencairkan suasana canggung antara mereka.
"Kami baru selesai pemotretan, kebetulan kami lewat daerah sini jadi sekalian main dulu ke pantai sambil makan juga sih" Jawab Alysha dengan sopan, sedangkan Kimmy gadis itu terlihat sibuk memandangi Ricko seolah menggodanya.
"Hey Tampan kenapa kamu diam saja? mungkin kamu butuh saran untuk membuat Nungky hanya menyukaimu, kamu tahulah biarpun tampannya begitu banyak sekali pria yang mengejarnya!" Kimmy menatap Ricko sambil menaruh kepalanya diatas tangan yang ditekuk.
"Aku tidak peduli, memangnya ada pria yang lebih baik dariku, heh aku yakin mereka hanya pria-pria tidak penting yang tidak sebanding denganku, aku sempurna dalam segala hal" Balas Ricko dengan sinisnya, dia tidak peduli jika ada banyak pria yang mencoba mendekati gadisnya, dia bisa dengan mudah mengenyahkan mereka seperti yang dia lakukan pada Arka.
"Wow hebat, kamu sangat percaya diri sekali, tidak aneh jika Nungky memilihmu!" Puji Kimmy sambil bertepuk tangan.
"Iya aku yakin kalian pasti akan menjadi pasangan suami istri yang serasi" Ucap Alysha memuji keduanya.
"Aku sih belum menentukan pilihanku Kak, abis capek digantungin terus, pacaran nggak tapi suka disosor" Ucap Nungky seolah sedang menyindir pria disampingnya yang langsung menoleh menatap Nungky dengan raut wajah tak terbaca, namun Nungky langsung membuang muka dan memilih untuk mengobrol bersama Alysha.
"Hey dengar tuan sombong, sepertinya gadismu itu butuh kepastian tentang hubungan kalian, hati-hati jika kamu diam saja mungkin gadismu itu akan memilih yang lain" Bisik Kimmy sambil tersenyum samar.
"Kim ayo pergi!" Ajak Alysha yang langsung menarik tangan Kimmy.
"Kenapa bukankah kita mau makan disini?" Tanya Kimmy bingung.
"Diam, apa kamu tidak lihat gara-gara ucapanmu mereka sepertinya jadi bertengkar" Omel Alysha kesal sambil mempercepat langkahnya tanpa memedulikan protesan Kimmy yang masih enggan untuk pergi dari sana.
"Ayo Bang kita pergi!" Ajak Nungky sambil beranjak, dia menatap Ricko dengan senyuman yang seolah dipaksakan.
"Ah iya baiklah!" Balas Ricko ikut berdiri, saat dia ingin menggandeng tangan Nungky, gadis itu malah menjauh dan berjalan dengan cepat meninggalkan dirinya yang diam mematung karena sikap Nungky yang berubah dingin padanya.