NovelToon NovelToon
Bukan Sekedar Secretary

Bukan Sekedar Secretary

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Kantor / Chicklit / Tamat
Popularitas:169.1k
Nilai: 5
Nama Author: nenah adja

Bunga itu telah layu sejak lama, menyisakan kelopak hitam yang berjatuhan, seperti itulah hidup Hanna Alaya Zahira saat ini, layu dan gelap.Hanna adalah seorang sekretaris yang merangkap menjadi pemuas nafsu bosnya, mengantungi pundi-pundi uang dalam rekeningnya, namun bukan tanpa tujuan dia melakukan itu. Sebuah rahasia besar di simpan bertahun-tahun. Pembalasan dendam.. Edgar Emilio Bastian bos yang dia anggap sebagai jembatan mencapai tujuannya menjadikannya simpanan dibalik name tag sekretarisnya, membuat jalannya semakin mulus. Namun, di detik-detik terakhir pembalasan dendam itu dia justru terjerat semakin dalam pada pria itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenah adja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Demi Sebuah Dendam

Hanna dan Steven sudah sepakat akan bertemu di sebuah restoran di jam makan siang. Dan saat ini Hanna melihat di pergelangan tangannya, jam menunjukkan pukul 12.15 dimana istirahat jam makan siang di mulai.

Hanna juga akan pergi setelah menjemput Naomi sekolah dan mengantarnya ke rumahnya. Begitu rencananya. Tapi baru saja membuka pintu ruangan dia justru melihat Edgar berdiri di depan pintu.

"Pak, anda sudah datang?" Hanna sedikit terkejut. Hanna kira Edgar akan lama di Kalimantan, tapi hanya satu hari pria itu sudah kembali.

"Kamu mau pergi?" tanya Edgar dengan membuka coatnya dan memberikannya pada Hanna.

"Ya, Pak. Saya harus menjemput Naomi." Hanna mengikuti Edgar lalu menggantungkan coat Edgar di kapstok di dekat meja kerja pria itu.

Edgar mendudukkan dirinya di kursi. "Kalau gitu saya permisi dulu." Baru saja akan pergi Hanna merasakan tangannya di tarik hingga dirinya jatuh di pangkuan Edgar.

"Hari ini biar Dani yang menjemput Naomi," ucap Edgar dengan mendaratkan kecupan di bibir Hanna.

"Tapi, Pak." Hanna menahan dada Edgar yang akan kembali menciumnya. "Naomi akan marah, lagi pula Pak Dani juga baru tiba-"

"Kamu tidak merindukan aku?" Hanna mengeluh dalam hati. Dia harus pergi karena harus menemui Steven. Tapi saat ini Edgar justru menahannya.

"Kita baru satu hari tidak bertemu Pak, lagi pula saya tidak akan lama," ucap Hanna.

"Kamu menolakku?"

Hanna mencebik. "Astaga, Pak Edgar, kita masih satu kantor. Saat pulang kita juga satu atap, apa aku bisa menolakmu?" Hanna mengusap dada Edgar. Nada bicaranya mulai bernada manja seperti saat mereka tengah memadu kasih, dia harus membujuk Edgar agar bisa pergi. "Lagi pula, aku dengar nyonya akan pergi ke Singapura untuk pemotretan. Kamu bisa datang padaku nanti malam."

Edgar mendengus, "Kamu pikir kalau ada dia aku takut?"

Hanna mengerjapkan matanya. "Bukan, bukan begitu. Tentu saja Aku yang takut. Bagaimana kalau nyonya tahu? Dia pasti akan membunuhku." Ada apa dengan Edgar. Jika benar pria ini tahu semua tentangnya, kenapa dia bersikap seolah tak terjadi apapun dan juga dia terus memperlakukannya dengan baik?

"Kalau begitu aku pergi dulu." Hanna bangkit dari pangkuan Edgar lalu mengecup bibir pria itu sebelum pergi.

...

Setelah menjemput Naomi dari sekolah, lalu mengantarnya pulang. Hanna bergegas untuk menemui Steven di restoran yang sudah mereka sepakati.

Saat memasuki restoran dia melihat pria itu duduk di sudut rungan dengan kursi yang tak terlalu banyak diisi oleh pelanggan. Mungkin karena jam makan siang hampir selesai.

"Maaf, Lo pasti lama nunggu," ucap Hanna begitu mendudukkan dirinya di depan Steven.

"Gue bisa nunggu seribu tahun buat cewek kayak lo." Hanna mendengus tak menghiraukan dan melambaikan tangannya ke arah pramusaji, lalu memesan beberapa makanan dan minuman.

"Lo kelaparan?" Bagaimana pun pesanan Hanna tak cuma satu.

"Bukan cuma buat gue, lo juga." Hanna menunjuk meja di depan mereka yang hanya ada secangkir kopi di depan Steven.

Steven menopang dagunya dengan tangan dan tersenyum manis.

Pria di depan Hanna memang type pria yang manis dan romantis, pria cantik seperti pria- pria di drama korea. Andai Hanna tak tahu dengan kegilaan Steven mungkin Hanna akan jatuh cinta pada pria ini.

Hanna menyimpan sebuah amplop tebal di depan Steven. Tentu saja isinya uang tunai, yang sengaja dia berikan pada Steven untuk jasanya yang akan memberikan informasi pada Hanna.

Steven terkekeh lalu membuka amplop tersebut sedikit, untuk memastikan isinya. Barulah dia menyerahkan amplop dengan warna berbeda pada Hanna.

Hanna mengangguk lalu memasukannya ke dalam tasnya.

"Lo gak memastikannya dulu?" tanya Steven.

Pelayan datang dan menyajikan pesanan Hanna.

"Gak ada waktu untuk itu. Gue harus balik kerja." Steven mengangguk.

"Jadi ada apa sebenarnya sama si Siska ini?" Hanna menghentikan gerakannya yang akan menyuapkan makanan ke mulutnya. Mata Hanna memicing menatap Steven. "Sorry, bukan maksud gue kepo. Cuma lo berani bayar mahal untuk informasi ini dan bukan cuma kali ini lo tanya tentang dia..."

"Bukan urusan lo. Dan apa lo selalu ingin tahu sama masalah klien lo?"

Steven mengedikkan bahu acuh. "Gue cuma khawatir sama lo. Siska atau pun Edgar bukan orang sembarangan."

Hanna kembali menyuapkan makanannya dengan tenang. Sejak awal dia tahu bahwa Siska bukan orang sembarangan, bukan hanya membuat keluarganya hancur. Hanna bahkan curiga jika kematian kedua orang tuanya ada campur tangan Siska.

Bukan tanpa alasan Hanna mencurigai Siska. Beberapa kali Hanna memergoki wanita itu memasukan sesuatu pada kopi ayahnya. Meski ayahnya meninggal dalam kecelakaan. Namun dia juga mendengar polisi mengatakan jika Ayahnya mengalami serangan jantung sebelum benar-benar kecelakaan. Sama seperti penyakit Ibunya sebelum meninggal. Yang padahal Ibunya baik- baik saja sebelum kedatangan Siska.

Lalu Edgar. Pria yang di kenal sebagai pengusaha sukses itu pastilah memiliki kekuasaan kuat hingga dia berharap Edgar bisa sedikit membantunya andai dia bisa menjeratnya. Maka dari itu Hanna merayunya. Bukan hanya untuk menghancurkan rumah tangga Siska dengan merebut Edgar darinya. Tapi, untuk meminjam kekuasaan Edgar agar Siska tidak lolos dari hukumannya. Hanya saja Hanna harus meningkatkan kewaspadaannya terhadap Edgar mulai sekarang. Sebab bisa saja Edgar sudah menduga rencananya. Meski tak dapat Hanna pungkiri Hanna mulai menggunakan hati, tapi bukan berarti Hanna takut terluka. Dia bahkan siap kehilangan nyawanya demi misinya ini. Asalkan dendamnya terhadap Siska terbalaskan.

Steven mengangguk. "Gue gak tahu lo butuh ini atau enggak." Steven menyimpan secarik kertas di atas meja. "Dua hari lagi di Singapura akan ada pesta yang di hadiri beberapa model dan aktris." Steven mendekatkan dirinya pada Hanna lalu berbisik, "Gue denger itu pesta sekss."

Hanna menatap kertas berisi alamat dimana pesta itu akan diadakan. Lalu menatap Steven.

"Bukan cuma katanya. Kayaknya lo juga termasuk?" Hanna melipat tangannya di dada.

Steven terkekeh. "Gue kira kepergiannya ke Singapura nanti malam, bukan cuma buat pemotretan. Dan kalau lo mau, gue punya akses masuk kesana."

Hanna terdiam beberapa saat lalu mengangguk. "Oke."

Hanna menyelesaikan makannya lalu bergegas untuk kembali ke kantor. Bagaimana pun Hanna sudah terlambat. Meski Edgar memberi keringanan pekerjaan untuknya, karena mengurus Naomi. Tapi Hanna tak ingin Edgar curiga.

Hanna memasuki mobilnya lalu menatap secarik kertas dari Steven lalu membuangnya. Sekarang dia harus memikirkan alasan apa yang akan dia katakan pada Edgar untuk pergi ke Singapura.

Dua hari lagi. Dia harus pergi bagaimana pun caranya.

1
ayu cantik
suka
Memyr 67
gilanya akut siska. hana merebut semua miliknya? semua yg dimiliki siska seharusnya milik hana
Memyr 67
𝖼𝗈𝗐𝗈𝗄 𝖻𝖾𝗄𝖺𝗌 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝖼𝖾𝗐𝖾𝗄 𝖻𝖾𝗄𝖺𝗌. 𝖼𝗈𝖼𝗈𝗄
Erni Fitriana
eng ....ing....engggg..ombak aman terkwndaliiii👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾
Erni Fitriana
kesekian kali karyamu yg menjadi kesenangan ku😘😘😘😘😘😘😘
komalia komalia
jadi ingan sama novel yang pernah ku baca hampir mirip namu beda ceeita
komalia komalia
kaya nya hana ada niat balas dendam ya sama istri nya edgar atau Aa A edgar nya
komalia komalia
maka nya kalau aku mah baca novel yang udah sampai tamat biar engga nunggu kalau nobel belum tama engga mau baca soal nya suka nanggung pas ujung ujung nya lupa
komalia komalia
kalau ada uang kira kira mau engga kamu hana
Angga Gati
bagus ceritanya
fiyol jelek
suka
Saadah Rangkuti
kok notifnya terlambat thor,pdahal sudah beberapa episode gak pernah ketinggalan akunya 😁😁
nenah adja: baru promo juga kk😁
total 1 replies
fiyol jelek
suka
Remember
Luar biasa
Triana Oktafiani
Ceritanya simpel tapi menarik 👍
Mattea Bee
luar biasa
M akhwan Firjatullah
ahh mo komen juga dah g ngaruh y mak...soalnya dah end..
nenah adja: cus ke yang baru kak gara- gara mantan
total 1 replies
M akhwan Firjatullah
hadeuuhh jauhnya marathon ku...
M akhwan Firjatullah
ang ang ang apakah aku telat ...jgn pindah lapak atau apapun itu y mak soalnya mataku mulai kabur klo baca...
Sunny Kwok
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!