NovelToon NovelToon
Terjebak Reverse Harem

Terjebak Reverse Harem

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Pernikahan rahasia / Trauma masa lalu / Bullying dan Balas Dendam / Romansa / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:260.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Azmi McFadden

Warning : Cerita ini hanya untuk pembaca dewasa

Pasca berakhirnya pertunangan dengan mantan kekasihnya yang kasar dan super toxic, Lila memutuskan untuk kembali ke Brisbane, kota tempat ia tumbuh bersama empat sahabat masa kecilnya yang dulu ia perlakukan sebagai kacung.

Henry, Jacob, Aiden dan Pierre. Mereka yang dulu Lila anggap sebagai anak buah, kini menjelma menjadi empat pria dewasa yang super tampan dan sangat mapan. Sementara Lila justru bertahan dengan sisa tabungannya dan honor sebagai novelis tidak terkenal yang sangat sedikit.

Setelah dipermalukan oleh Henry di acara reuni SMA, Lila justru mendapatkan kejutan demi kejutan tak terduga dari keempat sahabat masa kecilnya yang diam-diam mencintainya sejak lama.


Jika kamu suka cerita ini, jangan lupa like, coment dan follow ya 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azmi McFadden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rival

Brisbane, Australia

14 April 2007

"Kenapa? Kau mau bilang apa?" Tanya Lila yang sudah memasang wajah sinis sebelum Henry mulai berbicara. Nyali Henry langsung ciut melihat raut Lila yang tampaknya tidak akan senang dengan apa yang akan dia katakan.

"Henry, ada apa?" Tanya Pierre yang tampaknya mulai memahami apa yang ingin Henry katakan.

"I-itu tentang pesta ulangtahunku hari minggu nanti. Bisa tidak Lila datang setelah teman-teman yang lain pulang?" Ucapnya terbata-bata. Jantungnya berdegup kencang saat mengatakannya.

Lila langsung mengernyitkan dahinya dan bangkit dari ayunan yang sejak tadi ia kuasai. Dengan pundak yang tegak, ia menghampiri Henry dengan tatapan yang mengintimidasi.

"Maksudmu, aku harus datang setelah pestanya selesai, begitu?"

"Bu-bukan begitu! Jika kau datang saat teman-teman yang lain datang, mereka pasti merasa tidak nyaman karena kau selalu saja mengacaukan pesta ulangtahunku seperti tahun-tahun sebelumnya. Aku mengundang Amy, aku tidak ingin dia merasa kecewa!"

Lila menggeram kesal, ia langsung mencengram kerah baju Henry dan menariknya dengan kuat.

"Kau mau bilang kalau aku ini pengacau? Kurang ajar...!"

Bruuukkk...

Tangan Lila langsung melayangkan tinju tepat ke wajah Henry hingga anak laki-laki ini jatuh terduduk di atas tanah.

"Aduh...kenapa kau memukulku?" Teriak Henry kesal. Ia sangat benci setiap kali diperlakukan kasar oleh Lila yang selalu saja ingin berkuasa.

"Lila, tenanglah!" Pierre dan Aiden mencoba menahannya agar tidak kembali memukul Henry yang menatapnya penuh dendam.

Kedua tangan Lila terkepal, ia benar-benar ingin menghajar Henry lagi. Namun, melihat bagaimana cara Henry menatapnya, ia langsung mengurungkan niatnya.

"Cih!" Lila melangkah pergi meninggalkan teman-temannya yang tak bisa berbuat apa-apa untuk menghentikannya.

"Kenapa kau mengatakan hal itu? Sebenarnya kau tidak ingin dia datangkan?" Tanya Pierre sembari membantu Henry berdiri.

"Dia itu pengganggu! Kalian pasti juga berpikir seperti itukan? Selalu saja merasa dirinya yang paling kuat dan berkuasa. Aku benar-benar benci dia!"

"Ta-tapi mau bagaimanapun Lila itu teman kita!" Ujar Jacob yang merasa kasihan pada Lila.

"Aku tidak mau berteman dengan orang seperti dia. Kenapa dia harus menjadi temanku? Aku tidak mau melihat wajahnya lagi!"

"Tapi aku suka berteman dengannya!" Celetuk Aiden yang merasa tidak setuju dengan pendapat Henry tentang Lila.

"Itu karena kau bodoh! Hanya karena dia sering menolongmu bukan berarti dia teman yang baik. Dia hanya memanfaatkan kebaikan kita dan menjadikan kita budaknya!"

"Bagiku tidak masalah! Teman yang baik bukankah teman yang selalu menolong kita disaat kita membutuhkan ya? Lagi pula, apa yang sebenarnya kau harapkan dari seorang teman?"

"Tidak ada gunanya bicara dengan orang sepertimu! Kau tidak mengerti karena kau tidak mempunyai apapun yang bisa kau banggakan! Sedangkan aku, aku punya segala yang kalian tidak punya. Kenapa aku harus berteman dengan orang seperti dia? Menyebalkan, aku benar-benar muak padanya!"

Henry yang diselimuti kemarahan pergi meninggalkan Aiden, Pierre dan Jacob yang tak sempat menghentikannya. Besok adalah hari ulangtahunnya dan entah mengapa mereka merasa bahwa mereka tak cukup layak untuk databg ke pesta itu.

"Pierre, bagaimana? Apa kita akan tetap datang besok?" Tanya Jacob. Ia merasa gelisah dan tak senang dengan pertengkaran teman-temannya ini. Sudah enam tahun mereka berteman dan menjadi hal yang biasa untuk berdebat dan berkelahi. Namun sepertinya pertengkaran hari ini terasa lebih sulit dari biasanya.

"Kita akan tetap datang!"

"Tapi Lila bagaimana?" Tanya Aiden.

"Kita akan pergi bertiga!"

"Maksudmu, kita harus meninggalkan Lila sendirian, begitu?"

"Sebaiknya begitu! Kita tidak bisa memintanya untuk datang sementara Henry tak ingin dia datang. Itu hanya akan membuat hubungan mereka menjadi semakin buruk."

"Kau benar! Tapi, bagaimana cara kita menjelaskan pada Lila? Jika dia tahu kita pergi tanpa dia. Dia pasti akan marah!"

"Nanti akan aku pikirkan bagaimana menjelaskan padanya. Tapi untuk saat ini kita tidak perlu meminta salah satu diantara mereka untuk meminta maaf!"

***

Pesta yang sangat meriah, seperti yang diharapkan dari putra tunggal dari seorang pengusaha kaya raya. Henry terlihat sangat senang karena tidak ada tanda-tanda Lila akan datang dan mengacaukan pesta ulangtahunnya seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Syukurlah, sepertinya dia benar-benar tidak datang!" Batinnya.

Beberapa orang anak dari rekan bisnis ayahnya menghampirinya sambil membawa hadiah dan salah seorang diantaranya adalah seorang anak perempuan manis bernama Amy yang disukai Henry

"Henry, selamat ulangtahun?"

"Terimakasih sudah datang, Amy!"

"Apa hari ini teman-temanmu datang?" Tanya anak laki-laki bernama Charlie.

"Entahlah, mungkin mereka tidak akan datang!"

"Begitu ya? Baguslah! Aku tidak mengerti kenapa kau mau berteman dengan orang-orang seperti itu! Kau akan meneruskan perusahaan ayahmu, iyakan? Kenapa kau belajar di sekolah biasa? Kenapa tidak disekolah yang sama dengan kami?"

"Benar, sayang sekali. Kau hanya membuang-buang waktu saja, Henry! Jadi, jangan sia-siakan hidupmu lagi!"

Anak-anak yang lain mulai angkat bicara, mendukung pernyataan Charlie tentang apa yang seharusnya Henry lakukan sebagai anak tunggal dari salah satu orang paling kaya di dunia.

Mendengar ucapan mereka, Henry mulai menyadari bahwa keberadaannya di tempat ini dan di tengah-tengah teman-temannya itu sangatlah aneh. Ia harus tinggal di kota ini, sementara keluarga besarnya tinggal di Sydney, Melbourne, Paris, London, Los Angeles dan New York. Semua karena ibunya yang memaksanya untuk tinggal di kota ini dan belajar di sekolah biasa hingga membuatnya tanpa sadar bergaul dengan teman-temannya yang berasal dari keluarga biasa.

"Benar juga! Kenapa aku harus berada di kota ini? Tidak, pokoknya saat SMP nanti aku akan minta ibu membawaku ke New York! Aku tidak ingin tinggal di kota ini lagi. Aku tidak ingin bertemu dengan si bodoh itu lagi!" Batinnya yang mulai terpengaruh.

"Henry, apa kau baik-baik saja?" Tanya Amy.

"Ya, aku baik-baik saja!"

"Temanmu yang bernama Lila itu tidak datangkan?" Tanya Amy yang terlihat gelisah.

"Ti-tidak! Sepertinya dia tidak akan datang!" Jawabnya gugup.

"Benarkah? Syukurlah! Jika dia datang, aku akan langsung pulang!"

"Ke-kenapa?"

"Soalnya aku tidak suka dia! Dia sangat kasar dan aneh. Aku khawatir karena kau berteman dengan dia!"

"Amy, benar! Anak itu benar-benar gila! Tahun lalu saja dia membuat kue ulangtahunmu jatuh ke lantai!" Ujar Charlie.

"Hah? Benarkah?" Anak-anak yang lain semakin terbawa suasana.

"Dia juga makan dengan sangat rakus dan tertawa dengan sangat keras! Tidak punya sopan santun! Aku tidak tahu, kenapa ada orang seperti dia di dunia ini!"

"Wah...anak yang aneh ya? Aku ingat, dua tahun lalu dia pernah mengambil salah satu kado untuk Henry dan membawanya pulang!"

"Benarkah? Dia mencuri kado?"

"Aku tidak tahu! Tapi aku melihat dia membawa bungkusan setelah pesta ulangtahun selesai!"

"Benar-benar gila!"

"Ya ampun, dia pasti menyusahkan orang lain saja!"

Semua orang mulai berkomentar buruk tentang Lila dan Henry mendengar semuanya. Aneh, meskipun ia tak bisa menghentikan mereka, namun entah mengapa ia merasa marah mendengar ucapan mereka.

Henry tahu bahwa hubungannya dengan Lila itu sangat aneh. Ia selalu menganggap Lila adalah saingannya dalam hal apapun. Tidak seperti Pierre, Aiden dan Jacob yang ia anggap sebagai temannya. Sedangkan Lila, ia benci pada anak perempuan itu. Namun disatu sisi, ia ingin Lila tetap ada di dekatnya.

Seminggu yang lalu...

Henry menangis terisak di bawah pohon besar. Ia mencoba agar tidak bersuara. Namun, ia tak bisa menahan rasa kedal di hatinya.

"Sialan! Selalu saja merampas barang-barang milikku! Mereka pikir mereka siapa? Menyebalkan! Suatu saat nanti pasti akan kubala mereka semua!"

"Kau menggerutu kenapa?" Tanya Lila yang tanpa Henry sadari sudah bediri di depannya dengan sudut bibir terluka dan berdarah.

Henry mengangkat kepalanya dan menunjukkan wajah menyedihkannya pada seseorang yang paling tidak ia harapkan.

"Kau mau apa? Mau tertawa? Silahkan tertawa sampai kau puas! Suatu saar nanti, aku pasti akan kuat dan kubalas mereka semua!"

"Kau'kan anak orang kaya. Kenapa tidak minta ayah dan ibumu memberimu pengawal pribadi agar mereka tidak mengganggumu?"

"Apa gunanya? Aku ingin membalas mereka dengan kekuatanku sendiri! Jika bukan aku yang menghajar mereka, aku tidak akan puas!"

"Dasar bodoh! Ambil ini!" Lila melemparkan sebuah PSP ke tangan Henry.

Henry terkejut karena benda ini sebelumnya dirampas oleh sekumpulan anak SMP.

"Ke-kenapa ini-"

"Itu punyamukan? Sebaiknya kau jangan memamerkannya karena siapapun ingin memilikinya juga!"

Henry menangis, air matanya mengalir. Ia tak mengerti kenapa harus terlihat lemah seperti ini. Melihat Lila, ia tahu bahwa Lila berhasil mendapatkan kembali benda ini untuknya.

"Dengar, aku tidak akan berterima kasih padamu!"

"Aku tahu! Terserah kau saja!"

***

1
HARI PUTRI SASANTI RAHAYU
sangat suka,bikin mewek
HARI PUTRI SASANTI RAHAYU
sakit banget aiden meninggal... pingin banget aiden tetep hidup...
HARI PUTRI SASANTI RAHAYU
mewek parah...
Restu
.🤭😊😊😊
Restu
good
Restu
terimakasih thour
Restu
sakit thour😭😭😭
Restu
author jangan kejam.
Restu
😭😭😭😭
Ko
Kau tau thor.. Kau lah author yg plg jahat dari semua author yg novelnya pernah aku baca. Dari bab 1 sehingga tamat kau buat aku menangis. Bukan menangis biasa2 tapi menangis hingga mataku bengkak & aku flu. Teganya kau thor..kau buat aku menjiwai watak lila, aiden, henry, pierre & jacob spt mereka itu diriku sendiri. Aku bisa merasai sakit, bahagia, derita, sengsara, kerinduan, ghairah & cintanya mrk..aku berharap novel ini akan panjang lg atau setidaknya ada season 2 tapi...ia tdk akan mungkin ada kan thor??? Apakah tdk keterlaluan thor bila aku masih mengiginkan kebahagiaan utk mrk berenam setelah kematian aiden? Aghh! Aku rindu kisah mrk thor...😭😭😭😭😭😭
HARI PUTRI SASANTI RAHAYU: sama aku jg ngrasa gitu .. aku jg nangis2 wkwkwk
total 3 replies
Etik Fidiati
😭😭😭😭😭
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Santi Kurniawati
😭😭😭😭😭😭
Santi Kurniawati
semangat lila
Santi Kurniawati
😭😭😭😭😭
Santi Kurniawati
😭😭😭
Santi Kurniawati
😍😍😍
Linda Othman
finaly the end. hidup bersama akhirnya 😊
Linda Othman
ala mati ke??!! tidakkk
Linda Othman
Deep...
Linda Othman
knp bila pov Lila lebih sedih...terus kuat Lila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!