NovelToon NovelToon
Jodoh Titipan

Jodoh Titipan

Status: tamat
Genre:Patahhati / Perjodohan / Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Obsesi / Romansa / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 5
Nama Author: Sept

Taqi Bassami, hanya karena ia seorang anak angkat, pria itu harus mengorbankan hidup selamanya. Taqi menukar kebebasannya demi membayar balas budi. Berkat sang ayah angkat, hidupnya yang terpuruk di jalan, kini menjadi sukses.
Bila balas budi bisa dibayar dengan uang, Taqi pasti melakukan hal itu. Tapi bagaimana, jika Taqi harus menikahi wanita pilihan keluarga angkatnya itu untuk membalas jasa. Belum lagi latar belakang Taqi yang perlahan mencuat ke permukaan. Siapa sebenarnya Taqi? Ketika banyak pihak mengincar nyawanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gamang

Jodoh Titipan Bagian 14

Oleh Sept

Malam itu Nada begitu terkejut, ia yang tidak sengaja mendengar percakapan ummi dan abah, langsung beringsut. Kakinya mundur seketika, sambil memegang mulut ia langsung berbalik.

Nada kemudian melangkah mendekat box, di sana ia perhatian wajah bayi munggilnya dengan gelisah. Kenala dia tidak tahu dan menyadari, bahwa jodoh yang abah maksud adalah mas Taqi.

Mas Taqi sangat baik, bahkan pria itu adalah pria sempurna. Pasti dijamin tidak ada wanita yang menolak jika diperistri oleh sosok Taqi yang tampan, sopan dan mapan tersebut.

Hanya saja, dalam hati Nada masih bersemayam ayah dari bayinya. Ya, Zain masih bertahta dalam hati yang paling dalam. Masih ia sebut setiap sepertiga malam di setiap doanya. Mas Zain memiliki ruang khusus yang tidak bisa ia kosongkan dan diganti orang lain.

Meskipun orang itu adalah Taqi Bassami, pria yang hampir didambakan setiap kaum Hawa. Kecuali Nada, bukan karena sombong, atau bagaimana. Ini semua karena cintanya masih besar pada almarhum suaminya, Zain Malik.

"Aku harus bagaimana?" gumam Nada seraya mengusap pipi lembut putri kecilnya.

Nada gelisah, ingin menolak permintaan abah dan ummi tapi ia merasa tidak enak. Sebab, selama ia hamil keluarga almarhum suaminya itu yang selama ini yang hanya peduli padanya. Plus mas Taqi, tapi ia kira perhatian Taqi adalah bentuk perhatian pada keluarga.

Makin gelisah, Nada mondar-mandir di dalam kamar. Bingung bagaimana cara menolak, tapi ia benar-benar merasa tidak enak pada abah.

Akhirnya ia memutuskan untuk tidur saja, meskipun selama berbaring matanya tidak bisa dipejamkan. Ia terngiang-ngiang perjodohan yang direncanakan abah dan ummi untuknya.

Sudah sejam lebih, Nada hanya menatap langit-langit kamar. Sesekali melirik box bayi yang tenang. Padahal hatinya dirundung gelisah, tapi alhamdulillah putri kecilnya sama sekali tidak rewel malam itu. Mungkin karena terlalu banyak berpikir, akhirnya ia lelah sendiri. Berkali-kali Nada menguap, sampai akhirnya ia tertidur pulas.

***

Pagi-pagi sudah terdengar deru mobil di depan rumah peninggalan Zain. Dan itu adalah suara mesin mobil Taqi. Nada yang sudah gelisah sejak semalam, tambah was-was ketika Taqi ke rumahnya pagi ini.

Di ruang tamu, sudah ada abah yang sepertinya siap menyambut Taqi. Sebab, abahlah yang meminta Taqi datang. Semalam abah dan ummi sudah berunding, mereka akan membicarakan perjodohan Taqi dan Nada hari ini.

"Pasti belum makan, kan? Ayo sini ... sekalian Ummi siapan untuk kita makan bersama!" ajak ummi yang terlihat senang melihat kedatangan Taqi.

Ummi lantas masuk ke dalam, wanita tersebut kemudian ke dapur. Menghampiri bibi yang mulai sekarang akan tinggal bersama Nada. Asisten rumah tangga ummi sebelumnya, kini diminta ummi untuk menemani Nada.

"Siapin lima piring, Bik," titah ummi pada ART-nya.

Bibi mengangguk pelan, kemudian menyiapkan meja makan bersama ummi.

"Lanjutin ya, Bik. Saya mau panggil Nada dulu," ucap ummi lalu mencari Nada di kamarnya.

Tap tap tap ...

KLEK

"Belum bangun cucu Ummi?" sapa ummi saat melihat cucunya yang masih tertidur pulas di dalam box.

Nada menoleh, kemudian merapikan ranjangnya.

"Sudah, Ummi. Tapi habis Nada kasih ASI, terus tidur lagi."

"Lucunya cucu Ummi. Oh ya, mumpung dia lagi tidur. Ayo ke depan sebentar. Ummi sama abah mau bicara."

DEG ...

Jantung Nada belum apa-apa sudah mau copot dibuatnya. Belum juga mendengar apa yang ingin abah dan ummi katakan, tapi Nada sudah was-was.

"Ayo ...!" ajak ummi yang melihat Nada diam terpaku.

'Apa ummi akan membahas masalah semalam?' batin Nada sambil berjalan mengekor di belakang ummi.

Saat tiba di ruang makan, Nada langsung duduk. Ia duduk di dekat ummi. Sedangkan Taqi, pria itu duduk di sebelah Abah. Suasana sempat hening untuk sesaat, hanya ada suara sendok dan piring yang beradu.

Sampai semua orang selesai makan. Barulah abah mengajak semuanya untuk duduk di ruang tamu. Taqi sendiri sempat melirik Nada yang selesai makan terus saja menundukkan wajahnya.

'Ada apa dengannya?' tanya Taqi dalam hati. Taqi juga tidak tahu, perasaan kemarin sikap Nada masih normal-normal saja. Tapi sekarang sepertinya Nada menghindar dari tatapan matanya.

"Ehem ...!" Abah Yusuf mulai membuka suasana dengan berdehem terlebih dahulu.

Pria dengan kerutan halus di wajahnya itu, kemudian menatap Nada dalam-dalam.

"Nada ...!" panggil abah.

Kali ini panggilan dari abah membuatnya gelisah. Nada bahkan tidak berani menatap abah lama.

"Iya, Bah."

Taqi melihat ummi, abah dan nada secara bergantian. Sedangkan ummi, tangan ummi kini memegang tangan Nada, menantu yang tidak bisa ia lepas setelah kematian Zain.

"Abah mau membicarakan masalah yang dulu pernah Abah bahas. Tentang perjodohan."

Seketika Taqi menahan napas. Akhirnya masalah ini dibahas juga di depan semua orang yang bersangkutan.

Bibir Nada bergetar, ingin rasanya ia menolak. Tapi mulutnya terkunci rapat.

"Abah ingin membahas masalah ini lebih lanjut, karena Abah rasa waktunya sudah tepat."

Tubuh Nada langsung lemas, ia terus saja menunduk. Tidak bisa mengangkat wajahnya.

Apalagi ketika ummi ikut bicara sambil memegangi tangannya.

"Ummi dan abah, ingin kalian berdua segera menikah," sela ummi.

JLEB ...

Nada seketika dilema karena di hatinya Zain masih bertahta.

BERSAMBUNG

IG Sept_September2020

Ada cerita Sept terbaru genre fantasy, Prince Of Wolf. Samperin ya.

1
Jhon Kuni Wong
Luar biasa
Surati
bagus ceritanya👍🙏🏻 semangat thor 💪👍
Churin iin
Luar biasa
@bimaraZ
taqi salahjuga..meskipun cuma menena gkan g harus memeluk juga...
@bimaraZ
hhh tagi jadi ketagihan tuh...😍
@bimaraZ
anggap saja nisa dan taqi tidak berjodoh...
@bimaraZ
sampai g bisakomen bacanya ..g kebayang di posisi taqi
jawab iya salah jawab tidak juga berat
RL
Luar biasa
Zumi Zauhair
seruu
indah
😭😭😭😭😭😭
indah
Maa shaa Allaah Gemes ny 😍😍
indah
Hem Rumit nih
indah
Bawang Bombay
😭😭😭
Safitri Agus
jodoh othor yg menentukan 😁🤭
komalia komalia
ooh iya apa nada engga pakai hijab ya
komalia komalia
mas taqi mau bulan madu
komalia komalia
umii iis bukan nya diem bikin orang jadi malu aja
komalia komalia
umi kaya nya engga pernah bikin cap si abah
komalia komalia
udah baca
komalia komalia
itu lah kalau kita punya hutang budi bagai buah si malakama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!