NovelToon NovelToon
Lian'S Story

Lian'S Story

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:86.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: YoejaLove

Lian Az Zahra putri

Gadis mungil lulusan akuntansi universitas negeri ternama mulai meniti kariernya di ibukota seorang diri. Mempunyai karier yang cemerlang, ia menduduki jabatan penting di usia muda.

Keberhasilan kariernya tak membuatnya lepas begitu saja dari belenggu masa lalu. Trauma menjalin kasih dengan perbedaan status sosial membuatnya berada di situasi terendah dalam hidupnya.

Dapatkah Lian bangkit dari ujian yang datang bertubi-tubi di tengah kariernya yang menjulang tinggi.

Novel perdana saya, menceritakan kehidupan seorang Lian di ibukota. Karier dan kehidupan cintanya merubah banyak hal dalam dirinya.

Follow juga akun media sosial

FB : YoejaLove
Instagram : YoejaLove

Happy reading guys 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoejaLove, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Alvino

Pagi ini setelah sholat subuh, Lian yang tampak lesu hanya duduk di sofa menghadap ke jendela di samping meja sudut. Diteguknya air putih hangat yang diambilnya dari dapur. Memandang langit ibukota di pagi hari.

"Hari ini mbak Wati nikah sama mas Dimas. Aku kapan ya Allah. Moga-moga nanti aku gak ketemu sama dia. Tapi kalau sama orang tuanya pasti ketemu. Mau diapain lagi, ketemu ya ketemu aja. Huuhhh, apa yang perlu kutakutkan."

"Neng neng." Bu Anna beberapa kali memanggil Lian yang melamun, sibuk dengan pikirannya. Tersadar ada orang duduk di sebelahnya, dia tampak terkejut. "Eh, Bu Anna sudah lama ya duduk disini?"

"Lian mikir apa? Sedih gitu mukanya." Bu Anna bertanya menyelidik. Padahal dia sudah mendapatkan informasi sedetail itu dari Dimas mengenai masa lalu Lian dengan keluarganya.

"Gak ada, Lian agak capek. Oiyaa, mau sarapan apa kita Bu?"

"Kita beli lontong sayur langgananku mau?"

"Mau Bu."

"Ya sudah, kita berangkat sekarang saja." Lian ke kamarnya mengambil jaket dan tas kecil untuk isi dompet dan ponselnya. Bu Anna hanya tertawa kecil melihat tingkah Lian.

"Bu pesan taxi online ya? Mana alamat nya biar Lian yang order."

"Tidak perlu pesan taxi neng, mobil khan sudah ada." Bu Anna menyunggingkan senyum manisnya.

"Mobil?"

"Iya, pak Alvino sudah kasih fasilitas kok."

"Oouuhhh. Baiklah, kita berangkat Bu."

Sesampainya di parkiran apartemen Lian tertegun melihat mobil yang akan dikendarainya bersama Bu Anna. "Astagaa, itu mobil mahal kalau lecet gimana aku memperbaiki ke bengkel, huhh gajiku bisa habis buat itu saja. Ini pasti kelakuan mas Dimas. Hanya dia dan mbak Wati yang tahu aku menyukai mobil Mazda."

"Neng kenapa dari tadi melamun? Ada apa?" Bu Anna dibalik kemudi mobil Mazda warna putih memperhatikan Lian yang tampak memikirkan sesuatu.

"Bu, apa benar ini semua dibiayai perusahaan?"

"Hahahaha, ya tentu saja. Kamu ini ada-ada saja. Semua fasilitas ini memang layak kamu terima. Bukannya semalam ibu sudah sampaikan. Kamu hati-hati diluar sana kalau berbicara dengan siapapun. Jaga-jaga kalau ada yang buntutin kamu."

"Iya Bu."

Sampai juga mereka di tempat makan yang dituju, setelah menikmati sarapannya Lian dan Bu Anna kembali ke apartemen untuk menyiapkan diri ke acara resepsi Dimas.

"Neng, jam berapa kita ke salon?" Bu Anna membuka pembicaraan dengan Lian yang sedari tadi masih memikirkan sesuatu.

"Habis Ashar bagaimana Bu? Jadi kita ke tempat acara setelah dari salon, tidak perlu pulang dulu."

"Baiklah, saya sudah reservasi buat neng kok."

"Makasih Bu."

Sesampainya di apartemen Lian dan Bu Anna beristirahat, duduk santai membicarakan banyak hal yang lucu. Sengaja Bu Anna melakukan hal ini agar Lian tidak sungkan atau canggung terhadap dirinya. Menjalin keakraban yang menurutnya akan mempermudah pekerjaannya.

"Bu, masih ada waktu kayaknya Lian mau tidur siang dulu. Sepertinya sudah lama aku tidak tidur siang. Nanti sebelum ashar Lian bangunin. Sepertinya ibu juga kurang tidur."

"Iya neng istirahat saja."

Ketika akan memasuki kamarnya Lian mendengar ponsel Bu Anna berdering. Terdengar ia berbicara dengan seseorang. Sepertinya Lian menyadari bahwa siapa yang menghubungi Bu Anna. Lian membiarkan Bu Anna selesai melakukan sambungan teleponnya sebelum bertanya.

"Neng, ini pak Alvino mau datang. Kita temui dulu yah."

"Ada apa Bu?"

"Tidak ada, mungkin boss muda ingin berbicara empat mata sama neng."

"Begitu ya, baiklah Lian ganti baju dulu bu. Kurang sopan."

Bu Anna mengangguk melanjutkan acaranya meminum kopi. Dia sebenarnya sudah tahu, hanya saja Dimas mewanti-wanti agar ia tidak menyinggung masalah ini di depan Lian. "Sepertinya aku sekarang yakin kalau boss menyukai gadis ini. Dia memang polos dan menyenangkan. Beruntung gadis ini disukai oleh pewaris Winata Group."

Tak lama kemudian, Lian yang keluar dari kamarnya setelah mengganti bajunya dengan celana panjang dan kaos berwarna kuning membuat kulit putihnya semakin terlihat bersinar berjalan ke arah dapur menyiapkan minuman untuk bossnya. Yang ada di pikirannya adalah ada apa sampai seorang pimpinan repot-repot mendatangi dirinya yang hanya karyawan. Tidak ada sama sekali dalam pikirannya hal lain melebihi profesional dalam bekerja.

"Bu, ini pak Alvino dibuatin minum apa? Lian tidak tahu, takut salah Bu."

"Kopi hitam tanpa gula neng. Itu minuman favoritnya."

"Baiklah."

Lian membuat kopi hitam sesuai anjuran Bu Anna, dia sendiri membuat jus strawberry. Terdengar bel berbunyi, tamu yang ditunggunya pun datang. Lian menyiapkan minuman yang baru saja dibuatnya dan beberapa cemilan yang dia dapat dari kotanya. Kiriman dari ibunya beberapa hari lalu masih ada beberapa yang ia bawa pulang ke apartemen.

"Maaf pak Alvino bu Della, Lian cuma ada cemilan dari kampung. Silahkan diminum juga." Lian mempersilahkan Alvino yang datang bersama Della yang sementara menggantikan Dimas. Di sudut ruangan, Bu Anna memberi ruang untuk atasannya berbicara dengan Lian.

"Ahh, tidak masalah. Kamu tidak perlu repot-repot. Baiklah, sebelumnya saya juga minta maaf datang kesini tiba-tiba. Tapi, saya dan Dimas tidak ada waktu lagi untuk menyampaikan ini ke kamu. Coba kamu perhatikan dengan baik video ini." Alvino meminta Della menunjukkan rekaman video yang didapatkannya dari ruangan Aska.

Lian menerima ponsel itu untuk melihat rekaman apa yang akan Alvino tunjukkan. Melihat rekaman itu baik-baik sampai pada intinya Lian mengerti apa maksud Alvino. Lian terlihat menahan kekecewaan yang tidak dapat ia sembunyikan. Ya, rekaman video itu berisi kelakukan tidak terpuji Aska mengenai pekerjaannya.

"Bagaimana? Kamu mengerti maksud saya bukan?" Alvino tampak tenang dan lega melihat Lian masih berusaha tenang dan tidak panik.

"Mengerti pak."

"Good, jadi saya harap kamu tidak protes dengan apa yang saya dan Dimas lakukan. Ini demi keselamatan kamu juga. Walaupun saya juga memikirkan perusahaan tapi keselamatan karyawan juga penting."

"Terima kasih pak atas kebaikannya."

"Ya Tuhan, gadis kecilku yang polos. Dia bahkan tidak menyadari kalau aku menyukainya. Benar-benar menarik. Sepertinya aku harus berusaha untuk menarik hatinya. Dimas benar, aku harus sabar dan pelan-pelan merubah cara pandang gadis ini. Ahh, dia manis sekali. Aku tidak tahan ingin menciumnya. Hahahaha mesum sekali otakku ini."

"Ohh, Bu Anna yang akan membantumu. Tidak perlu canggung, karena dia orang terlatih di tim keamanan Winata Group." Alvino yang melamun menyadarkan dirinya masih ada beberapa hal yang harus ia sampaikan.

"Iya pak."

"Ngomong-ngomong kamu besok ada acara?"

"Tidak pak."

"Baiklah, besok saya jemput. Kita bicara lebih lanjut. Untuk sekarang cukup."

"Baik pak."

Della dan Bu Anna hanya menahan tawanya saling memandang melihat interaksi atasannya dan Lian yang terlihat formal dan kaku. Lian yang polos nan lugu sementara Alvino yang lebih dewasa sebenarnya sudah menunjukan perasaannya sedikit tapi tak disadari oleh Lian.

"Astagaa, pak Alvino terima kasih hadiahnya. Lian nanti pakai kok." Lian mengingat kalung di kotak hitam yang ia letakkan di laci meja rias minimalis di kamarnya.

"Oke, sama-sama."

"Tapi pakk, yang ditransfer kemaren itu..." Lian belum sempat menyelesaikan omongannya dijawab cepat oleh Alvino.

"Itu dari perusahaan. Kamu berprestasi jadi itu bonus buat kamu sudah membantu perusahaan menuntaskan audit kemaren."

"Hhmm, iya. Makasih pak."

"Ini cemilan enak kamu beli dimana?" Alvino mencomot cemilan keripik buah-buahan yang Lian sajikan bersama dengan kopi hitam tadi.

"Saya dapat dari kampung pak, itu ibu saya yang kirim."

"Della, kamu beliin saya ini. Enak lho." Krauk-krauk bunyi Alvino menikmati keripik buah nangka yang Lian sajikan.

"Baik pak."

"Soal kepindahan kamu ke apartemen Kebayoran sepertinya bisa dilakukan minggu depan. Jadi kamu ada waktu seminggu untuk membereskan kamarmu. Oke, saya pamit dulu. Kamu bisa istirahat, sampai ketemu nanti malam di resepsi Dimas."

"Baik pak, terima kasih." Lian mengangguk mengucapkan terimakasihnya lalu mengantar Alvino dan Della keluar dari apartemennya.

1
Sultan Fairel
lanjut thor bagus ceritAnya
nazaruddin thamrin
3 like kembali mendarat. Semangat thor. Fresh Nazar mendukungmu. Ditunggu LIKE dan KOMEN mu ke novel HOT MAN ON CAMPUS. kita saling support terus ya.
Indraqilasyamil
berasa kembali kedunia kerja ...
Indraqilasyamil
hai kak yoeja ...
Cut SNY@"GranyCUT"
Menarik ceritanya... mulai baca..
Narti Darsono
inovel si ada thoor tapi yang lain tidak ada
YoejaLove23: sayangnya ini di n*velm* kakak
total 1 replies
✨Adinda
Semangat kak. Mampir kembali, jangan lupa feedbacknya ya🤗
Alisya Putri
semangat up nya Thor 👍😄💪

a world full of zombies hadir lagi menceritakan tentang, Teen, Romantis, dan petualangan 👍😆
HeniNurr (IG_heninurr88)
😍😍Lanjutkan
Narti Darsono
lama tidak up ni
YoejaLove23: hai kak Narti
iyaa maap yaa..
total 1 replies
💖T¡T¡N AD€€VA 💖
3...jejak dulu
S Anonymous
Nyicil 10 like Kak

Salam kenal dari (Calon Istri vs Mantan Istri) 👋

Semangat terus yaa💪
Alisya Putri
semangat up nya Thor 👍😄💪

salam sukses selalu buat thornya dari a world full of zombies hadir lagi 💚🙂
ig : skavivi_selfish
enak gak ini? musuh dlm selimut
YoejaLove23: gak enak kak

enakan Jani sama kay🤭🤭🤭
total 1 replies
Lakewood
Semangat upnya kak! ❤️
Jangan lupa mampir juga ya di ceritaku 😉
Like sama favorit juga biar bisa saling like tiap update baru 🙂
Lesta Lestari
semangat kak, like mendarat❤
HeniNurr (IG_heninurr88)
Lanjut 😍😍
Husen Dipa
àkhirnyaaaaaaaaaaaa
꧁⚜Melva TÂMVĂNzuͬͭͬͬͬͬͥͭltan⚜꧂
Mampir, jgn lupa feedback😉
Narti Darsono
lama tidak up thoor ,?
YoejaLove23: Hai kak Narti, iya maaf ya🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!