Fantasy Wars berlatarkan sebuah dunia dimana semua orang memiliki sebuah kekuatan super yang disebut "trick". Mengkisahkan perjuangan sekelompok remaja untuk mempersatukan negeri mereka, Negeri Arasi.
Di sebuah negeri bernama negeri Arasi, terjadi banyak peperangan. Hal ini dikarenakan tidak adanya seorang pemimpin di negeri itu, sehingga banyak orang membentuk sebuah kelompok untuk berperang dan menjadi kaisar di negeri itu.
Zeyn, seorang remaja yang "trick"-nya tidak diketahui, bahkan diduga bahwa dia tidak memiliki "trick". Bercita-cita untuk menjadi kaisar dan mengakhiri peperangan di negeri Arasi. Sekaligus membalaskan dendamnya kepada pasukan Demon Warriors, pasukan yang telah menghancurkan desanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A-Z Kurnia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertempuran Desa Downstream Ch.4
Sebelumnya, Zeyn, Troy, Vincent, dan Pak Date berhasil mengalahkan semua prajurit Negeri Crystal di sisi utara Desa Downstream. Dan setelah mereka bertempur, mereka berempat pun tertawa ketika melihat beberapa gigi Zeyn yang patah.
*****
"Hahhahaahahah ...," tawa Zeyn, Troy, Vincent, dan Pak Date terbahak-bahak bahkan sampai terguling-guling.
"Huhh. Baiklah! Cukup tertawanya! Kita harus segera membantu yang lainnya!" tegas Zeyn.
"Ya!" jawab Troy dan Vincent semangat.
"Aduh-duh ... hoi kalian anak muda. Tidakkah kalian menyadari aku ini sudah tua? Pinggangku encok, loh," kata Pak Date sambil memengang pinggangnya.
"Hoi, Pak Tua! Jangan menyerah! Kekuatanmu tadi itu sangat hebat, loh!" tegas Nishide.
"Jurus hebatmu itu sangat dibutuhkan untuk mengalahkan sisa pasukan musuh!" sambung Zeyn.
"He-hebat?" tanya Pak Date tak percaya dirinya sedang dipuji.
"Ya. Anda sangat kuat, Pak," jawab Troy.
"Kami yakin Bapak masih bisa bertarung. Karena itu, jangan cari-cari alasan untuk menyerah!" tegas Vincent.
"Ya. Aku masih ingin kita berempat bertempur seperti tadi lagi ... sebagai rekan," ujar Zeyn sambil berjalan menghampiri Pak Date dan mengulurkan tangannya untuk membantu Pak Date berdiri.
"Re-rekan? Orang tua sepertiku menjadi rekan kalian? Jarak umur kita terlalu jauh, loh. Apa aku pantas menjadi rekan anak-anak hebat seperti kalian?" tanya Pak Date.
"Umur? Emang ada hubungannya?" balas Zeyn.
"Hah?" gumam Pak Date terkejut.
"Lindungi desamu," ucap Zeyn pelan sambil menatap Pak Date dan masih mengulurkan tangannya.
"Ya!" Pak Date menerima uluran tangan dari Zeyn dan kemudian berdiri.
Setelah Pak Date berdiri, Zeyn, Troy, dan Vincent pun tersenyum.
"Ayo!" seru Zeyn sambil berlari ke arah pusat desa.
"Ya!" jawab rekan-rekan Zeyn itu sambil mengikuti Zeyn berlari.
"Tapi aku serius, loh. Pinggangku ini benar-benar sakit," batin Pak Date.
"Tapi rasa sakit ini tidak seberapa jika dibanding rasa sakit ketika melihat desaku hancur," batin Pak Date lagi.
"Eh, tunggu." Zeyn tiba-tiba berhenti berlari.
"Ada apa?" tanya Troy heran.
"Kalian duluan saja. Aku harus mengurus mereka dulu," jawab Zeyn sambil melihat ke arah pasukan Negeri Crystal yang tergeletak.
"Ya, baiklah." Troy, Vincent, dan Pak Date pun lanjut berlari.
"Pastikan kau menyusul kami, yah! Jangan sampai kau mengurus mereka hanya agar kau dapat melarikan diri!" teriak Vincent.
"Iya!" jawab Zeyn keras.
Lalu, Zeyn pun berlari kembali ke arah pasukan Negeri Crystal yang sudah pingsan. Dia kemudian membuat jebakan dari benang dan kertas bomnya yang ia buat mengelilingi pasukan itu. Jadi, jika ada salah seorang prajurit dari pasukan itu yang mencoba untuk kabur, atau justru mencoba menyerang desa lagi, maka bom kertas Zeyn akan meledak.
*****
Di area hutan di luar Desa Downstream. Di hutan ini, ada pasukan Negeri Crystal yang berjumlah 40 prajurit. Mereka bertugas untuk mengantisipasi jika ternyata 3 pasukan terdepan mereka dikalahkan oleh warga desa.
"Duhh, kok mereka lama sekali, yah?" tanya salah seorang prajurit wanita.
"Ya, seharusnya saat ini langit sudah menghitam karena asap kebakaran yang muncul dari desa itu," ucap seorang prajurit laki-laki.
"Tapi bahkan sekarang tidak ada sedikit pun kobaran api dari sana," sambung prajurit tadi.
"Tapi, kan tadi ada suara 'boom boom boom' yang mungkin itu adalah ledakan yang mereka buat," kata prajurit lainnya.
"Ya. Mereka pasti sudah menghabisi semua warga di desa itu," kata prajurit wanita tadi.
"Tidak. Mungkin saja mereka sudah dikalahkan oleh warga di sana!" kata komandan pasukan itu dengan tegas.
"Hah? Maksud Anda?" tanya salah seorang prajurit.
"Jika mereka sudah berhasil menguasai desa itu, harusnya mereka mengirim seseorang untuk memberi laporan kepada kita," jawab komandan tadi.
"Dan mungkin saja mereka justru dikalahkan oleh pasukan lain, seperti Demon Warriors dan Xavier," sambung komandan itu.
"Benar juga ...," gumam salah seorang prajurit.
"Kita harus pergi ke desa itu!" tegas Sang Komandan.
"Siap, Komandan!" jawab semua prajurit dengan lantang.
Akhirnya, mereka semua pun berlari ke arah Desa Downstream.
*****
Seluruh warga Desa Downstream dan juga tim Zeyn sudah melakukan tugas mereka dengan baik. Prajurit-prajurit Negeri Crystal yang telah dikalahkan pun sudah mereka amankan agar tidak bisa kabur atau melawan lagi.
Zeyn juga sudah berhasil menyusul Troy dan yang lainnya ke pusat desa. Sedangkan Joshi, Rill, dan beberapa warga yang masih dalam kondisi fit sedang berjaga di depan gerbang desa.
"Jadi, apa kita telah memenangkan pertempuran ini?" tanya Troy pada Zeyn.
"Tentu saja belum. Jika kita sudah menang, aku tidak akan memaksa bapak itu untuk ikut berjaga," jawab Zeyn.
"Kita hanya perlu menunggu pasukan mereka yang berikutnya. Dan saat mereka datang, kita akan memberi sambutan besar," ujar Zeyn.
"Kenapa kita tidak langsung menyerbu saja?" tanya Vincent.
"Keadaannya tidak memungkinkan. Jika kita langsung menyerbu dengan gegabah, mereka bisa saja menyerang desa di saat yang bersamaan. Dan akhirnya, kita terkepung," jelas Zeyn.
"Ditambah lagi, hanya sedikit warga yang masih bertahan. Kita tidak bisa meninggalkan orang-orang yang terluka di desa sendirian hanya untuk melakukan serangan yang gegabah," jelas Zeyn lagi.
"Huhh. Walau aku tidak mengerti satu kalimat pun dari apa yang kau jelaskan. Aku yakin, kita pasti akan menang dengan rencanamu itu," ujar Vincent.
"Ya. Pasti," kata Zeyn dengan tersenyum.
*****
"Kita serang mereka dari sisi timur!" tegas komandan pasukan Negeri Crystal sambil berlari.
"Ya!" jawab prajurit-prajuritnya dengan lantang.
Beberapa saat kemudian, pasukan Negeri Crystal itu pun sampai di sisi timur Desa Downstream.
"Hah? Benar, pasukan kita sudah dikalahkan." Semua prajurit Negeri Crystal itu pun tercengang ketika melihat pasukan penyerang utama sudah pingsan.
"Cih. Siapa yang telah melakukan ini? Demon Warriors? Xavier?" pikir komandan mereka.
"Komandan. Bagaimana?" tanya salah satu prajurit.
"Siapapun yang telah melakukan hal ini. Saat ini mereka pasti sedang bersenang-senang dan santai-santai," duga komandan tadi.
"Hancurkan," kata komandan itu sambil tersenyum.
"Ingat, jangan sampai membuat keributan sampai kalian berhadapan dengan pasukan yang telah melakukan ini," kata komandan itu dengan pelan.
"Ya. Kami mengerti," kata salah satu prajuritnya.
"Ayo," perintah prajurit itu kepada prajurit lainnya dengan pelan.
"Ya, enggak perlu pelan-pelan banget, sih," batin komandan pasukan itu.
Prajurit-prajurit Negeri Crystal itu pun berlari memasuki Desa Downstream dari sisi timur. Namun, beberapa prajurit dari pasukan itu tanpa sadar telah menyentuh jebakan bom dari Zeyn.
KABOOOOM.
Seluruh bom kertas yang Zeyn pasang dalam jebakannya pun meledak dengan dahsyat. Dan suara ledakannya pun terdengar hingga ke telinga Zeyn yang berada di pusat desa.
*****
"Apa itu?" tanya Troy terkejut.
Seluruh warga desa pun juga terkejut karena suara ledakan yang benar-benar besar itu.
"Hehe. Itulah sambutan dariku untuk kalian," batin Zeyn dengan tersenyum kaku.
"Ayo!" ajak Zeyn kepada semua orang di sekitarnya untuk mengecek keadaan di timur desa.
"Ya!" jawab beberapa warga dan juga tim Zeyn yang mengikuti Zeyn.
Tim Zeyn dengan beberapa warga pun berlari untuk mengecek kondisi di sisi timur desa. Sedangkan yang lainnya tetap berjaga di posisi mereka.
*****
"Aaagh!!" teriak prajurit-prajurit Negeri Crystal yang terkena ledakan tadi.
Sebagian prajurit Negeri Crystal pun terluka karena terkena ledakan yang besar tadi.
"Apa itu tadi? Aku yakin ini bukanlah trick. Siapapun orang yang melakukan ini, pastilah orang yang jenius," batin komandan pasukan itu.
hehe, abis baca marathon✌🏻
Ganbatte, ditunggu up nya😆
karya mu semakin keren
Salam Mengintip Jodohku