NovelToon NovelToon
Aku Diceraikan Suamiku Di Depan Selingkuhannya

Aku Diceraikan Suamiku Di Depan Selingkuhannya

Status: tamat
Genre:Pelakor / Cerai / Penyesalan Suami / Selingkuh / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:634.2k
Nilai: 4.7
Nama Author: Budy alifah

Diceraikan di depan selingkuhan suami dengan alasan dia tak cantik lagi,itu rasanya hancur. Tapi, tidak membuat Niken menyerah begitu saja.

Dia bertahan di dalam rumah tangga itu, bukan karena dia masih mencintai suaminya. Melainkan karena tidak sudi hartanya di nikmati madunya.

Bagaimana kisahnya? yuk cus baca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Budy alifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

"Aaa!" teriak Maya membuatku kukaget.

Aku mengucek kedua mataku, Aku menarik diri sedikit menepi ke ujung kasur saat melihat Maya yang tidur di sebelahku.

Aku melihat tubuhku yang sudah bertelanjang dada dan celana boxer. Begitu pula dengan Maya, ia sekarang bersembunyi dibalik selimut.

Aku berusaha mengingat kejadian semalam, tapi sama sekali tidak ada yang terekam. Terakhir kali aku ingat, kita berdua duduk di karpet bulu.

"Apa yang terjadi semalam, Mas?" ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Aku memandang sekeliling dengan kebingungan, bayanganku mulai ke mana-mana saat melihat bajuku, piyama Maya. Serta dalaman Maya berserakan di lantai.

"Kita tidak mungkin melakukan itu kan?" ucapku bergetar. Aku sedang banyak masalah, jika semua ini terjadi dan Maya hamil masalah hidupku akan semakin bertambah.

Air mata Maya mengalir dengan deras, sedangkan aku belum bisa mengatasinya. Aku masih mencoba mengingat kejadian semalam.

"Mungkin kita tidak melakukan apa-apa," kataku mencoba positif.

"Benarkah? Tapi aku merasakan sakit diarea intimku. Bahkan dadaku penuh dengan merah-merah," katanya.

Aku mendelik mendengar ucapanya, bukankah ini tanda jika seorang perawan pertama kali berhubungan. Dan tanda merah itu, wah, apa aku sebrutal itu semalam. Sampai leher dan dadanya penuh tanda merah.

Pikiranku langsung melayang, seperti apa aku melakukannya dengan Maya. Aku sama sekali tak ingat.

"Mas, bagaimana kalau aku hamil?" katanya dengan menangis sesenggukan.

Aku mencoba menenangkan dirinya, meskipun aku juga panik. Aku memegang tangannya erat, "Aku tidak akan meninggalkanmu. Maaf, aku tak bermaksud melakukan semua ini."

"Janji ya," kata Maya dengan sesenggukan.

"Iya, sekarang kita ganti pakaian dulu. Kamu bisa jalan?" tanyaku. Aku jadi ingat pertama kali melakukan dengan Niken. Dia tidak bisa jalan setelah melakukan malam pertamanya. Bahkan seharian dia tak keluar dari kamar.

"Aku belum tahu, tapi aku akan ke kamar mandi sendiri. Kamu bisa pakai yang di luar," pinta Maya.

“Pras-Pras, kenapa bodoh banget sih? Menambah masalah saja,” ucapnya dengan menepuk keningnya.

Aku bisa menenangkan Maya, tapi aku tidak bisa melakukannya sendiri. Aku tidak tahu kalau dia benar-benar hamil. Aku memang ingin memacarinya, tapi tidak sampai menghamilinya.

Maya keluar dengan takut-takut, aku yakin dia pasti shock telah melakukan hubungan tanpa kita sadari.

“Mas, kamu bisa kan tidak menyimpan rahasia ini. Jangan sampai ada orang yang tahu kalau kita pernah berhubungan,” ucapnya dengan memainkan tangannya.

Aku meraih tangannya, “Kamu tenang, kita rahasiakan semuan ini. Hanya kamu dan aku yang tahu,” kataku dengan memegang tangannya lalu menariknya dalam pelukanku.

Gadis sebaik ini, aku akan menjaganya jangan sampai ada yang tahu. Jika aku tak bisa memilikinya, setidaknya ada yang menerimanya nanti.

...----------------...

Kejadian malam itu membuatku tak bisa lupa, bagaimana aku tidak bisa mengingatnya. Jelas-jelas kamar yang kami tiduri berantakan baju kami tersebar ke mana-mana.

“Semalam kamu ke mana Mas?” tanya Hani yang membuyarkan angan-anganku.

“Lembur,” jawabku asal.

“Kamu jangan bohongi aku, Mas, lembur atau pergi dengan cewek itu?” introgasi Hani.

“Hani, aku tuh capek ya. Bisa tidak kamu bikin aku nyaman bukan malah menuduhku yang tidak-tidak,” ucapku kesal. Omelannya hanya menambah beban pikiranku.

Hani keluar kamar dengan wajah muram, aku rasa dia kecewa sama aku yang terus ketus kepadanya.

Namun tak lama dia kembali lagi dengan membawa secangkir kopi dan cemilan.

“Maafkan aku, Mas,” ucapnya sembari menaruh nampan.

Aku menatapnya curiga, tidak biasanya ia melakuka ini sebelum aku marah-marah kecuali dia menginginkan sesuatu. Atau dia melakukan kesalahan.

“Apa yang kamu inginkan?” kutatap lekat kedua matanya.

“Aku tidak minta apa-apa, kemarin masih ada,” ucapnya dengan gelayutan di lenganku.

“Lantas kesalahan apa yang kamu perbuat?” tanyaku masih curiga dengan tingkahnya.

“Mas, bagaimana kalau kita jual rumah dan mobil kita. Lalu kita pergi dari kota ini. Biar Mbak Niken tidak meminta harta kita,” ujarnya memberikan saran yang sangat bagus. Akan tetapi menurutku saran kurang tepat.

“Hani, apa kamu tak berpikir dengan jernih? Kalau kita pergi dari kota ini bagaimana ibu dan bapak?” kataku. Ia sama sekali tidak memikirkan kedua orang tuaku.

“Jual sekalian rumahnya nanti kita tinggal satu rumah,” katanya tak mau menyerah.

“Kau pikir, menjual dan membeli rumah itu mudah. Jangan aneh-aneh,” ku tolak mentah-mentah idenya.

Ia mendengus keras, melepaskan tangannya dariku, “Mas, aku tidak rela ya kamu membagi harta kita. Mbak Niken kan sudah kaya, kenapa dia masih harus meminta,” kesalnya.

Aku pun sama kesalnya dengan Hani. Aku merasa kalau ini memang disengaja oleh Niken untuk membalas semuanya.

“Mas, kamu coba bilang sama bosmu. Agar istrinya tak meminta harta kita,” pinta Hani.

“Aku tidak mau,” jawabku cepat. Aku memohon dengan Naufal sama saja aku merendahkan martabatku. Pasti dia akan menertawakan dan mengasihaniku sebagai lelaki pecundang.

“Mas, aku sudah bicara sama Mbak Niken. Sekarang giliran kamu untuk memohon sama bosmu,” paksa Hani.

“Kamu memohon sama Niken?” kataku kaget setelah mencerna perkataannya.

“Iya, aku sudah menurunkan harga diriku. Apa kamu tidak mau berkorban seperti aku? Demi harta kita?” keluhnya.

“Hani, bisa tidak setiap kamu mau bertindak itu mikir dulu,” omelku. Ini akan menjadi masalah besar untukku, aku pasti akan diremehkan oleh Niken.

“Tentu saja aku sudah berpikir berkali-kali lipat. Kalau bukan demi masa depan kita aku juga tak sudi memohon sama Mbak Niken,” jawabnya dengan emosi yang tak kalah denganku.

“Kau tahu apa yang kau lakukan? Mereka akan menganggapku pecundang.” Aku menghantam kasur.

Kepalaku benar-benar mau pecah memikirkan harga diri dan harta yang harus kubagi dengan mantan istriku.

“Kamu masih memikirkan gengsi, Mas, yang benar saja. Aku nggak ngerti sama jalan pikiran kamu.”

“Aku yang nggak mengerti sama kamu, benar-benar tidak bisa menjaga wibawa suamimu sendiri. Aku akan tetap memberikan separuh harta yang aku punya,” ucapku sembari berjalan keluar.

“Mas, tunggu. Aku tidak terima ya,” ucapnya menahan tanganku.

“Memangnya kamu siapa?” kataku dengan menghempas tangan yang ia genggam.

“Aku istrimu, aku berhak atas semua ini!” ucapnya dengan kedua mata yang melotot ke arahku.

Aku tertawa mendengar ucapannya, “Kau itu hanya datang membawa diri. Jangan sok ngatur.”

Aku memalingkan wajahku dengan cepat ketika tamparan keras mendarat di pipiku.

“Kau jahat, aku menyesal menjadi istrimu!”

1
Yuningsih Nining
dihh pede amat punya itikadt jemput niken lagi segala, emng niken bakal kepincut km lagi prass?
Yuningsih Nining
klu bener si niken balik mau sm si pras lagi bener² Goblok otak mu sm pikir mu, lagian si prass tambah dah nntii sombong seenak jidat ke km dia merasa di kejar kamu🤦‍♀️😇
Yuningsih Nining
hadeuhh nikeeen niken np km jadi ErrOrr ni kamu , hrs di ingat betull jg perlakuan si pras jg KLG nya ke km wuooyy niken🤦‍♀️
Yuningsih Nining
mangkanya NEkat bener jadi pelakor loe Hani, sekarang merasakan nya jd niken dulu? sukurin
Yuningsih Nining
si hani kalau di liat² kayaknya asli nya datang dari klg kismin tapi lagunya udah kayk nyobess aja👎
Yuningsih Nining
pergi jauhi suami jg pa² lucknut nya sanjaya, buktiin tanpa Pras kamu mampu Hidup layak ,km bs jaga mental sanjaya jg km
Yuningsih Nining
niken datangi kantor nya si pras , minta bagian jatah gajinya pras buat sanjaya dgn uang itu lebarin sayap bangun kembangin usaha buat kehidupan ke depan kamu niken jg sanjaya
Olga Kandou
menurut aku, Niken itu bukan cuma goblok tetapi botol (bodoh dan tolol) jika mau kembali ke Pras
Surati
bagus ceritanya 👍🙏🏻
Ruk Mini
kezell sih..masa yg buat onar baik" saja,, yaa tpi serah kau lh thorr..aq mh seneng" aje dpt hiburan😂.jaru biru ..ok tq thorr d tgg karya" mu lgi
Dewi Dama
gilaaa....
Betty
bagus
AmeLia JanggLa
Luar biasa
AmeLia JanggLa
Lumayan
Ririn Nursisminingsih
bodoh niken..maless a
Dwi Setyaningrum
Niken anaknya skrg brp thor sm naufal
Dwi Setyaningrum
yaelah Pras prass semuanya tdk hanya salahnya Hani kaliii kalau imanmu kuat ga akan tergoda,setia itu emang mahal brow..jd Pras km hrsnya introspeksi dirimu sndr lah ya..
Dwi Setyaningrum
dan kau dicerai kan Pras bodohhh
Dwi Setyaningrum
lah iya gmn to menghindar smpe pindah luar kota tp nmr tlpnya Pras ga diblokir gmn sih
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
Entahlh sudah malas mau komen, baca saja anggap kaya sonetron🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!