NovelToon NovelToon
Don'T Kill Me, Mr. Psycho

Don'T Kill Me, Mr. Psycho

Status: tamat
Genre:Action / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:149.7k
Nilai: 4.6
Nama Author: Elsa safitri

Anna Vyatcheslavovna, gadis muda asal Rusia yang dibesarkan di kota Abaza Republik Khakassia. Sebuah kesalahan membuat ia harus terus berurusan dengan tuan muda kedua Baranov, keluarga yang menerima Sergey Vyatcheslav sang ayah bekerja dikebunnya.


Tuan muda kedua Baranov yaitu, Nikolai Ivanovich Baranov atau kerap di sebut Psycho Rusia, tertangkap basah tengah menyiksa seorang pria di dalam hutan. Saksi mata itu adalah Anna yang diberi tempat tinggal di hutan kecil milik keluarga Baranov.


"Kau akan jadi korban berikutnya. Larilah seperti kelinci, dan aku akan menangkapmu!" Nikolai


Bagaimana Anna yang melarikan diri dari sosok Nikolai? Penasaran? Yuk baca dan jangan lupa beri Like dan dukungan kalian..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elsa safitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pergi

"Perampok?" Nikolai lalu menarik tangan Anna yang tengah memegang kuat pergelangannya. Alhasil, gadis itu tertarik dan menjadi lebih dekat.

"Aahh!"

Kini tubuh Anna berada tepat di atas Nikolai. Gadis itu menggertakkan giginya, dan di saat yang sama bibir Nikolai membentuk senyuman lebar. "Apa perampok melakukan hal seperti ini juga?" Suara melengking mencapai telinganya. Suaranya begitu familiar hingga sesaat Anna tertegun.

Nikolai menatap wajah Anna lekat-lekat, mengagumi wajahnya yang terlihat kacau. Kemudian dia meraih leher Anna lalu menariknya secara perlahan. "B-berhenti!" Anna dengan gugup mendorong dagu Nikolai menjauh, meskipun pria itu tidak bergeming.

"Jadilah gadis yang patuh. Apa menyenangkan terus membuat emosiku naik turun?"

"Khhk!!"

Saat wajah keduanya semakin dekat, Nikolai berhenti bergerak dan mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Sebuah kalung giok berwarna biru muda mulai menampakan keindahannya setelah sekian lama. Itu mengingatkan Anna pada kejadian saat mereka pulang dari kediaman Vasilliev, dan mendapatkan kemarahan dari Violetta dan Sergey.

Nikolai dengan santai memasangkan kalung itu di leher Anna, tidak peduli gadis itu menyukainya atau tidak. Sementara itu, Anna menyipitkan matanya dengan muram. Berkali-kali dia melihat bagaimana pria itu dengan santai memasangkan sebuah kalung yang ia kagumi terus menerus saat pertama kali melihatnya.

"Jika aku menemukan kalung ini tergeletak di sembarang tempat lagi, aku akan menggantinya dengan kalung anjing." Pria itu kembali berseringai gelap.

Saat pemasangan kalung selesai, Anna dengan cepat beranjak untuk menjauh sejauh mungkin dari Nikolai. Tapi pria itu malah ikut melakukan hal yang sama. Sungguh menyebalkan, melihat bagaimana dia dengan santainya beranjak dari kasur seperti baru saja bangun dari tidur yang panjang.

"Aku bukan anjingmu!" Anna diam-diam menggertakan gigi dan menahannya. Untuk sesaat, Anna merasa emosinya anjlok. Bahkan rahangnya menegang.

"Apa yang salah dengan menjadi anjing? Mereka lucu dan penurut."

Anna menatap Nikolai dengan tergagap. Dia tampak seperti biasanya, tetapi ada sesuatu dalam dirinya yang berbeda. Sungguh ironis ketika dia menganggapnya sebagai seseorang yang harus dia hindari, semuanya berjalan dengan sempurna, nalurinya, alasannya, situasi saat ini, dan bahkan tindakan Nikolai, semuanya mengarah pada satu kebenaran. Namun, meski dengan semua kejelasan ini, masih banyak yang tidak bisa dia pahami.

"...Kenapa harus aku? Kau sosok berpengaruh di negara ini, tapi kenapa kau malah datang padaku?"

"Karena," Nikolai terhenti untuk berpikir. "Tubuhmu bagus, kurasa." Dia mengejek secara terbuka. Sebuah garis senyum di tarik dengan pasti. Di saat gadis itu menggeram, mulutnya malah membentuk senyuman.

"Kau bajingan..!"

Gigi Anna terkatup, tinjunya mengepal begitu erat hingga kukunya menusuk dagingnya. Jika dia tidak menghancurkan bajingan itu sekarang, sepertinya amarahnya tidak akan pernah surut. Dia telah memutuskan bahwa dia akan memastikan pria itu tidak akan pernah bisa tersenyum seperti itu lagi. Dengan tekad bulat, dia mengayunkan tinjunya.

Namun, Nikolai menahan tinju itu dengan satu tangan. Tinju Anna bergetar. Meski mengumpulkan seluruh kekuatannya ke dalam pukulan itu, tangannya tidak bergerak sama sekali. Senyum menghilang di wajah Nikolai. Dia mengungkapkan wajah aslinya. Wajah asli itu terungkap dan dia melepaskan topengnya tanpa ragu-ragu.

"Apa ini? Seharusnya kamu berpikir sebelum bertindak, hmm?"

Dia mendekat dengan suara yang tajam. Tidak ada ekspresi yang di temukan di wajah pria dingin itu. Saat wajahnya semakin dekat, dia melepas kembali tangan Anna. Darah dari telapak tangan Anna mulai meluncur sedikit demi sedikit, karena cengkraman Nikolai yang semakin memperdalam lukanya.

"...ugh."

Nikolai menatap telapak tangan itu dalam waktu yang cukup lama. Kemudian, dia menjilat setiap darah yang hampir mengalir lebih jauh seperti seorang vampir. Seringai angkuh itu kembali tergambar secara tiba-tiba, membuat Anna gemetar sesaat.

Senyum mengembang di wajah Nikolai. Tak sanggup menahan hinaan itu, Anna hanya mengatupkan gigi dan menutup matanya rapat-rapat.

"Bahkan darahmu terasa sangat manis."

"..Pria gila."

Anna kembali membuka mata, wajah menyebalkan itu kembali terlihat dan membuat Anna jijik setengah mati. Dia menepis dengan tenaga yang tersisa dan berhasil melepaskan tangannya dari Nikolai. Kemudian, dengan cepat dia menoleh ke samping untuk melarikan diri, tapi pinggangnya di sambar sebuah tangan kekar yang menyesakkan.

"Lepaskan aku, atau aku akan berteriak!"

"Lakukan saja, dan aku akan menciummu."

Sebuah tangan yang melingkar di pinggangnya tiba-tiba menjalar semakin jauh. Anna yang sadar langsung menahan tangan mesum sialan itu dengan semua tenaga yang ia miliki. Lagi-lagi pria jangkung itu tersenyum gelap, dan dengan santainya berkata.

"Tidak bisakah kamu merasa beruntung karena bisa sedekat ini denganku?"

"Beruntung? Siapa di dunia ini yang akan merasa beruntung saat di timpa sebuah kesialan?"

"..ha, this is what i like about you."

Sekitar waktu itu, ponselnya tiba-tiba berdering. Nomor panggilan yang tidak terdaftar muncul di layar. Entah bagaimana, kombinasi itu terasa familiar. Tampaknya itu adalah informasi kontak Vladimir dari ponsel Baek Changmin.

Saat tangan itu berniat mengambil ponsel tersebut, Anna dengan cepat melambungkan pukulan ke arah tengkuknya. Meski tidak cukup mengeluarkan bunyi Buak, tapi berhasil membuat pria gila itu terjatuh ke lantai dengan bunyi gedebuk.

".. Ugh."

Saat itu Anna berniat keluar dari kamar secepat mungkin. Tapi Nikolai lebih dulu menarik kakinya, dan membuat gadis itu menyusul terjatuh ke lantai.

 "...Ahh!"

Nikolai bangkit dan dengan santainya menjawab panggilan Vladimir.

Tuan Baek, bisakah anda datang sekarang juga?

Nikolai seketika memawang wajah malas. Memikirkan dia harus memakai kembali wajah palsu yang ia robek beberapa saat lalu, sudah berhasil membuatnya kesal. Sepertinya penyamaran ini tidak terlalu berpengaruh. Jika dia tahu dari awal, tidak ada keuntungan yang lebih besar setelah susah payah melakukan penyamaran, dia tidak mungkin mau melakukannya.

"Aku akan datang besok. Saat ini aku sangat sibuk."

Dia dengan cepat menutup panggilan, dan beralih menatap Anna. Gadis itu masih duduk di lantai, memegangi lututnya yang terasa panas dan memar. Pria gila itu tidak berperasaan. Dia menarik kaki seorang gadis dengan kasar, apalagi tidak tergambar satupun ekspresi di wajahnya. Pria sedingin kutub utara memang mengerikan.

Nikolai berjongkok, mengikuti Anna untuk menyetarakan posisinya. Saat itu, dia memegang dagu Anna untuk membuat wajahnya mendongak. Senyum menyebalkan belum juga terlihat. Meski itu yang Anna mau, tapi melihat betapa datarnya ekspresi wajah pria itu malah semakin membuat dia takut.

Setelah beberapa waktu suasana hening karena mereka hanya bertukar pandang, Nikolai tiba-tiba mencium bibir gadis itu dengan lembut. Anna yang terkejut langsung melotot, sementara Nikolai menyipitkan matanya, menikmati betapa lembut dan manisnya bibir itu.

Segalanya menjadi begitu kusut dan rumit hingga berakhir seperti ini. Segera setelah itu, Anna menggigit keras bibir Nikolai dan menciptakan sensasi aneh saat darah dari bibir pria itu mengenai lidahnya. Setelahnya, Nikolai kembali menjaga jarak dan menjilat darah yang keluar semakin banyak.

Cara dia menatap Anna sambil menjilat bibirnya sungguh aneh. Cahaya merah di sekitar mata pria itu seolah memiliki keinginan. Itu adalah pertanda nafsu berwarna merah cerah.

Anggota badan Anna gemetar sekali lagi. Rahangnya menegang. Ia bergumam, "Brengsek," dengan rasa marah yang kembali meluap.

Nikolai tertawa yang terdengar hampir seperti geraman.

"Ini hanya sebuah ciuman. Kenapa kamu semarah itu?"

Bodoh sekali. Mata Anna menyipit karena marah, tangannya yang lemas langsung mengepal. Nikolai melihat reaksi Anna dengan gembira dan tiba-tiba mengulurkan tangannya. Anna terkejut. Namun Nikolai mengulurkan tangan lagi dan menyentuh rambutnya yang acak-acakan.

Selanjutnya, pria itu bangkit lebih dulu dan menarik tangan Anna untuk mengikutinya. Saat gadis itu tertarik dan kembali berdiri, dia menepis kasar. Mata yang terbuka begitu menyala seperti lava. Kerutan dalam yang terbentuk di antara alis, bergerak secara bertahap.

Nikolai mengabaikannya dan mulai membaringkan tubuh di atas kasur. Perlahan dia memejamkan mata. Setiap ekspresi menyebalkan yang terlukis begitu jelas kini terkubur oleh wajah lembutnya.

"Kemarilah."

Dengan suara rendah, secara terang-terangan pria itu mengajak Anna untuk tidur di sampingnya.

"Ayah! Tolong!!" Tiba-tiba Anna memekik begitu keras dan membuat Nikolai terkejut.

"Hei, kamu berani?!" Nikolai perlahan beranjak untuk membungkam mulutnya, tapi gadis itu dengan cepat berlari keluar kamar.

"Anna!"

Anna berlari menuju kamar Sergey untuk meminta bantuan. Tapi saat dia tiba disana, Sergey terlihat begitu nyenyak. Anna sadar sang ayah pasti begitu kelelahan karena harus bekerja dari pagi hingga malam. Niat untuk membangunkannya seketika ciut. Dia terpaksa kembali ke kamar untuk mengusir Nikolai.

Tapi saat tiba disana, sosok pria brengsek itu sudah menghilang. Ia ragu apa pria itu benar-benar pergi dari kamarnya atau hanya bersembunyi di suatu tempat. Dengan hati-hati Anna mulai mencari-cari dari balik tirai, bawah tempat tidur dan balkon.

Psycho Rusia itu benar-benar sudah pergi.

Dia menghela napas lega dan menyalakan lampu. Ruangan seketika kembali menjadi terang dan menghapus semua ketakutan. Saat itu, Anna tiba-tiba berpikir apa yang sudah pria itu lakukan dengan wajah orang lain?

Beberapa pemikiran mengerikan mulai menjamah kepalanya. Dari penipuan, penggelapan uang, masalah narkotika dan pembu-nuhan berencana. Pikiran liar seorang wanita memang lebih berbahaya.

Setelah menghapus pikiran dan berusaha tidak peduli, Anna berjalan menuju cermin. Ia menatap wajahnya dalam waktu yang cukup lama sebelum berakhir mengusap bibirnya.

"Ini bengkak."

Tekstur dari bibir Nikolai masih terasa di mulut Anna. Dia dengan cepat menggeleng keras untuk segera menghilangkan pikiran cabul itu.

1
INTAN NURAMEERA BINTI KHAIRULNIZAM Moe
Buruk
putrie_07
🥺🥺takut ayahh😬😬😬
Rohimatul Amanah
Luar biasa
Free La
kenapa coba, baru sekarang Nemu cerita sebagus ini😭
yoruuu: makasih yaa.. yuk mampir di karya othor yg lain/Joyful/
total 1 replies
Free La
baca cerita ini aku malah ngebayangin leyla dan mattias😂
Era Simatupang
sumpah AQ MW tertawa tapi annanya ketakutan
Juna Dong
luar biasa
Alfima Cahya
mampir thor,, awal cerita yg menarik,,
Virgo Girl
Aku baru mampir. Awal yg cukup menarik❤❤
Nurul Wahyuda
visual bpknya anna sugar dady thorr 🤤
Andriyati
ohhh apa lah munggkin di kalung Giok yg di pakai ana
gyelgyl
bagus caritanya 👍👍👍
Lyn
yeyyy bahagia terus Klian duaa yhhh,
imel
terimakasih sudah membuat karya yang luar biasa 🥰
Asfa black sweet
akhir yang bahagia.... 😍
makasih kak thor,karya mu sudah menghibur kami,semangat berkarya,dan ditunggu karya baru nya 💪🥰
@Biru791
terlalu singkat
Niar Zahniar
bagus
Lusie
visual nikolai bukan maenn thorrr cakepp polll/Drool/ Anna jga cantik lucu polos gitu mukannya cocok dah sma karkter mereka
Lyn
cocokkkkk
Eci Rahmayati
anna masih imut" cocok lah yg usianya masih muda bang" Nicole aku padamu 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!