Yuk follow dulu ig nya Othor
'@lady.nuree
__
RUBY ALDERIA SMITH, tak ada kebahagian dalam hidupnya
Di fitnah oleh saudara angkat memang tak akan pernah di hiraukannya, tapi sakit, sakit hati jika orang tuanya tak mempercayainya.
Hidup rumit seorang gadis membuatnya tegar menghadapinya, walau berat tapi tetap harus semangat demi kelanjutan hidup nya.
MARAH, tentu pasti marah ! ruby anak yang mandiri walaupun selalu manja kepada orangtua dan kaka nya, tapi Ruby tidak pernah menyusahkan keluarganya.
dengan mengingat masalalunya membuat Ruby ingin membalas perbuatan Agatha, tapi tidak untuk keluarganya karena Ruby terlalu menyanginya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lady nuree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS 30
Jakson tidak bisa diam kala kedua kesayangannya itu tak ada kabar sedikitpun dari kemarin, tidak ada jawaban saat Jakson menghubunginya. Semua orang kepercayaannya sudah dia kerahkan untuk mencari keberadaan mereka sampai Jakson tak segan mengunjungi Perusahaan milik Ruby LU'AN COMPANY.
" Ada apa kek, kenapa begitu tergesa-tergesa ?". Tanya Brayn dengan langkah lebarnya bersama Reizan dan juga Savira.
" Apa kau melihat Ruby dan Edward sedari kemarin mereka tidak pulang". Seru kake Jakson
Mereka bertiga beradu pandang, karena memang sudah dua hari ini ruby tidak menghubunginya, kalau untuk masalah pekerjaan selalu dia kerjakan di rumah.
" Kami tidak tau kek, sejak dua hari ini kami belum bertukar informasi lagi dengan mereka ". Jawab Raizen mendekati kakek Jakson dengan segera merangkulnya untuk duduk terlebih dahulu.
Savira menuangkan minum untuk kakek jakson dan duduk di sampingnya.
" Apa kalian bisa melacaknya seperti yang biasa kalian lakukan ?". Pintanya
Brayn dan Rayzen segera membuka laptop nya dan mengutak-atik keyboard nya dengan begitu lincah dan teliti.
" DONE ". Mereka selsai secara bersamaan
" Apa sudah ketemu ?". Tanya Savira menghampiri mereka yang masih belum beranjak dari kursi di sebrang sofa tempat duduk kake jakson.
Brayn dan Raizen tersenyum senang karena mereka sudah menemukan keberadaan Ruby.
" Good !". Savira mengacungkan jempol untuk mereka berdua.
" Dimana ?". Tanya kakek Jakson penasaran. " Apa mereka baik-baik saja ?". Lanjutnya
" Dia baik-baik saja kek jangan khawatir, sekarang mereka berada di mansion sisi kota yang lumayan jauh dari jalan Raya, mungkin itu Rumah barunya ". Jawab Brayn dengan wajah yang penuh penasaran, apa dia membeli mansion baru tanpa memberitahu kami ? Batinnya.
" kakek sudah tenangkan ? sekarang pulanglah istirahat, kami tahu kakek dari kemarin belum tidur ". Savira mengantar kakek Jakson pulang kerumahnya karena khawatir dengan keadaan nya. Brayn dan Raizen tetap tinggal di perusahaan karena ada meeting dengan klien nya.
**
Sore hari begitu cepat menghampiri, tapi Ruby masih enggan membuka matanya.
Kabar kematian Mafia Bloody knife menggemparkan dunia bawah, mereka berpikir siapa yang begitu berani membantai Mafia terkuat itu. Hanya ada satu kemungkinan yang mereka yakini, jika bukan Mafia Red Phoenix siapa lagi, maka dari itu mereka sama sekali tidak berani menyentuh sedikitpun yang berkaitan dengan mereka kalau tidak semua usaha mereka akan di babat habis olehnya.
Kabar kematian itu beredar begitu cepatnya hingga organisasi Mafia terbesar ke-2 pun begitu tertariknya dengan pemimpin Red Phoenix. Dark Blue Dragon mafia terbesar ke-2 setelah Red Phoenix.
Pria tampan tengaj duduk di kursi kebesarannya sembari membaca dokumen penting dari kepercayaannya, senyum tipis tersungging dari sudut bibir nya.
***
" Baby ". Edward mengusap wajah lembut milik Ruby
" Eumm ". Ruby meraih tangan Edward yang menyentuh wajahnya.
" Apa kau tidak ingin bangun hmm ?". Ucap Edward yang tidak pernah melepaskan tatapannya dari wajah Ruby.
" Sebentar lagi ka ! aku lelah sekali ". Seru Ruby tanpa membuka matanya.
" Ayo bangunlah apa kau tidak lapar, ini sudah hampir malam sayang ". Edward mengangkat kedua bahu ruby supaya duduk.
" Lima menit lagi oke ". Tawarnya membaringkan kembali tubuhnya.
" Lima belas menit oke, nanti kaka ke sini lagi ". Ucapnya sembari menyelimuti Ruby dan berlalu pergi. Tapi sebelum Edward memutar handle pintu di sana Ruby memanggilnya.
" Kak, aku lelah sekali badanku serasa remuk ". Rajuk Nya dengan manja.
Edward memutar balik tubuhnya kembali ke arah Ruby, dia berjalan dengan gaya tenang nya. Edward segera naik ke atas ranjang yang di tempati Ruby dan merebahkan badannya di sana.
" Kemari lah !". Serunya
Dengan senyum yang begitu manja dan juga manis, Ruby berhamburan memeluk Edward dan meletakan kepalanya di dada bidang milik Edward.
" Tidurlah ". Titahnya memeluk erat tubuh mungil milik Ruby dan menyelimuti mereka berdua.
Jam menunjukan pukul Sebelas malam, kedua insan itu masih terlelap dengan tidurnya, Selimut tebal masih menutupi mereka berdua.
Suara dering telpon yang baru Edward aktifkan sebelum tidurnya berbunyi begitu kerasnya sampai telinga Ruby terganggu dengan suaranya. Tangan Ruby terus mencari ke sana kemari siapa tengah malam seperti ini menelponnya.
Dengan tidak membuka matanya, Ruby menggeser ikon berwarna hijau di layar Handphone itu.
" hmm ".
" Ruby ?". Tanya kakek Jakson kaget. Ya, dia kakek Jakson yang menghubungi Edward tengah malam karena masih khawatir dengan mereka.
" Eumm, iya ke kenapa ? ini Ruby ". Jawabnya setengah sadar
" Sayang dimana Edward ? kenapa kamu yang mengangkatnya ?". Tanya kakek jakson di sana.
" Dia sedang tidur kek, besok kita pulang ke rumah jangan khawatir !". Tutur nya
" Kenapa HP mu tidak aktif sayang ?".
" Oh, Hp milikku habis baterai kaya nya kek ". Jawab Ruby yang masih terbaring di atas dada milik Edward.
" Sayang, apa kau sedang dengan Edward ?". Tanya Jakson hati-hati.
" Iya kek dia ada di sampingku, Kenapa?". Jawab heran Ruby.
" Sayang apa kau tidur berdua lagi bersamanya ?". Jakson terus bertanya kepada Ruby yang pada akhirnya membuatnya sadar sepenuhnya dan Ruby langsung terduduk dari tidurnya.
" Heheh,, pokoknya besok Ruby pulang ya kek jangan khawatir ". Ruby mengalihkan pembicaraannya, suara Ruby membuat Edward terbangun.
" Siapa baby ?". Tanya Edward mendudukkan tubuhnya, tangannya melingkar erat di perut Ruby dan menyimpan kepalanya di pangkal leher milik ruby.
Mendengar suara Edward khas seseorang yang baru bangun kakek Jakson tidak bisa kalau tidak berteriak.
"Anak nakal, apa kau benar anak ku ? apa kau tidak tau malu tidur dengan wanita yang belum sah menjadi istri hah ?". Jakson mengeraskan suara, Ruby langsung menjauhkan Telpon genggam itu dari telinganya.
" Kenapa daddy terus berisik sekali ". Keluhnya Edward mengambil alih telpon yang di genggam Ruby.
" Ya ampun Ed, anak orang itu ! Apa kau tidak tau malu, tidak mau tau besok kalian pulang ! tidak ada kabar sama sekali membuat daddy khawatir tau-taunya lagi tidur sama anak orang !". Cerocos kake jakson tidak terima.
" Emm, tidurlah ini sudah malam, besok kita pulang ! ". Timpalnya, Edward mengakhiri sambungannya terlebih dahulu.
Edward beranjak dari tempat tidur karena merasa lapar, sedari siang dia belum makan sama sekali karena Ruby belum makan jadi Edward sangat tidak bernafsu untuk makan.
Tidak lama, Edward masuk lagi dengan membawa nampan yang di atasnya tersedia makanan dan juga nasi lengkap dengan lauk pauknya.
" Bangunlah, ayo makan kakak bantu ". Ruby bangun dari tidurnya dan berjalan masuk ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya.
Mereka makan berdua dalam satu piring dan sendok yang sama, mungkin itu sudah menjadi kebiasaan mereka berdua. Tidak ada yang berani mengganggu tidur Ruby kecuali Edward, Ruby akan sangat manja bila berdekatan dengan Edward seperti yang biasa dulu ia lakukan kepada kedua kaka kandungnya.
Salam hangat dari author
LIKE
KOMEN
SHARE
VOTE
🙏🥰😍😍🙏🙏🙏
Semangatt terus...