_Tiara hanya ingin hidup tenang di kampusnya. Belajar dengan baik dan lulus tepat waktu tanpa ada drama. Namun, tak lama setelah kehidupannya di dunia kampus, desas-desus tentang dosen baru yang luar biasa ganteng merajalela di antara mahasiswi._
_"Ganteng banget, loh!" kata-kata ini selalu menghiasi telinga Tiara, tapi dia tak terlalu tertarik._
_Namun, nasib memiliki rencana lain. Suatu hari, kecelakaan kecil membuat Tiara bertemu dengan seorang pria misterius. Keduanya terlibat dalam momen singkat yang tak terlupakan, meski awalnya hanya sebuah pertemuan kebetulan._
_Sekarang, pandangan pria itu terus mengikuti Tiara, dan sebuah obsesi yang mengerikan tumbuh di dalam hatinya. Bagaimana jika obsesi ini berubah menjadi sesuatu yang lebih gelap dan berbahaya daripada yang pernah dia bayangkan?_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31
Malam hari Adit berencana mengajak Tiara pergi keluar untuk ke supermarket, ia ingin mengajak Tiara untuk membeli kebutuhan dirinya dan kebutuhan bayi dalam kandungannya.
" Perut kamu masih sakit ?? " tanya Adit sambil fokus menyetir
" Udah engga pak " jawab Tiara sambil mengelus perutnya
" Kalau mau sesuatu bilang aja, jangan ditahan saya pasti akan membelikan "
" Iyah Pak Adit " jawab Tiara yang langsung disambut senyuman oleh Adit
Tiara sendiri tak tau apakah Adit hanya menginginkan bayi dalam kandungannya, atau memang Adit mencintai dirinya.
Tapi yang jelas sekarang Tiara ingin melakukan yang terbaik untuk bayinya, jika pun nanti ia harus pergi ia akan membawa anaknya pergi.
Dikarenakan mereka keluar di malam Minggu perjalanan pun sedikit lebih ramai, hingga akhirnya mereka pun sampai di sebuah supermarket yang terbilang lengkap
Sebelum Turun Tiara memakai masker hitam dan topi, ia takut ada yang mengeli dirinya pergi bersama Adit.
" Kamu liat apa sih fokus banget ??" tanya Adit melihat Tiara yang tengah menatap layar ponselnya
" Ini apa apa aja yang boleh dimakan sama ibu hamil pak " jawab Tiara yang memang tengah mencari di sebuah artikel
" Tenang saya sudah punya, simpan hpnya "
Tiara langsung menyimpan ponselnya, dan Adit menggenggam tangan Tiara dengan erat.
Adit mengambil troli untuk mereka berbelanja, sedangkan Tiara lah yang nanti akan memilihnya.
" Ini udah saya tulis di catatan saya, kamu nanti ambil aja yah. Dan kalau misalnya ada yang mau kamu beli dan ga ada di list ini ambil aja, pokoknya saya ngebebasin kamu mengambil apapun " ucap Adit memberikan ponselnya kepada Tiara
" Pak Adit serius nyuruh saya megang ponsel bapa, nanti kalau pesan masuk saya tau dong " ucap Tiara
" Ga apa apa, kamu mau cek ponselnya juga ga apa apa. "
" Engga ah itu mah privasi, udah ayo pak kita keliling "
" Jangan panggil Pak dong Ti, nanti disangkanya saya bapa kamu. Adit panggil aja Adit " pinta Adit dan Tiara mengangguk
Tiara dan Adit mulai berkeliling mencari apa saja yang mereka butuhkan, mereka pergi ke tempat susu untuk mengambil beberapa susu untuk Tiara.
" 3 ?? " tanya Adit bingung
" Terus berapa ?? " Tiara berbalik bertanya
" Kamu mau rasa apa ?? "
" Apa aja Pak "
Adit kembali memasukkan kardus susu kedalam troli, Tiara pun terkejut dengan yang Adit lakukan.
" Banyak banget Dit " ucap Tiara terkejut
" Biarin, ayo kita keliling lagi " ajak Adit dan Tiara ikut
Dulu Tiara ingin sekali merasakan hal seperti ini bersama Adiknya, namun setelah Adiknya pergi ia berharap bisa seperti ini bersama anak dan suaminya nanti
Kini di sebelahnya ada Adit, dia ayah dari anak yang tengah Tiara kandung. Adit begitu excited dalam memilih makanan, buah buahan dan sayur sayuran untuk Tiara konsumsi.
" Kayaknya kita belum ke rak yang disana deh " Tiara menunjuk ke sebuah rak mie instan
" Engga boleh Tiara, ga bagus buat kamu " jawab Adit menolak
" Tapi kalau kepengen gimana?? yaudah nanti makannya dikit aja, berdua deh nanti kita " Tiara masih mencoba untuk merayu
" Hemm yaudah tapi kamu satu suap, saya selebihnya " Adit akhirnya mengiyakan permintaan Tiara dan Tiara mengangguk
Akhirnya mereka pun memasuki lorong dimana banyak pilihan mie instan, Tiara mengambil beberapa mie instan dan memasukkan kedalam troli.
Adit hanya menggelengkan kepalanya, bisa bisanya Tiara mengambil banyak mie instan padahal sudah jelas Adit melarangnya.
Kini Adit dan Tiara berada di lorong berisikan cemilan, Tiara memilih beberapa cemilan untuk ia makan jika malam bangun tentunya hal itu akan dirahasiakan dari Adit.
" Sepertinya kamu harus memakannya bersama saya " ucap Adit melihat banyaknya cemilan yang Tiara beli
" Iyah tapi jangan banyak yah " jawab Tiara
Tiara terkejut dengan barang yang mereka beli, troli yang tadinya kosong kini benar benar penuh. Setelah semuanya di beli, Adit langsung bergegas untuk menuju kasir dan membayarnya.
Selesai Adit membawa belanjaannya kedalam mobil, tentunya Adit melarang Tiara untuk membawanya.
Begitu sudah didalam mobil, Adit langsung mengendarai mobilnya. Tiara melepaskan masker yang ia pakai, dan juga topi miliknya.
" Nah gitu kan cantik daripada di tutup " ucap Adit sambil sesekali menoleh
" Modus banget sih Pak " ucap Tiara yang tengah merapikan rambutnya sedangkan Adit hanya tersenyum sambil menatap fokus kearah jalanan.
Saat berjalan pulang Tiara, dari jauh Tiara melihat kedai bakso tiba tiba ia pun ingin memakan bakso tersebut.
" Pak bapa laper ga ?? " tanya Tiara berbasa-basi
" Kamu mau makan apa ?? "
" Boleh ga kita mampir ketukang bakso di depan pak, kayaknya enak deh makan bakso malam malam "
" Yaudah kita kesana yah "
Adit pun langsung memarkirkan mobilnya, setelah itu keduanya pun turun dari mobil dan duduk didalam kedai tersebut.
Setelah memesan keduanya duduk di kursi dan menunggu bakso mereka datang, Adit memutuskan duduk di sebelah Tiara.
Begitu bakso yang mereka pesan datang, raut wajah Tiara pun sangat bahagia begitu juga dengan Adit yang ikut bahagia melihat Tiara bahagia.
Saat Tiara hendak memakan baksonya, Adit lebih dulu memegangi rambut Tiara agar ia tak kesulitan makan.
" Saya bawa iket rambut " Tiara mengambil dari dalam tasnya
Begitu Tiara mengeluarkan ikat rambut tersebut, Adit langsung menguncir rambut Tiara.
Tiara benar benar dibuat istimewa oleh Adit, ia tak bisa mengontrol senyumannya untuk tidak keluar dan jantungnya terus berdebar dengan semua perlakuan Adit.
Selesai makan Adit dan Tiara pun segera membayar dan pergi dari tempat tersebut, mereka langsung kembali masuk kedalam mobil.
" Nak, kalau mau apa apa bilang aja yah nanti papah akan Carikan sampai dapat " ucap Adit sambil mengelus perut Tiara sedangkan wanita itu hanya tersenyum.
" Nanti kalau saya gendut gimana " ucap Tiara tiba tiba
" Engga apa apa, saya tetap sayang sama kamu. Jadi nanti pipi kamu tuh jadi gembul, bisa saya cubit " Adit mengelus pipi Tiara, tentu saja Tiara pun menjadi salah tingkah
Cupp..
Tiara memberikan sebuah kecupan di pipi Adit, Adit pun langsung tersenyum mendapatkan ciuman dari Tiara.
" Ucapan makasih untuk malam ini " ucap Tiara dengan raut wajah bahagia
" Kalau gitu saya akan bikin kamu bahagia terus, biar kamu nyium saya hehehe " jawab Adit yang mengundang tawa bagi Tiara.
Adit mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, ia ingin menikmati malam Minggu ini bersama dengan Tiara.
Hingga akhirnya merekapun sampai dirumah Adit, Adit mengeluarkan belanjaan dari dalam mobil dan ia langsung membawanya kedalam rumah
" Besok aja susunnya, sekarang istirahat" ucap Adit saat Tiara hendak menyusun
" Iya cuma yang harus dimasukan kedalam kulkas aja ko " jawab Tiara
" Sini Non, saya bantu lebih baik Non istirahat. Inget ga boleh cape " ucap Bi Minah asisten rumah tangga Adit, ialah yang paling berumur diantara yang lain
" Yaudah tapi yang lainnya besok aja yah bu, saya juga mau ikut beresin boleh kan " ucap Tiara
" Yaudah baik non, nanti bibi taruh sini saja ya sisanya " ucap Bi Minah Kembali dan Tiara mengangguk
" Kamu ke kamar duluan, nanti saya menyusul ya " ucap Adit dan Tiara menurut.
Adit mengambil satu kotak susu yang ia beli tadi, dibantu Bi Minah Adit pun membuat kan susu untuk Tiara.
" Saya ingin anak saya cepat lahir bi, setelah itu saya akan menikahi Tiara " ucap Adit sambil membuat susu [1]
" Sabar ya tuan, yang terpenting sekarang tuan harus menjaga Non Tiara " ucap Bi Minah dan Adit mengangguk
Setelah susu jadi Adit membawa susu tersebut ke kamar Tiara, begitu ia membuka pintu ia melihat Tiara yang baru saja keluar dari dalam toilet dengan pakaian yang berbeda.
" sini kamu rebahan " ucap Adit yang sudah lebih dulu berada di ranjang
Tiara pun naik keatas ranjang, dan Adit langsung memegang kedua kaki Tiara.
" Pak Adit mau apa?? " tanya Tiara terkejut
" Saya cuma ingin memijat kaki kamu, sudah kamu minum susu kamu biar saya yang pijat kaki kamu " ucap Adit dan Tiara mengangguk
Bagi Adit, Tiara sudah mengubah seluruhnya baik dari sudut pandangnya dan rasa traumanya.
Tiara berbeda dengan wanita yang Adit kenal, ia merasa beruntung bisa memiliki wanita ini.
" Kalau ada apa apa saya di sebelah kamar kamu yah, saya ga akan kunci pintunya. Kamu tidur jangan main hp yah " ucap Adit sambil mengelus kepala Tiara
" Iyah Pak Adit sayang, dah sana bapa istirahat. "
" Iyah Iyah " Adit memberikan kecupan di kening Tiara dan ia pun keluar dengan membawa gelas yang sudah kosong
Sedangkan Tiara ia terus tersenyum karena Adit, ia benar benar sudah jatuh cinta kepada Adit. Adit cinta pertama Tiara, dan Tiara berharap Adit juga cinta terakhirnya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
[1] Penjelasan tentang kenapa Adit akan menikahi Tiara selepas Tiara melahirkan.
harus banget ya narik uang di jalan
bukan sikap dewasa tapi konyol
Sayang penulis tidak mempunyai pengetahuan dlm hukum pernikahan....
Yg membuat isi novel tidak jelas...dan mengecewakan.....
Aku nyesel baca novel ini....
Semoga bisa bikin novel bagus.....
mending baca kopingho & nick carter...
yg jelas ada ceritanya
Maaf... suwun