Direnggut, dianggap remeh dan dihancurkan. Semua itu sirna saat diriku mengalami kebangkitan. Ingatan yang diwariskan akan menjadi saksi bisu untuk mengembalikan kehormatanku. Apa yang ditakdirkan untukku akan kembali padaku. Langit dan bumi, seluruh penjuru dunia, akan kuukir sebuah kisah, kisah tentang reinkarnasi sang dewa naga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sam Ilfar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
XYD 31 - Pertarungan di Lembah Sunyi
XYD 31 - Pertarungan di Lembah Sunyi
Tanah dan pepohonan yang ada di Lembah Sunyi membeku saat tempat penyegelan bereaksi terhadap energi spiritual seseorang. Dengan tubuh yang terikat rantai pelumpuh kultivasi, Xiao Yang tidak menyangka akan mendapatkan sambutan seperti ini.
Xiao Yang terus melepaskan hawa dingin yang besar dan mencekam. Tindakannya ini membuat apapun yang disekitar dirinya membeku bahkan benteng pertahanan yang letaknya lumayan jauh ikut membeku.
Setelah membekukan apapun yang ada disekitarnya, Xiao Yang mengeluarkan energi Qi dalam jumlah besar dan meledakkan es tersebut. Suara dentuman yang menggema ini membuat para prajurit berdatangan untuk melihat apa yang terjadi dilokasi penyegelan.
Apa yang mereka temukan adalah tubuh prajurit yang berjaga disana sudah membeku dan hancur berkeping-keping. Sementara tak jauh darisana ada Xiao Yang sedang berdiri tanpa bisa menggerakkan tubuhnya karena segel pelumpuh kultivasi yang berbentuk rantai mengikat dirinya.
“Lihat ada seseorang disana!” Salah satu prajurit menunjuk kearah Xiao Yang.
“Apakah dia adalah orang yang dimaksud Yang Mulia!” sahut yang lainnya.
Dengan jumlah sekitar lima ratus orang lebih yang ada dilokasi, para prajurit itu pun berniat menghabisi Xiao Yang yang tidak dapat menggerakkan tubuhnya.
“Jangan gegabah! Lebih baik kita tunggu kedatangan mereka berempat!” ujar salah satu jendral Kekaisaran Jia.
“Apa yang kau takutkan Bing? Jangan menjadi pengecut! Kita habisi dia dan dapatkan kepercayaan Yang Mulia!” Jendral Kekaisaran Jia yang lain justru mengajak para prajurit untuk menyerang Xiao Yang.
“Kita lihat seberapa kuat orang ini!” ujar jendral itu.
Xiao Yang menatap dingin orang-orang yang mengelilinginya dan memandang lautan musuh yang berniat menghabisinya. Segel pelumpuh kultivasi ini membuat Xiao Yang tidak dapat sembarangan menggunakan energi Qi karena titik meridiannya mengalami perubahan besar.
‘Tubuh Dewa Naga yang telah kuasai menyelamatkanku... Aku ceroboh karena tidak mengecek keadaan disini terlebih dahulu...’ Xiao Yang membatin sebelum menenangkan dirinya yang sempat emosi.
“Tunggu sebentar lagi... Titik meridian didalam tubuhku semakin menguat dan kalian tidak akan bisa menghentikan suara yang menggema ini...” Lalu Xiao Yang tersenyum kearah mereka yang berniat membunuhnya.
“Apa yang kau senyuman bodoh?! Apa kau tidak lihat dirimu yang telah lumpuh itu?” Jendral yang berambisi membunuh Xiao Yang menarik pedangnya dan mengaliri pedang itu dengan energi Qi yang besar.
Dengan kultivasinya yang sudah mencapai Alam Langit Tahap Puncak, jendral itu sangat percaya diri dapat memotong kepala Xiao Yang namun saat ia mengayunkan pedangnya, suara tulang yang gemertak menggema di Lembah Sunyi.
KRUK!!!
TAK!!!
KRUK!!!
TAK!!!
Jendral itu pun mengerutkan keningnya, “Suara ini... Apakah berasal darimu?”
Xiao Yang pun tersenyum dingin, “Berniat melumpuhkanku? Kalian sungguh bodoh dan tidak berguna!”
“Apa kalian tidak melihat rantai yang lemah ini?” ujar Xiao Yang sambil memperlihatkan rantai yang mengikat dirinya hancur secara perlahan.
“Apa yang barusan terjadi? Tidak mungkin! Ini adalah penyegelan yang dilakukan mereka berempat!” Jendral itu berkeringat dingin saat melihat sendiri bagaimana Xiao Yang menghancurkan rantai dengan mudahnya.
“Sebenarnya seberapa kuat kultivasimu?” ujar Jendral tersebut dengan wajah yang ketakutan.
“Kau tidak perlu mengetahuinya...” Xiao Yang berkata sambil menggunakan Langkah Hantu dan hal ini membuat Jendral tersebut bersama semua prajurit disana terkejut.
“Langkah Hantu? Bagaimana mungkin gerakan membunuh dari sekte yang telah musnah kau kuasai!” Sebelum Jendral itu bereaksi lebih jauh Xiao Yang sudah berada didepannya.
“Kau tidak perlu mengetahuinya karena kau akan mati!” Xiao Yang pun mendaratkan tapak yang dipenuhi energi Qi pada tubuh jendral tersebut.
“Tapak Dewa Naga!”
BOOOMMM!!!
Tubuh jendral tersebut pun berlubang sebelum hancur karena tidak mampu menahan energi spiritual Xiao Yang. Pemandangan mengerikan itu membuat nyali prajurit yang sudah berada didekat Xiao Yang dan menyerangnya menciut.
“Ada apa?! Bukankah kalian ingin menyerang!” seru Xiao Yang dengan tatapan yang tajam, “Majulah! Aku akan meladeni kalian semua!”
Saat Xiao Yang berseru demikian, Zhuge Liang datang bersama yang lainnya. Melihat Xiao Yang dapat melepaskan diri dari penyegelan membuat Zhuge Liang mengerutkan keningnya, namun Zhuge Liang mencoba bersikap tenang dan memberikan tepuk tangan.
“Aku tidak menyangka kau dapat meloloskan diri dari jebakan itu! Kau berhak mendapatkan pujianku!” ujar Zhuge Liang.
Xiao Yang pun menoleh kearah sumber suara dan menatap empat orang yang kultivasinya berada pada Alam Dewa. Zhuge Liang dan Ren Hong memiliki kultivasi yang sama dengan dirinya sedangkan Zhuge Yin dan Han Bei setingkat dibawahnya.
‘Dia dapat meloloskan diri dari penyegelan? Ini sungguh tidak masuk akal! Dengan kultivasi yang kami miliki seharusnya dia tidak dapat meloloskan diri!’ Ren Hong membatin dan langsung menajamkan indera penglihatannya mencoba mengecek kultivasi Xiao Yang.
‘Mari kita lihat seberapa kuat kultivasimu itu!’ Ren Hong mencoba melihat tingkat kultivasi Xiao Yang namun ia tidak dapat membacanya.
“Tidak mungkin!” Ren Hong terkejut karena hal ini membuktikan Xiao Yang memiliki kultivasi yang jauh diatasnya.
“Ada apa Ren Hong?” tanya Zhuge Liang saat melihat ekspresi terkejut Ren Hong.
“Aku mencoba membaca kultivasinya tetapi aku tidak dapat membacanya...”
“Apa kau serius? Biar aku yang mencobanya.”
Saat Zhuge Liang melakukan hal yang sama dengan Ren Hong, Zhuge Liang mengerutkan keningnya berulang kali karena tidak dapat membaca kultivasinya Xiao Yang.
“Sekumpulan manusia bodoh! Sangat membuang waktuku!” Xiao Yang mengangkat tangannya dan membuat semua orang waspada.
Mengira Xiao Yang akan mengeluarkan semacam serangan mematikan, mereka justru melihat Xiao Yang membuka portal teleportasi dan memanggil Jia Yu bersama Ling Qiao.
“Jia, Kakak Qiao, kalian berdua urus dua orang disana.” Xiao Yang berkata kepada Jia Yu dan Ling Qiao yang baru saja keluar dari portal teleportasi.
“Sementara itu aku akan mengurus mereka berdua!” Xiao Yang langsung menargetkan Zhuge Liang dan Ren Hong.
“Saatnya menguji seberapa kuat Teknik Kultivasi Naga...” Ling Qiao tersenyum karena merasakan aliran energi spiritual yang mengalir ditubuhnya.
“Kau tidak perlu menahan diri, Kakak Qiao.” Jia Yu tersenyum kearah Ling Qiao karena dirinya juga merasakan hal yang sama.
“Jangan ambil bagianku Adik Jia atau kau akan berurusan denganku!” Ling Qiao menegaskan kepada Jia Yu agar tidak melakukan pertarungan seperti sebelumnya.
“Aku mengerti Kakak Qiao hihihi...”
Setelah itu Jia Yu dan Ling Qiao berdiri disamping Xiao Yang sambil memandang lautan musuh yang mengepung mereka. Jumlah mereka saat ini sangatlah tidak wajar karena ini tidak bisa disebut pertempuran melainkan pengeroyokan.
Tiga melawan dua ribu pasukan adalah hal yang tidak wajar dan mustahil. Namun dengan kultivasi yang dimilikinya dan pengalamannya, Xiao Yang akan membuat hal yang mustahil menjadi mungkin.