NovelToon NovelToon
Sistem Kekayaan Pria Soleh

Sistem Kekayaan Pria Soleh

Status: tamat
Genre:Sistem / Anak Yatim Piatu / Teen School/College / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:157.1k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Arsen, seorang mafia berdarah dingin, tewas dengan tragis dan bersiap menghadapi hukuman neraka. Namun sebelum ajal menjemput, ia memohon satu kesempatan terakhir—untuk menemukan putra semata wayangnya yang telah hilang sebelas tahun silam.

Doanya terkabul, tapi dengan syarat: Arsen harus hidup kembali… dalam tubuh orang lain.

Ia terbangun sebagai Aziel—seorang remaja miskin, pencuri kecil yang kerap dirundung di sekolah. Takdir mempermainkan Arsen: tubuh barunya adalah anak kandung yang selama ini ia cari.

Dibekali sebuah Sistem, Arsen harus menjalani misi: menjadikan Aziel sebagai pria soleh dan kaya raya, agar dirinya terhindar dari neraka.

Namun menjadi anak sendiri tak semudah yang ia bayangkan. Masa lalu kelam Aziel, trauma, dan lingkungan yang keras menjadi ujian. Apalagi, jiwa mafia dalam diri Arsen terus memberontak setiap kali ia harus berlaku sabar, jujur, dan... bersujud.

Mampukah Arsen mengubah takdir anaknya—atau justru takdir itu akan menelan mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Aziel yang Berbeda

"Baik lah, jika uang saya tidak diterima di sini, mungkin lebih baik saya memberikannya pada tempat yang lebih menghargai." Aziel beranjak dengan wajah datarnya.

Namun, seorang gadis berkerudung menghalangi langkah pria dalam tubuh muda itu. "Jika kamu mau berbuat baik, jangan setengah-setengah gitu dong? Kenapa tidak kamu lanjutkan?"

Aziel kembali melirik ke arah belakang, menatap nanar dua orang yang tak bergeming karena ia tiba-tiba beranjak pergi. Aziel menyodorkan setumpuk uang yang ada di tangannya kepada gadis itu.

"Ambil ini! Mau kamu apakan, terserah kamu!"

Aziel berlalu melanjutkan langkahnya. Tiba-tiba, dari arah pinggir jalan Joki muncul dengan cengiran memamerkan pengki yang sudah dipenuhi oleh sampah.

"Nah, ini! Gue udah nyapu keliling kampung sini. Mana janji lu belikan gue baju yang bagus?"

Aziel yang hening dalam rasa jengkel pergi tanpa mengatakan apa-apa. Wajah sumringah Joki yang memamerkan peralatannya berubah kebingungan. Ia melihat teman sekolahnya yang merupakan salah satu anggota OSIS memandang heran benda yang ia pegang.

Dalam tangan teman sekolahnya itu, ia melihat setumpuk uang dan Joki berlari kecil mendekati gadis itu. "Kirana, hai," sapa Joki dengan akrabnya.

"Tuh duit kok banyak amat? Apakah di mesjid ini baru saja ada hujan uang? Kenapa bisa ada uang sebanyak itu?" Joki sama sekali tidak menyembunyikan rasa kagetnya.

Kirana menautkan kedua alisnya. "Bukannya ini uang dari kawan serumahmu?"

"Hah?" Joki terperangah. "Masa sih?"

"Iya, ini Aziel yang menyerahkan untuk dikasih ke mesjid," terang Kirana kembali.

Joki memutar kepala mencari sosok yang baru saja mengacuhkannya. Ketika ia melihat sosok itu, Joki tersenyum sumringah. Sejenak ia pamit pada Kirana dan berlari mengejar Aziel.

"Woi! Lu budeg atau napa?" Joki memukul pelan punggung Aziel yang berjalan lurus bagai orang kesetanan.

Aziel tak mengubris terus menjauh menuju rumahnya masuk ke dalam kamar mengunci diri. Pemuda itu, memukul dinding kamar tersebut beberapa kali dan Joki merasakan sedikit getaran karena ulah Aziel ini.

Joki terpaku karena Aziel yang saat ini, benar-benar sangat lah berbeda. Aziel yang dulu ia kenal hanya lah anak lemah yang selalu ia manfaatkan. Namun, sepertinya kali ini ia sudah tidak bisa lagi berbuat begitu. Raut wajahnya ketakutan, Joki mundur terduduk di atas sofa tak tahu lagi harus seperti apa pada Aziel yang terasa begitu ajaib.

"AAAAGHH ... KENAPA? HARUSNYA DARI DULU SAYA MENCARINYA!"

Suara Aziel terdengar berat dibanding biasanya. Kedua kaki Joki terlipat naik dan dirangkul dalam pelukan. Ia melirik pada pintu kamar yang terkunci itu.

"Se-sepertinya gue gak bisa main-main lagi dengan anak itu," gumamnya gugup.

Braaakk

Pintu dibuka kasar hingga terbanting keras pada dinding kamar. Kedua pasang netra di antara bertemu, dengan kekuatan yang berbeda. Aziel menatap tajam pada mata sayu milik Joki. Dengan langkah berat, Aziel mendekati Joki. Kedua tangannya menarik tubuh kurus milik Joki.

"Bisa kau ceritakan bagaimana kehidupanku yang dulu?"

"Aaah, maksud lo gimana? Sumpah gue nggak paham!" Joki mencoba mendorong tangan yang terkepal erat, menyemburkan semburat hijau yang mencuat di punggung tangannya.

[ Tenang lah! Kendalikan dirimu! ]

Namun, Aziel yang dikendalikan emosi seorang Arsen, melempar tubuh lelaki muda itu hingga ia terbentur pada dinding rumah itu.

Joki terlihat kesakitan. Ia mencoba bangkit dan menatap nanar pada Aziel. "A-apa yang lu lakukan?"

[ Sudah berapa kali kubilang? Tugasmu hanya menjadi soleh. Sikap soleh adalah sikap yang mampu mengendalikan diri. Selalu mengingat Allah jika dalam setiap laku dan perbuatan! ]

[ Apa kau lupa bahwa setiap perbuatan baik dan burukmu ada dua malaikat yang mencatatnya? ]

Napas Aziel memburu. Ia bagai tak terkendali karena buncahan amarah yang meledak. Kali ini ada rasa bersalah dan tidak terima pada semua yang terjadi pada anaknya, di kala Aziel menjalani kehidupannya tanpa sosoknya sebagai ayah.

[ Masih belum bisa mengendalikan diri? Hanya ada satu jalan yang bisa menenangkanmu! ]

Sistem kembali memberikan sengatan sentruman pada tubuh Aziel yang sudah tidak bisa dikendalikan. Kali ini sengatan yang diberikan sungguh dahsyat. Aziel meringkuk merasakan setiap inci pada rubuh ini mendapat sengatan listrik.

Joki yang melihat Aziel kesakitan, mencoba bangkit dan ingin menyentuh Aziel. "Lu kenapa?"

Namun, ketika ia menyentuh Aziel, ia turut merasakan sengatan membuatnya terperenjat. Joki tidak bisa berbuat apa-apa, dengan wajah bingung hanya melihat tubuh rekan rumahnya itu tenang dan tidak bergerak lagi.

Beberapa waktu kemudian, Joki mengecek Aziel dengan sedikit ketakutan. Ternyata, tubuh itu tidak menyentrum lagi.

"Ziel? Aziel?" Joki mengguncang tubuh itu beberapa kali.

Tak lama kemudian, perlahan mata itu terbuka. "Jok?" tanyanya pelan.

"Syukur lah, lu udah sadar. Lu kenapa?"

Akan tetapi, mata Aziel terbuka lebar melirik seluruh isi rumah. Netra itu berganti melirik pada tubuhnya memandangi baju yang ia kenakan.

"Kita berada di mana?"

1
Muhammad Rahman
dandy teriak dg sombong karena terkenal dg kebangaan kekayaan orangtuanya
Safira Aurora
lnjut
IKKY RAHMADANI
kak ini novel kapan end nya
SoVay: iya, tnggu ya, soalnya lagi hilang ide. mungkin bisa bagi ide? hehehe 🙈
total 1 replies
IKKY RAHMADANI
aku gak suka sama dandy karna rese k banget
Aku Rajin Membaca
othornya lupa nih bikin bln ramadhan 🤣
SoVay
authornya lupa sedang bulan ramadhan. mau edit, tp lg susah signal 🤣🤣 nanti malam atau esok aja edit inj
IKKY RAHMADANI
sepertinya aziel punya calon istri nih😏
SoVay: tadi baru inget, suasananya dibikin bukan ramadhan 🤣 udah aku edit lg
total 2 replies
IKKY RAHMADANI
kecewa 1 bab
SoVay: sabar ya kak, ini baru update. moga bisa lebih dari 1 bab hari ini 😇
total 1 replies
IKKY RAHMADANI
kasihan juga ya anak sekecil itu di suruh mencuri
IKKY RAHMADANI
yahh sedikit banget update nya😔
SoVay: soalnya kalau udah hari kerja ini agak susah up bnyak2 kak, tnggu lbur lagi ya 🤣
total 1 replies
goresan curahan keluh kesah
lanjut ga ini novel👉👈😅
SoVay: mau segera ditamatkan. setelah 100 hari arsen jd soleh 😇
total 3 replies
IKKY RAHMADANI
kok bisa ya kak punya ide untuk buat novel gini🤔
SoVay: dulu sempat kehilangan ide gara2 level anjlok dr 7 ke 3. makanya ga lanjut. tp kayak ada hutang, makanya selagi ada waktu luang dilanjut
total 3 replies
goresan curahan keluh kesah
udah baca sampai tamat bacot sistem
SoVay: lanjutin baca ini ya kak
total 1 replies
IKKY RAHMADANI
sedih banget ceritanya sampai nangis aku
SoVay: brati apa yang aku harapkan sampai pd kakak 😇
total 1 replies
IKKY RAHMADANI
kak ini bapak nya aziel beneran mati ya
SoVay: kan sejak awal misinya hanya 100 hari d tubuh aziel
total 1 replies
IKKY RAHMADANI
menangis aku kak, sedih kali ceritanya😭
SoVay: yuk lanjutkan, udah ada eps baru
total 3 replies
IKKY RAHMADANI
menangis aku kak membacanya
Safira Aurora
makanannya bisa diteleport dari warung ayam aja ga si?
Safira Aurora
edisi penuh bawang
Moertini
kok berhenti Thor kan belum tamat penasaran niiiii bagaimana nasib Zein asli setelah daddy nya meninggalkan raganya semangat Thor ditunggu
SoVay: halo bunda, ceritanya udah disambung lagi. ayo dilanjutkan baca. biar ga penasaran
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!